Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Keberkahan di Balik Sunnah Makan

Rahasia Keberkahan di Balik Sunnah Makan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLESunnah Makan bukan sekadar adab biasa, melainkan tuntunan Rasulullah yang penuh hikmah. Banyak orang mengenal adab makan dalam Islam, tetapi belum memahami detail Sunnah Makan yang jarang diamalkan. Padahal, tuntunan makan Rasulullah SAW bukan hanya soal sopan santun, melainkan jalan menuju keberkahan dan kesehatan jiwa.

Di era serba cepat, banyak orang makan sambil berdiri, tergesa-gesa, bahkan tanpa doa. Karena itu, penting untuk kembali memahami Sunnah Makan agar aktivitas harian berubah menjadi ladang pahala.

1. Membaca Doa dan Menyebut Nama Allah

Pertama, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk membaca basmalah sebelum makan. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, beliau bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah.”

Selain itu, Allah SWT berfirman:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ayat ini menegaskan bahwa Islam mengatur cara makan secara proporsional. Oleh sebab itu, Sunnah Makan tidak hanya berbicara tentang doa, tetapi juga pengendalian diri. Ketika seseorang memulai makan dengan basmalah, ia menyadari bahwa rezeki berasal dari Allah. Kesadaran ini melahirkan rasa syukur yang mendalam.

2. Makan dengan Tangan Kanan dan dari Sisi Terdekat

Selanjutnya, Rasulullah SAW menegaskan adab penting dalam Sunnah Makan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat darimu.”

Hadis ini sering diabaikan, padahal mengandung pelajaran besar. Pertama, makan dengan tangan kanan melatih disiplin dan ketaatan. Kedua, mengambil makanan dari sisi terdekat mengajarkan etika sosial dan penghormatan kepada orang lain.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa perintah ini menunjukkan kemuliaan tangan kanan dalam syariat. Karena itu, Sunnah Makan membentuk karakter sebelum membentuk kebiasaan.

3. Tidak Berlebihan dan Berhenti Sebelum Kenyang

Kemudian, Rasulullah SAW memberikan pedoman yang sangat relevan bagi zaman modern. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, beliau bersabda:

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya.”

Hadis ini sangat kuat. Bahkan, para ulama menegaskan bahwa makan berlebihan membuka pintu penyakit fisik dan hati. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan bahwa kekenyangan sering menjadi sebab kerasnya hati dan lemahnya ibadah.

Karena itu, Sunnah Makan mendorong keseimbangan. Seseorang dianjurkan berhenti sebelum kenyang. Selain menjaga kesehatan, kebiasaan ini memperkuat kontrol diri.

4. Menjilat Jari dan Tidak Mencela Makanan

Banyak orang merasa aneh ketika mendengar anjuran menjilat jari. Padahal, dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan hal tersebut karena keberkahan makanan bisa berada pada bagian terakhirnya.

Lebih dari itu, beliau tidak pernah mencela makanan. Jika suka, beliau memakannya. Jika tidak, beliau meninggalkannya tanpa komentar buruk.

Sikap ini mengajarkan rasa hormat terhadap nikmat Allah. Selain itu, kebiasaan tidak mencela makanan membentuk pribadi yang santun dan rendah hati.

5. Duduk Saat Makan dan Tidak Tergesa-Gesa

Rasulullah SAW makan dalam keadaan duduk dengan tenang. Beliau tidak makan sambil bersandar berlebihan. Bahkan, beliau menikmati makanan tanpa tergesa-gesa.

Dalam konteks modern, banyak orang makan sambil berjalan atau sibuk dengan gawai. Akibatnya, mereka kehilangan kesadaran penuh terhadap nikmat yang ada di depan mata. Padahal, Sunnah Makan mengajarkan mindfulness jauh sebelum istilah itu populer.

Dengan duduk tenang, seseorang lebih mudah bersyukur dan menghindari makan berlebihan.

Sunnah Makan: Jalan Sunyi Menuju Keberkahan

Baca juga: Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

Sunnah Makan bukan ritual kuno yang ketinggalan zaman. Sebaliknya, ia adalah sistem hidup yang menjaga fisik, akal, dan ruhani. Setiap detailnya memiliki makna. Dari doa pembuka hingga sikap setelah makan, semuanya membentuk pribadi yang seimbang.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 172)

Ayat ini menegaskan bahwa makan bukan sekadar aktivitas biologis. Ia merupakan ibadah jika dilakukan sesuai tuntunan.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita menghidupkan kembali Sunnah Makan di tengah keluarga. Ajarkan anak membaca doa. Biasakan makan dengan tangan kanan. Hentikan kebiasaan berlebihan. Dengan begitu, meja makan berubah menjadi madrasah kecil yang penuh berkah. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPD Tasikmalaya

    Resmi! Puluhan Anggota BPD Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Desa

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penguatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tasikmalaya menjadi langkah strategis setelah pemerintah daerah meresmikan puluhan anggota baru. Peresmian anggota BPD PAW (Pergantian Antar Waktu) ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat di tingkat desa. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong tata kelola desa yang transparan […]

  • budidaya lobster

    Budidaya Lobster Pangandaran Perkuat Ekonomi Pesisir

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Budidaya lobster Pangandaran berkembang, produksi stabil dan membuka peluang ekspor berkelanjutan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lobster di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Sejumlah kelompok warga mengembangkan usaha ini secara lebih terstruktur dan modern, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat posisi perikanan daerah. Aktivitas budidaya lobster […]

  • hukuman korupsi

    Putusan MA Perberat Hukuman Korupsi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang memperberat hukuman pidana korupsi menjadi sembilan tahun penjara bukan sekadar koreksi yudisial. Ia menyentuh persoalan yang lebih luas: bagaimana negara menempatkan korupsi sebagai ancaman langsung terhadap hak publik. Di tengah meningkatnya tuntutan keadilan sosial, keputusan ini menjadi penanda arah kebijakan hukum pidana yang patut dibaca lebih dalam. Mahkamah […]

  • Penangkapan pasutri pengedar sabu di Tasikmalaya dengan barang bukti paket narkotika dan plastik klip.

    Jual Sabu Pakai Sistem Tempel, Pasutri Tasikmalaya Raup Puluhan Juta

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pasutri jual sabu terungkap di Kabupaten Tasikmalaya. Sepasang suami istri asal Cikalong diduga menjalankan peredaran narkotika secara terstruktur, mulai dari pembelian, pengemasan, hingga distribusi dengan sistem tempel yang rapi. Pengungkapan kasus ini dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya pada Kamis, 23 April 2026. Selain memperlihatkan pola peredaran yang sistematis, kasus ini […]

  • Ilustrasi keteguhan Nabi Luth dalam menghadapi kaumnya yang menolak dakwah dan kebenaran

    Keteguhan Nabi Luth dalam Menghadapi Kaumnya yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keteguhan Nabi Luth menjadi salah satu kisah yang penuh makna dalam sejarah Islam. Melalui kisah Nabi Luth, kita melihat bagaimana dakwah Nabi Luth menghadapi penolakan keras, bahkan dari kaumnya sendiri. Selain itu, ujian Nabi Luth menunjukkan betapa kuatnya kesabaran seorang nabi dalam menyampaikan kebenaran. Namun, yang jarang dibahas adalah bagaimana tekanan sosial […]

  • Supeltas Puncak

    Perspektif Kebijakan Supeltas Puncak, Batas Tipis Negara–Warga

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Perspektif kebijakan Supeltas Puncak, membaca dampak penataan lalu lintas bagi warga dan tata kelola ruang publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kemacetan di jalur Puncak setiap musim libur bukan sekadar persoalan teknis lalu lintas. Ia adalah persoalan tata kelola publik. Ketika Polres Bogor merekrut Supeltas—sukarelawan pengatur lalu lintas—negara sesungguhnya sedang menjalankan fungsi administratif di ruang abu-abu: memperluas […]

expand_less