Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dulu Seberangi Sungai, Kini Akses Pendidikan Pedesaan Lebih Aman

Dulu Seberangi Sungai, Kini Akses Pendidikan Pedesaan Lebih Aman

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA Jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Pangandaran dan Tasikmalaya kini menjadi jalur utama warga, sekaligus membuka babak baru bagi akses pendidikan pedesaan. Bagi anak-anak sekolah, jembatan ini mengakhiri risiko harian yang selama bertahun-tahun mereka hadapi saat menyeberangi sungai.

Jembatan gantung Harumandala menghubungkan Desa Harumandala, Kabupaten Pangandaran, dengan Desa Sindangasih, Kabupaten Tasikmalaya. Sejak berfungsi akhir Desember 2025, jembatan ini langsung dimanfaatkan warga untuk aktivitas harian, terutama perjalanan anak-anak menuju sekolah.

Sebelumnya, sungai menjadi satu-satunya jalur penghubung. Saat debit air naik, anak-anak kerap menunda sekolah. Dalam kondisi tertentu, mereka tetap menyeberang dengan risiko keselamatan yang tinggi. Situasi ini berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi permanen.

Baca juga: Ciamis Tolak Bersih Dadakan, Bank Sampah Jadi Andalan

Kini, jembatan gantung mengubah pola itu. Anak-anak dapat berangkat sekolah dengan waktu tempuh lebih singkat dan rasa aman yang lebih besar. Orang tua tidak lagi dihantui kecemasan setiap musim hujan tiba.

Keselamatan Anak Jadi Titik Balik

Keselamatan anak menjadi dampak paling nyata dari hadirnya jembatan gantung tersebut. Akses yang sebelumnya bergantung pada kondisi alam kini berubah menjadi jalur yang stabil dan dapat diprediksi. Anak-anak tidak perlu lagi menghadapi arus sungai demi mengejar jam pelajaran.

Sejumlah guru di wilayah perbatasan Pangandaran–Tasikmalaya mencatat perubahan kehadiran siswa. Setelah jembatan digunakan, tingkat keterlambatan dan ketidakhadiran menurun. Sekolah menjadi lebih mudah dijangkau, terutama bagi siswa sekolah dasar dan menengah pertama.

Kondisi ini memperkuat akses pendidikan pedesaan, yang selama ini kerap terhambat persoalan infrastruktur dasar. Bagi wilayah terpencil, jarak bukan satu-satunya tantangan. Keamanan perjalanan menjadi faktor penentu keberlanjutan pendidikan anak.

Jembatan gantung ini juga memberi rasa percaya diri bagi anak-anak. Mereka dapat berangkat dan pulang sekolah tanpa ketergantungan pada orang dewasa, sebuah hal yang sebelumnya sulit dilakukan.

Infrastruktur Kecil, Dampak Besar

Pembangunan jembatan gantung Harumandala dilakukan melalui kolaborasi TNI Angkatan Darat dan masyarakat setempat. Prosesnya berlangsung relatif cepat dengan pendekatan gotong royong. Meski sederhana, dampaknya dirasakan langsung oleh warga.

Selain pendidikan, jembatan ini memperlancar mobilitas ekonomi. Petani lebih mudah mengangkut hasil panen, sementara warga dapat mengakses layanan kesehatan dan kebutuhan harian tanpa harus memutar jauh. Namun, bagi keluarga dengan anak usia sekolah, manfaat pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Keberadaan jembatan juga memperkecil kesenjangan layanan antara wilayah perbatasan dua kabupaten. Anak-anak tidak lagi terhambat oleh batas administratif ketika mengakses sekolah terdekat.

Pemerhati pendidikan lokal menilai pembangunan semacam ini sebagai contoh intervensi tepat sasaran. Infrastruktur kecil, jika dibangun sesuai kebutuhan warga, mampu memberi dampak sosial yang luas dan berkelanjutan.

Baca juga: Presiden Prabowo Bertemu Zidane, Ada apa?

Akses Pendidikan Pedesaan dan Tantangan Lanjutan

Meski jembatan gantung telah berfungsi, tantangan akses pendidikan pedesaan belum sepenuhnya selesai. Kondisi jalan menuju jembatan, penerangan, serta perawatan berkala masih membutuhkan perhatian. Pemerintah daerah didorong memastikan keberlanjutan fungsi jembatan agar manfaatnya tidak bersifat sementara.

Warga berharap keberhasilan ini menjadi pemicu pembangunan infrastruktur serupa di wilayah lain yang memiliki persoalan akses pendidikan. Banyak desa di kawasan perbukitan dan perbatasan masih menghadapi hambatan yang sama.

Bagi anak-anak Harumandala dan Sindangasih, jembatan gantung bukan sekadar bangunan fisik. Ia menjadi simbol hadirnya negara dalam memastikan hak dasar anak atas pendidikan yang aman dan layak.

Dengan akses yang lebih baik, harapan tumbuh. Sekolah tidak lagi menjadi perjalanan berisiko, melainkan rutinitas yang wajar dan aman bagi masa depan anak-anak pedesaan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Sumedang

    Dampak Gempa Sumedang Mengguncang Akhir Tahun 2023, Ratusan Rumah Rusak dan Pasien Dievakuasi

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Gempa Sumedang akhir 2023 mengguncang tiga kali, merusak ratusan rumah dan memicu evakuasi pasien RSUD Sumedang. albadarpost.com, LENSA – Gempa Sumedang yang terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2023, meninggalkan dampak signifikan bagi warga di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Guncangan yang tercatat hingga tiga kali dalam sehari tersebut tidak hanya terasa di wilayah inti, […]

  • Forsesdasi Jawa Barat

    Sekda Ciamis Dorong Forsesdasi Jawa Barat Perkuat Kolaborasi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sekda Ciamis menilai Forsesdasi Jawa Barat penting untuk kolaborasi kebijakan dan pemerataan pelayanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menegaskan bahwa Forum Sekretaris Daerah (Forsesdasi) Jawa Barat harus diposisikan sebagai ruang kolaborasi antardaerah, bukan arena persaingan yang saling menonjolkan keunggulan masing-masing. Pernyataan ini disampaikan usai pelantikan pengurus Forsesdasi Jawa Barat […]

  • Ilustrasi pasangan suami istri muslim saling memaafkan dengan suasana hangat dan penuh ketenangan

    Minta Maaf Duluan dalam Rumah Tangga, Lemah atau Mulia?

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Minta maaf suami istri sering disalahartikan sebagai tanda kalah atau lemah. Padahal, dalam Islam, minta maaf dalam rumah tangga justru menunjukkan kematangan iman, kelapangan hati, dan kemampuan meredam emosi. Sikap ini bukan soal siapa benar atau salah, tetapi tentang menjaga keharmonisan dan menghargai pasangan. Di tengah banyaknya konflik rumah tangga, kebiasaan menunda […]

  • pengawasan infrastruktur

    Pemprov Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Awasi Infrastruktur Daerah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar libatkan mahasiswa Teknik Sipil dalam pengawasan infrastruktur untuk mempercepat proyek publik. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan mahasiswa Teknik Sipil untuk mendukung pengawasan infrastruktur pada proyek pembangunan daerah. Langkah ini menyusul instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan percepatan pembangunan jembatan dan fasilitas publik untuk membuka akses mobilitas masyarakat. Langkah Pemerintah dan […]

  • Persebaya vs Persita

    Persebaya Terancam! Persita Datang dengan Mesin Gol Panas

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan antara Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang pada 4 April 2026 pukul 19.00 WIB diprediksi menjadi salah satu duel paling krusial di papan atas Liga 1. Dua tim ini hanya terpaut 2 poin di klasemen, membuat laga ini berpotensi mengubah peta persaingan menuju 4 besar. Persebaya Tertekan, Tren Negatif Mengkhawatirkan Performa Persebaya Surabaya sedang dalam sorotan tajam. Dari 5 laga […]

  • pengawasan APBN

    Persekongkolan Tender dan Rapuhnya Pengawasan APBN

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Putusan MA soal persekongkolan tender menyingkap lemahnya pengawasan APBN dan risiko belanja publik yang dikondisikan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menguatkan temuan persekongkolan tender pada proyek APBN di Sumatera Utara bukan sekadar soal pelanggaran hukum persaingan usaha. Ia membuka kembali satu persoalan mendasar yang terus berulang: lemahnya pengawasan negara atas belanja publik. Ketika […]

expand_less