Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Diky Candranegara: Guru Harus Jadi Sahabat Murid

Diky Candranegara: Guru Harus Jadi Sahabat Murid

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Konsep guru sahabat murid kembali menjadi sorotan dalam dunia pendidikan. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara menegaskan bahwa guru SD dan SMP tidak cukup hanya menjadi penyampai materi pelajaran. Sebaliknya, guru harus mampu menjadi pendamping, sahabat, sekaligus penggerak daya pikir peserta didik.

Pesan tersebut disampaikan Diky saat menanggapi pelaksanaan workshop peningkatan kompetensi guru yang diinisiasi oleh salah satu anggota DPR RI. Menurutnya, penguatan kompetensi guru tidak boleh berhenti pada aspek administrasi dan metode mengajar semata, tetapi harus menyentuh cara guru membangun hubungan dengan murid.

Guru Tidak Boleh Menjawab “Baca Buku Saja”

Diky menilai, masih terdapat pola pembelajaran yang terlalu berorientasi pada buku dan belum sepenuhnya mendorong interaksi aktif antara guru dan siswa.

Ia mencontohkan situasi ketika seorang murid mengajukan pertanyaan di kelas, namun justru diminta mencari jawabannya sendiri melalui buku pelajaran.

“Tujuan utamanya adalah supaya guru SD dan SMP benar-benar bisa menjadi sahabat murid. Guru jangan sampai ketika anak bertanya, malah dijawab ‘coba pelajari sendiri atau buka bukunya’. Hal seperti itu jangan terjadi,” ujarnya.

Menurut Diky, jawaban guru terhadap pertanyaan murid bukan sekadar transfer informasi. Lebih dari itu, jawaban tersebut dapat menentukan rasa percaya diri dan semangat belajar seorang anak.

Setiap Anak Memiliki Cara Belajar yang Berbeda

Wakil Wali Kota Tasikmalaya itu juga mengingatkan bahwa tidak ada kelas yang benar-benar homogen. Dalam satu ruang belajar, terdapat anak-anak dengan kemampuan, karakter, dan kecepatan berpikir yang berbeda-beda.

Karena itu, guru dituntut untuk memahami keragaman tersebut.

“Dalam satu kelas pasti ada murid yang berpikir cepat dan ada yang butuh waktu lebih lama untuk memahami. Kondisi ini pasti memengaruhi semangat belajar murid,” kata Diky.

Pendekatan pembelajaran yang sama terhadap seluruh siswa, menurutnya, berpotensi membuat sebagian anak kehilangan motivasi belajar.

Sebaliknya, ketika guru memahami karakter setiap murid, proses belajar akan menjadi lebih efektif dan menyenangkan.

Guru Harus Mampu Memancing Daya Pikir Anak

Diky menjelaskan bahwa peran guru modern bukan lagi sekadar menyampaikan jawaban. Guru justru harus mampu mendorong murid untuk berpikir lebih dalam.

Ia memberikan contoh sederhana.

Ketika seorang guru bertanya tentang sebuah gelas, maka pembelajaran tidak boleh berhenti pada jawaban “ini gelas”.

Guru harus melanjutkan pertanyaan berikutnya.

Untuk apa gelas digunakan? Mengapa manusia membutuhkan gelas? Apa manfaatnya? Bagaimana jika gelas tidak ada?

Melalui cara tersebut, anak akan belajar membangun logika, analisis, dan kreativitas.

“Guru harus bertanya lagi, gelas itu untuk apa, manfaatnya apa, sampai muncul pemikiran dari anak,” katanya.

Pendekatan seperti ini, menurut Diky, akan membantu siswa menjadi lebih aktif dan percaya diri.

Workshop Guru Harus Melahirkan Cara Mengajar Baru

Diky menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan workshop guru tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya selalu terbuka terhadap berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia juga memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD Kota Tasikmalaya.

“Kami Pemkot selalu welcome setiap ada tamu. Untuk kegiatan workshop guru ini kami tidak menggunakan APBD sama sekali,” jelasnya.

Namun demikian, manfaat utama yang diharapkan bukan sekadar pelaksanaan kegiatan seremonial, melainkan lahirnya pola pembelajaran baru yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa.

Menurutnya, seorang guru ideal harus mampu menjadi fasilitator, motivator, sekaligus sahabat bagi peserta didiknya.

Pendidikan Bukan Sekadar Soal Nilai

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, kemampuan akademik saja tidak lagi cukup.

Anak-anak membutuhkan guru yang mampu mendengar, memahami, dan membimbing mereka sebagai manusia.

Mungkin karena itulah, pesan sederhana dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya ini terasa relevan bagi dunia pendidikan saat ini: guru tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga menghadirkan rasa aman, rasa percaya diri, dan semangat untuk terus belajar.

Pada akhirnya, murid mungkin akan lupa rumus yang diajarkan gurunya. Namun, mereka hampir tidak pernah lupa pada guru yang pernah membuat mereka merasa didengar, dihargai, dan dipercaya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uwais Al-Qarni

    Uwais Al-Qarni: Tidak Bertemu Rasulullah, Tapi Dipuji Nabi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pagi itu mungkin tidak berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya di sebuah daerah bernama Qarn, Yaman. Matahari perlahan naik dari balik perbukitan yang kering. Angin gurun berembus pelan membawa debu tipis ke halaman rumah-rumah sederhana. Di salah satu rumah yang dindingnya terbuat dari tanah liat, seorang pemuda sibuk mengurus ibunya yang sudah renta. Ia […]

  • ilustrasi muslim berdoa menunjukkan tingkatan tawakal dalam kehidupan sehari-hari

    Ini 3 Level Tawakal dalam Islam, Banyak yang Baru Tahu!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memahami tingkatan tawakal hanya sebatas berserah diri, padahal konsep ini jauh lebih dalam. Tawakal, atau kepercayaan penuh kepada Allah, memiliki level spiritual yang berbeda. Memahami level tawakal, tahap tawakal, dan derajat tawakal akan membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih tenang, terarah, dan penuh keyakinan. Selain itu, konsep ini bukan sekadar […]

  • Pasangan Muslim berdoa bersama pada malam hari memohon segera dikaruniai keturunan dengan penuh harap.

    Tangis dan Doa di Sepertiga Malam, Ikhtiar Banyak Pasangan Menanti Buah Hati

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua pasangan langsung mendengar tangisan bayi setelah menikah. Sebagian harus melewati malam-malam panjang yang penuh doa. Ada yang diam-diam menangis selepas salat. Ada yang tersenyum di depan orang lain, meski hatinya lelah mendengar pertanyaan yang sama berulang kali. “Sudah isi belum?” Kalimat sederhana itu kadang terasa sangat berat bagi pasangan yang […]

  • Penangkapan pasutri pengedar sabu di Tasikmalaya dengan barang bukti paket narkotika dan plastik klip.

    Jual Sabu Pakai Sistem Tempel, Pasutri Tasikmalaya Raup Puluhan Juta

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pasutri jual sabu terungkap di Kabupaten Tasikmalaya. Sepasang suami istri asal Cikalong diduga menjalankan peredaran narkotika secara terstruktur, mulai dari pembelian, pengemasan, hingga distribusi dengan sistem tempel yang rapi. Pengungkapan kasus ini dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya pada Kamis, 23 April 2026. Selain memperlihatkan pola peredaran yang sistematis, kasus ini […]

  • longsor Jatinangor

    Longsor Jatinangor Menimpa Pekerja

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Empat pekerja tewas tertimbun longsor Jatinangor saat bangun lapangan futsal, evakuasi SAR masih berlangsung. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa longsor Jatinangor kembali menelan korban jiwa. Enam pekerja pembangunan lapangan futsal tertimbun longsoran tebing di Desa Cisampur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/1/2026) siang. Empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat dan dirawat di […]

  • ilustrasi kota Madinah pada masa awal Islam dengan Masjid Nabawi sebagai pusat kehidupan umat

    Kisah Madinah: Dari Kota Penuh Konflik Menjadi Pusat Peradaban Islam

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Malam itu menjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Islam. Nabi Muhammad SAW meninggalkan Makkah secara diam-diam. Perjalanan yang tampak sederhana itu ternyata mengubah arah peradaban dunia. Dari peristiwa hijrah itulah sejarah kota Madinah mulai berubah. Kota yang sebelumnya dikenal sebagai Yatsrib perlahan berkembang menjadi pusat peradaban Islam. Perjalanan ini […]

expand_less