Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » BBM Naik, Bolehkah Pedagang Ikut Naikkan Harga?

BBM Naik, Bolehkah Pedagang Ikut Naikkan Harga?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suara timbangan besi beradu pelan dengan meja kayu. Aroma bawang merah dan cabai segar bercampur dengan wangi kopi yang baru diseduh dari warung kecil di sudut pasar. Pagi itu, seorang ibu tampak menghela napas ketika mendengar harga telur naik seribu rupiah.

“Katanya BBM naik lagi, Bu. Ongkos kirim dari pemasok juga ikut naik,” ujar seorang pedagang sembako sambil merapikan tumpukan beras.

Percakapan sederhana seperti itu mungkin sedang terjadi di banyak pasar tradisional setelah harga BBM atau bahan bakar minyak mengalami kenaikan. Harga barang bergerak. Ongkos angkut bertambah. Namun, muncul pertanyaan yang tidak kalah penting. Apakah pedagang boleh langsung menaikkan harga?

Dalam fikih muamalah, persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi keuntungan. Islam juga menempatkan keadilan dan kemaslahatan masyarakat sebagai bagian penting dalam aktivitas ekonomi.

Islam Mengakui Harga Bisa Berubah Sesuai Kondisi

Kenaikan BBM hampir selalu berdampak pada rantai distribusi. Sopir angkutan harus mengeluarkan biaya lebih besar. Pemasok menghitung ulang ongkos operasional. Akibatnya, sebagian harga barang ikut mengalami penyesuaian.

Fenomena seperti ini bukan hal baru. Pada masa Rasulullah SAW, harga barang pernah melonjak sehingga para sahabat meminta Nabi Muhammad SAW menetapkan harga.

Namun, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah-lah yang menetapkan harga, yang menahan, yang melapangkan dan yang memberi rezeki.”

(HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga merupakan bagian dari dinamika ekonomi yang wajar. Karena itu, kenaikan harga yang terjadi akibat meningkatnya biaya produksi maupun distribusi pada dasarnya diperbolehkan.

Meski demikian, Islam tidak memberikan ruang bagi keserakahan.

Keadilan Harga Menjadi Fondasi Utama Muamalah

Menjelang siang, suasana pasar semakin ramai. Teriakan penjual ayam bersahutan dengan suara pembeli yang sibuk menawar. Sebagian pedagang memilih tetap mengambil keuntungan seperti biasa. Sebagian lainnya mulai menghitung ulang modal yang semakin besar.

Di tengah kondisi seperti itu, Islam mengajarkan prinsip keseimbangan.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan.”

(QS Asy-Syu’ara: 183)

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”

(HR Ibnu Majah)

Dua dalil tersebut menjadi dasar penting dalam fikih muamalah. Pedagang berhak memperoleh keuntungan. Sebaliknya, konsumen juga berhak mendapatkan harga yang wajar.

Karena itu, Islam tidak memandang perdagangan sebagai perlombaan mencari laba sebesar-besarnya. Syariat justru mendorong terciptanya transaksi yang sehat dan saling menguntungkan.

Bolehkah Pedagang Langsung Menaikkan Harga?

Jawabannya, boleh, selama kenaikan tersebut memiliki alasan yang jelas dan dilakukan secara proporsional.

Jika biaya distribusi naik karena BBM naik, pedagang dapat melakukan penyesuaian harga. Namun, kenaikan tersebut seharusnya mengikuti tambahan biaya yang nyata, bukan semata-mata memanfaatkan kepanikan masyarakat.

Pandangan serupa dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Hisbah fil Islam. Menurut ulama besar tersebut, keuntungan yang wajar diperbolehkan selama tidak mengandung unsur kezaliman dan manipulasi pasar.

Karena itu, seorang pedagang yang jujur tidak akan memanfaatkan situasi demi memperoleh keuntungan berlebihan. Sebaliknya, ia akan menjaga kepercayaan pelanggan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Islam Melarang Penimbunan dan Permainan Harga

Menjelang sore, pasar mulai sepi. Sebagian pedagang membereskan dagangan yang tersisa. Di saat seperti itu, godaan untuk meraih keuntungan besar terkadang muncul.

Padahal, Rasulullah SAW memberikan peringatan tegas terhadap praktik penimbunan barang.

“Barang siapa melakukan penimbunan, maka ia berdosa.”

(HR Muslim)

Larangan tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak membenarkan upaya menciptakan kelangkaan demi menaikkan harga.

Sebaliknya, Rasulullah SAW memberikan kedudukan yang mulia kepada pedagang yang jujur.

“Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhada.”

(HR Tirmidzi)

Karena itu, keberhasilan dalam bisnis tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan. Kejujuran dan amanah justru menjadi investasi yang nilainya jauh lebih mahal.

Saat BBM Naik, Empati Jangan Sampai Turun

Kenaikan harga BBM memang dapat memengaruhi banyak orang. Pedagang harus menghitung ulang modal usaha. Sementara itu, para pembeli berusaha menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.

Dalam kondisi seperti itu, empati menjadi sesuatu yang sangat berharga. Pedagang tidak sepatutnya mengambil keuntungan secara berlebihan. Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa sebagian kenaikan harga terjadi karena biaya operasional yang memang bertambah.

Pada akhirnya, Islam mengajarkan keseimbangan. Mencari keuntungan adalah hal yang halal. Namun, keuntungan tersebut harus berjalan beriringan dengan kejujuran, keterbukaan, dan rasa keadilan.

Sebab, perdagangan dalam Islam bukan hanya soal angka di atas kertas. Muamalah yang baik juga merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

BBM boleh naik, harga boleh menyesuaikan, tetapi jangan sampai nurani ikut melambung. Sebab yang paling mahal dalam bisnis bukanlah barang dagangan, melainkan keberkahan yang hilang ketika keuntungan diperoleh dengan mengorbankan keadilan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi debt collector mencoba menarik motor di jalan dan debitur menolak sesuai aturan hukum fidusia

    Debt Collector Tarik Paksa Kendaraan? Ini Hak Anda

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kalimat yang sering terjadi di jalan. “Ini motor nunggak, kami tarik sekarang.” Kalimat itu sering terdengar di pinggir jalan. Cepat, tegas, dan sering membuat panik. Namun, di balik situasi itu, banyak orang tidak sadar bahwa *tarik paksa fidusia—atau yang juga dikenal sebagai *penarikan kendaraan secara ilegal dan aksi debt collector tanpa prosedur—bisa […]

  • miras oplosan

    Pemerintah Lalai Awasi Alkohol Medis, Dua Remaja Sukaresik Tewas

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kematian remaja akibat miras oplosan menuntut penegakan regulasi dan tanggung jawab negara. Kematian yang Terjadi di Halaman Kita albadarpost.com, EDITORIAL – Dua remaja Sukaresik, Tasikmalaya, meninggal setelah meminum miras oplosan berbasis alkohol medis 70 persen. Peristiwa ini bukan sekadar kegagalan pengawasan orang tua atau kenakalan remaja. Kasus ini adalah cermin rapuhnya perlindungan negara […]

  • Ilustrasi seorang muslim membaca doa keselamatan perjalanan sebelum memulai perjalanan jauh.

    Doa Safar Lengkap dengan Dalil, Amalan Penting Sebelum Bepergian

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa keselamatan perjalanan merupakan amalan penting yang dianjurkan dalam Islam ketika seseorang hendak bepergian. Doa memohon keselamatan di perjalanan atau doa safar menjadi bentuk ikhtiar spiritual agar perjalanan berlangsung aman, lancar, dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Sejak zaman Rasulullah SAW, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa perjalanan sebelum memulai safar. Selain […]

  • Polisi Peduli Tasikmalaya

    Polisi Tasikmalaya Beli Al-Qur’an Pakai Gaji Sendiri, Warga Terharu

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polisi Peduli di Kabupaten Tasikmalaya mendadak jadi perhatian warga setelah seorang anggota Bhabinkamtibmas di Kecamatan Tanjungjaya melakukan aksi yang jarang terjadi di lapangan. Seorang polisi turun langsung membawa kitab dan Al-Qur’an untuk santri, bahkan seluruhnya dibeli menggunakan uang pribadinya. Aksi Polisi Peduli Tasikmalaya yang dilakukan Aipda Arif Rachman ini berlangsung di […]

  • Kecelakaan Gunungkalong

    Jelang Subuh, Avanza Travel Tabrak Pohon di Tamansari

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Provinsi kawasan Gunungkalong, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Sebuah mobil Toyota Avanza hitam bernomor polisi Z 1614 VI yang membawa rombongan keluarga dari Bandung menuju Pangandaran kehilangan kendali dan menghantam pohon di tepi jalan. Akibat kejadian tersebut, lima penumpang mengalami luka […]

  • Ilustrasi muslim membaca Surat Al-Kautsar dengan suasana tenang dan reflektif tentang makna hidup dan ketakwaan.

    Ternyata Makna Surat Al-Kautsar Bukan Cuma Tentang Kurban

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak orang mengenal makna Al-Kautsar hanya sebagai dalil tentang kurban. Padahal tafsir Surat Al-Kautsar jauh lebih dalam dari sekadar perintah menyembelih hewan. Di balik tiga ayat pendek itu, Allah menyampaikan pesan tentang luka hati, penghinaan manusia, ketenangan jiwa, dan cara menghadapi hidup tanpa kehilangan arah. Karena terlalu sering dibaca saat salat, sebagian […]

expand_less