Heboh Video Karangjaya, Kodim 0612 Beri Klarifikasi
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M Imvan Ibrahim angkat bicara menepis video viral di Karangjaya, Minggu (21/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Karangjaya Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya video viral yang memunculkan tudingan adanya tindakan represif dan situasi darurat agraria di Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Menanggapi berbagai narasi yang berkembang, Kodim 0612/Tasikmalaya memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut.
Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M Imvan Ibrahim menegaskan potongan video yang beredar di media sosial, menurut pihaknya, tidak menggambarkan kondisi lapangan secara utuh.
Menurut Dandim, saat itu tidak terjadi penggusuran maupun perusakan tanaman milik masyarakat.
“Potongan video tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Saat itu tidak ada penggusuran ataupun pengrusakan terhadap tanaman yang dimiliki masyarakat,” kata Letkol Imvan Ibrahim, Minggu (21/6/2026).
Kodim Sebut Kehadiran Prajurit untuk Kegiatan Korve
Selain memberikan penjelasan terkait video yang beredar, Kodim 0612/Tasikmalaya juga menjelaskan tujuan keberadaan personel TNI di lokasi.
Menurut Letkol Imvan, para prajurit melaksanakan kegiatan korve atau pembersihan lahan sebagai persiapan penempatan Batalyon TP di wilayah Tasikmalaya.
Karena itu, pihaknya membantah narasi yang menyebut kehadiran personel TNI bertujuan melakukan penggusuran terhadap warga.
Di tengah derasnya arus informasi digital, potongan video yang beredar tanpa konteks lengkap kerap memunculkan beragam persepsi di masyarakat. Oleh sebab itu, klarifikasi resmi dari berbagai pihak menjadi bagian penting untuk menghadirkan informasi yang lebih utuh.
Status Lahan Dijelaskan Sudah Clear and Clean
Kodim 0612/Tasikmalaya juga membeberkan penjelasan mengenai status lahan yang menjadi perhatian publik.
Berdasarkan keterangan Dandim, lahan yang dibersihkan telah ditetapkan oleh Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Tasikmalaya. Karena itu, menurut pihak Kodim, kawasan tersebut telah dinyatakan clear and clean untuk penempatan Batalyon TP.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, Kodim berharap publik dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap sebelum menarik kesimpulan atas peristiwa yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Kodim Bantah Kabar Ratusan Personel Turun ke Lokasi
Di sisi lain, Kodim 0612/Tasikmalaya juga memberikan penjelasan terkait jumlah personel yang berada di Desa Karangjaya.
Menurut Letkol Imvan Ibrahim, jumlah prajurit yang terlibat dalam kegiatan tersebut hanya 18 orang.
Angka itu, menurut pihak Kodim, berbeda dengan sejumlah narasi di media sosial yang menyebut adanya pengerahan ratusan anggota TNI.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar serta mengedepankan verifikasi sebelum membagikannya kembali.
Kodim Tegaskan Tidak Ada Tanaman Produktif yang Rusak
Dalam keterangannya, Letkol Imvan juga menjelaskan bahwa kegiatan di lokasi hanya berupa pembersihan semak belukar untuk persiapan pendirian tenda penempatan prajurit.
Menurut penjelasan yang disampaikan Kodim, tidak ada tanaman produktif milik masyarakat yang mengalami kerusakan.
Sementara itu, komunikasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat terus berjalan.
Selain menjaga situasi tetap kondusif, koordinasi tersebut juga bertujuan menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Saat ini, menurut Kodim 0612/Tasikmalaya, kondisi di Desa Karangjaya berlangsung aman dan komunikasi dengan warga tetap terjalin dengan baik.
Klarifikasi Diharapkan Meredam Kesalahpahaman
Melalui penjelasan resmi tersebut, Kodim 0612/Tasikmalaya berharap tidak muncul lagi kegaduhan akibat potongan video dan narasi yang beredar di media sosial.
Namun demikian, masyarakat diharapkan tetap mengedepankan sikap kritis dan memeriksa informasi secara menyeluruh sebelum menarik kesimpulan.
Sebab, di era digital saat ini, sebuah potongan video dapat menyebar sangat cepat, sedangkan pemahaman yang utuh sering kali membutuhkan waktu dan penjelasan dari berbagai pihak.
Hingga berita ini ditulis, klarifikasi resmi yang tersedia berasal dari Kodim 0612/Tasikmalaya. Redaksi masih membuka ruang bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk memberikan penjelasan tambahan guna melengkapi informasi kepada publik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, menjaga kejernihan fakta menjadi tanggung jawab bersama agar perbedaan persepsi tidak berubah menjadi kegaduhan yang merugikan banyak pihak. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar