Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Hati Sering Gelisah? Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Hati

Hati Sering Gelisah? Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Hati

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Penyakit hati sering datang tanpa suara. Ia tidak terlihat, tidak terasa di awal, tetapi perlahan mengubah cara seseorang berpikir dan merasakan. Banyak orang menganggap penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dan gelisah sebagai hal biasa, padahal dampaknya merusak ketenangan hidup..

Banyak orang tampak baik-baik saja di luar. Mereka tersenyum, bekerja, dan menjalani rutinitas seperti biasa. Namun di dalam hati, ada perasaan tidak tenang yang sulit dijelaskan. Kadang muncul saat melihat orang lain lebih berhasil. Kadang datang tanpa sebab yang jelas.

Di titik ini, doa agar terhindar dari penyakit hati bukan sekadar amalan, tetapi kebutuhan.

Penyakit Hati: Masalah Kecil yang Bisa Jadi Besar

Dalam Islam, penyakit hati bukan hal sepele. Ia bisa merusak amal tanpa disadari.

Allah berfirman:

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya…”
(QS. Al-Baqarah: 10)

Ayat ini menggambarkan bahwa penyakit hati akan berkembang jika seseorang membiarkannya. Awalnya hanya rasa tidak suka, lalu berubah menjadi iri. Dari iri, muncul dengki. Jika tidak dikendalikan, hati menjadi keras.

Masalahnya, banyak orang tidak menyadari proses ini. Mereka fokus pada masalah luar, tetapi lupa memperbaiki bagian terdalam dalam diri.

Doa Agar Terhindar dari Penyakit Hati

Di tengah kondisi seperti ini, doa menjadi jalan paling sederhana sekaligus paling kuat.

Salah satu doa yang bisa diamalkan:

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا”

“Allahumma aati nafsi taqwaha wa zakkihā anta khairu man zakkāhā, anta waliyyuhā wa maulāhā.”
(Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku dan sucikanlah ia, Engkau sebaik-baik yang menyucikannya.)

Doa ini terasa sederhana, tetapi maknanya dalam. Ia mengajarkan bahwa manusia tidak mampu membersihkan hati sendirian.

Selain itu, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan untuk berlindung dari keburukan diri:

اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ 
(Ya Allah Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui perkara gaib dan yang nampak, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan jiwaku, dan dari kejahatan setan dan kesyirikannya)

Dengan membaca doa ini, seseorang mengakui bahwa dirinya sendiri sering menjadi sumber masalah.

Kenapa Hati Mudah Terkena Penyakit?

Di zaman sekarang, hati lebih mudah terganggu. Media sosial, tekanan hidup, dan perbandingan tanpa henti membuat seseorang sulit merasa cukup.

Melihat pencapaian orang lain setiap hari bisa memicu rasa iri. Tanpa disadari, hati mulai membandingkan. Dari situ, ketenangan perlahan hilang.

Namun, masalahnya bukan pada dunia luar. Masalahnya ada pada cara hati merespons.

Langkah Sederhana Menjaga Hati Tetap Bersih

Agar doa tidak berhenti di lisan, seseorang bisa melakukan beberapa langkah kecil.

1. Sadari Perasaan Sebelum Terlambat

Saat rasa iri muncul, segera kendalikan dan jangan mengabaikannya. Akui, lalu kendalikan. Kesadaran adalah langkah pertama untuk berubah.

2. Perbanyak Dzikir, Meski Singkat

Tidak perlu panjang. Cukup ucapkan “Astaghfirullah” saat hati mulai tidak nyaman.

Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Dzikir kecil sering kali menjadi penolong besar.

3. Latih Diri untuk Bersyukur

Syukur bukan hanya ucapan. Ia adalah cara melihat hidup dengan lebih jernih.

Saat seseorang fokus pada nikmatnya, ia tidak lagi membandingkan diri dengan orang lain.

Tanda Hati Mulai Pulih

Ketika hati mulai bersih, perubahan terasa pelan tapi pasti. Seseorang tidak lagi mudah tersinggung. Ia juga tidak terlalu peduli dengan penilaian orang lain.

Yang paling terasa, seseorang merasakan ketenangan yang sulit ia jelaskan. Bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena hati sudah menemukan tempat bergantung.

Jangan Tunggu Hati Terluka Lebih Dalam

Seseorang tidak bisa menunda menjaga hati. Semakin lama seseorang membiarkannya, semakin sulit ia memperbaikinya.

Doa agar terhindar dari penyakit hati bisa menjadi langkah awal. Tidak perlu langsung sempurna. Mulailah dari kesadaran kecil, lalu jaga dengan konsistensi.

Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang apa yang terlihat. Yang paling menentukan justru apa yang tersembunyi di dalam hati. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Tasikmalaya menunjukkan barang bukti sepeda motor Honda Vario merah hasil curanmor yang berhasil ditemukan kembali.

    Motor Hilang 4 Bulan di Tasikmalaya Kembali, Pelakunya Bikin Kaget

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kisah motor curian kembali milik warga Kabupaten Tasikmalaya ini menyita perhatian banyak orang. Bukan hanya karena sepeda motor yang hilang selama empat bulan akhirnya berhasil ditemukan, tetapi juga karena pelaku pencurian diduga merupakan orang yang dikenal dekat oleh korban. Yang membuat cerita ini semakin unik, kendaraan yang sempat raib tersebut justru […]

  • pengawasan anggaran publik

    Vandalisme Direspons Cepat, Uang Negara Dibiarkan Gelap

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    DPRD Kabupaten Tasikmalaya cepat melapor vandalisme, tapi diam saat anggaran publik dipertanyakan. Pengawasan dan keterbukaan informasi kini diuji. albadarpost.com, EDITORIAL – DPRD Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat saat tembok gedungnya dicoret. Laporan polisi dilayangkan. Pernyataan resmi disampaikan. Prosedur hukum ditempuh tanpa ragu. Namun kecepatan itu berhenti di sana. Ketika warga melaporkan indikasi penyalahgunaan anggaran dan meminta […]

  • Aquarium Indonesia Pangandaran

    Feeding Show Aquarium Pangandaran Bikin Pengunjung Terpukau

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aquarium Indonesia Pangandaran menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari kebanyakan akuarium di Indonesia. Bukan hanya menyaksikan ribuan biota laut, pengunjung juga dapat menikmati feeding show yang menghabiskan sekitar 45 kilogram pakan setiap hari serta melihat koleksi artefak kapal karam yang diperkirakan berasal dari abad ke-16 hingga ke-17. Perpaduan edukasi kelautan dan sejarah […]

  • Ilustrasi seseorang termenung tentang tanda hati mati di tengah kehidupan modern.

    Ketika Dosa Dirasa Biasa, Mungkin Hati Sedang Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 232
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, pembahasan tentang hati mati sering terdengar seperti potongan ceramah yang lewat begitu saja di beranda media sosial. Padahal ketika kalimat Syekh Athaillah dibaca pelan-pelan, rasanya tidak nyaman juga. Beliau berkata: “مِنْ عَلَامَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافَقَاتِ، وَتَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُودِ الزَّلَّاتِ” […]

  • jangan putus asa

    Sudah Terlalu Jauh dari Allah? Jangan Putus Asa

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada masa ketika seseorang merasa dirinya sudah terlalu jauh dari Allah. Dosa bertambah, ibadah berantakan, hati terasa berat, lalu muncul pikiran, “Masih pantaskah saya kembali?” Ironisnya, manusia sering lebih cepat menghukum dirinya daripada memperbaiki dirinya. Ketika melakukan kesalahan, kita mudah berkata, “Namanya juga manusia.” Namun, ketika hendak bertobat, tiba-tiba masa lalu berubah […]

  • Jamaah haji melakukan sa'i, antara Shafa Marwah.

    Siti Hajar dan Nabi Ismail: Kisah Sunyi yang Melahirkan Kota Makkah

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kisah Siti Hajar dan Nabi Ismail selama ini sering hanya muncul sekilas saat membahas sejarah kurban atau asal-usul air Zamzam. Padahal di balik perjalanan itu, tersimpan salah satu kisah paling emosional dalam sejarah Islam: tentang seorang ibu yang bertahan di padang tandus, seorang anak kecil yang menangis kehausan, dan sebuah kota suci yang […]

expand_less