Doa Mujarab agar Hajat Cepat Terkabul, Lengkap Waktu Mustajab
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi seseorang sedang berdoa khusyuk.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa mujarab sering dicari banyak orang ketika hidup mulai terasa berat, rezeki terasa seret, atau hati terus dipenuhi kegelisahan. Dalam Islam, doa agar hajat cepat dikabulkan bukan hanya soal lafaz yang dibaca, tetapi juga tentang keyakinan, waktu mustajab, dan cara seseorang mengetuk pintu langit dengan tulus.
Ada yang berdoa lama setelah salat. Ada yang memilih bangun pada sepertiga malam terakhir ketika rumah mulai sunyi dan suara televisi tetangga sudah tidak terdengar lagi. Sebagian lainnya justru berdoa diam-diam di dalam kendaraan, sambil menunggu lampu merah berganti hijau.
Dan anehnya, semakin sibuk hidup seseorang, semakin sering ia mencari tempat sepi untuk bicara kepada Tuhan.
Dalil tentang Perintah Berdoa kepada Allah
Allah SWT berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”
(QS Ghafir: 60)
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Doa adalah ibadah.”
(HR Tirmidzi)
Karena itu, seorang Muslim tidak boleh meremehkan doa sekecil apa pun. Bahkan dalam banyak keadaan, doa menjadi tempat terakhir seseorang bersandar ketika semua jalan terasa buntu.
Kadang manusia terlihat biasa saja di siang hari. Tetap bekerja. Tetap tertawa. Tetapi malamnya berbeda. Ada yang membuka aplikasi catatan di ponselnya lalu membaca ulang daftar doa yang pernah ia tulis sendiri beberapa bulan lalu.
Pelan sekali.
Doa Mujarab agar Hajat Cepat Dikabulkan
Salah satu doa yang sangat dianjurkan ketika menghadapi kesulitan ialah doa Nabi Yunus AS:
“لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ”
“Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimin.”
Artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Allah SWT kemudian mengabadikan kisah itu dalam Al-Qur’an:
“Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan.”
(QS Al-Anbiya: 88)
Selain itu, ada pula doa yang sangat populer dibaca setelah salat:
“رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ”
“Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.”
Artinya:
“Ya Tuhan kami, berikanlah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa-doa ini memang sederhana. Namun banyak orang merasa hatinya lebih tenang setelah membacanya berulang kali.
Kadang masalahnya belum selesai. Tagihan masih ada. Pekerjaan masih menumpuk. Tetapi dada terasa sedikit lebih lega. Sedikit saja. Dan kadang itu sudah cukup untuk bertahan satu hari lagi.
Waktu Mustajab yang Sering Dilupakan
Banyak orang sibuk mencari doa mustajab, tetapi lupa memperhatikan waktu terbaik untuk berdoa.
Padahal Rasulullah SAW menjelaskan beberapa waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.
1. Sepertiga Malam Terakhir
Rasulullah SAW bersabda:
“Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Waktu ini sering terasa berbeda. Jalanan mulai sepi. Notifikasi grup WhatsApp keluarga berhenti masuk. Bahkan suara motor yang biasanya lewat depan rumah mulai jarang terdengar.
Kadang doa paling panjang justru tidak keluar di masjid besar. Tetapi di kamar gelap, ketika lampu sudah dimatikan dan semua orang lain sudah tidur.
2. Antara Azan dan Iqamah
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa antara azan dan iqamah tidak tertolak.”
(HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
Sayangnya, banyak orang justru sibuk membuka media sosial pada waktu singkat ini.
Padahal jedanya tidak lama.
Tetapi justru di situlah banyak orang saleh dahulu memanfaatkan waktunya untuk meminta pertolongan kepada Allah.
Kadang seseorang baru sadar pentingnya doa setelah hidup benar-benar terasa sempit. Setelah usahanya mentok ke mana-mana. Setelah semua jawaban manusia terasa tidak cukup lagi.
3. Hari Jumat Menjelang Magrib
Sebagian ulama menjelaskan adanya waktu mustajab pada hari Jumat, terutama menjelang Magrib.
Karena itu, banyak orang memperbanyak doa pada waktu tersebut.
Ada yang duduk tenang di masjid. Ada juga yang hanya diam di teras rumah sambil memandangi langit sore yang mulai berubah warna.
Dan sering kali, doa paling jujur justru lahir ketika seseorang sudah terlalu lelah menjelaskan kesedihannya kepada orang lain.
Adab Doa yang Sering Terlupakan
Selain memilih waktu mustajab, seorang Muslim juga perlu menjaga adab ketika berdoa.
Beberapa adab penting antara lain:
- memulai dengan pujian kepada Allah,
- membaca salawat,
- yakin doa akan dikabulkan,
- tidak terburu-buru,
- dan menjaga makanan halal.
Rasulullah SAW bersabda:
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan.”
(HR Tirmidzi)
Karena itu, doa bukan sekadar ucapan lisan. Hati juga harus benar-benar hadir.
Dan memang tidak mudah. Kadang mulut berdoa, tetapi pikiran masih sibuk memikirkan cicilan, pesan yang belum dibalas, atau kabar yang tak kunjung datang.
Manusia memang begitu.
Jangan Ukur Doa dari Cepat atau Lambatnya
Sebagian orang merasa doanya gagal hanya karena hasilnya belum terlihat cepat.
Padahal Allah bisa mengabulkan doa dengan banyak cara:
- memberikan langsung,
- menundanya pada waktu terbaik,
- atau menggantinya dengan perlindungan dari sesuatu yang tidak diketahui manusia.
Di sinilah banyak orang sering lupa.
Manusia ingin jawaban segera. Sementara Allah melihat seluruh jalan hidup seseorang sampai jauh ke depan.
Dan mungkin, di tengah dunia yang serba instan sekarang, doa menjadi satu dari sedikit hal yang masih mengajarkan manusia untuk sabar.
Tidak semua doa langsung mengubah keadaan. Tetapi doa yang tulus sering kali mengubah hati seseorang lebih dulu. Dan dari hati yang mulai tenang itu, pelan-pelan hidup menemukan jalannya kembali. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar