Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Warga Perbaiki Jalan Desa Sendiri: Sindiran untuk Pejabat yang Lupa Janji

Warga Perbaiki Jalan Desa Sendiri: Sindiran untuk Pejabat yang Lupa Janji

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 199
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Warga membangun jalan desa secara mandiri sebagai peringatan moral atas janji politik yang tak ditepati.


Ketika Jalan Desa Menjadi Bentuk Perlawanan

albadarpost.com, EDITORIAL – Rabu, 3 Desember 2025, warga Desa Purwarahayu dan Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, membersihkan dan memperbaiki jalan desa mereka dengan gotong royong. Jalan desa yang telah lama menjadi saksi janji politik yang tak kunjung tiba, justru dibenahi oleh masyarakat sendiri. Mereka keluar rumah bukan karena agenda pemerintah, melainkan karena kemarahan yang membeku selama bertahun-tahun.

Di Tasikmalaya, jalan desa bukan sekadar jalur kendaraan. Ini akses sekolah, darurat kesehatan, mobilitas ekonomi, dan martabat warga. Ketika negara absen, warga bergerak. Bukan karena mampu, tetapi karena tidak ada pilihan.


Fakta Dasar dan Data Pendukung

Video kegiatan ini muncul melalui akun TikTok @infotasikmalaya1, menunjukkan warga lintas generasi: anak muda, ibu rumah tangga, pemilik toko kelontong, hingga orang tua jompo. Mereka menyapu rumput liar, menimbun kerikil, dan meratakan tanah dengan alat manual. Tidak ada kontraktor, tidak ada spanduk proyek, tidak ada papan APBD.

Pembiayaan jalan desa dilakukan melalui urunan: warga yang tidak punya kendaraan menyumbang Rp5.000, pemilik kendaraan Rp100.000, sementara pelaku usaha atau grosir Rp200.000. Skema ini keras tapi adil versi mereka. Warga tahu kontribusi tak mengenal retorika: yang lebih berdaya membantu lebih banyak.

Di antara kesibukan itu, muncul humor hitam yang menghantam nurani pejabat: jalan itu dinamai “jalan Insya Allah.” Nama yang menertawakan janji pembangunan yang fluktuatif seperti cuaca politik. “Insya Allah” di sini bukan kalimat iman. Ini kalimat pedang.


Jalan Desa dan Moralitas Kekuasaan

Editorial ini tidak sedang membahas prosedur anggaran atau alasan klasik “tahapan verifikasi”. Ketika pelayanan publik runtuh, jalan desa menjadi simbol kegagalan tata kelola. Bila fungsi pemerintah berhenti pada pidato, warga berubah menjadi kontraktor, juru sapu, perencana infrastruktur, sekaligus penanggung beban fiskal.

Warga Purwarahayu dan Kertaraharja mengaku sebagai pembayar pajak yang patuh. Mereka membayar PBB, retribusi kendaraan, cukai konsumsi. Tugas mereka bukan membangun jalan desa, bukan menambal lubang, bukan mengatur lalu lintas. Mereka hanya meminta kontrak sosial dipenuhi: uang publik kembali dalam bentuk layanan publik.

Baca juga: Perbaikan Jalan “Insya Alloh” oleh Warga Tasikmalaya, Sindiran untuk Pejabat

Kemarahan publik di Tasikmalaya bukan sekadar protes teknis. Ini peringatan moral: demokrasi lokal tak boleh berhenti pada spanduk kampanye. Janji pileg dan pilbup bukan kartu ucapan Idul Fitri.

Ketika pemerintah daerah gagal menghadirkan jalan desa yang layak, masyarakat akan memproduksi keadilan sendiri. Bahayanya bukan pada kerikil yang dipasang tidak standar. Bahayanya pada erosi kepercayaan yang membusuk tak terlihat.


Konteks Historis dan Perbandingan

Fenomena ini bukan baru. Di beberapa wilayah seperti Indramayu dan Garut, publik pernah memperbaiki jalan desa menggunakan patungan dengan alasan “lebih cepat daripada menunggu APBD”. Di Kabupaten Bogor, warga menutup jalan berlubang dengan uang pribadi lalu memasang papan bertuliskan: “Dari rakyat, untuk keselamatan nyawa.”

Di banyak negara berkembang, dari India hingga Filipina, ketika negara gagal menjalankan fungsi utama — air, kesehatan dasar, jalan desa — komunitas bergerak secara swadaya. Namun partisipasi semacam ini sering disalahpahami pejabat sebagai legitimasi: “buktinya masyarakat bisa.” Padahal gotong royong yang benar adalah mengiringi kebijakan, bukan menggantikannya.


Sikap Redaksi dan Seruan

Redaksi Albadarpost berpihak pada martabat warga. Jalan desa harus dibangun oleh negara, bukan oleh uang receh masyarakat jompo. Pejabat daerah, baik eksekutif maupun legislatif, harus menghentikan kebiasaan menunda janji dan berlindung di balik dalih prosedural. Klasik.

Kami menyerukan transparansi: publik berhak tahu kapan anggaran perbaikan jalan desa dialokasikan, berapa volume proyek, siapa kontraktornya, bagaimana penanggungjawab teknis, dan di mana titik evaluasi. Sebelum datang berfoto di desa-desa itu, pejabat harus membawa sesuatu selain frasa “Insya Allah”.

Di Purwarahayu dan Kertaraharja, jalan desa dibangun oleh keringat warga, bukan negara. Di Taraju, gotong royong bukan pesta panen, tetapi alat bertahan hidup. Dan selama pejabat hanya mengingat desa saat kampanye, nama “jalan Insya Allah” akan menjadi cermin dosa politik yang hese dihampurana.(Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • belajar online sekolah

    Pemerintah Tegaskan Sekolah Tatap Muka, Rencana Belajar Online Batal

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL -Isu belajar online sekolah sempat menjadi perbincangan publik setelah muncul wacana belajar online sebagai alternatif kebijakan pemerintah. Namun kini pemerintah memastikan bahwa sistem sekolah tatap muka tetap menjadi prioritas. Keputusan ini menegaskan bahwa proses pendidikan di Indonesia masih berlangsung secara langsung di ruang kelas. Pemerintah menilai pembelajaran tatap muka memberikan dampak lebih […]

  • Sukarno Cup Banjar

    Lapangan Torak Banjar Bergemuruh Sambut Sukarno Cup 2026

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sukarno Cup Banjar 2026, atau Turnamen Bola Voli Putra dalam rangka Bulan Bung Karno, menghadirkan lebih dari sekadar pertandingan olahraga. Ajang bola voli Banjar, yang diikuti tim-tim dari Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, itu menjadi panggung persaudaraan, pembinaan atlet muda, sekaligus ruang untuk menumbuhkan semangat sportivitas dan […]

  • Karangjaya Tasikmalaya

    Heboh Video Karangjaya, Kodim 0612 Beri Klarifikasi

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Karangjaya Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya video viral yang memunculkan tudingan adanya tindakan represif dan situasi darurat agraria di Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Menanggapi berbagai narasi yang berkembang, Kodim 0612/Tasikmalaya memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut. Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M Imvan Ibrahim menegaskan potongan video […]

  • Denda BPJS Kesehatan

    Jangan Sampai Salah Paham, Begini Cara Kerja Denda BPJS Saat Rawat Inap

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL– Denda BPJS Kesehatan kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku terkejut saat masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk layanan rawat inap. Padahal, status kepesertaan mereka sudah aktif kembali. Situasi ini memunculkan pertanyaan sekaligus kebingungan di kalangan peserta yang mengira seluruh biaya perawatan otomatis ditanggung setelah kartu JKN […]

  • “Ibu ditandu warga melewati jalan rusak di Sukabumi demi menyelamatkan bayinya yang kritis menuju fasilitas kesehatan”

    Kisah Heroik Tapi Tragis: Ibu Ditandu Demi Selamatkan Bayinya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tangis pecah di sebuah pelosok Sukabumi, tepatnya di di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. Bukan sekadar tangis kehilangan, melainkan jerit pilu dari sebuah perjuangan panjang yang berakhir duka. Inilah kisah heroik tapi tragis seorang ibu yang rela ditandu ratusan meter demi menyelamatkan bayinya yang kritis. Peristiwa memilukan itu bermula saat […]

  • KK Sendiri

    Dukcapil Jelaskan Syarat Punya KK Sendiri

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak masyarakat masih menganggap KK sendiri atau Kartu Keluarga (KK) mandiri hanya dapat dimiliki oleh pasangan yang telah membentuk keluarga. Padahal, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa warga yang memenuhi persyaratan tertentu juga berhak memiliki Kartu Keluarga sendiri. Penjelasan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Ditjen Dukcapil […]

expand_less