Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Keberkahan di Balik Sunnah Makan

Rahasia Keberkahan di Balik Sunnah Makan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLESunnah Makan bukan sekadar adab biasa, melainkan tuntunan Rasulullah yang penuh hikmah. Banyak orang mengenal adab makan dalam Islam, tetapi belum memahami detail Sunnah Makan yang jarang diamalkan. Padahal, tuntunan makan Rasulullah SAW bukan hanya soal sopan santun, melainkan jalan menuju keberkahan dan kesehatan jiwa.

Di era serba cepat, banyak orang makan sambil berdiri, tergesa-gesa, bahkan tanpa doa. Karena itu, penting untuk kembali memahami Sunnah Makan agar aktivitas harian berubah menjadi ladang pahala.

1. Membaca Doa dan Menyebut Nama Allah

Pertama, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk membaca basmalah sebelum makan. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, beliau bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah.”

Selain itu, Allah SWT berfirman:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ayat ini menegaskan bahwa Islam mengatur cara makan secara proporsional. Oleh sebab itu, Sunnah Makan tidak hanya berbicara tentang doa, tetapi juga pengendalian diri. Ketika seseorang memulai makan dengan basmalah, ia menyadari bahwa rezeki berasal dari Allah. Kesadaran ini melahirkan rasa syukur yang mendalam.

2. Makan dengan Tangan Kanan dan dari Sisi Terdekat

Selanjutnya, Rasulullah SAW menegaskan adab penting dalam Sunnah Makan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat darimu.”

Hadis ini sering diabaikan, padahal mengandung pelajaran besar. Pertama, makan dengan tangan kanan melatih disiplin dan ketaatan. Kedua, mengambil makanan dari sisi terdekat mengajarkan etika sosial dan penghormatan kepada orang lain.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa perintah ini menunjukkan kemuliaan tangan kanan dalam syariat. Karena itu, Sunnah Makan membentuk karakter sebelum membentuk kebiasaan.

3. Tidak Berlebihan dan Berhenti Sebelum Kenyang

Kemudian, Rasulullah SAW memberikan pedoman yang sangat relevan bagi zaman modern. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, beliau bersabda:

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya.”

Hadis ini sangat kuat. Bahkan, para ulama menegaskan bahwa makan berlebihan membuka pintu penyakit fisik dan hati. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan bahwa kekenyangan sering menjadi sebab kerasnya hati dan lemahnya ibadah.

Karena itu, Sunnah Makan mendorong keseimbangan. Seseorang dianjurkan berhenti sebelum kenyang. Selain menjaga kesehatan, kebiasaan ini memperkuat kontrol diri.

4. Menjilat Jari dan Tidak Mencela Makanan

Banyak orang merasa aneh ketika mendengar anjuran menjilat jari. Padahal, dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan hal tersebut karena keberkahan makanan bisa berada pada bagian terakhirnya.

Lebih dari itu, beliau tidak pernah mencela makanan. Jika suka, beliau memakannya. Jika tidak, beliau meninggalkannya tanpa komentar buruk.

Sikap ini mengajarkan rasa hormat terhadap nikmat Allah. Selain itu, kebiasaan tidak mencela makanan membentuk pribadi yang santun dan rendah hati.

5. Duduk Saat Makan dan Tidak Tergesa-Gesa

Rasulullah SAW makan dalam keadaan duduk dengan tenang. Beliau tidak makan sambil bersandar berlebihan. Bahkan, beliau menikmati makanan tanpa tergesa-gesa.

Dalam konteks modern, banyak orang makan sambil berjalan atau sibuk dengan gawai. Akibatnya, mereka kehilangan kesadaran penuh terhadap nikmat yang ada di depan mata. Padahal, Sunnah Makan mengajarkan mindfulness jauh sebelum istilah itu populer.

Dengan duduk tenang, seseorang lebih mudah bersyukur dan menghindari makan berlebihan.

Sunnah Makan: Jalan Sunyi Menuju Keberkahan

Baca juga: Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

Sunnah Makan bukan ritual kuno yang ketinggalan zaman. Sebaliknya, ia adalah sistem hidup yang menjaga fisik, akal, dan ruhani. Setiap detailnya memiliki makna. Dari doa pembuka hingga sikap setelah makan, semuanya membentuk pribadi yang seimbang.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 172)

Ayat ini menegaskan bahwa makan bukan sekadar aktivitas biologis. Ia merupakan ibadah jika dilakukan sesuai tuntunan.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita menghidupkan kembali Sunnah Makan di tengah keluarga. Ajarkan anak membaca doa. Biasakan makan dengan tangan kanan. Hentikan kebiasaan berlebihan. Dengan begitu, meja makan berubah menjadi madrasah kecil yang penuh berkah. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Takdir Allah

    Saat Manusia Melawan Takdir, Di Situlah Kesalahannya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di tengah budaya yang serba cepat, banyak orang ingin semua hal terjadi sesuai jadwal yang mereka susun sendiri. Takdir Allah, ketetapan Allah, dan qadha serta qadar sering kali hanya diterima ketika sejalan dengan keinginan. Sebaliknya, saat kenyataan berbeda, hati mulai gelisah, doa terasa seolah belum dijawab, bahkan kesabaran ikut diuji. Fenomena itu […]

  • etika suporter Islam

    Piala Dunia 2026 dan Etika Suporter dalam Islam

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya terasa di stadion dan fan zone. Perdebatan juga berpindah ke grup WhatsApp, Facebook, Instagram, hingga kolom komentar berbagai platform media sosial. Di sana, kegembiraan, kekecewaan, bahkan ejekan sering bercampur menjadi satu. Dalam suasana seperti itu, pembahasan mengenai etika suporter Islam, adab bermedia sosial, dan batas fanatisme […]

  • Kegiatan forum KPID Jabar bersama mahasiswa dan jurnalis di Universitas Islam Tasikmalaya membahas peningkatan kompetensi penyiaran

    Tantangan Media Makin Berat, KPID Jabar Ambil Langkah Ini

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya penguatan kualitas penyiaran terus digencarkan oleh KPID Jabar. Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat atau KPID Jabar menggelar forum peningkatan kompetensi penyiaran di Universitas Islam Tasikmalaya, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi media sekaligus menyiapkan SDM penyiaran yang adaptif di tengah […]

  • tokoh antikorupsi

    Tokoh Antikorupsi Dunia dan Indonesia Warnai Peringatan Hakordia 2025

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Deretan tokoh antikorupsi dunia kembali disorot jelang Hakordia 2025 sebagai inspirasi integritas publik. albadarpost.com, PELITA – Menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025, deretan tokoh antikorupsi dari berbagai negara kembali mendapat sorotan. Kiprah mereka penting karena memberi bukti bahwa perubahan menuju pemerintahan bersih selalu dimulai dari keberanian individu. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap lembaga negara, […]

  • Audit PDAM Subang

    Dedi Mulyadi Minta BPK Audit PDAM Subang Terkait Penerimaan Rp 600 Juta dari Aqua

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta BPK audit PDAM Subang soal penerimaan Rp 600 juta per bulan dari Aqua. albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit terhadap PDAM Subang. Langkah itu diambil setelah muncul temuan adanya penerimaan dana sebesar Rp 600 juta per bulan dari […]

  • Pelantikan IKAPTK Tasikmalaya 2025-2030 di hotel Kota Tasikmalaya dihadiri ASN dan pejabat untuk penguatan pelayanan publik

    Resmi Dilantik, IKAPTK Tasikmalaya Siap Tancap Gas Dukung Program Kota

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Tasikmalaya menjadi momen penting dalam penguatan korps kepamongprajaan di Priangan Timur. Kegiatan ini tidak hanya sekadar agenda formal, tetapi juga membawa semangat baru bagi para alumni kepamongprajaan untuk meningkatkan pelayanan publik. Sejak awal, pelantikan IKAPTK Tasikmalaya langsung menunjukkan arah yang jelas, yakni membangun […]

expand_less