Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Warga Perbaiki Jalan Desa Sendiri: Sindiran untuk Pejabat yang Lupa Janji

Warga Perbaiki Jalan Desa Sendiri: Sindiran untuk Pejabat yang Lupa Janji

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 262
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Warga membangun jalan desa secara mandiri sebagai peringatan moral atas janji politik yang tak ditepati.


Ketika Jalan Desa Menjadi Bentuk Perlawanan

albadarpost.com, EDITORIAL – Rabu, 3 Desember 2025, warga Desa Purwarahayu dan Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, membersihkan dan memperbaiki jalan desa mereka dengan gotong royong. Jalan desa yang telah lama menjadi saksi janji politik yang tak kunjung tiba, justru dibenahi oleh masyarakat sendiri. Mereka keluar rumah bukan karena agenda pemerintah, melainkan karena kemarahan yang membeku selama bertahun-tahun.

Di Tasikmalaya, jalan desa bukan sekadar jalur kendaraan. Ini akses sekolah, darurat kesehatan, mobilitas ekonomi, dan martabat warga. Ketika negara absen, warga bergerak. Bukan karena mampu, tetapi karena tidak ada pilihan.


Fakta Dasar dan Data Pendukung

Video kegiatan ini muncul melalui akun TikTok @infotasikmalaya1, menunjukkan warga lintas generasi: anak muda, ibu rumah tangga, pemilik toko kelontong, hingga orang tua jompo. Mereka menyapu rumput liar, menimbun kerikil, dan meratakan tanah dengan alat manual. Tidak ada kontraktor, tidak ada spanduk proyek, tidak ada papan APBD.

Pembiayaan jalan desa dilakukan melalui urunan: warga yang tidak punya kendaraan menyumbang Rp5.000, pemilik kendaraan Rp100.000, sementara pelaku usaha atau grosir Rp200.000. Skema ini keras tapi adil versi mereka. Warga tahu kontribusi tak mengenal retorika: yang lebih berdaya membantu lebih banyak.

Di antara kesibukan itu, muncul humor hitam yang menghantam nurani pejabat: jalan itu dinamai “jalan Insya Allah.” Nama yang menertawakan janji pembangunan yang fluktuatif seperti cuaca politik. “Insya Allah” di sini bukan kalimat iman. Ini kalimat pedang.


Jalan Desa dan Moralitas Kekuasaan

Editorial ini tidak sedang membahas prosedur anggaran atau alasan klasik “tahapan verifikasi”. Ketika pelayanan publik runtuh, jalan desa menjadi simbol kegagalan tata kelola. Bila fungsi pemerintah berhenti pada pidato, warga berubah menjadi kontraktor, juru sapu, perencana infrastruktur, sekaligus penanggung beban fiskal.

Warga Purwarahayu dan Kertaraharja mengaku sebagai pembayar pajak yang patuh. Mereka membayar PBB, retribusi kendaraan, cukai konsumsi. Tugas mereka bukan membangun jalan desa, bukan menambal lubang, bukan mengatur lalu lintas. Mereka hanya meminta kontrak sosial dipenuhi: uang publik kembali dalam bentuk layanan publik.

Baca juga: Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

Kemarahan publik di Tasikmalaya bukan sekadar protes teknis. Ini peringatan moral: demokrasi lokal tak boleh berhenti pada spanduk kampanye. Janji pileg dan pilbup bukan kartu ucapan Idul Fitri.

Ketika pemerintah daerah gagal menghadirkan jalan desa yang layak, masyarakat akan memproduksi keadilan sendiri. Bahayanya bukan pada kerikil yang dipasang tidak standar. Bahayanya pada erosi kepercayaan yang membusuk tak terlihat.


Konteks Historis dan Perbandingan

Fenomena ini bukan baru. Di beberapa wilayah seperti Indramayu dan Garut, publik pernah memperbaiki jalan desa menggunakan patungan dengan alasan “lebih cepat daripada menunggu APBD”. Di Kabupaten Bogor, warga menutup jalan berlubang dengan uang pribadi lalu memasang papan bertuliskan: “Dari rakyat, untuk keselamatan nyawa.”

Di banyak negara berkembang, dari India hingga Filipina, ketika negara gagal menjalankan fungsi utama — air, kesehatan dasar, jalan desa — komunitas bergerak secara swadaya. Namun partisipasi semacam ini sering disalahpahami pejabat sebagai legitimasi: “buktinya masyarakat bisa.” Padahal gotong royong yang benar adalah mengiringi kebijakan, bukan menggantikannya.


Sikap Redaksi dan Seruan

Redaksi Albadarpost berpihak pada martabat warga. Jalan desa harus dibangun oleh negara, bukan oleh uang receh masyarakat jompo. Pejabat daerah, baik eksekutif maupun legislatif, harus menghentikan kebiasaan menunda janji dan berlindung di balik dalih prosedural. Klasik.

Kami menyerukan transparansi: publik berhak tahu kapan anggaran perbaikan jalan desa dialokasikan, berapa volume proyek, siapa kontraktornya, bagaimana penanggungjawab teknis, dan di mana titik evaluasi. Sebelum datang berfoto di desa-desa itu, pejabat harus membawa sesuatu selain frasa “Insya Allah”.

Di Purwarahayu dan Kertaraharja, jalan desa dibangun oleh keringat warga, bukan negara. Di Taraju, gotong royong bukan pesta panen, tetapi alat bertahan hidup. Dan selama pejabat hanya mengingat desa saat kampanye, nama “jalan Insya Allah” akan menjadi cermin dosa politik yang hese dihampurana.(Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maulid Muhammadiyah

    Instruksi Maulid Muhammadiyah 1971, Muballigh Diminta Di-Upgrade

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF — Maulid Muhammadiyah memiliki jejak sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Salah satunya terlihat dalam sebuah dokumen bertanggal 12 April 1971 yang memuat instruksi PP Muhammadiyah menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Dalam dokumen tersebut, Maulid 1971 tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan acara, tetapi juga memuat arahan mengenai peran generasi muda, persiapan muballigh dan […]

  • kesbangpol ciamis

    Bakesbangpol Ciamis Dorong Literasi Politik Desa untuk Perkuat Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Penguatan literasi politik desa di Ciamis dipandang krusial untuk menjaga kualitas demokrasi dan partisipasi warga. albadarpost.com, PELITA – Perbincangan mengenai literasi politik desa kembali mencuat di Ciamis. Kepala Bakesbangpol Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kualitas demokrasi di tingkat lokal bergantung pada sejauh mana warga desa memahami hak dan peran mereka dalam […]

  • Ilustrasi wanita muslimah melaksanakan salat tarawih di rumah dengan mukena putih dalam suasana Ramadan yang khusyuk.

    Tarawih Wanita: Masjid atau Rumah Lebih Utama?

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 242
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tarawih wanita menjadi topik yang selalu hangat setiap Ramadan. Banyak muslimah bertanya, apakah salat tarawih wanita lebih utama di rumah atau di masjid? Bagaimana hukumnya jika berjamaah? Pertanyaan ini penting karena tarawih termasuk sunnah muakkad yang sangat dianjurkan. Oleh sebab itu, memahami panduan tarawih bagi perempuan akan membantu ibadah menjadi lebih tenang […]

  • krisis haji khusus 2026

    Haji Khusus 2026 Terancam Gagal Berangkat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Ribuan jemaah haji khusus 2026 terancam gagal berangkat akibat dana tertahan. Krisis ini memicu keresahan keluarga Muslim dan menuntut perbaikan tata kelola haji. albadarpost.com, HUMANIORA – Ribuan calon jemaah haji khusus untuk musim haji 2026 berada dalam situasi tidak menentu. Harapan berangkat ke Tanah Suci yang telah direncanakan bertahun-tahun kini terancam kandas. Penyebabnya bukan semata […]

  • akhlak mulia

    Ibadah Tinggi Tapi Akhlak Nol? Hadis Ini Menampar Keras

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Akhlak mulia, akhlak terpuji, dan budi pekerti luhur sering dikutip dalam ceramah maupun konten dakwah. Namun, realitanya justru berbanding terbalik. Di era media sosial, banyak orang tampak religius, tetapi mudah menghina, merendahkan, bahkan menyakiti lewat kata-kata. Di sinilah hadis Nabi tentang akhlak mulia menjadi relevan—bukan sekadar ajaran, melainkan cermin yang menampar realitas hari ini. […]

  • ilustrasi muslim berdoa menunjukkan tingkatan tawakal dalam kehidupan sehari-hari

    Ini 3 Level Tawakal dalam Islam, Banyak yang Baru Tahu!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 276
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memahami tingkatan tawakal hanya sebatas berserah diri, padahal konsep ini jauh lebih dalam. Tawakal, atau kepercayaan penuh kepada Allah, memiliki level spiritual yang berbeda. Memahami level tawakal, tahap tawakal, dan derajat tawakal akan membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih tenang, terarah, dan penuh keyakinan. Selain itu, konsep ini bukan sekadar […]

expand_less