Pesan Diky untuk Lulusan SD: Akhlak Lebih Berharga dari Nilai
- account_circle redaktur
- calendar_month 49 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Walikota Rd Diky Candranegara menghadiri kegiatan pelepasan siswa kelas 6, Rabu(24/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tepuk tangan bergema di aula saat satu per satu siswa Kelas 6 melangkah menuju akhir perjalanan mereka di bangku sekolah dasar. Di antara senyum bangga para orang tua, terselip mata yang mulai berkaca-kaca. Momen pelepasan siswa memang selalu menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Namun dalam acara pelepasan siswa SD Karangsambung Kota Tasikmalaya, ada satu pesan yang paling banyak menyita perhatian. Bukan tentang nilai rapor, bukan pula tentang prestasi akademik. Melainkan tentang pendidikan karakter, pembentukan akhlak, dan pentingnya menjaga adab dalam kehidupan.
Pesan itu disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, saat menghadiri kegiatan pelepasan siswa yang berlangsung penuh kehangatan dan haru.
Ketika Pendidikan Karakter Menjadi Bekal Menghadapi Masa Depan
Di tengah persaingan yang semakin ketat dan perkembangan teknologi yang bergerak cepat, banyak orang tua berharap anak-anak memiliki bekal ilmu yang cukup untuk menghadapi masa depan.
Namun menurut Diky Candranegara, ada hal lain yang tidak kalah penting.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kualitas karakter yang dimilikinya.
Ia berpesan agar para siswa terus menjaga adab, rajin belajar, dan membiasakan diri melakukan kebaikan di mana pun berada.
Menurutnya, ilmu yang dimiliki seseorang akan lebih bermanfaat ketika dibarengi dengan akhlak yang baik.
Karena itulah, pendidikan karakter harus terus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak.
Bukan Sekadar Acara Perpisahan
Bagi sebagian orang, pelepasan siswa sering dianggap sebagai agenda rutin akhir tahun ajaran.
Namun suasana di SD Karangsambung menunjukkan makna yang lebih dalam.
Acara tersebut menjadi titik pertemuan antara perjuangan siswa, pengabdian guru, dan harapan besar para orang tua.
Selama enam tahun, para siswa belajar membaca, berhitung, mengenal ilmu pengetahuan, sekaligus belajar menghormati guru, menghargai teman, dan memahami arti tanggung jawab.
Karena itu, pelepasan siswa bukan hanya menandai berakhirnya masa sekolah dasar.
Sebaliknya, momen tersebut menjadi awal perjalanan baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Diky Candranegara juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang selama ini bekerja sama mendampingi tumbuh kembang anak-anak dengan penuh dedikasi.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak mungkin terwujud tanpa sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga.
Hafalan Al-Qur’an hingga Aksi Kebaikan Jadi Kebanggaan Sekolah
Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus dari Wakil Wali Kota adalah keterlibatan siswa Kelas 1 hingga Kelas 5 dalam berbagai kegiatan bertema kebaikan.
Mulai dari hafalan surah pendek, praktik wudhu, hingga aksi sosial sederhana yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung.
Bagi Diky, pembiasaan nilai-nilai positif sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga.
Selain membentuk karakter, kegiatan tersebut juga membantu anak-anak memahami bahwa ilmu dan kebaikan harus berjalan beriringan.
Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada sekolah yang konsisten menghadirkan pendidikan berbasis karakter dalam aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, Kota Tasikmalaya membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, tanggung jawab, dan integritas.
Tangis Orang Tua dan Harapan untuk Masa Depan
Menjelang akhir acara, suasana berubah semakin emosional.
Para siswa Kelas 6 tampil membacakan puisi, menyampaikan testimoni, dan mempersembahkan hafalan Al-Qur’an yang telah mereka pelajari selama bersekolah.
Beberapa orang tua tampak menyeka air mata saat menyaksikan anak-anak mereka berdiri percaya diri di depan panggung.
Bagi banyak keluarga, momen itu bukan hanya tentang kelulusan.
Lebih dari itu, acara tersebut menjadi pengingat tentang perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.
Dari anak yang dulu masih belajar membaca hingga kini siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Di tengah suasana haru tersebut, pesan tentang pendidikan karakter kembali terasa relevan.
Sebab dunia mungkin akan terus berubah. Teknologi akan berkembang. Tantangan baru akan bermunculan.
Namun nilai-nilai kebaikan, adab, dan akhlak akan tetap menjadi fondasi yang tidak lekang oleh waktu.
Nilai rapor mungkin hanya tersimpan di lemari. Piala bisa berdebu di rak. Namun akhlak yang baik akan terus hidup dalam setiap langkah seseorang. Karena pada akhirnya, bukan hanya tentang seberapa tinggi ilmu yang dimiliki, melainkan tentang bagaimana ilmu itu digunakan untuk memberi manfaat bagi orang lain. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar