Diky: Santri Jangan Hanya Kuat Ngaji, Tapi Juga Siap Bersaing
- account_circle redaktur
- calendar_month 34 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Walikota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Darussalam Sukamanah Kec. Cipedes, Rabu(24/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan perkembangan teknologi yang bergerak nyaris tanpa jeda, banyak orang tua mulai menghadapi pertanyaan yang sama: bagaimana menjaga karakter anak agar tetap kuat di tengah perubahan zaman?
Bagi sebagian masyarakat, jawabannya masih ditemukan di lingkungan Pesantren Tasikmalaya. Lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan komunitas santri dinilai tetap menjadi ruang penting untuk membentuk akhlak, kedisiplinan, sekaligus wawasan generasi muda.
Pesan itulah yang mengemuka saat Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menghadiri kegiatan silaturahmi bersama pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Sukamanah dan pengurus Gerakan Pemuda Pelajar (GPP) Darussalam Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Rabu (24/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Diky menegaskan bahwa pesantren tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat belajar ilmu agama semata. Lebih dari itu, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai moral.
Ketika Akhlak Menjadi Modal Utama di Era Digital
Perkembangan teknologi telah membuka banyak peluang. Namun pada saat yang sama, perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda.
Informasi dapat diakses dalam hitungan detik. Tren baru muncul setiap hari. Sementara itu, berbagai pengaruh dari luar semakin mudah masuk ke kehidupan anak-anak dan remaja.
Karena itu, pembentukan karakter menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Menurut Diky Candranegara, keberadaan pesantren memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual.
Ia menilai santri yang memiliki akhlak baik, disiplin, dan wawasan luas akan menjadi aset besar bagi masa depan Kota Tasikmalaya.
Selain menguasai ilmu pengetahuan, generasi muda juga perlu memiliki fondasi moral yang kuat agar mampu mengambil keputusan secara bijak di tengah perubahan zaman.
Pesantren Tidak Boleh Tertinggal oleh Perubahan
Dalam pertemuan tersebut, Diky juga menyampaikan pandangan yang menarik mengenai masa depan pendidikan pesantren.
Menurutnya, santri harus tetap unggul dalam ilmu agama. Namun di sisi lain, mereka juga perlu memahami perkembangan teknologi, dunia kerja, dan dinamika global yang terus berubah.
Karena itu, pesantren perlu terus beradaptasi tanpa meninggalkan jati dirinya.
Pesantren yang mampu menjaga tradisi keilmuan sekaligus membuka diri terhadap inovasi akan memiliki peran yang semakin besar dalam mencetak generasi berkualitas.
Pandangan tersebut mendapat perhatian karena menyentuh isu yang saat ini banyak dibicarakan dalam dunia pendidikan.
Bagaimana membangun generasi yang religius, tetapi tetap kompetitif.
Bagaimana menjaga nilai-nilai keislaman tanpa tertinggal dari perkembangan zaman.
Pertanyaan itulah yang kini menjadi tantangan bersama bagi berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren.
Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan
Selain berbicara mengenai pendidikan karakter, Diky juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pesantren.
Menurutnya, kerja sama yang kuat dapat membuka lebih banyak peluang bagi para santri.
Misalnya melalui pelatihan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, pendidikan teknologi, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas.
Karena itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan kesiapan untuk mendukung program-program pesantren yang sejalan dengan arah pembangunan daerah.
Langkah tersebut dinilai penting karena pesantren selama ini telah berkontribusi besar dalam bidang pendidikan dan pembinaan masyarakat.
Di banyak wilayah, pesantren tidak hanya menjadi pusat pembelajaran agama. Pesantren juga berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter, pusat kegiatan sosial, sekaligus tempat lahirnya berbagai tokoh masyarakat.
Membangun Generasi Tasikmalaya yang Berkarakter
Silaturahmi di Pondok Pesantren Darussalam Sukamanah tidak hanya menjadi agenda seremonial.
Pertemuan tersebut menghadirkan pesan yang lebih luas tentang pentingnya investasi sumber daya manusia.
Ketika banyak daerah berlomba membangun infrastruktur fisik, pembangunan karakter tetap menjadi fondasi yang tidak boleh ditinggalkan.
Karena pada akhirnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh jalan yang dibangun atau gedung yang berdiri megah.
Kemajuan juga ditentukan oleh kualitas manusia yang mengisinya.
Dan di titik itulah pesantren memiliki peran yang sangat penting.
Melalui pendidikan akhlak, kedisiplinan, dan pembinaan spiritual, pesantren membantu menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki arah dan nilai dalam menjalani kehidupan.
Teknologi dapat mengubah cara manusia hidup. Dunia kerja bisa berubah dalam hitungan tahun. Namun akhlak, integritas, dan karakter akan selalu menjadi mata uang yang berlaku di setiap zaman. Karena itu, ketika pesantren berhasil melahirkan santri yang cerdas sekaligus berakhlak, sesungguhnya mereka sedang menyiapkan masa depan yang lebih kuat daripada sekadar menghadapi perubahan. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar