Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Bandros, Jajanan Tradisional Bernilai Ekonomi

Bandros, Jajanan Tradisional Bernilai Ekonomi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandros tradisional diolah UMKM sebagai jajanan rumahan bernilai ekonomi, mudah dibuat dan diminati pasar lokal.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Bandros tradisional kembali mendapat perhatian pelaku usaha kuliner rumahan. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan sederhana berbasis bahan lokal, jajanan berbahan dasar tepung beras dan kelapa ini dinilai memiliki peluang ekonomi yang relevan, terutama bagi pelaku UMKM skala rumah tangga.

Sejumlah pelaku UMKM kuliner menyebut bandros tradisional sebagai produk yang mudah diproduksi, berbiaya rendah, dan memiliki pasar yang stabil. Selain itu, proses pembuatan yang tidak rumit membuat jajanan ini cocok dikembangkan sebagai usaha rumahan, baik untuk konsumsi keluarga maupun penjualan terbatas di lingkungan sekitar.

Bandros dikenal luas di berbagai daerah dengan nama kue pancong. Ciri utamanya adalah tekstur renyah di bagian luar dan lembut di dalam, dengan rasa gurih yang berasal dari kelapa parut dan santan. Karakter ini menjadikannya cocok disajikan sebagai teman minum kopi atau teh, terutama pada pagi dan sore hari.

Bandros Tradisional dan Peluang Usaha Kuliner

Bahan baku bandros tradisional relatif mudah diperoleh di pasar lokal. Tepung beras, kelapa parut, santan, dan gula pasir menjadi komponen utama yang harganya stabil. Kondisi ini memberi keuntungan bagi pelaku UMKM karena tidak terlalu terpengaruh fluktuasi harga bahan pangan.

Baca juga: Spaghetti Jamur Creamy, Edukasi Gizi Seimbang

Dari sisi produksi, proses pembuatan bandros tidak membutuhkan peralatan khusus. Cetakan sederhana, kompor, dan waktu memasak sekitar satu setengah jam sudah cukup untuk menghasilkan puluhan potong bandros. Dengan takaran standar, satu adonan dapat menghasilkan sekitar 35 buah bandros, sehingga efisien untuk produksi kecil hingga menengah.

Pelaku UMKM menilai bandros tradisional memiliki keunggulan dari sisi rasa dan nostalgia. Konsumen cenderung mencari jajanan yang mengingatkan pada makanan rumahan, terutama di tengah maraknya produk modern berbasis instan. Faktor ini menjadikan bandros tetap relevan sebagai produk kuliner lokal.

Proses Produksi dan Nilai Gastronomi

Secara gastronomi, bandros tradisional menonjolkan kesederhanaan rasa. Proses dimulai dengan memasak santan hingga mendidih tanpa memecah, lalu dikombinasikan dengan campuran tepung beras, tepung tapioka, kelapa parut kukus, garam, dan vanili. Adonan kemudian dimasak dalam cetakan yang telah diolesi minyak hingga bagian bawahnya garing.

Bahan-bahan dan cara membuat bandros ala Dapur Laziiz.

Teknik ini menghasilkan tekstur khas yang menjadi identitas bandros. Taburan gula pasir secukupnya menambah keseimbangan rasa gurih dan manis. Kesederhanaan inilah yang membuat bandros mudah diterima lintas generasi.

Baca juga: Ketegasan Bupati Hadapi Tambang yang Abaikan Tata Ruang

Dari sudut pandang ekonomi kuliner, bandros tradisional juga fleksibel untuk dikembangkan. Pelaku usaha dapat menyesuaikan ukuran, kemasan, dan varian rasa tanpa menghilangkan karakter utamanya. Hal ini membuka ruang inovasi tanpa harus meninggalkan identitas jajanan tradisional.

Dampak bagi UMKM dan Konsumen

Bagi UMKM, pengembangan bandros tradisional berkontribusi pada penguatan ekonomi mikro. Produksi rumahan memungkinkan pelaku usaha memulai dengan modal terbatas, sekaligus mengurangi risiko kerugian. Sementara bagi konsumen, kehadiran bandros menawarkan alternatif jajanan yang lebih alami dan terjangkau.

Di beberapa wilayah, bandros juga mulai dipasarkan sebagai produk titipan di warung kopi dan kios kecil. Pola distribusi ini dinilai efektif karena menyasar konsumen harian tanpa biaya pemasaran besar.

Dengan tren konsumsi lokal yang terus tumbuh, bandros tradisional berpotensi menjadi salah satu produk andalan UMKM kuliner. Dukungan terhadap jajanan berbasis bahan lokal dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha kecil sekaligus melestarikan warisan kuliner daerah.

Bandros tradisional menjadi peluang usaha UMKM yang realistis, berbasis bahan lokal, mudah diproduksi, dan relevan dengan selera pasar saat ini. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beasiswa BAZNAS 2026

    Beasiswa BAZNAS 2026 Dibuka, Kuliah Gratis ke Malaysia untuk Mustahik

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) 2026 untuk studi di Al-Bukhari International University (AIU), Malaysia. Program ini kembali menjadi peluang besar bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera (mustahik) yang ingin menembus pendidikan internasional tanpa terbebani biaya. Berbeda dari program beasiswa pada umumnya, Beasiswa BAZNAS 2026 tidak hanya menargetkan […]

  • Ilustrasi pelaku GRC UMKM mengelola keuangan bisnis rapi agar mudah lolos pinjaman bank dan meningkatkan kepercayaan usaha

    Bukan Modal, Ini Alasan UMKM Ditolak Bank: GRC Jadi Penentu

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Governance, Risk, and Compliance (GRC) UMKM, tata kelola usaha, dan manajemen risiko kini menjadi faktor penting yang menentukan apakah bisnis bisa berkembang atau justru stagnan. Istilah GRC UMKM semakin sering muncul, terutama ketika pelaku usaha mengajukan pinjaman ke bank atau fintech. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendorong lembaga keuangan tidak […]

  • libur Isra Mikraj

    Hari Ini, Sanksi Ganjil Genap Jakarta Dihentikan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan penerapan kebijakan ganjil genap beserta seluruh sanksinya pada libur Isra Mikraj. Keputusan ini memastikan tidak ada penindakan hukum terhadap pengendara kendaraan pribadi yang melintas di ruas jalan terdampak pembatasan lalu lintas. Peniadaan ganjil genap berlaku pada Jumat, 16 Januari 2026, seiring peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad […]

  • Kawasan pusat data dan infrastruktur digital di Batam yang diproyeksikan mendukung ekonomi digital Batam sebagai hub Asia Tenggara.

    Batam Siap Jadi Pusat Data Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ekonomi digital Batam terus dipacu untuk menjadikan kota industri itu sebagai hub digital Asia Tenggara. Pemerintah daerah bersama otoritas kawasan mendorong penguatan pusat data, investasi teknologi, dan pengembangan talenta guna mempercepat transformasi digital Batam sebagai pusat ekonomi berbasis data di kawasan. Langkah tersebut dinilai strategis karena posisi Batam yang berdekatan dengan […]

  • Kecelakaan Anggota Polres Ciamis

    Kecelakaan Tragis, Dua Polisi Ciamis Meninggal Dunia

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kecelakaan anggota Polres Ciamis kembali menjadi sorotan setelah dua personel Polri meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Insiden kecelakaan polisi yang melibatkan motor dinas dan sebuah bus pariwisata itu kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pastinya. Peristiwa […]

  • Gedung Bank Syariah Indonesia Tasikmalaya sebagai simbol layanan publik perbankan yang dituntut transparansi informasi.

    Ketika Amanah Diuji di Bank BSI Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Dalam Islam, amanah bukan sekadar istilah etis. Ia adalah perjanjian antara manusia dan Allah. Setiap harta yang dikelola, terlebih yang bersumber dari dana publik, kelak akan dimintai hisab. Karena itu, lembaga keuangan syariah tidak cukup hanya berlabel “Islam”, tetapi wajib menjelmakan nilai-nilai Islam dalam praktik nyata. Peresmian gedung megah Bank Syariah Indonesia […]

expand_less