Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dulu Seberangi Sungai, Kini Akses Pendidikan Pedesaan Lebih Aman

Dulu Seberangi Sungai, Kini Akses Pendidikan Pedesaan Lebih Aman

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA Jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Pangandaran dan Tasikmalaya kini menjadi jalur utama warga, sekaligus membuka babak baru bagi akses pendidikan pedesaan. Bagi anak-anak sekolah, jembatan ini mengakhiri risiko harian yang selama bertahun-tahun mereka hadapi saat menyeberangi sungai.

Jembatan gantung Harumandala menghubungkan Desa Harumandala, Kabupaten Pangandaran, dengan Desa Sindangasih, Kabupaten Tasikmalaya. Sejak berfungsi akhir Desember 2025, jembatan ini langsung dimanfaatkan warga untuk aktivitas harian, terutama perjalanan anak-anak menuju sekolah.

Sebelumnya, sungai menjadi satu-satunya jalur penghubung. Saat debit air naik, anak-anak kerap menunda sekolah. Dalam kondisi tertentu, mereka tetap menyeberang dengan risiko keselamatan yang tinggi. Situasi ini berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi permanen.

Baca juga: Ciamis Tolak Bersih Dadakan, Bank Sampah Jadi Andalan

Kini, jembatan gantung mengubah pola itu. Anak-anak dapat berangkat sekolah dengan waktu tempuh lebih singkat dan rasa aman yang lebih besar. Orang tua tidak lagi dihantui kecemasan setiap musim hujan tiba.

Keselamatan Anak Jadi Titik Balik

Keselamatan anak menjadi dampak paling nyata dari hadirnya jembatan gantung tersebut. Akses yang sebelumnya bergantung pada kondisi alam kini berubah menjadi jalur yang stabil dan dapat diprediksi. Anak-anak tidak perlu lagi menghadapi arus sungai demi mengejar jam pelajaran.

Sejumlah guru di wilayah perbatasan Pangandaran–Tasikmalaya mencatat perubahan kehadiran siswa. Setelah jembatan digunakan, tingkat keterlambatan dan ketidakhadiran menurun. Sekolah menjadi lebih mudah dijangkau, terutama bagi siswa sekolah dasar dan menengah pertama.

Kondisi ini memperkuat akses pendidikan pedesaan, yang selama ini kerap terhambat persoalan infrastruktur dasar. Bagi wilayah terpencil, jarak bukan satu-satunya tantangan. Keamanan perjalanan menjadi faktor penentu keberlanjutan pendidikan anak.

Jembatan gantung ini juga memberi rasa percaya diri bagi anak-anak. Mereka dapat berangkat dan pulang sekolah tanpa ketergantungan pada orang dewasa, sebuah hal yang sebelumnya sulit dilakukan.

Infrastruktur Kecil, Dampak Besar

Pembangunan jembatan gantung Harumandala dilakukan melalui kolaborasi TNI Angkatan Darat dan masyarakat setempat. Prosesnya berlangsung relatif cepat dengan pendekatan gotong royong. Meski sederhana, dampaknya dirasakan langsung oleh warga.

Selain pendidikan, jembatan ini memperlancar mobilitas ekonomi. Petani lebih mudah mengangkut hasil panen, sementara warga dapat mengakses layanan kesehatan dan kebutuhan harian tanpa harus memutar jauh. Namun, bagi keluarga dengan anak usia sekolah, manfaat pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Keberadaan jembatan juga memperkecil kesenjangan layanan antara wilayah perbatasan dua kabupaten. Anak-anak tidak lagi terhambat oleh batas administratif ketika mengakses sekolah terdekat.

Pemerhati pendidikan lokal menilai pembangunan semacam ini sebagai contoh intervensi tepat sasaran. Infrastruktur kecil, jika dibangun sesuai kebutuhan warga, mampu memberi dampak sosial yang luas dan berkelanjutan.

Baca juga: Presiden Prabowo Bertemu Zidane, Ada apa?

Akses Pendidikan Pedesaan dan Tantangan Lanjutan

Meski jembatan gantung telah berfungsi, tantangan akses pendidikan pedesaan belum sepenuhnya selesai. Kondisi jalan menuju jembatan, penerangan, serta perawatan berkala masih membutuhkan perhatian. Pemerintah daerah didorong memastikan keberlanjutan fungsi jembatan agar manfaatnya tidak bersifat sementara.

Warga berharap keberhasilan ini menjadi pemicu pembangunan infrastruktur serupa di wilayah lain yang memiliki persoalan akses pendidikan. Banyak desa di kawasan perbukitan dan perbatasan masih menghadapi hambatan yang sama.

Bagi anak-anak Harumandala dan Sindangasih, jembatan gantung bukan sekadar bangunan fisik. Ia menjadi simbol hadirnya negara dalam memastikan hak dasar anak atas pendidikan yang aman dan layak.

Dengan akses yang lebih baik, harapan tumbuh. Sekolah tidak lagi menjadi perjalanan berisiko, melainkan rutinitas yang wajar dan aman bagi masa depan anak-anak pedesaan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUU PPRT DPR 2026 perlindungan pekerja rumah tangga Indonesia jamin hak hukum dan kesejahteraan PRT

    RUU PPRT Segera Disahkan, Harapan Baru 4,2 Juta PRT

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – RUU PPRT akhirnya mendekati garis akhir. Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga ini akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR untuk disahkan. Bagi sekitar 4,2 juta pekerja rumah tangga di Indonesia, ini bukan sekadar regulasi. Ini perubahan besar yang sudah lama ditunggu. Selama ini, banyak dari mereka bekerja tanpa kontrak. Tanpa jaminan sosial. […]

  • Ilustrasi tradisi mudik Indonesia saat Lebaran dengan kendaraan memenuhi jalan raya menuju kampung halaman

    Asal Usul Mudik yang Jarang Dibahas, Ternyata Bukan Hanya Tradisi Lebaran

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mudik Indonesia, tradisi pulang kampung saat Lebaran, sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap tahun jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk mudik ke kampung halaman. Namun, asal usul mudik Indonesia ternyata tidak hanya berkaitan dengan Idulfitri. Tradisi ini memiliki akar sejarah panjang yang jarang dibahas media, mulai dari budaya desa Nusantara […]

  • Pick Up KDMP Tiba di Tasikmalaya, Siap Gerakkan Ekonomi Desa

    Pick Up KDMP Tiba di Tasikmalaya, Siap Gerakkan Ekonomi Desa

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

      albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemandangan yang tidak biasa terlihat di halaman Makodim 0612/Tasikmalaya. Puluhan kendaraan niaga baru berjejer rapi memenuhi lapangan. Cat bodinya masih mengilap. Plastik pelindung beberapa bagian kendaraan pun masih terlihat menempel. Sebanyak 50 unit pick up KDMP atau Koperasi Desa Merah Putih tiba di Kodim 0612 Tasikmalaya sebagai bagian dari program […]

  • pengadaan lahan Whoosh

    KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KPK menyelidiki dugaan penjualan ulang aset negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan potensi kerugian negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan Whoosh, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikerjakan pemerintah bersama konsorsium BUMN. Lembaga antirasuah menemukan indikasi bahwa negara membeli kembali tanah yang seharusnya masih berstatus milik negara. Jika […]

  • Idul Adha

    Idul Fitri vs Idul Adha, Mana Lebih Agung? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    aaalbadarpost.com, HIKMAH – Malam takbiran di banyak kampung di Indonesia hampir selalu punya pola yang sama. Jalanan mendadak padat. Anak-anak berlarian membawa obor. Panci dipukul seadanya. Di teras rumah, sebagian ibu masih sibuk mengaduk opor sambil sesekali mengecek rendang yang belum benar-benar matang. Televisi tetap menyala meski tak ada yang benar-benar menonton. Sementara dari kejauhan, […]

  • Ilustrasi Umar bin Khattab berjalan malam hari memantau rakyat sambil memikul karung gandum dalam sejarah Islam.

    7 Kisah Umar bin Khattab yang Jarang Dibahas, Tapi Menggetarkan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Angin malam gurun Madinah berembus dingin ketika seorang pria bertubuh tinggi berjalan menyusuri lorong-lorong kota tanpa pengawal. Pakaiannya sederhana. Tidak ada tanda kemewahan. Di pundaknya, tergantung karung gandum yang tampak berat. Pria itu adalah Umar bin Khattab. Nama Umar bin Khattab selama ini dikenal sebagai simbol ketegasan dalam sejarah Islam. Namun di […]

expand_less