Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga dua desa di Tasikmalaya gotong royong perbaiki jalan rusak karena janji pemerintah tak kunjung terealisasi.


albadarpost.com, HUMANIORA – Warga Desa Purwarahayu dan Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, turun langsung memperbaiki jalan desa pada Rabu, 3 Desember 2025. Perbaikan dilakukan secara sukarela melalui gotong royong. Jalan rusak yang menghubungkan dua desa itu selama bertahun-tahun belum tersentuh program pemerintah daerah. Aksi warga menunjukkan bagaimana perbaikan jalan desa yang seharusnya menjadi kewajiban negara justru diambil alih oleh masyarakat sendiri.

Dalam video yang beredar melalui akun TikTok infotasikmalaya1, puluhan warga terlihat membersihkan material, mengangkut tanah, hingga meratakan jalan yang rusak parah. Mereka menyebut aksi ini sebagai bentuk keputusasaan atas janji politik para pejabat saat pemilihan legislatif dan pemilihan bupati Tasikmalaya. Warga tak lagi menunggu, dan memilih bertindak.

“Yang punya kendaraan seratus ribu, yang punya usaha dua ratus ribu. Orang tua jompo dan yang tidak punya kendaraan dikenakan lima ribu,” kata salah seorang warga dalam video tersebut. Skema urunan sederhana itu dirancang agar beban tidak berat bagi warga kecil. Tak ada surat resmi, tak ada panitia formal. Semua berjalan berdasarkan kesepakatan.

Warga menyebut diri mereka sebagai pembayar pajak yang patuh. Mereka menganggap kritik sah karena pelayanan dasar tidak hadir. Bahkan sebagai bentuk sindiran, warga menamai ruas jalan yang sedang dikerjakan dengan sebutan “jalan insya Alloh.” Nama itu bukan sekadar humor, tetapi pesan: janji pejabat hanyalah harapan yang belum tentu diwujudkan.

Baca juga: Warga Perbaiki Jalan Desa Sendiri: Sindiran untuk Pejabat yang Lupa Janji


Gotong Royong Menggantikan Pemerintah

Di dua desa pegunungan itu, kondisi jalan mempengaruhi mobilitas petani, pedagang kecil, dan pelajar. Kerusakan jalan membuat ongkos logistik meningkat dan pelayanan dasar sulit diakses. Sebagian warga menyebut, truk distribusi hasil pertanian menolak masuk ketika musim hujan, karena badan jalan berubah menjadi lumpur.

Sebagian jalan rusak di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya

Aksi perbaikan ini bukan kali pertama. Beberapa warga mengaku sudah berkali-kali mengajukan permohonan perbaikan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten. Mereka berharap jika belum ada realisasi, setidaknya ada kejelasan anggaran. “Jangan datang dulu ke desa kami sebelum jalan ini selesai kami perbaiki,” ujar seorang warga dalam video. Ucapan itu menjadi bentuk protes terbuka kepada pejabat publik.

Dalam dinamika lokal seperti ini, masyarakat bergerak untuk bertahan. Mereka membayar pajak, tetapi juga membangun infrastruktur sendiri. Fenomena perbaikan jalan desa melalui swadaya memperlihatkan celah tata kelola: ketika anggaran tak menyentuh warga, biaya sosial ditanggung komunitas.

Para warga mengaku tidak menolak pemerintah, tetapi menolak diam. Mereka memilih bekerja karena menunggu bantuan berarti menanggung kerugian ekonomi lebih lama.


Janji Politik dan Kepercayaan Publik

Di Tasikmalaya, janji perbaikan infrastruktur kerap muncul menjelang pemilu. Warga menyebut janji itu kembali menghilang setelah kemenangan diraih. Ketika perbaikan jalan berulang kali tertunda tanpa penjelasan, kepercayaan publik pun terkikis.

Baca juga: KPK Lelang Aset Rampasan Korupsi untuk Pulihkan Negara

Penggunaan nama “jalan insya Alloh” mencerminkan keletihan warga terhadap proses yang tidak jelas. Ini bukan sekadar sindiran agama. Ia adalah kritik sosial: proyek perbaikan jalan hanya “insya Allah” terlaksana, bergantung pada nasib, bukan kebijakan.

Fenomena perbaikan jalan desa melalui swadaya memperlihatkan kesenjangan antara narasi pemerintah dan kebutuhan warga. Jalan adalah infrastruktur dasar. Ia memengaruhi akses sekolah, kesehatan, pasar, hingga harga komoditas pertanian. Setiap hari jalan rusak berarti biaya hidup meningkat.

Dalam konteks demokrasi lokal, aksi dua desa ini adalah indikator kemarahan terukur. Mereka tidak turun ke jalan untuk demonstrasi. Mereka memperbaiki jalan tanpa pejabat, lalu mengunggah aksi itu sebagai pesan publik: kerja nyata bukan slogan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang isbat 1 Syawal 1447 H di Kantor Kemenag Jakarta untuk penetapan Lebaran 2026 melalui hisab dan rukyat hilal

    Sidang Isbat 1 Syawal Digelar 19 Maret 2026, Ini Dampaknya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026 untuk menentukan awal Idul Fitri 2026. Melalui forum penetapan 1 Syawal atau sidang penentuan Lebaran ini, pemerintah memastikan kepastian tanggal hari raya bagi umat Islam di Indonesia. Sidang isbat 1 Syawal menjadi momentum penting karena keputusan tersebut […]

  • kontes bonsai Tasikmalaya

    Ramai dan Menggiurkan, Azis Gagap Bongkar Potensi Ekonomi Bonsai di Tasik

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontes bonsai Tasikmalaya langsung menyedot perhatian publik saat ratusan peserta memadati lokasi pameran. Event bonsai nasional ini bukan hanya soal estetika tanaman, tetapi juga membuka mata tentang potensi ekonomi bonsai yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sejak hari pertama, suasana sudah terasa berbeda. Deretan bonsai dengan bentuk unik dan karakter […]

  • Pemerintahan bersih

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Bersih pada Hakordia 2025

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Tasikmalaya tegaskan komitmen pemerintahan bersih lewat sosialisasi antikorupsi pada Hakordia 2025. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan tekad untuk membangun pemerintahan bersih melalui rangkaian Sosialisasi Anti Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang digelar dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Acara berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Tasikmalaya pada Kamis, 4 Desember 2025, dan menghadirkan […]

  • Hari Lahir Pancasila

    Dandim Tasikmalaya: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Tasikmalaya tahun ini berlangsung penuh khidmat sekaligus menghadirkan refleksi mendalam tentang arti persatuan di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat. Di halaman Gedung Juang 45, Jalan Taman Makam Pahlawan, Senin (1/6/2026), Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan […]

  • Jamaah haji melakukan sa'i, antara Shafa Marwah.

    Siti Hajar dan Nabi Ismail: Kisah Sunyi yang Melahirkan Kota Makkah

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail selama ini sering hanya muncul sekilas saat membahas sejarah kurban atau asal-usul air Zamzam. Padahal di balik perjalanan itu, tersimpan salah satu kisah paling emosional dalam sejarah Islam: tentang seorang ibu yang bertahan di padang tandus, seorang anak kecil yang menangis kehausan, dan sebuah kota suci yang […]

  • arus balik Nataru 2026

    Arus Balik Nataru 2026 Dipantau di GT Kalihurip Utama

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    GT Kalihurip Utama menjadi titik pantau arus balik Nataru 2026. Lalu lintas ramai namun tetap lancar. albadarpost.com, FOKUS – Gerbang Tol (GT) Kalihurip Utama menjadi salah satu titik pantau utama dalam arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Gerbang tol yang menghubungkan arus kendaraan dari Bandung dan sekitarnya menuju wilayah Jabodetabek ini mencerminkan kondisi […]

expand_less