Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Saudi Bombardir Yaman Selatan

Saudi Bombardir Yaman Selatan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 125
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Serangan udara Saudi ke Yaman selatan menandai eskalasi baru konflik internal dan gagalnya upaya damai regional.

Serangan Udara Saudi Picu Eskalasi Baru

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Yaman selatan. Target utama serangan kali ini adalah posisi Dewan Transisi Selatan (STC), kelompok separatis yang selama ini menguasai sebagian wilayah strategis di selatan negara tersebut. Operasi militer itu menandai eskalasi terbaru konflik internal Yaman yang kerap luput dari sorotan publik internasional.

Serangan dilakukan di Provinsi Dhale pada dini hari waktu setempat. Koalisi Saudi menyatakan langkah tersebut diambil sebagai respons atas laporan pergerakan pasukan STC yang dinilai berpotensi memicu konflik terbuka dengan pemerintah Yaman yang diakui internasional. Situasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya keseimbangan politik dan keamanan di Yaman, bahkan di antara faksi-faksi yang sebelumnya berada di satu kubu.

Klaim Intelijen dan Mandeknya Perundingan Damai

Dalam pernyataan resminya, Koalisi Arab Saudi mengungkapkan adanya klaim intelijen terkait mobilisasi militer STC. Informasi itu mencakup pergerakan kendaraan bersenjata, logistik tempur, serta penguatan pasukan dari Aden menuju Dhale. Koalisi menilai mobilisasi tersebut sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas keamanan di Yaman selatan.

Baca juga: Greenland, di Tengah Persaingan AS, China, dan Rusia

Ketegangan meningkat setelah pemimpin STC, Aidarous al-Zubaidi, tidak menghadiri perundingan damai yang difasilitasi Arab Saudi di Riyadh. Ketidakhadiran itu dipandang koalisi sebagai sinyal penolakan terhadap proses politik yang tengah dibangun untuk meredam konflik internal. Pemerintah Yaman bahkan mengumumkan pencopotan al-Zubaidi dari struktur Dewan Kepemimpinan Presiden.

Di sisi lain, STC membantah seluruh tuduhan tersebut. Kelompok separatis itu menyatakan bahwa al-Zubaidi tetap berada di Aden untuk menjalankan tugas pengamanan wilayah. STC juga menilai serangan udara Saudi justru memperkeruh suasana dan menjauhkan peluang dialog politik.

Konflik Internal yang Kian Terbuka

Konflik antara pemerintah Yaman dan STC bukanlah babak baru. Namun, serangan udara langsung dari koalisi Saudi terhadap STC memperlihatkan pergeseran signifikan dalam dinamika perang Yaman. Selama ini, STC kerap diposisikan sebagai sekutu tak langsung koalisi dalam menghadapi kelompok Houthi di utara.

Eskalasi terbaru ini menegaskan bahwa konflik Yaman tidak lagi sekadar perang antara pemerintah dan pemberontak Houthi. Perseteruan internal di wilayah selatan kini berkembang menjadi ancaman serius bagi stabilitas nasional. Kondisi ini membuka kemungkinan fragmentasi kekuasaan yang lebih dalam, dengan aktor lokal dan regional saling berebut pengaruh.

Baca juga: Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

Serangan di Dhale juga menunjukkan bahwa pendekatan militer masih menjadi pilihan utama dibanding jalur diplomasi. Padahal, perang yang telah berlangsung bertahun-tahun itu telah menimbulkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan warga sipil bergantung pada bantuan internasional.

Dampak Regional dan Jalan Terjal Menuju Perdamaian

Langkah Arab Saudi menyerang STC memberi sinyal kuat kepada kawasan bahwa Riyadh ingin tetap memegang kendali atas arah konflik Yaman. Namun, kebijakan ini berisiko menambah lapisan konflik baru di negara yang sudah rapuh secara politik dan ekonomi.

Pengamat Timur Tengah menilai kegagalan perundingan damai serta saling bantah berbasis klaim intelijen mencerminkan rendahnya kepercayaan antarfaksi. Tanpa komitmen politik yang jelas dan inklusif, upaya menghentikan perang Yaman diperkirakan akan terus tersendat.

Eskalasi di Yaman selatan menjadi pengingat bahwa perdamaian tidak hanya bergantung pada tekanan militer. Selama pendekatan keamanan lebih dominan dibanding dialog politik, konflik Yaman berpotensi terus berulang dengan pola dan aktor yang berbeda, sementara warga sipil tetap menjadi pihak paling terdampak. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • layanan inklusif BSI

    BSI Dorong Layanan Inklusif bagi Disabilitas di Seluruh Outlet

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BSI memperluas layanan inklusif bagi disabilitas melalui rekrutmen, fasilitas ramah akses, dan pembinaan UMKM. albadarpost.com, HUMANIORA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus memperluas layanan inklusif BSI bagi penyandang disabilitas. Kebijakan ini penting karena akses layanan keuangan masih belum sepenuhnya ramah bagi kelompok rentan. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa perseroan membuka kesempatan […]

  • Cermin Hati

    Cermin Hati Kotor, Mengapa Cahaya Allah Sulit Masuk?

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – “Barangkali Allah tidak pernah menjauh. Mungkin hati kita saja yang terlalu sesak.” Pernahkah Anda membersihkan layar ponsel karena merasa tampilannya mulai buram? Lalu, tanpa sadar, hati sendiri dibiarkan berdebu selama bertahun-tahun. Ironisnya, kita langsung panik ketika sinyal internet melemah. Namun, saat hubungan dengan Allah terasa hambar, kita sering menganggapnya sebagai hal biasa. […]

  • Ilustrasi nasi putih yang cepat basi akibat kesalahan memasak dan penyimpanan yang sering tidak disadari

    Nasi Cepat Basi? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa heran karena nasi cepat basi, padahal baru dimasak beberapa jam lalu? Banyak orang mengira penyebabnya adalah kualitas beras. Padahal, nasi mudah basi, nasi cepat bau, dan teksturnya berubah sering kali terjadi akibat kesalahan memasak nasi yang tampak sepele dan jarang disadari sejak awal. Menariknya, kebiasaan yang terlihat “biasa saja” justru […]

  • WFASN Pangandaran bekerja dari rumah saat kebijakan WFH setiap hari Rabu untuk efisiensi dan digitalisasi layanan publikH ASN Pangandaran

    WFH ASN Pangandaran Mulai Berlaku, Ini Dampak Besarnya ke Layanan Publik

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebijakan WFH ASN di Pangandaran resmi diberlakukan. Pemerintah Kabupaten Pangandaran mulai menerapkan work from home ASN setiap hari Rabu sebagai bagian dari transformasi budaya kerja dan percepatan digitalisasi birokrasi. Kebijakan ini sekaligus menjadi strategi baru untuk mendorong efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas layanan publik. Langkah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor […]

  • Stadion Piala Dunia 2026

    Stadion Piala Dunia 2026, Ada Cerita Maradona hingga Venue Futuristik

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Atmosfer Stadion Piala Dunia 2026 perlahan mulai terasa, bahkan ketika kick-off masih cukup jauh. FIFA sudah menetapkan 16 stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai venue resmi World Cup 2026. Namun kali ini, yang menarik bukan cuma pertandingan. Ada kota yang mungkin tak tidur selama turnamen berlangsung. Ada stadion yang […]

  • kerja sama PBNU MCA

    Kerja Sama PBNU-MCA Dibuka, Pekerja Migran dan Ekonomi Disorot

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kerja sama PBNU MCA bukan sekadar pertemuan organisasi. Di balik agenda kolaborasi PBNU MCA dan hubungan Indonesia–Malaysia, ada isu besar yang ikut dipertaruhkan: nasib pekerja migran. Pertemuan ini membuka peluang, tetapi sekaligus memunculkan pertanyaan—apakah kerja sama ini benar-benar menyentuh masalah di lapangan? Bukan Sekadar Diplomasi, Ini Soal Dampak Nyata Pertemuan antara Pengurus […]

expand_less