Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Keberkahan di Balik Sunnah Makan

Rahasia Keberkahan di Balik Sunnah Makan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLESunnah Makan bukan sekadar adab biasa, melainkan tuntunan Rasulullah yang penuh hikmah. Banyak orang mengenal adab makan dalam Islam, tetapi belum memahami detail Sunnah Makan yang jarang diamalkan. Padahal, tuntunan makan Rasulullah SAW bukan hanya soal sopan santun, melainkan jalan menuju keberkahan dan kesehatan jiwa.

Di era serba cepat, banyak orang makan sambil berdiri, tergesa-gesa, bahkan tanpa doa. Karena itu, penting untuk kembali memahami Sunnah Makan agar aktivitas harian berubah menjadi ladang pahala.

1. Membaca Doa dan Menyebut Nama Allah

Pertama, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk membaca basmalah sebelum makan. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, beliau bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah.”

Selain itu, Allah SWT berfirman:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ayat ini menegaskan bahwa Islam mengatur cara makan secara proporsional. Oleh sebab itu, Sunnah Makan tidak hanya berbicara tentang doa, tetapi juga pengendalian diri. Ketika seseorang memulai makan dengan basmalah, ia menyadari bahwa rezeki berasal dari Allah. Kesadaran ini melahirkan rasa syukur yang mendalam.

2. Makan dengan Tangan Kanan dan dari Sisi Terdekat

Selanjutnya, Rasulullah SAW menegaskan adab penting dalam Sunnah Makan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat darimu.”

Hadis ini sering diabaikan, padahal mengandung pelajaran besar. Pertama, makan dengan tangan kanan melatih disiplin dan ketaatan. Kedua, mengambil makanan dari sisi terdekat mengajarkan etika sosial dan penghormatan kepada orang lain.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa perintah ini menunjukkan kemuliaan tangan kanan dalam syariat. Karena itu, Sunnah Makan membentuk karakter sebelum membentuk kebiasaan.

3. Tidak Berlebihan dan Berhenti Sebelum Kenyang

Kemudian, Rasulullah SAW memberikan pedoman yang sangat relevan bagi zaman modern. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, beliau bersabda:

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya.”

Hadis ini sangat kuat. Bahkan, para ulama menegaskan bahwa makan berlebihan membuka pintu penyakit fisik dan hati. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan bahwa kekenyangan sering menjadi sebab kerasnya hati dan lemahnya ibadah.

Karena itu, Sunnah Makan mendorong keseimbangan. Seseorang dianjurkan berhenti sebelum kenyang. Selain menjaga kesehatan, kebiasaan ini memperkuat kontrol diri.

4. Menjilat Jari dan Tidak Mencela Makanan

Banyak orang merasa aneh ketika mendengar anjuran menjilat jari. Padahal, dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan hal tersebut karena keberkahan makanan bisa berada pada bagian terakhirnya.

Lebih dari itu, beliau tidak pernah mencela makanan. Jika suka, beliau memakannya. Jika tidak, beliau meninggalkannya tanpa komentar buruk.

Sikap ini mengajarkan rasa hormat terhadap nikmat Allah. Selain itu, kebiasaan tidak mencela makanan membentuk pribadi yang santun dan rendah hati.

5. Duduk Saat Makan dan Tidak Tergesa-Gesa

Rasulullah SAW makan dalam keadaan duduk dengan tenang. Beliau tidak makan sambil bersandar berlebihan. Bahkan, beliau menikmati makanan tanpa tergesa-gesa.

Dalam konteks modern, banyak orang makan sambil berjalan atau sibuk dengan gawai. Akibatnya, mereka kehilangan kesadaran penuh terhadap nikmat yang ada di depan mata. Padahal, Sunnah Makan mengajarkan mindfulness jauh sebelum istilah itu populer.

Dengan duduk tenang, seseorang lebih mudah bersyukur dan menghindari makan berlebihan.

Sunnah Makan: Jalan Sunyi Menuju Keberkahan

Baca juga: Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

Sunnah Makan bukan ritual kuno yang ketinggalan zaman. Sebaliknya, ia adalah sistem hidup yang menjaga fisik, akal, dan ruhani. Setiap detailnya memiliki makna. Dari doa pembuka hingga sikap setelah makan, semuanya membentuk pribadi yang seimbang.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah: 172)

Ayat ini menegaskan bahwa makan bukan sekadar aktivitas biologis. Ia merupakan ibadah jika dilakukan sesuai tuntunan.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita menghidupkan kembali Sunnah Makan di tengah keluarga. Ajarkan anak membaca doa. Biasakan makan dengan tangan kanan. Hentikan kebiasaan berlebihan. Dengan begitu, meja makan berubah menjadi madrasah kecil yang penuh berkah. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jalur SNBP dan SNBT

    Masuk PTN Jalur SNBP dan SNBT Jadi Andalan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    abadarpost.com, HUMANIORA — Pemerintah menegaskan bahwa akses masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetap terbuka bagi seluruh siswa, meski tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Penegasan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai bagian dari kebijakan pendidikan nasional terbaru yang menekankan keadilan dan pemerataan kesempatan belajar. Kebijakan ini sekaligus menjawab keresahan siswa […]

  • Jalan rusak Garut

    Rp296 Miliar Dipertanyakan, Jalan Selatan Garut Dapat Rp2,5 Miliar

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Persoalan jalan rusak Garut Selatan memasuki babak baru setelah ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Banjarwangi Singajaya Peundeuy (Gema BSP) mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Garut, Kamis (20/8/2026). Massa membawa persoalan ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy yang menurut mereka telah mengalami kerusakan selama sekitar 11 tahun. Namun, aksi tersebut tidak berhenti pada tuntutan perbaikan. […]

  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan rumah sakit wajib melayani pasien BPJS PBI-JK meski kepesertaan nonaktif

    Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Wajib Layani Pasien BPJS PBI-JK

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa rumah sakit dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tidak boleh menolak pasien peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), meskipun status kepesertaannya mengalami penonaktifan. Menurut Gus Ipul, pasien BPJS PBI-JK yang nonaktif tetap memiliki hak untuk mendapatkan layanan kesehatan. Pasalnya, […]

  • Forum Musda KNPI Tasikmalaya 2026 saat proses pemilihan ketua berlangsung tertib, demokratis, dan penuh sportivitas.

    6 Kandidat Ramaikan Musda KNPI Tasikmalaya, Ini Pesan Penting KNPI Jabar

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya 2026 sempat memanas dalam konteks kompetisi, namun tetap terkendali dan berjalan sesuai aturan organisasi. Forum pemilihan ketua ini langsung menyita perhatian karena menghadirkan enam kandidat yang sama-sama mengklaim siap membawa perubahan bagi organisasi kepemudaan di daerah. Sejak awal sidang dibuka, dinamika sudah terasa. Namun menariknya, suasana […]

  • Guru Indonesia sedang mengajar di kelas dengan laptop dan buku pelajaran menggambarkan tantangan guru di era digital

    Bukan Gaji: Ini Masalah Guru Indonesia yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Masalah guru Indonesia sering dikaitkan dengan gaji rendah. Namun kenyataannya, realita profesi guru di Indonesia jauh lebih kompleks. Banyak guru mengaku bahwa persoalan utama bukan sekadar pendapatan, melainkan tekanan pekerjaan, administrasi berlebihan, hingga tantangan guru di era digital yang terus berubah. Kondisi ini juga sangat terasa dalam kehidupan guru honorer di Indonesia, […]

  • Mayat di Sumur

    Warga Mangkubumi Geger, Mayat Perempuan Ditemukan di Sumur Tua

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Suasana tenang di kawasan Babakan Domba, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, mendadak berubah menjadi duka. Warga digegerkan oleh penemuan mayat di sumur atau jasad perempuan yang ditemukan di sebuah sumur tua pada Minggu (21/6/2026). Korban diketahui berinisial EH (63), seorang warga setempat. Hingga Minggu malam, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian […]

expand_less