Bukan Sekadar Pelatihan, Baitul Arqam 2026 Siapkan Motor Penggerak Kota Tasik
- account_circle redaktur
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pengurus Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya bertemu Plh Wali Kota membahas Baitul Arqam 2026, Selasa (26/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana ruang kerja Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, terlihat cukup hangat pada Selasa (26/5/2026). Beberapa pengurus Pemuda Muhammadiyah datang membawa map proposal dan agenda kaderisasi. Di atas meja, gelas kopi masih menyisakan uap tipis ketika pembicaraan mulai mengarah pada satu agenda besar:
Baitul Arqam 2026.
Bagi Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa. Agenda tersebut menjadi ruang pembentukan kader muda Muhammadiyah yang disiapkan untuk bergerak langsung di tengah masyarakat.
Tahun ini, arah gerak mereka bahkan lebih besar.
Pemuda Muhammadiyah menargetkan lahirnya Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) di 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya.
Baitul Arqam Jadi Mesin Kaderisasi Pemuda Muhammadiyah
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Cecep Fikri Fajar, menyampaikan bahwa kunjungan mereka sekaligus menjadi ajakan resmi kepada pemerintah daerah agar hadir menyaksikan langsung proses kaderisasi tersebut.
“Hari ini kami bersilaturahmi dengan Pak Diky Candranegara sekaligus mengundang beliau untuk hadir pada acara Baitul Arqam yang akan diselenggarakan bulan Juli mendatang,” ujar Fajar.
Menurutnya, Baitul Arqam merupakan jenjang kaderisasi utama dalam tubuh Pemuda Muhammadiyah yang fokus membangun:
- karakter,
- wawasan,
- militansi,
- dan kepemimpinan kader muda.
Karena itu, agenda tersebut tidak hanya berisi materi di dalam ruangan.
Peserta juga akan turun langsung ke lapangan menjalankan proyek sosial dan aktivitas kemasyarakatan.
Di beberapa organisasi kepemudaan, kaderisasi sering hanya berhenti di ruang seminar. Namun Pemuda Muhammadiyah tampaknya ingin bergerak lebih jauh.
Mereka ingin kader benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Target PCPM di 10 Kecamatan Jadi Fokus Baru
Selain memperkuat ideologi organisasi, Baitul Arqam 2026 juga diarahkan untuk memperluas struktur Pemuda Muhammadiyah hingga tingkat kecamatan.
“Baitul Arqam bagi kami adalah bagian dari perkaderan muda-mudi yang kemudian nanti mengorbitkan dengan menghadirkan PCPM di setiap kecamatan,” jelas Fajar.
Target tersebut dinilai cukup penting karena organisasi kepemudaan Islam saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks:
- perubahan sosial,
- arus digital,
- persoalan ekonomi,
- hingga menurunnya minat generasi muda terhadap organisasi.
Karena itu, kaderisasi tidak lagi cukup hanya mengandalkan kegiatan seremonial.
Di beberapa sudut sekretariat organisasi, suara printer kadang masih terdengar sampai malam ketika panitia mulai mencetak proposal dan daftar peserta. Ada kader muda yang sibuk menyusun materi pelatihan sambil membuka laptop dan grup koordinasi di ponsel secara bersamaan.
Sebagian bahkan rela pulang larut demi memastikan acara berjalan rapi.
Hal-hal kecil seperti itu mungkin jarang terlihat di depan publik.
Namun justru di situlah proses organisasi sebenarnya berjalan.
Pemerintah Kota Tasikmalaya Sambut Positif
Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menyambut positif agenda tersebut. Ia menilai Pemuda Muhammadiyah selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kepemudaan dan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, proses kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Pemuda Muhammadiyah selalu jadi mitra strategis pemerintah. Baitul Arqam ini penting untuk mencetak kader yang berakhlak, cerdas. Insyaallah saya upayakan hadir. Kalau kadernya kuat, kotanya juga kuat,” ujar Diky.
Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah mulai melihat organisasi kepemudaan bukan hanya sebagai kelompok aktivis biasa, tetapi sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan sosial kota.
Apalagi di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, ruang kaderisasi menjadi semakin penting untuk menjaga:
- kualitas generasi muda,
- kepedulian sosial,
- dan kekuatan nilai keislaman.
Baitul Arqam Tidak Hanya Bicara Organisasi
Selain penguatan struktur organisasi, Baitul Arqam 2026 juga akan membahas berbagai isu strategis yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Mulai dari:
- penguatan ideologi kader,
- pemberdayaan ekonomi,
- hingga persoalan sosial kemasyarakatan.
Agenda tersebut menegaskan bahwa kaderisasi hari ini tidak cukup hanya bicara teori organisasi.
Kader muda juga harus mampu membaca realitas sosial di lapangan.
Di beberapa rumah kader, obrolan tentang kegiatan organisasi kadang berlangsung sampai larut malam sambil menyusun spanduk atau membalas pesan koordinasi di grup WhatsApp. Ada yang masih mengenakan jaket organisasi sambil mengetik proposal di warung kopi. Ada pula yang baru pulang setelah rapat kecil membahas teknis kegiatan.
Mungkin memang begitu wajah kaderisasi hari ini.
Tidak selalu besar dan megah.
Tetapi tumbuh pelan lewat orang-orang yang tetap mau bergerak meski sering bekerja di balik layar.
Karena bagi Pemuda Muhammadiyah, Baitul Arqam bukan sekadar agenda tahunan.
Melainkan cara menyiapkan generasi yang siap menjaga masyarakat ketika banyak anak muda lain mulai sibuk berjalan sendiri-sendiri.
Karena sebuah kota tidak hanya membutuhkan gedung tinggi dan jalan besar untuk bertahan, tetapi juga anak-anak muda yang tetap mau belajar, bergerak, dan menjaga nilai ketika zaman terus berubah terlalu cepat. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar