Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Alam Menyampaikan Teguran Tuhan

Ketika Alam Menyampaikan Teguran Tuhan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ayat itu bukan hal asing. Ia sering dibaca, dikutip, dan didengar. Namun, maknanya jarang benar-benar menembus kesadaran. Padahal isinya kini hadir di hadapan mata. Allah SWT berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia. Allah membuat mereka merasakan sebagian akibat perbuatan mereka agar mereka kembali.” (QS. Ar-Rum: 41).

Ini bukan sekadar peringatan spiritual. Ini adalah potret zaman. Sebuah gambaran keras tentang manusia yang merasa berkuasa atas bumi, tetapi gagal menguasai dirinya sendiri. Ilmu berkembang, teknologi melesat, tetapi keserakahan berjalan lebih cepat.

Para ulama tafsir menegaskan bahwa kerusakan di bumi tidak lahir dari kehendak alam semata. Dalam Tafsir Wajiz, disebutkan bahwa kerusakan muncul ketika manusia menjadikan hawa nafsu sebagai kompas hidup. Saat keuntungan jangka pendek diutamakan dan keberlanjutan disingkirkan, alam dipaksa menanggung harga yang mahal.

Hari ini, ayat itu tidak lagi sunyi.

Sumatra berulang kali diguncang bencana. Longsor menyapu kawasan Cisarua Bandung. Banjir menelan rumah, jalan, dan sawah di banyak daerah. Air yang dulu menghidupi kini menghancurkan. Tanah yang dulu menopang kini runtuh tanpa ampun. Semua itu sering kita sebut sebagai musibah alam, seakan-akan tidak ada peran manusia di dalamnya.

Padahal Al-Qur’an berbicara tanpa tedeng aling-aling: bima kasabat aydin nas—semua itu terjadi karena perbuatan tangan manusia.

Dan Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa fasad bukan hanya kerusakan fisik. Ia mencakup runtuhnya keseimbangan, rusaknya tatanan hidup, dan hilangnya keberkahan. Ketika hutan ditebang tanpa batas, sungai dikotori tanpa rasa bersalah, dan gunung dikeruk tanpa pemulihan, bumi tidak diam. Ia merespons.

Sedangkan Islam sejak awal menolak sikap eksploitatif. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa menanam pohon bernilai sedekah. Setiap manfaat yang lahir dari alam tercatat sebagai kebaikan. Pesannya jelas: manusia seharusnya memberi kehidupan, bukan mencabutnya.

Namun kenyataan berbicara sebaliknya. Hutan habis atas nama proyek. Sungai berubah menjadi saluran limbah. Alam diperas demi keuntungan cepat. Hawa nafsu bekerja tanpa rem—ingin lebih, ingin cepat, ingin untung, tanpa peduli akibat.

QS. Ar-Rum ayat 41 juga membawa pesan yang lebih keras dari sekadar peringatan. Allah SWT tidak langsung membinasakan manusia. Ia hanya memperlihatkan sebagian akibat dari ulah mereka. Para mufasir menegaskan bahwa ini adalah teguran keras, agar manusia berhenti sebelum kehancuran menyeluruh terjadi.

Dalam tradisi keilmuan Islam, terdapat satu peringatan yang mengguncang: al-‘adzab idza nazala ‘amma. Ketika azab turun, dampaknya menyeluruh. Ia tidak memilih. Yang merusak dan yang diam sama-sama terkena. Karena itu, membiarkan kerusakan berarti ikut menanggung akibatnya.

Bencana bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah alarm. Ia memaksa manusia berhenti, menoleh, dan bertanya dengan jujur: masihkah kita layak menyebut diri sebagai khalifah?

Rasulullah SAW bahkan melarang perusakan alam di tengah perang. Pohon tidak boleh ditebang sembarangan. Air tidak boleh dirusak. Jika dalam kondisi perang saja bumi harus dijaga, bagaimana mungkin dalam keadaan damai justru dihancurkan?

Ketika longsor melanda kawasan resapan, dan banjir datang ke wilayah yang dahulu hijau, tidak ada lagi alasan untuk berpura-pura tidak tahu. Alam sedang berbicara. Dan suaranya semakin keras.

Alam tidak berkhianat. Ia hanya mencatat dan membalas perlakuan manusia. Jika hari ini ia tampak murka, itu karena luka yang dibiarkan terlalu lama.

QS. Ar-Rum ayat 41 tidak mengajak manusia saling menyalahkan. Ia memerintahkan untuk kembali. Kembali pada kesadaran bahwa manusia adalah penjaga, bukan penguasa mutlak. Kembali pada adab terhadap bumi dan seluruh isinya. Kembali pada hidup yang cukup, bukan rakus.

Jika hawa nafsu terus dibiarkan memimpin, bumi akan terus menagih akibatnya. Dan saat itu tiba, ayat ini tidak lagi hanya terdengar dari mimbar. Ia akan hadir di ruang tamu, di jalanan, dan di setiap sudut kehidupan—sebagai peringatan yang terlambat disadari.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemred AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akses pendidikan

    Bangunan Berdiri, Hak Belajar Tertunda

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bangunan sekolah telah berdiri, lahan tersedia, dan kebutuhan masyarakat nyata. Namun hingga kini, Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 1 Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, belum dapat menjalankan fungsi pendidikan. Sekolah tersebut belum memiliki kepala sekolah, tenaga pendidik, maupun anggaran operasional. Situasi ini memantik kritik keras dari DPRD Jawa Barat yang menilai negara gagal […]

  • modus penipuan AI

    OJK Jabar Ingatkan Modus Penipuan AI yang Makin Canggih

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    OJK Jabar memperingatkan peningkatan modus penipuan AI dan meminta warga lebih waspada menjaga data pribadi. albadarpost.com, PELITA – Peringatan baru dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menyusul kenaikan kasus kejahatan digital berbasis kecerdasan buatan. Modus penipuan AI kini berkembang pesat, menghadirkan risiko serius bagi keamanan data dan aktivitas keuangan masyarakat. Peringatan ini penting mengingat […]

  • Perguruan Tinggi Jawa Barat

    Perguruan Tinggi Jawa Barat Catat Penyerapan Lulusan Tertinggi di Industri 2026

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Perguruan Tinggi Jawa Barat mencatat tingkat penyerapan lulusan tertinggi, didorong jejaring industri dan kualitas akademik. albadarpost.com, PELITA – Di tengah persaingan ketenagakerjaan yang makin ketat, Perguruan Tinggi Jawa Barat menunjukkan posisi penting dalam mempersiapkan lulusan yang cepat terserap industri. Data QS World University Rankings (QS WUR) 2026 memperlihatkan bahwa empat perguruan tinggi negeri di provinsi […]

  • reintroduksi banteng jawa

    BBKSDA Jabar Perkuat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, HUMANIORA — Program reintroduksi banteng jawa kembali menjadi fokus konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kepunahan banteng jawa (Bos javanicus) yang statusnya meningkat menjadi “sangat terancam punah”. Intervensi dilakukan di Pusat […]

  • Ilustrasi futuristik sufistik tentang manusia terbuai kemewahan dunia sebagai gambaran istidraj dalam Islam berdasarkan QS Al-A’raf 182.

    Istidraj dalam Islam: Nikmat yang Menipu Jiwa

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf: 182: وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَWallażīna każżabụ bi`āyātinā sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya’lamụn “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” Pada suatu masa yang terasa semakin dekat, manusia memuja dunia […]

  • Talenta Digital

    Kemenekraf Dorong Talenta Digital Lewat BDD 2025 di Bandung

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Kemenekraf kembangkan talenta digital melalui BDD 2025 untuk memperkuat ekonomi kreatif nasional. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah menegaskan strategi baru dalam membangun sumber daya manusia ekonomi kreatif. Melalui Badan Ekraf Developer Day (BDD) 2025 di Bandung, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan 1.000 talenta digital yang diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan industri berbasis teknologi. Program ini dirancang untuk […]

expand_less