Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dulu Seberangi Sungai, Kini Akses Pendidikan Pedesaan Lebih Aman

Dulu Seberangi Sungai, Kini Akses Pendidikan Pedesaan Lebih Aman

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA Jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Pangandaran dan Tasikmalaya kini menjadi jalur utama warga, sekaligus membuka babak baru bagi akses pendidikan pedesaan. Bagi anak-anak sekolah, jembatan ini mengakhiri risiko harian yang selama bertahun-tahun mereka hadapi saat menyeberangi sungai.

Jembatan gantung Harumandala menghubungkan Desa Harumandala, Kabupaten Pangandaran, dengan Desa Sindangasih, Kabupaten Tasikmalaya. Sejak berfungsi akhir Desember 2025, jembatan ini langsung dimanfaatkan warga untuk aktivitas harian, terutama perjalanan anak-anak menuju sekolah.

Sebelumnya, sungai menjadi satu-satunya jalur penghubung. Saat debit air naik, anak-anak kerap menunda sekolah. Dalam kondisi tertentu, mereka tetap menyeberang dengan risiko keselamatan yang tinggi. Situasi ini berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi permanen.

Baca juga: Ciamis Tolak Bersih Dadakan, Bank Sampah Jadi Andalan

Kini, jembatan gantung mengubah pola itu. Anak-anak dapat berangkat sekolah dengan waktu tempuh lebih singkat dan rasa aman yang lebih besar. Orang tua tidak lagi dihantui kecemasan setiap musim hujan tiba.

Keselamatan Anak Jadi Titik Balik

Keselamatan anak menjadi dampak paling nyata dari hadirnya jembatan gantung tersebut. Akses yang sebelumnya bergantung pada kondisi alam kini berubah menjadi jalur yang stabil dan dapat diprediksi. Anak-anak tidak perlu lagi menghadapi arus sungai demi mengejar jam pelajaran.

Sejumlah guru di wilayah perbatasan Pangandaran–Tasikmalaya mencatat perubahan kehadiran siswa. Setelah jembatan digunakan, tingkat keterlambatan dan ketidakhadiran menurun. Sekolah menjadi lebih mudah dijangkau, terutama bagi siswa sekolah dasar dan menengah pertama.

Kondisi ini memperkuat akses pendidikan pedesaan, yang selama ini kerap terhambat persoalan infrastruktur dasar. Bagi wilayah terpencil, jarak bukan satu-satunya tantangan. Keamanan perjalanan menjadi faktor penentu keberlanjutan pendidikan anak.

Jembatan gantung ini juga memberi rasa percaya diri bagi anak-anak. Mereka dapat berangkat dan pulang sekolah tanpa ketergantungan pada orang dewasa, sebuah hal yang sebelumnya sulit dilakukan.

Infrastruktur Kecil, Dampak Besar

Pembangunan jembatan gantung Harumandala dilakukan melalui kolaborasi TNI Angkatan Darat dan masyarakat setempat. Prosesnya berlangsung relatif cepat dengan pendekatan gotong royong. Meski sederhana, dampaknya dirasakan langsung oleh warga.

Selain pendidikan, jembatan ini memperlancar mobilitas ekonomi. Petani lebih mudah mengangkut hasil panen, sementara warga dapat mengakses layanan kesehatan dan kebutuhan harian tanpa harus memutar jauh. Namun, bagi keluarga dengan anak usia sekolah, manfaat pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Keberadaan jembatan juga memperkecil kesenjangan layanan antara wilayah perbatasan dua kabupaten. Anak-anak tidak lagi terhambat oleh batas administratif ketika mengakses sekolah terdekat.

Pemerhati pendidikan lokal menilai pembangunan semacam ini sebagai contoh intervensi tepat sasaran. Infrastruktur kecil, jika dibangun sesuai kebutuhan warga, mampu memberi dampak sosial yang luas dan berkelanjutan.

Baca juga: Presiden Prabowo Bertemu Zidane, Ada apa?

Akses Pendidikan Pedesaan dan Tantangan Lanjutan

Meski jembatan gantung telah berfungsi, tantangan akses pendidikan pedesaan belum sepenuhnya selesai. Kondisi jalan menuju jembatan, penerangan, serta perawatan berkala masih membutuhkan perhatian. Pemerintah daerah didorong memastikan keberlanjutan fungsi jembatan agar manfaatnya tidak bersifat sementara.

Warga berharap keberhasilan ini menjadi pemicu pembangunan infrastruktur serupa di wilayah lain yang memiliki persoalan akses pendidikan. Banyak desa di kawasan perbukitan dan perbatasan masih menghadapi hambatan yang sama.

Bagi anak-anak Harumandala dan Sindangasih, jembatan gantung bukan sekadar bangunan fisik. Ia menjadi simbol hadirnya negara dalam memastikan hak dasar anak atas pendidikan yang aman dan layak.

Dengan akses yang lebih baik, harapan tumbuh. Sekolah tidak lagi menjadi perjalanan berisiko, melainkan rutinitas yang wajar dan aman bagi masa depan anak-anak pedesaan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H di Jakarta dengan pemaparan data hisab dan rukyat hilal.

    Resmi! Tanggal Puasa 2026 Ditetapkan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H sebagai awal puasa 2026 yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah atau tanggal puasa 2026 ini diputuskan dalam Sidang Isbat setelah mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat hilal secara nasional. Keputusan tersebut memberikan kepastian bagi umat Islam […]

  • Ucapan Kasar Islam

    Viral Konflik Mantan Pasangan, Islam Tegas Soal Ucapan Kasar dan Cacian

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Ucapan kasar Islam kembali menjadi perbincangan setelah publik ramai membahas konflik yang melibatkan mantan pasangan. Perdebatan di media sosial pun bermunculan. Sebagian membela, sebagian menyalahkan. Namun di tengah hiruk-pikuk komentar itu, muncul pertanyaan yang lebih penting: bagaimana sebenarnya Islam memandang ucapan kasar, makian, atau kata-kata yang menyakitkan saat hubungan suami istri telah […]

  • Hakordia 2025

    KPK Gelar Hakordia 2025 untuk Perkuat Gerakan Antikorupsi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KPK gelar Hakordia 2025 di Yogyakarta dengan agenda kolaborasi antikorupsi lintas sektor selama empat hari. albadarpost.com, LENSA – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hakordia 2025 sebagai gerakan kolaborasi nasional yang dipusatkan di Yogyakarta pada 6–9 Desember. Agenda empat hari ini bukan seremoni tahunan, tetapi ruang inklusif yang dirancang untuk memperluas partisipasi publik dalam pencegahan korupsi. Penetapan […]

  • Balap sepeda Pangandaran

    Balap Sepeda Pangandaran 2026, Ribuan Wisatawan Diprediksi Datang

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH– Pemerintah Kabupaten Pangandaran resmi mengumumkan pelaksanaan Indonesia Road National Championship 2026 yang akan berlangsung pada 18 hingga 21 Juni 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Pemkab Pangandaran pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 08.00 WIB. Ajang balap sepeda tingkat nasional itu akan menjadikan Pangandaran sebagai pusat perhatian para atlet, ofisial, dan […]

  • Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026

    ASN Tasikmalaya Didorong Perkuat Kinerja dan Integritas

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Apel pagi ASN Tasikmalaya 2026 menegaskan komitmen wali kota membangun pelayanan publik dan kota yang maju. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Pagi Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (5/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya agenda pemerintahan di awal tahun sekaligus momentum […]

  • gelang haji 2026

    Gelang Haji 2026 Wajib Dipakai Jemaah Indonesia, Bisa Jadi Penyelamat Saat Tersesat

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 218
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah lautan manusia saat puncak ibadah haji, satu benda kecil ini sering luput dari perhatian. Padahal, fungsinya bisa menentukan keselamatan. Gelang haji 2026 (1447 H.) yang dikenakan jemaah Indonesia bukan sekadar tanda pengenal. Dalam kondisi darurat—tersesat, pingsan, atau terpisah dari rombongan—gelang ini menjadi “jalur cepat” bagi petugas untuk mengenali identitas […]

expand_less