Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Bandros, Jajanan Tradisional Bernilai Ekonomi

Bandros, Jajanan Tradisional Bernilai Ekonomi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandros tradisional diolah UMKM sebagai jajanan rumahan bernilai ekonomi, mudah dibuat dan diminati pasar lokal.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Bandros tradisional kembali mendapat perhatian pelaku usaha kuliner rumahan. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan sederhana berbasis bahan lokal, jajanan berbahan dasar tepung beras dan kelapa ini dinilai memiliki peluang ekonomi yang relevan, terutama bagi pelaku UMKM skala rumah tangga.

Sejumlah pelaku UMKM kuliner menyebut bandros tradisional sebagai produk yang mudah diproduksi, berbiaya rendah, dan memiliki pasar yang stabil. Selain itu, proses pembuatan yang tidak rumit membuat jajanan ini cocok dikembangkan sebagai usaha rumahan, baik untuk konsumsi keluarga maupun penjualan terbatas di lingkungan sekitar.

Bandros dikenal luas di berbagai daerah dengan nama kue pancong. Ciri utamanya adalah tekstur renyah di bagian luar dan lembut di dalam, dengan rasa gurih yang berasal dari kelapa parut dan santan. Karakter ini menjadikannya cocok disajikan sebagai teman minum kopi atau teh, terutama pada pagi dan sore hari.

Bandros Tradisional dan Peluang Usaha Kuliner

Bahan baku bandros tradisional relatif mudah diperoleh di pasar lokal. Tepung beras, kelapa parut, santan, dan gula pasir menjadi komponen utama yang harganya stabil. Kondisi ini memberi keuntungan bagi pelaku UMKM karena tidak terlalu terpengaruh fluktuasi harga bahan pangan.

Baca juga: Spaghetti Jamur Creamy, Edukasi Gizi Seimbang

Dari sisi produksi, proses pembuatan bandros tidak membutuhkan peralatan khusus. Cetakan sederhana, kompor, dan waktu memasak sekitar satu setengah jam sudah cukup untuk menghasilkan puluhan potong bandros. Dengan takaran standar, satu adonan dapat menghasilkan sekitar 35 buah bandros, sehingga efisien untuk produksi kecil hingga menengah.

Pelaku UMKM menilai bandros tradisional memiliki keunggulan dari sisi rasa dan nostalgia. Konsumen cenderung mencari jajanan yang mengingatkan pada makanan rumahan, terutama di tengah maraknya produk modern berbasis instan. Faktor ini menjadikan bandros tetap relevan sebagai produk kuliner lokal.

Proses Produksi dan Nilai Gastronomi

Secara gastronomi, bandros tradisional menonjolkan kesederhanaan rasa. Proses dimulai dengan memasak santan hingga mendidih tanpa memecah, lalu dikombinasikan dengan campuran tepung beras, tepung tapioka, kelapa parut kukus, garam, dan vanili. Adonan kemudian dimasak dalam cetakan yang telah diolesi minyak hingga bagian bawahnya garing.

Bahan-bahan dan cara membuat bandros ala Dapur Laziiz.

Teknik ini menghasilkan tekstur khas yang menjadi identitas bandros. Taburan gula pasir secukupnya menambah keseimbangan rasa gurih dan manis. Kesederhanaan inilah yang membuat bandros mudah diterima lintas generasi.

Baca juga: Ketegasan Bupati Hadapi Tambang yang Abaikan Tata Ruang

Dari sudut pandang ekonomi kuliner, bandros tradisional juga fleksibel untuk dikembangkan. Pelaku usaha dapat menyesuaikan ukuran, kemasan, dan varian rasa tanpa menghilangkan karakter utamanya. Hal ini membuka ruang inovasi tanpa harus meninggalkan identitas jajanan tradisional.

Dampak bagi UMKM dan Konsumen

Bagi UMKM, pengembangan bandros tradisional berkontribusi pada penguatan ekonomi mikro. Produksi rumahan memungkinkan pelaku usaha memulai dengan modal terbatas, sekaligus mengurangi risiko kerugian. Sementara bagi konsumen, kehadiran bandros menawarkan alternatif jajanan yang lebih alami dan terjangkau.

Di beberapa wilayah, bandros juga mulai dipasarkan sebagai produk titipan di warung kopi dan kios kecil. Pola distribusi ini dinilai efektif karena menyasar konsumen harian tanpa biaya pemasaran besar.

Dengan tren konsumsi lokal yang terus tumbuh, bandros tradisional berpotensi menjadi salah satu produk andalan UMKM kuliner. Dukungan terhadap jajanan berbasis bahan lokal dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha kecil sekaligus melestarikan warisan kuliner daerah.

Bandros tradisional menjadi peluang usaha UMKM yang realistis, berbasis bahan lokal, mudah diproduksi, dan relevan dengan selera pasar saat ini. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerang Totok Cabe Merah pedas gurih dengan bumbu merah dan daun aromatik

    Rahasia Kerang Totok Cabe Merah Enak dan Praktis

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kerang Totok Cabe Merah menjadi pilihan tepat bagi pencinta seafood pedas. Hidangan kerang totok pedas ini menghadirkan rasa gurih, segar, dan sedikit asam dari air asam jawa. Selain itu, olahan kerang dengan sambal cabe merah ini cocok dijadikan lauk makan siang maupun stok makanan rumahan. Pertama-tama, kerang totok yang sudah direbus digoreng […]

  • Imigrasi Batam

    Heboh Pungli Imigrasi Batam, Turis Asing Bongkar Pengalaman Mencekam

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus Imigrasi Batam kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan pemerasan turis asing di Batam yang viral di media sosial. Dilansir dari Mediacorp.sg, bahwa sejumlah wisatawan, termasuk warga Singapura, mengaku mengalami intimidasi saat proses pemeriksaan. Isu pungli imigrasi Batam ini langsung memicu perhatian publik karena terjadi di pintu masuk internasional Indonesia. Selain […]

  • Salahuddin Al Ayyubi memimpin pasukan dalam Perang Salib dengan strategi militer cerdas dan kepemimpinan kuat

    Kisah Salahuddin Al Ayyubi, Jenderal Muslim yang Mengubah Sejarah Perang

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Salahuddin Al Ayyubi dikenal sebagai panglima perang Islam yang visioner. Tokoh ini, yang sering disebut sebagai pemimpin militer Muslim legendaris, bahkan dianggap sebagai pelopor strategi perang modern. Nama Salahuddin Ayyubi terus muncul dalam kajian sejarah, terutama ketika membahas kepemimpinan, taktik militer, dan etika perang. Menariknya, meskipun hidup pada abad ke-12, pendekatan yang […]

  • penganiayaan kurir COD

    Penganiayaan Kurir COD di Bekasi: Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Kasus penganiayaan kurir COD di Bekasi berakhir. Pelaku menyerahkan diri dan dijerat Pasal 351 KUHP. albadarpost.com, LENSA. Kasus penganiayaan kurir COD di Bekasi akhirnya menemukan titik terang. Christian Kapau alias Kece, pelaku penganiayaan, memilih menyerahkan diri setelah sempat melarikan diri ke Tangerang. Polisi memastikan pelaku sudah berstatus tersangka dan dijerat Pasal 351 KUHP. Pelaku Penganiayaan […]

  • Shalat Istikharah

    Shalat Istikharah: Panduan Etis Umat

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Perspektif hukum dan etika Shalat Istikharah sebagai panduan pengambilan keputusan dalam Islam. Shalat Istikharah sebagai Etika Keputusan dalam Islam albadarpost.com, OPINI – Dalam kehidupan yang dipenuhi pilihan—dari urusan pribadi hingga keputusan yang berdampak luas—manusia kerap menggantungkan diri pada kalkulasi rasional semata. Padahal, dalam Islam, pengambilan keputusan tidak dilepaskan dari kerangka etika dan tuntunan ibadah. Di […]

  • toksin cereulide

    Toksin Cereulide pada Formula Bayi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Alarm itu tidak berbunyi di rumah sakit atau pabrik. Ia muncul di layar sistem pengawasan pangan global. Dari sana, sinyal bahaya tentang toksin cereulide pada formula bayi menyebar lintas negara, lalu sampai ke Indonesia. Respons pun bergerak cepat: otoritas keamanan pangan memilih jalur kehati-hatian demi melindungi kelompok paling rentan—bayi. Badan Pengawas Obat […]

expand_less