Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Camat Pamarican: Ancaman Bangsa Kini Bukan Lagi Penjajahan Fisik

Camat Pamarican: Ancaman Bangsa Kini Bukan Lagi Penjajahan Fisik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Pamarican Kabupaten Ciamis menjadi lebih dari sekadar upacara seremonial tahunan. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (20/05/2026), berubah menjadi momentum refleksi tentang arah masa depan bangsa di tengah derasnya arus transformasi digital.

Upacara berlangsung khidmat di Lapang Olahraga SMP Negeri 1 Pamarican. Hadir unsur Forkopimcam, kepala desa, guru, pelajar, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan. Kehadiran lintas elemen itu memperlihatkan bahwa semangat kebangkitan nasional tidak hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat.

Sejak pagi, lapangan upacara sudah dipenuhi peserta dengan seragam yang beragam. Ada pelajar yang berdiri rapi sambil membawa topi di dada. Ada perangkat desa yang datang lebih awal demi memastikan acara berjalan tertib. Bahkan beberapa siswa terlihat sibuk memotret suasana upacara menggunakan ponsel sebelum prosesi dimulai.

Dan suasana itu terasa berbeda.

Camat Pamarican Soroti Tantangan Era Digital

Bertindak sebagai inspektur upacara, Camat Pamarican Asep S. Kodari, S.Sos., M.Si., menyampaikan amanat yang menyoroti perubahan tantangan bangsa dari masa ke masa.

Menurutnya, semangat kebangkitan nasional hari ini tidak lagi sekadar bicara tentang perjuangan fisik melawan penjajahan. Tantangan bangsa kini bergerak menuju kedaulatan informasi dan kemampuan menghadapi transformasi digital yang berkembang sangat cepat.

“Memasuki tahun 2026, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujarnya dalam amanat upacara.

Ia menjelaskan, tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,” memiliki makna mendalam tentang pentingnya menjaga generasi muda di tengah derasnya arus informasi global.

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya cerdas secara akademik. Mereka juga harus memiliki karakter, literasi digital, dan kesadaran kebangsaan yang kuat.

Karena di era sekarang, ancaman tidak selalu datang dalam bentuk fisik.

Kadang datang lewat layar kecil di genggaman tangan.

Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kecamatan Pamarican dengan peserta pelajar, ASN, TNI, dan tokoh masyarakat.

Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kecamatan Pamarican dengan peserta pelajar, ASN, TNI, dan tokoh masyarakat, Rabu (20/5/2026).

Semangat Boedi Oetomo Dinilai Masih Relevan

Dalam amanatnya, Camat Pamarican juga mengajak peserta upacara kembali mengingat lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak kebangkitan nasional Indonesia.

Ia menilai semangat perjuangan intelektual yang dibangun para pendiri bangsa masih sangat relevan hingga hari ini.

“Kebangkitan nasional adalah proses dinamis yang menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” katanya.

Asep menegaskan, kebangkitan bangsa harus dimulai dari keberanian masyarakat untuk keluar dari ketertinggalan, ketidaktahuan, dan perpecahan sosial.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat solidaritas sosial, memperluas literasi digital, dan menjaga persatuan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Dan itu bukan pekerjaan mudah.

Upacara Harkitnas Jadi Ruang Refleksi Bersama

Peringatan Harkitnas di Pamarican Kabupaten Ciamis tahun ini terasa lebih hidup karena melibatkan banyak unsur masyarakat secara langsung.

Mulai dari ASN, perangkat desa, tokoh agama, guru, hingga pelajar berdiri bersama dalam satu lapangan yang sama.

Belakangan, isu tentang generasi muda dan pengaruh media digital memang semakin sering dibicarakan masyarakat. Orang tua mulai khawatir dengan konten media sosial yang dikonsumsi anak-anak mereka setiap hari. Sementara sekolah dan pemerintah berusaha mencari cara agar teknologi tidak justru menjauhkan generasi muda dari nilai kebangsaan.

Di sela kegiatan, beberapa siswa terlihat saling berdiskusi tentang tema Harkitnas tahun ini. Ada pula guru yang mengingatkan muridnya untuk tetap fokus selama prosesi berlangsung.

Sederhana.

Tetapi suasana seperti itu membuat upacara terasa lebih bermakna.

Persatuan Dinilai Jadi Kunci Masa Depan Bangsa

Camat Pamarican menegaskan bahwa kemandirian bangsa tidak lahir dari ketergantungan kepada pihak lain.

Menurutnya, bangsa yang kuat lahir dari rakyat yang mampu bersatu dalam satu visi besar.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Asta Cita sebagai arah pembangunan bersama demi menghadirkan perubahan nyata untuk rakyat Indonesia.

“Kebangkitan nasional adalah milik kita semua. Berawal dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif dan bermuara pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” ujarnya.

Pernyataan itu disambut antusias peserta upacara yang mengikuti kegiatan hingga selesai dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan.

Harkitnas Jadi Pengingat di Tengah Zaman yang Berubah Cepat

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kecamatan Pamarican akhirnya bukan hanya menjadi agenda rutin tahunan.

Tetapi juga menjadi pengingat bahwa bangsa ini sedang menghadapi tantangan baru yang jauh berbeda dibanding masa lalu.

Jika dulu perjuangan dilakukan melawan penjajahan fisik, hari ini perjuangan hadir dalam bentuk menjaga persatuan, melindungi generasi muda, dan mempertahankan jati diri bangsa di tengah derasnya arus digital global.

Karena kebangkitan bangsa tidak selalu dimulai dari pidato besar.

Kadang justru dimulai dari kesadaran kecil untuk menjaga generasi muda agar tidak kehilangan arah di tengah zaman yang terus berubah.

Bangsa ini mungkin sudah merdeka secara wilayah.

Tetapi perjuangan menjaga pikiran, karakter, dan masa depan generasi mudanya… baru benar-benar dimulai hari ini. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Ilegal Pangandaran

    Pemprov Jabar Tutup Tambang Ilegal Pangandaran

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar menutup dua tambang ilegal di Pangandaran demi keselamatan warga dan kepastian hukum lingkungan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup dua tambang galian C ilegal di Kabupaten Pangandaran. Penutupan dilakukan setelah aktivitas penambangan batu kapur itu dinyatakan melanggar hukum dan berpotensi membahayakan keselamatan publik. Keputusan ini penting karena lokasi tambang berada […]

  • korupsi pengadaan TIK

    Perspektif: Putusan MA Korupsi Pengadaan TIK dan Dampaknya bagi Sekolah

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Putusan MA soal korupsi pengadaan TIK menegaskan risiko sistemik pengelolaan anggaran pendidikan dasar. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung dalam perkara korupsi pengadaan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) di sekolah dasar Kabupaten Gresik bukan sekadar koreksi vonis pidana. Putusan ini penting karena menyentuh langsung tata kelola anggaran pendidikan dasar—sektor yang menyentuh hak dasar warga dan […]

  • Internet Rakyat

    Pemerintah Dorong Internet Rakyat 5G untuk Perluas Akses Digital Warga

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Internet Rakyat hadir dengan 5G FWA tanpa kabel. Cek cakupan, daftar, dan paket berlangganan Rp100.000 per bulan. albadarpost.com, LENSA – Internet Rakyat mulai tersedia sebagai layanan berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) di sejumlah wilayah Indonesia. Layanan ini ditujukan untuk mempercepat pemerataan akses digital, khususnya bagi masyarakat yang belum terjangkau kabel fiber optik. Keberadaannya penting […]

  • Raffi Ahmad Nusakambangan

    Raffi Ahmad Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Raffi Ahmad puji transformasi Nusakambangan jadi pusat ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan. Raffi Ahmad Kagum Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan albadarpost.com, HUMANIORA – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai transformasi besar-besaran yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, sebagai langkah luar biasa. […]

  • CCTV Mudik Tasikmalaya real-time memantau kondisi lalu lintas di jalur Singaparna, Rajapolah, dan Cipatujah saat arus mudik Lebaran

    Hindari Macet! Ini Cara Cek CCTV Mudik Tasikmalaya Secara Real-Time

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – CCTV Mudik Tasikmalaya kini menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang ingin memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Melalui layanan ini, pengguna bisa melihat CCTV arus mudik Tasikmalaya atau live streaming lalu lintas Tasikmalaya selama 24 jam penuh. Dengan begitu, pemudik dapat merencanakan perjalanan lebih aman dan efisien sejak awal. Selain itu, […]

  • Cek Kesehatan Gratis

    Obesitas dan Hipertensi Dominasi Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Cirebon

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Obesitas dan hipertensi mendominasi Cek Kesehatan Gratis di Cirebon. Dinkes memperluas layanan untuk deteksi dini PTM. albadarpost.com, LENSA – Obesitas dan hipertensi masih mendominasi hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon sepanjang 2025. Temuan ini memberi gambaran nyata tentang ancaman penyakit tidak menular di wilayah dengan populasi produktif yang besar. Dinas […]

expand_less