Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ketahanan Pangan Subang Tetap Kuat di Tengah Alih Fungsi Lahan

Ketahanan Pangan Subang Tetap Kuat di Tengah Alih Fungsi Lahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
  • visibility 255
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Subang tetap tangguh menjaga ketahanan pangan nasional meski lahan pertanian berkurang akibat industrialisasi.


Subang Hadapi Alih Fungsi Lahan dengan Strategi Pertanian Intensif

albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, Jawa Barat, terus memperkuat ketahanan pangan Subang di tengah derasnya arus pembangunan industri. Meskipun sebagian besar lahan pertanian beralih fungsi menjadi kawasan industri dan infrastruktur, Subang tetap konsisten menjaga produktivitas pertanian, khususnya padi, yang menjadi komoditas unggulan daerah tersebut.

Dari data Dinas Pertanian setempat, luas lahan pertanian yang semula mencapai 85.000 hektare kini menyusut menjadi sekitar 70.000 hektare. Penyusutan ini disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur besar, termasuk proyek strategis nasional. Meski begitu, Pemerintah Daerah (Pemda) Subang tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis ditempuh untuk mempertahankan produktivitas padi agar ketahanan pangan Subang tetap terjaga.

Menurut Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat dan memiliki peran vital dalam menopang ketahanan pangan nasional. “Komoditas utama lumbung pangan di Subang adalah padi. Area tanah yang masih cukup luas serta sistem irigasi yang memadai menjadikan Subang sebagai lumbung padi ketiga secara nasional,” ujar Agus kepada Beritasatu.com, Sabtu (11/11/2025).


Optimalisasi Lahan dan Teknologi Jadi Kunci Ketahanan Pangan Subang

Meski tidak ada pembukaan lahan baru akibat keterbatasan ruang dan meningkatnya kebutuhan industri, Pemkab Subang berfokus pada intensifikasi pertanian. Langkah ini dilakukan melalui penerapan teknologi pertanian modern dan peningkatan efisiensi pengairan, termasuk memaksimalkan fungsi Waduk Sadawarna yang kini mengairi sekitar 1.700 hektare sawah produktif.

“Alhamdulillah, produktivitas pertanian kita sudah mencapai target 1,2 juta ton. Dari sisi harga, Bulog juga membantu menjaga stabilitas harga gabah agar pendapatan petani meningkat,” jelas Agus.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun menghadapi tantangan alih fungsi lahan, ketahanan pangan Subang tetap tangguh dan mampu mendukung program nasional. Pemerintah daerah juga terus mendorong petani agar menerapkan pola tanam berkelanjutan serta menggunakan pupuk organik guna menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Tak hanya fokus pada padi, Pemkab Subang juga berupaya memperluas diversifikasi pertanian dengan mengembangkan komoditas hortikultura seperti nanas, manggis, dan sayuran dataran rendah. Komoditas ini dinilai memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi membuka pasar ekspor baru.

Agus menegaskan, langkah ini bukan hanya untuk memperkuat sektor pertanian, tetapi juga untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi daerah yang kini mulai ditopang oleh sektor industri dan pariwisata. “Kami berusaha menjaga keseimbangan antara kemajuan industri dan keberlanjutan sektor pertanian. Keduanya harus berjalan beriringan,” tambahnya.


Dukungan Pemerintah Pusat dan Sinergi Lintas Sektor

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian pangan nasional, Pemkab Subang juga mendapat dukungan pemerintah pusat dalam memperbaiki infrastruktur pertanian. Salah satu fokus utamanya adalah rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak di sejumlah wilayah sentra produksi padi.

Selain itu, pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, lembaga riset, dan BUMN pertanian untuk memperkenalkan teknologi tanam modern seperti drip irrigation dan precision farming. Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan biaya produksi, meningkatkan hasil panen, dan mempercepat transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian digital.

Pemerintah juga berkomitmen memberikan akses permodalan dan pelatihan bagi petani muda agar generasi baru mau terjun ke sektor pertanian. Program ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang untuk memastikan ketahanan pangan Subang tetap terjaga di masa depan.


Transformasi Pertanian Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Dengan berbagai program yang dijalankan, Subang kini tidak hanya menjadi lumbung padi nasional, tetapi juga contoh nyata daerah yang mampu menyeimbangkan industrialisasi dengan keberlanjutan pangan. Pemerintah daerah juga memperkuat regulasi tata ruang agar setiap alih fungsi lahan tetap mempertimbangkan aspek ekologi dan produktivitas pangan.

Agus Masykur menambahkan, pembangunan industri di Subang memang tak bisa dihindari, terutama dengan adanya Pelabuhan Patimban dan kawasan industri baru. Namun, menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama bagi ketahanan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tetap punya harapan di sektor pertanian. Maka dari itu, pemerintah akan terus hadir, memperkuat infrastruktur dan membuka peluang usaha baru di bidang agribisnis,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Subang juga tengah menyiapkan food estate mini berbasis komunitas tani di beberapa kecamatan. Program ini diharapkan mampu menjaga rantai pasok pangan lokal serta meningkatkan daya saing petani di pasar nasional.


Penutup: Ketahanan Pangan Subang Jadi Pilar Ekonomi Daerah

Ketahanan pangan Subang menjadi bukti bahwa konsistensi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor mampu menjaga kemandirian pangan di tengah tekanan pembangunan industri. Dengan memadukan teknologi modern dan semangat petani lokal, Subang tidak hanya menjaga swasembada beras, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Kesimpulan

Subang sukses menjaga ketahanan pangan di tengah gempuran industri lewat intensifikasi pertanian dan dukungan infrastruktur modern. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • literasi digital

    Kabid IKP Tasikmalaya Raih Penghargaan Literasi Digital Nasional

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Kabid IKP Dishubkominfo Tasikmalaya raih penghargaan literasi digital 2025, dorong ekosistem informasi publik sehat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya menerima penghargaan nasional di bidang literasi digital. Pengakuan ini menegaskan peran komunikasi publik pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus digital. Penghargaan […]

  • Lansia Hilang Pangandaran

    Lansia Hilang di Pangandaran Ditemukan Selamat

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lansia Hilang Pangandaran berakhir dengan kabar menggembirakan. Seorang warga lanjut usia yang sempat dilaporkan hilang saat mencari lidi di kawasan Sungai Cilebok akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah pencarian yang melibatkan TAGANA Pangandaran, warga, aparat desa, TNI, Polri, dan sejumlah unsur lainnya. Korban diketahui bernama Iyon Sahwiyan (75) atau yang akrab disapa […]

  • Kapolres Cup 2026

    Kapolres Cup 2026 Guncang Tasik, Peserta dari Bali Datang

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 276
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sejak Minggu pagi (28/6/2026), suasana di Lapangan Upacara Mapolresta Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, sudah berbeda dari biasanya. Deretan kendaraan peserta memenuhi area parkir. Ratusan sangkar burung berjajar rapi di bawah tenda. Di beberapa sudut, para peserta tampak sibuk memeriksa kondisi burung andalannya. Tak lama kemudian, ribuan suara burung berkicau bersamaan memecah […]

  • Banjar Setia City Run

    Banjar Setia City Run Satukan 1.100 Pelari

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banjar Setia City Run sukses menjadi magnet ribuan warga dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Sebanyak 1.100 peserta dari berbagai kalangan memadati kawasan Taman Kota Lapang Bhakti, Minggu (5/7/2026), untuk mengikuti lari sejauh 5 kilometer yang dipadukan dengan senam Zumba, hiburan, dan pembagian doorprize. Antusiasme masyarakat pada City […]

  • Deklarasi SWAKKA di Tasikmalaya memperkuat kolaborasi media lokal Priangan Timur bersama stakeholder daerah

    Deklarasi SWAKKA Tegaskan Arah Baru Media Lokal

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Deklarasi SWAKKA di Tasikmalaya menandai babak baru bagi media online di Priangan Timur. Forum ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa media lokal tidak bisa lagi berjalan sendiri di tengah kompetisi digital yang makin keras. Peristiwa ini penting karena menyentuh kepentingan publik secara langsung. Ketika media lokal kuat dan kolaboratif, masyarakat memperoleh informasi […]

  • korsleting listrik Garut

    Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Kamar di Singajaya

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran terjadi di Kampung Ci Aremas, Desa Ciudian, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Kamis, 20 Agustus 2026. Korsleting listrik Garut diduga menjadi pemicu api yang membakar bagian sebuah kamar milik warga berinisial D, 65 tahun. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Berdasarkan laporan penanganan kejadian, warga sekitar lebih dahulu melakukan pemadaman […]

expand_less