Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Lapas Tasikmalaya Krisis Dokter, 435 Warga Binaan Bergantung pada Rujukan RS

Lapas Tasikmalaya Krisis Dokter, 435 Warga Binaan Bergantung pada Rujukan RS

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dokter Lapas Tasikmalaya kini menjadi kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi. Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya, sebanyak 435 warga binaan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dukungan dokter umum maupun dokter gigi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas layanan kesehatan sekaligus meningkatkan risiko keterlambatan penanganan medis bagi para penghuni lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Ismet Sitorus, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak ada tenaga dokter yang bertugas secara rutin di lingkungan lapas. Akibatnya, petugas harus merujuk setiap warga binaan yang membutuhkan pemeriksaan medis ke fasilitas kesehatan di luar lapas.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak ideal mengingat jumlah penghuni lapas yang cukup besar dan potensi gangguan kesehatan yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Layanan Kesehatan Hanya Ditopang Perawat

Saat ini, pelayanan kesehatan di Lapas Tasikmalaya hanya ditopang oleh tenaga perawat yang tersedia. Namun, kewenangan perawat memiliki batasan sehingga tidak dapat menggantikan peran dokter dalam melakukan diagnosis maupun tindakan medis tertentu.

Akibatnya, ketika warga binaan mengalami gangguan kesehatan, petugas harus mengambil langkah rujukan ke rumah sakit. Proses tersebut membutuhkan waktu, tenaga pengawalan, serta koordinasi tambahan yang tidak sedikit.

Padahal, sebagian besar keluhan kesehatan yang muncul tergolong penyakit ringan seperti flu, batuk, demam, atau gangguan kesehatan umum lainnya.

Meski terlihat sederhana, kondisi tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan cepat agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, terutama di lingkungan hunian yang padat.

Kepadatan Hunian Tingkatkan Risiko Penyebaran Penyakit

Kepadatan penghuni menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan kesehatan di dalam lapas. Dengan ratusan warga binaan yang tinggal dalam satu lingkungan terbatas, risiko penyebaran penyakit menular menjadi lebih tinggi dibandingkan lingkungan biasa.

Karena itu, keberadaan dokter tidak hanya berfungsi untuk mengobati pasien yang sakit. Tenaga medis juga berperan penting dalam melakukan deteksi dini penyakit, pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi kesehatan, hingga pengawasan terhadap potensi wabah.

Selain itu, layanan dokter gigi juga menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Gangguan kesehatan gigi dan mulut sering kali memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Tanpa kehadiran tenaga dokter, proses pemantauan kesehatan warga binaan menjadi kurang optimal.

Rotasi Dokter Dinilai Jadi Solusi Paling Realistis

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak Lapas Kelas IIB Tasikmalaya mengusulkan skema rotasi tenaga medis bersama pemerintah daerah.

Melalui pola tersebut, dokter umum dapat bertugas pada periode tertentu, kemudian dilanjutkan oleh dokter gigi secara bergilir. Dengan cara itu, warga binaan tetap memperoleh akses layanan kesehatan dasar tanpa harus menunggu kondisi sakit semakin parah.

Ismet menilai pola rotasi lebih realistis dibandingkan menempatkan dokter secara penuh waktu, terutama jika mempertimbangkan keterbatasan sumber daya kesehatan yang tersedia.

Selain memberikan manfaat bagi warga binaan, sistem tersebut juga dapat mengurangi beban rujukan ke rumah sakit dan meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan di dalam lapas.

Pemda Sudah Merespons, Warga Binaan Menunggu Realisasi

Menurut pihak lapas, aspirasi mengenai kebutuhan tenaga dokter telah disampaikan kepada instansi kesehatan di tingkat kota maupun kabupaten.

Respons yang diberikan dinilai cukup positif. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai jadwal penugasan maupun mekanisme rotasi tenaga medis yang akan diterapkan.

Sementara itu, kebutuhan pelayanan kesehatan tetap berjalan setiap hari. Karena itu, pihak lapas berharap solusi konkret dapat segera direalisasikan agar hak kesehatan warga binaan tetap terjamin.

Dalam sistem pemasyarakatan modern, hak memperoleh layanan kesehatan merupakan bagian dari hak dasar yang harus dipenuhi negara. Status sebagai warga binaan tidak menghapus hak seseorang untuk mendapatkan akses pelayanan medis yang layak.

Karena itu, kehadiran dokter di lingkungan lapas bukan hanya kebutuhan teknis pelayanan kesehatan, melainkan juga bagian dari upaya menjamin hak asasi setiap warga negara selama menjalani masa pembinaan.

Dengan jumlah penghuni mencapai 435 orang, kebutuhan tersebut kini menjadi perhatian yang semakin mendesak dan membutuhkan langkah cepat dari seluruh pihak terkait.

Tembok penjara memang membatasi kebebasan, tetapi tidak boleh membatasi hak kesehatan. Ketika 435 warga binaan menunggu layanan medis yang layak, kehadiran dokter bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera dipenuhi. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parkir Manual vs Digital

    Parkir Manual vs Digital, Ujian Koordinasi Kebijakan Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Perbedaan arah Dishub dan Kominfo soal parkir menyingkap masalah koordinasi dan tata kelola kebijakan digital Tasikmalaya. Parkir Manual vs Digital, Masalah Arah Kebijakan albadarpost.com, EDITORIAL – Kota Tasikmalaya sedang menghadapi persoalan yang tampak teknis, tetapi berdampak langsung pada tata kelola publik. Dinas Perhubungan (Dishub) memilih mempertahankan sistem retribusi parkir manual, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika […]

  • manasik haji Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Soroti Pelayanan Haji Humanis, 655 Jamaah Ikut Manasik

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Manasik haji Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah ratusan calon jamaah mengikuti kegiatan terintegrasi yang digelar secara resmi di Gedung Islamic Center. Program ini tidak hanya menghadirkan simulasi ibadah, tetapi juga memperkuat bimbingan haji Tasikmalaya dan kualitas layanan jamaah secara menyeluruh. Melalui pendekatan terstruktur, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap peserta memahami […]

  • KA Parahyangan gratis

    KAI Gratiskan KA Parahyangan, Perjalanan Bandung–Gambir Ditanggung Penuh

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    KAI membuka program KA Parahyangan gratis Bandung–Gambir pp selama 18–20 November 2025 melalui seleksi peserta. albadarpost.com, HUMANIORA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan akses KA Parahyangan gratis untuk rute Bandung–Gambir pulang pergi selama tiga hari pada 18–20 November 2025. Program ini dibuka untuk masyarakat umum dan seluruh biaya perjalanan akan ditanggung oleh KAI. Kebijakan […]

  • layanan inklusif BSI

    BSI Dorong Layanan Inklusif bagi Disabilitas di Seluruh Outlet

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BSI memperluas layanan inklusif bagi disabilitas melalui rekrutmen, fasilitas ramah akses, dan pembinaan UMKM. albadarpost.com, HUMANIORA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus memperluas layanan inklusif BSI bagi penyandang disabilitas. Kebijakan ini penting karena akses layanan keuangan masih belum sepenuhnya ramah bagi kelompok rentan. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa perseroan membuka kesempatan […]

  • Fun Run Muhammadiyah Ciamis

    Fun Run Muhammadiyah Ciamis Satukan Olahraga dan Pangan Murah

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fun Run Muhammadiyah Ciamis menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah, kegiatan ini menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Sinergi olahraga, kepedulian sosial, dan stabilitas pangan tersebut menarik perhatian warga yang memadati Taman Lokasana, Kabupaten Ciamis, Minggu (5/7/2026). Sejak pagi, peserta […]

  • hak ahli waris menggugat tanpa surat kuasa

    Ahli Waris Bisa Menggugat Tanpa Surat Kuasa

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Putusan MA menegaskan ahli waris berhak menggugat pihak ketiga tanpa surat kuasa demi melindungi harta warisan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung Nomor 838 PK/Pdt/2017 menegaskan satu hal penting dalam hukum perdata waris: seorang ahli waris tidak harus membawa surat kuasa dari ahli waris lain untuk menggugat pihak ketiga yang menguasai harta warisan secara melawan […]

expand_less