Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sekolah Ambruk di Tasikmalaya, Siswa SDN Curugtelu Dua Tahun Belajar di Luar Kelas

Sekolah Ambruk di Tasikmalaya, Siswa SDN Curugtelu Dua Tahun Belajar di Luar Kelas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • visibility 204
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sekolah ambruk di Tasikmalaya paksa siswa belajar di luar kelas. Minim anggaran jadi alasan pemerintah daerah.


Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Alam Terbuka

albadarpost.com, LENSA – Kondisi memprihatinkan tengah dialami oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Curugtelu di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun terakhir, para siswanya terpaksa menimba ilmu di luar kelas setelah bangunan utama sekolah ambruk dan belum juga diperbaiki.

Peristiwa sekolah ambruk di Tasikmalaya ini memicu keprihatinan publik setelah video yang menampilkan kegiatan belajar para siswa di halaman terbuka menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi singkat yang diunggah di TikTok itu, tampak sejumlah anak duduk lesehan di atas tanah beralaskan tikar, dengan sisa reruntuhan bangunan di belakang mereka.

Video itu disertai permohonan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar membantu menyediakan fasilitas belajar yang layak.
“Assalamualaikum Pak Dedi, abdi hoyong sakola anu layak. Abdi tos dua tahun diajar di luar. Mugia aya perhatosanna. Bapak cobi tingal,” ujar seorang siswi berkerudung dalam bahasa Sunda, disambut lirih teman-temannya yang tampak memelas.

Kondisi bangunan SDN Curugtelu yang rusak parah terlihat jelas dalam video itu. Atapnya ambruk, dinding penuh lumut, kaca jendela pecah, dan lantai kelas tergenang air setiap kali hujan turun. Potret tersebut menjadi simbol ironis dari ketimpangan pembangunan pendidikan di daerah-daerah pelosok.


Minim Anggaran, Revitalisasi Baru Diusulkan untuk 2026

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengakui sudah mengetahui kondisi rusak berat bangunan tersebut. Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Solihin, mengatakan pihaknya telah mengajukan proposal perbaikan ke pemerintah pusat.

“Kami sudah mengusulkan revitalisasi untuk SDN Curugtelu pada tahun 2026. Mudah-mudahan bantuan dari pusat bisa lebih besar karena masih banyak sekolah lain yang juga perlu direhabilitasi,” ujar Ahmad, Selasa (14/10/2025).

Ahmad menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama. Banyak sekolah di wilayah selatan Tasikmalaya yang mengalami nasib serupa, namun belum mendapat alokasi dana perbaikan. Ia menyebutkan bahwa prioritas anggaran pendidikan daerah lebih banyak terserap untuk program operasional rutin dan gaji guru honorer.

Sementara itu, sejumlah warga menilai pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap penderitaan anak-anak di pelosok. Mereka menyoroti ketimpangan alokasi anggaran, di mana dana untuk bantuan sosial dan pokok pikiran (pokir) DPRD tetap besar, sementara fasilitas dasar pendidikan justru diabaikan.

“Kalau ada anggaran untuk kegiatan seremonial dan bansos, mestinya ada juga untuk memperbaiki sekolah anak-anak kami,” ujar Dede, warga Bojongsari, dengan nada kecewa.


DPRD Akui Banyak Sekolah Rusak, Tapi Anggaran Terbatas

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepulloh, tidak menampik kondisi memprihatinkan tersebut. Ia mengakui ruang kelas SDN Curugtelu memang belum pernah diperbaiki sejak ambruk dua tahun lalu.

Menurutnya, perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025 tidak mencakup proyek infrastruktur fisik karena keterbatasan dana. “Kondisi keuangan daerah sangat minim. Dana transfer dari pusat ke daerah juga berkurang cukup signifikan. Akibatnya, beberapa program pembangunan terpaksa ditunda,” kata Asep.

Meski begitu, ia menegaskan DPRD tetap berkomitmen mendorong agar perbaikan sekolah rusak berat menjadi prioritas. “Kita akan lakukan pemetaan ulang terhadap sekolah-sekolah yang kondisinya sudah membahayakan. Anak-anak harus belajar di tempat yang aman,” ujarnya.

Asep menambahkan, banyak ruang kelas di Tasikmalaya kini tidak layak pakai. Ia menyebut bahwa sekitar 30 persen dari total sekolah dasar di wilayah tersebut membutuhkan rehabilitasi sedang hingga berat. “Kita akan mendorong agar Dinas Pendidikan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mencari solusi bersama,” tambahnya.


Ketimpangan Anggaran dan Prioritas Pembangunan

Fenomena sekolah ambruk di Tasikmalaya ini menjadi cermin ketimpangan pembangunan antarwilayah di Jawa Barat. Di satu sisi, belanja daerah untuk kegiatan non-esensial seperti bantuan sosial dan perjalanan dinas tetap tinggi. Di sisi lain, sektor pendidikan dasar yang menyangkut masa depan generasi muda justru terpinggirkan.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Siliwangi, Dr. M. Rizal Hariri, menilai kasus ini menunjukkan lemahnya perencanaan anggaran berbasis kebutuhan publik. “Pemerintah daerah seharusnya mengedepankan asas prioritas dan keberlanjutan. Sekolah ambruk bukan sekadar masalah infrastruktur, tapi juga mencerminkan kegagalan negara hadir dalam layanan dasar,” katanya.

Rizal juga menyoroti perlunya intervensi langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menanggulangi krisis infrastruktur pendidikan di wilayah selatan. “Daerah seperti Tasikmalaya selatan kerap tertinggal karena keterbatasan akses. Pemerintah provinsi bisa menyalurkan dana bantuan khusus agar ketimpangan ini segera teratasi,” ujarnya.


Pendidikan Layak adalah Hak Anak

Kondisi SDN Curugtelu menggugah empati banyak pihak. Sejumlah aktivis pendidikan dan organisasi sosial menyerukan agar pemerintah daerah bertindak cepat. Mereka mengingatkan bahwa hak atas pendidikan layak sudah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Negara tidak boleh abai terhadap hak anak untuk belajar di tempat yang aman dan nyaman,” ujar aktivis pendidikan, Nurul Hikmah. Ia menegaskan, pembiaran terhadap sekolah rusak bisa berdampak psikologis bagi siswa dan menurunkan kualitas pembelajaran.


Penutup: Panggilan untuk Aksi Nyata

Tragedi sekolah ambruk di Tasikmalaya bukan sekadar kisah sedih dari pelosok Jawa Barat, melainkan panggilan bagi semua pemangku kepentingan untuk berbenah. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah dituntut menunjukkan empati nyata, bukan sekadar janji atau rencana panjang.

Anak-anak SDN Curugtelu telah dua tahun belajar di bawah langit terbuka. Mereka pantas mendapatkan lebih dari sekadar simpati: mereka berhak atas ruang belajar yang aman dan bermartabat.


Kesimpulan
Sekolah ambruk di Tasikmalaya jadi peringatan agar pendidikan dasar kembali diprioritaskan dalam kebijakan anggaran daerah. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadis Tetangga

    Banyak Orang Sibuk Ibadah, Tapi Lupa Pesan Nabi soal Tetangga

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hadis tetangga kembali menjadi perbincangan di tengah kehidupan modern yang terasa semakin individual. Ajaran Rasulullah tentang hubungan antarwarga, kepedulian sosial, dan akhlak kepada tetangga sebenarnya sangat kuat dalam Islam. Namun ironisnya, nilai itu perlahan mulai memudar di banyak lingkungan masyarakat. Hari ini, tidak sedikit orang mengenal wajah teman media sosial lebih dekat […]

  • Dana BUMDes Sukamukti

    Kasus Dana BUMDes Sukamukti Masuki Babak Baru

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dana BUMDes Sukamukti menjadi fokus pembahasan setelah Inspektorat Kota Banjar menyelesaikan pemeriksaan dugaan kerugian keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman. Menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, Pemerintah Desa Sukamukti menggelar Musyawarah Desa (Musdes) khusus yang memutuskan memberi kesempatan kepada mantan Direktur BUMDes berinisial S untuk mengembalikan dana yang tercantum […]

  • jalan Cireundeu Tasikmalaya

    Sejak Era Soekarno, Jalan Ini Jadi Harapan Warga Bojonggambir

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalan Cireundeu Tasikmalaya bukan sekadar ruas penghubung antar desa. Bagi warga, ini adalah jalur hidup yang tak kunjung berubah. Dari era Presiden Soekarno hingga hari ini, jalan poros Bojongkapol–Cikangkung–Cireundeu–Cihanura tetap berbatu. Saat kemarau, debu menutup pandangan. Saat hujan turun, lumpur membuat kendaraan harus merayap. Masalahnya bukan baru kemarin. Ini sudah puluhan […]

  • kisah Mushab bin Umair

    Kisah Haru Mushab bin Umair: Kaya Raya Hingga Gugur Tanpa Kafan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Mushab bin Umair yang mengharukan menjadi salah satu cerita paling menyentuh dalam sejarah Islam. Sosok Mushab bin Umair dikenal sebagai pemuda tampan, kaya, dan terpandang di Makkah. Namun, perjalanan hidupnya berubah drastis setelah mengenal Islam. Kisah Mushab bin Umair ini bukan sekadar cerita sejarah, melainkan inspirasi tentang keimanan, pengorbanan, dan keteguhan […]

  • Tong Sampah KHZ Mustofa

    Diky Soroti Jalan KHZ Mustofa, Kenapa Sulit Menemukan Tong Sampah?

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tong Sampah KHZ Mustofa menjadi sorotan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara. Menurutnya, minimnya tempat sampah di sepanjang Jalan KHZ Mustofa hingga kawasan Cihideung berpotensi membuat sampah berserakan sekaligus mengurangi estetika salah satu kawasan paling ramai di Kota Tasikmalaya. Isu ini sebenarnya terlihat sederhana. Namun dampaknya terasa setiap hari. Jalan […]

  • maklumat NU

    Cipasung Keluarkan Maklumat NU untuk Kendalikan Dinamika Organisasi

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Pesantren Cipasung mengeluarkan maklumat NU untuk menjaga ketertiban organisasi dan meredakan ketegangan internal. albadarpost.com, HIKMAH – Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, mengeluarkan maklumat NU yang menekankan pentingnya ketertiban organisasi dan penyelesaian persoalan melalui mekanisme musyawarah. Dokumen bernomor 239.MLK/SEKRE/PPC/XII/2025 itu rilis pada Senin dan menjadi penanda bahwa dinamika internal Nahdlatul Ulama perlu ditangani secara hati-hati agar […]

expand_less