Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Camat Pamarican: Ancaman Bangsa Kini Bukan Lagi Penjajahan Fisik

Camat Pamarican: Ancaman Bangsa Kini Bukan Lagi Penjajahan Fisik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Pamarican Kabupaten Ciamis menjadi lebih dari sekadar upacara seremonial tahunan. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (20/05/2026), berubah menjadi momentum refleksi tentang arah masa depan bangsa di tengah derasnya arus transformasi digital.

Upacara berlangsung khidmat di Lapang Olahraga SMP Negeri 1 Pamarican. Hadir unsur Forkopimcam, kepala desa, guru, pelajar, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan. Kehadiran lintas elemen itu memperlihatkan bahwa semangat kebangkitan nasional tidak hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat.

Sejak pagi, lapangan upacara sudah dipenuhi peserta dengan seragam yang beragam. Ada pelajar yang berdiri rapi sambil membawa topi di dada. Ada perangkat desa yang datang lebih awal demi memastikan acara berjalan tertib. Bahkan beberapa siswa terlihat sibuk memotret suasana upacara menggunakan ponsel sebelum prosesi dimulai.

Dan suasana itu terasa berbeda.

Camat Pamarican Soroti Tantangan Era Digital

Bertindak sebagai inspektur upacara, Camat Pamarican Asep S. Kodari, S.Sos., M.Si., menyampaikan amanat yang menyoroti perubahan tantangan bangsa dari masa ke masa.

Menurutnya, semangat kebangkitan nasional hari ini tidak lagi sekadar bicara tentang perjuangan fisik melawan penjajahan. Tantangan bangsa kini bergerak menuju kedaulatan informasi dan kemampuan menghadapi transformasi digital yang berkembang sangat cepat.

“Memasuki tahun 2026, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujarnya dalam amanat upacara.

Ia menjelaskan, tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,” memiliki makna mendalam tentang pentingnya menjaga generasi muda di tengah derasnya arus informasi global.

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka juga harus memiliki karakter, literasi digital, dan kesadaran kebangsaan yang kuat.

Karena di era sekarang, ancaman tidak selalu datang dalam bentuk fisik.

Kadang datang lewat layar kecil di genggaman tangan.

Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kecamatan Pamarican dengan peserta pelajar, ASN, TNI, dan tokoh masyarakat.

Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kecamatan Pamarican dengan peserta pelajar, ASN, TNI, dan tokoh masyarakat, Rabu (20/5/2026).

Semangat Boedi Oetomo Dinilai Masih Relevan

Dalam amanatnya, Camat Pamarican juga mengajak peserta upacara kembali mengingat lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak kebangkitan nasional Indonesia.

Ia menilai semangat perjuangan intelektual yang dibangun para pendiri bangsa masih sangat relevan hingga hari ini.

“Kebangkitan nasional adalah proses dinamis yang menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” katanya.

Asep menegaskan, kebangkitan bangsa harus dimulai dari keberanian masyarakat untuk keluar dari ketertinggalan, ketidaktahuan, dan perpecahan sosial.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat solidaritas sosial, memperluas literasi digital, dan menjaga persatuan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Dan itu bukan pekerjaan mudah.

Upacara Harkitnas Jadi Ruang Refleksi Bersama

Peringatan Harkitnas di Pamarican Kabupaten Ciamis tahun ini terasa lebih hidup karena melibatkan banyak unsur masyarakat secara langsung.

Mulai dari ASN, perangkat desa, tokoh agama, guru, hingga pelajar berdiri bersama dalam satu lapangan yang sama.

Belakangan, isu tentang generasi muda dan pengaruh media digital memang semakin sering dibicarakan masyarakat. Orang tua mulai khawatir dengan konten media sosial yang dikonsumsi anak-anak mereka setiap hari. Sementara sekolah dan pemerintah berusaha mencari cara agar teknologi tidak justru menjauhkan generasi muda dari nilai kebangsaan.

Di sela kegiatan, beberapa siswa terlihat saling berdiskusi tentang tema Harkitnas tahun ini. Ada pula guru yang mengingatkan muridnya untuk tetap fokus selama prosesi berlangsung.

Sederhana.

Tetapi suasana seperti itu membuat upacara terasa lebih bermakna.

Persatuan Dinilai Jadi Kunci Masa Depan Bangsa

Camat Pamarican menegaskan bahwa kemandirian bangsa tidak lahir dari ketergantungan kepada pihak lain.

Menurutnya, bangsa yang kuat lahir dari rakyat yang mampu bersatu dalam satu visi besar.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Asta Cita sebagai arah pembangunan bersama demi menghadirkan perubahan nyata untuk rakyat Indonesia.

“Kebangkitan nasional adalah milik kita semua. Berawal dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif dan bermuara pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” ujarnya.

Pernyataan itu disambut antusias peserta upacara yang mengikuti kegiatan hingga selesai dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan.

Harkitnas Jadi Pengingat di Tengah Zaman yang Berubah Cepat

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kecamatan Pamarican akhirnya bukan hanya menjadi agenda rutin tahunan.

Tetapi juga menjadi pengingat bahwa bangsa ini sedang menghadapi tantangan baru yang jauh berbeda dibanding masa lalu.

Jika dulu perjuangan dilakukan melawan penjajahan fisik, hari ini perjuangan hadir dalam bentuk menjaga persatuan, melindungi generasi muda, dan mempertahankan jati diri bangsa di tengah derasnya arus digital global.

Karena kebangkitan bangsa tidak selalu dimulai dari pidato besar.

Kadang justru dimulai dari kesadaran kecil untuk menjaga generasi muda agar tidak kehilangan arah di tengah zaman yang terus berubah.

Bangsa ini mungkin sudah merdeka secara wilayah.

Tetapi perjuangan menjaga pikiran, karakter, dan masa depan generasi mudanya… baru benar-benar dimulai hari ini. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hadis kejujuran

    Hadis Kejujuran: Rahasia Sukses di Era Digital yang Jarang Disadari

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hadis kejujuran menjadi pedoman penting dalam kehidupan, terutama di era modern yang serba cepat dan digital. Nilai kejujuran dalam Islam, integritas, serta kepercayaan publik kini semakin diuji, baik di media sosial, bisnis online, maupun kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memahami hadis tentang kejujuran bukan hanya penting, tetapi juga sangat relevan untuk menjaga […]

  • Timnas Indonesia

    Timnas Indonesia, 5 Fakta Terbaru yang Bikin Lawan Waspada

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Performa skuad Garuda menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Oleh karena itu, antusiasme suporter meningkat, sementara lawan mulai memperhitungkan kekuatan baru yang dimiliki tim ini. Performa Terbaru Timnas Indonesia Makin Menjanjikan Dalam beberapa laga terakhir, tim Garuda tampil lebih solid. Lini pertahanan terlihat lebih […]

  • pepes ikan duri lunak dibungkus daun pisang dengan bumbu rempah tradisional

    Pepes Ikan Duri Lunak: Ini Rahasia Bumbunya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pepes ikan duri lunak sering menjadi incaran pecinta kuliner tradisional karena rasanya gurih sekaligus aman dimakan tanpa takut duri keras. Banyak orang penasaran dengan rahasia pepes ikan duri lunak, sebab pada hidangan ini duri ikan terasa jauh lebih empuk dibandingkan olahan ikan biasa. Teknik memasak yang tepat ternyata membuat pepes ikan duri […]

  • Kereta Khusus Petani-Pedagang

    Kereta Khusus Petani-Pedagang Beroperasi 14 Kali per Hari di Merak

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Kereta Khusus Petani-Pedagang mulai beroperasi di rute Rangkasbitung–Merak, memberi ruang aman tanpa berebut. albadarpost.com, LENSA – Mulai Senin, 1 Desember 2025, PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menjalankan Kereta Khusus Petani-Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak. Layanan ini menyertakan satu gerbong khusus yang ditempel pada rangkaian Commuter Line Merak atau KA Lokal Merak. Kebijakan ini lahir untuk […]

  • Ilustrasi seseorang sedang salat dengan suasana hening sebagai simbol rahasia salat dan pembersihan hati menurut Syekh Athoillah.

    Salat Tapi Hati Masih Gelap? Mungkin Ini yang Terjadi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Rahasia salat sering dibicarakan para ulama, tetapi ironisnya justru jarang benar-benar direnungkan. Banyak orang menjalankan salat setiap hari. Lima kali sehari mereka berdiri, rukuk, dan sujud. Namun di saat yang sama, kegelisahan tetap datang, kemarahan mudah meledak, bahkan hati terasa semakin kosong. Di sinilah hikmah salat sebenarnya mulai dipertanyakan. Jika salat adalah […]

  • PBBAB Tasikmalaya

    GOR Susi Susanti Bergemuruh, 29 Regu PBBAB Siap Rebut Tiket Kejurcab

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lapangan GOR Susi Susanti mendadak bergemuruh oleh suara aba-aba dan hentakan langkah serempak para pelajar. Untuk pertama kalinya, Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa atau PBBAB Tasikmalaya resmi masuk dalam rangkaian Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Tasikmalaya dan langsung menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai sekolah. Ajang PBBAB Tasikmalaya ini menghadirkan 29 regu dari […]

expand_less