Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ketahanan Pangan Subang Tetap Kuat di Tengah Alih Fungsi Lahan

Ketahanan Pangan Subang Tetap Kuat di Tengah Alih Fungsi Lahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Subang tetap tangguh menjaga ketahanan pangan nasional meski lahan pertanian berkurang akibat industrialisasi.


Subang Hadapi Alih Fungsi Lahan dengan Strategi Pertanian Intensif

albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, Jawa Barat, terus memperkuat ketahanan pangan Subang di tengah derasnya arus pembangunan industri. Meskipun sebagian besar lahan pertanian beralih fungsi menjadi kawasan industri dan infrastruktur, Subang tetap konsisten menjaga produktivitas pertanian, khususnya padi, yang menjadi komoditas unggulan daerah tersebut.

Dari data Dinas Pertanian setempat, luas lahan pertanian yang semula mencapai 85.000 hektare kini menyusut menjadi sekitar 70.000 hektare. Penyusutan ini disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur besar, termasuk proyek strategis nasional. Meski begitu, Pemerintah Daerah (Pemda) Subang tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis ditempuh untuk mempertahankan produktivitas padi agar ketahanan pangan Subang tetap terjaga.

Menurut Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat dan memiliki peran vital dalam menopang ketahanan pangan nasional. “Komoditas utama lumbung pangan di Subang adalah padi. Area tanah yang masih cukup luas serta sistem irigasi yang memadai menjadikan Subang sebagai lumbung padi ketiga secara nasional,” ujar Agus kepada Beritasatu.com, Sabtu (11/11/2025).


Optimalisasi Lahan dan Teknologi Jadi Kunci Ketahanan Pangan Subang

Meski tidak ada pembukaan lahan baru akibat keterbatasan ruang dan meningkatnya kebutuhan industri, Pemkab Subang berfokus pada intensifikasi pertanian. Langkah ini dilakukan melalui penerapan teknologi pertanian modern dan peningkatan efisiensi pengairan, termasuk memaksimalkan fungsi Waduk Sadawarna yang kini mengairi sekitar 1.700 hektare sawah produktif.

“Alhamdulillah, produktivitas pertanian kita sudah mencapai target 1,2 juta ton. Dari sisi harga, Bulog juga membantu menjaga stabilitas harga gabah agar pendapatan petani meningkat,” jelas Agus.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun menghadapi tantangan alih fungsi lahan, ketahanan pangan Subang tetap tangguh dan mampu mendukung program nasional. Pemerintah daerah juga terus mendorong petani agar menerapkan pola tanam berkelanjutan serta menggunakan pupuk organik guna menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Tak hanya fokus pada padi, Pemkab Subang juga berupaya memperluas diversifikasi pertanian dengan mengembangkan komoditas hortikultura seperti nanas, manggis, dan sayuran dataran rendah. Komoditas ini dinilai memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi membuka pasar ekspor baru.

Agus menegaskan, langkah ini bukan hanya untuk memperkuat sektor pertanian, tetapi juga untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi daerah yang kini mulai ditopang oleh sektor industri dan pariwisata. “Kami berusaha menjaga keseimbangan antara kemajuan industri dan keberlanjutan sektor pertanian. Keduanya harus berjalan beriringan,” tambahnya.


Dukungan Pemerintah Pusat dan Sinergi Lintas Sektor

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian pangan nasional, Pemkab Subang juga mendapat dukungan pemerintah pusat dalam memperbaiki infrastruktur pertanian. Salah satu fokus utamanya adalah rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak di sejumlah wilayah sentra produksi padi.

Selain itu, pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, lembaga riset, dan BUMN pertanian untuk memperkenalkan teknologi tanam modern seperti drip irrigation dan precision farming. Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan biaya produksi, meningkatkan hasil panen, dan mempercepat transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian digital.

Pemerintah juga berkomitmen memberikan akses permodalan dan pelatihan bagi petani muda agar generasi baru mau terjun ke sektor pertanian. Program ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk memastikan ketahanan pangan Subang tetap terjaga di masa depan.


Transformasi Pertanian Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Dengan berbagai program yang dijalankan, Subang kini tidak hanya menjadi lumbung padi nasional, tetapi juga contoh nyata daerah yang mampu menyeimbangkan industrialisasi dengan keberlanjutan pangan. Pemerintah daerah juga memperkuat regulasi tata ruang agar setiap alih fungsi lahan tetap mempertimbangkan aspek ekologi dan produktivitas pangan.

Agus Masykur menambahkan, pembangunan industri di Subang memang tak bisa dihindari, terutama dengan adanya Pelabuhan Patimban dan kawasan industri baru. Namun, menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama bagi ketahanan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tetap punya harapan di sektor pertanian. Maka dari itu, pemerintah akan terus hadir, memperkuat infrastruktur dan membuka peluang usaha baru di bidang agribisnis,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Subang juga tengah menyiapkan food estate mini berbasis komunitas tani di beberapa kecamatan. Program ini diharapkan mampu menjaga rantai pasok pangan lokal serta meningkatkan daya saing petani di pasar nasional.


Penutup: Ketahanan Pangan Subang Jadi Pilar Ekonomi Daerah

Ketahanan pangan Subang menjadi bukti bahwa konsistensi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor mampu menjaga kemandirian pangan di tengah tekanan pembangunan industri. Dengan memadukan teknologi modern dan semangat petani lokal, Subang tidak hanya menjaga swasembada beras, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan

Subang sukses menjaga ketahanan pangan di tengah gempuran industri lewat intensifikasi pertanian dan dukungan infrastruktur modern. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi media dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun keterbukaan informasi publik yang akurat dan bertanggung jawab

    Media dan Pemkab Tasikmalaya Perkuat Kolaborasi Informasi

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterbukaan informasi publik menjadi salah satu indikator penting dalam tata kelola pemerintahan daerah. Di Kabupaten Tasikmalaya, kebutuhan akan informasi yang akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan terus meningkat. Dalam konteks inilah, sinergi media dan pemerintah Tasikmalaya memegang peran strategis untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, bukan sekadar ramai. Media dan pemerintah […]

  • radikalisme Garut

    Densus 88 Geledah Rumah Warga di Garut

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Penggeledahan Densus 88 di Garut menegaskan kewaspadaan negara terhadap radikalisme dan dampaknya bagi rasa aman warga. Penggeledahan Dini Hari dan Dampaknya bagi Rasa Aman Warga albadarpost.com, BERITA DAERAH – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menggeledah sebuah rumah warga di kawasan permukiman Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penggeledahan itu dilakukan pada Selasa malam, 23 […]

  • sertifikat tanah

    Saat Sertifikat Tanah Menentukan Sengketa Warga

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Sengketa tanah menunjukkan sertifikat tanah belum sepenuhnya melindungi warga dalam kebijakan agraria. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus yang menimpa Nenek Elina Widjajati di Surabaya bukan sekadar perkara sengketa rumah. Ia adalah potret kebijakan agraria yang belum sepenuhnya bekerja melindungi warga paling rentan. Ketika konflik tanah berujung pada pengusiran dan perobohan rumah, pertanyaannya bukan hanya siapa yang […]

  • kisah sahabat nabi

    Kisah Sahabat Nabi: Inspirasi Nyata untuk Hidup Lebih Bermakna

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah sahabat nabi selalu menjadi sumber inspirasi sepanjang zaman. Tidak hanya menyimpan teladan sahabat Rasul, cerita mereka juga menghadirkan inspirasi sahabat Nabi yang relevan dengan kehidupan modern. Dari keberanian hingga keikhlasan, setiap perjalanan mereka menghadirkan hikmah sahabat Nabi yang mampu mengubah cara pandang hidup siapa saja. Menariknya, kisah-kisah ini tidak sekadar sejarah. […]

  • voucher CDC Singapura

    Voucher CDC, Dukung Warga dan Pedagang Lokal Singapura

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Singapura mulai mencairkan voucher CDC SGD 300 untuk rumah tangga guna menekan beban biaya hidup 2026. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menyalurkan bantuan langsung kepada warganya. Mulai Jumat (2/1/2026), setiap rumah tangga di negara tersebut dapat mengklaim voucher Community Development Council (CDC) senilai SGD 300 atau sekitar Rp 3,8 juta. Kebijakan ini penting […]

  • gorengan renyah berwarna keemasan yang baru diangkat dari minyak panas di wajan besar

    7 Rahasia Gorengan Renyah Tahan Lama, Nomor 3 Jarang Diketahui

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang heran mengapa gorengan yang dibuat di rumah sering cepat lembek. Padahal, gorengan yang dijual pedagang di pinggir jalan justru bisa tetap renyah berjam-jam. Rahasia gorengan renyah tahan lama ternyata bukan sekadar resep. Pedagang biasanya memakai beberapa trik sederhana yang jarang diketahui banyak orang. Jika Anda mengetahui cara ini, gorengan buatan […]

expand_less