Bolehkah Puasa 1 Muharram? Ini Penjelasannya
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Seseorang berdoa dan beribadah saat menyambut 1 Muharram dengan melaksanakan puasa sunah di awal Tahun Baru Islam.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HIKMAH – Puasa 1 Muharram menjadi salah satu amalan yang banyak dicari umat Islam saat memasuki Tahun Baru Islam. Selain dikenal sebagai puasa awal Muharram, ibadah ini juga sering dikaitkan dengan semangat hijrah dan upaya memperbanyak amal saleh pada bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Meski perhatian masyarakat sering tertuju pada Puasa Asyura dan Tasu’a, tidak sedikit yang bertanya apakah puasa pada tanggal 1 Muharram boleh dilakukan. Jawabannya, bukan hanya boleh, tetapi juga termasuk amalan yang dianjurkan karena berada dalam bulan Muharram yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah.
Menjelang Subuh 1 Muharram, suasana di sejumlah masjid kampung biasanya terasa berbeda. Ada jamaah yang datang lebih awal sambil membawa sajadah, ada yang membaca Al-Qur’an di sudut serambi, dan ada pula yang berbincang pelan menunggu azan berkumandang. Di antara mereka, sebagian sudah berniat menjalankan puasa sebagai cara sederhana mengawali tahun hijriah dengan ibadah.
Muharram, Bulan yang Dimuliakan Allah
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
Empat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Para ulama menjelaskan bahwa bulan-bulan ini memiliki kemuliaan khusus sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi perbuatan maksiat.
Karena itu, ketika Muharram datang, banyak muslim memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas ibadah, mulai dari membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga menjalankan puasa sunnah.
Dalil Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Keutamaan puasa Muharram dijelaskan secara tegas dalam hadis sahih.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi dasar kuat bagi para ulama untuk menganjurkan memperbanyak puasa selama bulan Muharram.
Menariknya, Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah. Penyebutan tersebut menunjukkan kedudukan yang sangat istimewa.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan anjuran memperbanyak puasa sepanjang bulan Muharram. Artinya, keutamaan itu tidak hanya terbatas pada hari Asyura, tetapi juga mencakup hari-hari lainnya di bulan tersebut, termasuk tanggal 1 Muharram.
Bolehkah Puasa 1 Muharram?
Tidak ada dalil yang melarang puasa pada tanggal 1 Muharram. Sebaliknya, para ulama memasukkannya ke dalam keumuman anjuran berpuasa di bulan Muharram.
Seseorang dapat menjalankan puasa sunnah mutlak pada hari tersebut. Selain itu, bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan, tanggal 1 Muharram juga dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan puasa qadha.
Banyak ulama membolehkan seseorang menggabungkan niat qadha Ramadan dengan harapan memperoleh keberkahan waktu Muharram. Dengan demikian, kewajiban tetap tertunaikan, sementara keutamaan bulan yang mulia juga dapat diraih.
Karena itu, tidak ada alasan untuk ragu menjalankan puasa pada awal tahun hijriah.
Mengawali Tahun dengan Ibadah, Bukan Sekadar Resolusi
Setiap pergantian tahun biasanya menghadirkan berbagai harapan baru. Ada yang ingin memperbaiki ekonomi, ada yang ingin meningkatkan kesehatan, dan ada pula yang bertekad memperbaiki hubungan dengan keluarga.
Namun dalam Islam, perubahan terbaik selalu dimulai dari kedekatan kepada Allah SWT.
Puasa 1 Muharram mengajarkan bahwa hijrah bukan hanya slogan atau seremoni tahunan. Hijrah adalah langkah nyata untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sedikit demi sedikit, dari hari ke hari.
Mungkin hanya satu hari puasa. Terlihat sederhana. Namun sering kali perubahan besar lahir dari langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas.
Niat Puasa 1 Muharram
Jika diniatkan sebagai puasa sunnah mutlak, seseorang cukup berniat dalam hati untuk berpuasa karena Allah SWT.
Sementara itu, apabila diniatkan sebagai puasa qadha Ramadan, maka niatnya disesuaikan dengan puasa pengganti yang sedang ditunaikan.
Yang paling penting bukan panjangnya lafaz niat, melainkan kesungguhan hati dalam menjalankan ibadah.
Jangan Biarkan Muharram Berlalu Begitu Saja
Muharram hanya datang sekali dalam setahun. Karena itu, jangan sampai bulan yang dimuliakan Allah ini berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan dalam hidup kita.
Tidak semua orang mampu melakukan amalan besar. Namun setiap orang memiliki kesempatan untuk memulai dari sesuatu yang sederhana.
Satu hari berpuasa. Satu halaman Al-Qur’an. Satu sedekah yang diberikan secara diam-diam. Atau satu doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh setelah salat.
Boleh jadi, amalan yang tampak kecil itulah yang kelak menjadi sebab datangnya pertolongan Allah pada saat yang paling dibutuhkan.
Ketika matahari terbenam pada 1 Muharram nanti, mungkin tidak ada yang berubah secara kasat mata. Namun jika hati menjadi lebih dekat kepada Allah, sesungguhnya itulah awal tahun terbaik yang bisa dimiliki seorang muslim.
Sebab kalender hanya berganti angka. Akan tetapi, hidup benar-benar berubah ketika seorang hamba memutuskan untuk melangkah lebih dekat kepada Rabb-nya. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar