Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkab Tasikmalaya Percepat Pemulangan Korban TPPO

Pemkab Tasikmalaya Percepat Pemulangan Korban TPPO

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 212
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkab Tasikmalaya ajukan pemulangan tujuh warga diduga korban TPPO di Kamboja dan perkuat pencegahan.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan tujuh warganya diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Pemerintah daerah langsung mengajukan permohonan pemulangan dan berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan perlindungan warga berjalan sesuai prosedur.

Langkah cepat ini penting karena menyangkut keselamatan warga dan menjadi cermin lemahnya literasi ketenagakerjaan migran di tingkat akar rumput. Data resmi kasus ini diperoleh dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Tasikmalaya.


Pendataan Awal Korban TPPO

Berdasarkan pendataan sementara DPMPTSPTK, tujuh warga Kabupaten Tasikmalaya yang diduga menjadi korban TPPO berasal dari tiga kecamatan. Empat orang tercatat berasal dari Kecamatan Karangnunggal, dua orang dari Kecamatan Bojongasih, dan satu orang dari Kecamatan Salawu.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, membenarkan adanya laporan resmi terkait keberadaan warga tersebut di Kamboja. Pemerintah daerah, kata Cecep, menerima informasi dari dinas teknis dan segera menindaklanjutinya.

“Kami menerima informasi dari dinas ada tujuh orang warga Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini berada di Kamboja,” ujar Cecep kepada wartawan, Kamis (25/12/2025).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa data yang digunakan pemerintah daerah bukan bersifat spekulatif, melainkan berbasis laporan administrasi dan koordinasi antarinstansi.


Koordinasi Pemulangan dan Perlindungan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah melayangkan surat resmi permohonan pemulangan kepada Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Barat. Surat ini menjadi pintu awal proses pemulangan yang melibatkan pemerintah pusat dan perwakilan Indonesia di luar negeri.

Baca juga: Menu Keluarga: Nasi Goreng Spesial Praktis

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyatakan pemerintah daerah tidak menunggu lama untuk bergerak. Selain BP3MI, koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri, BP2MI, serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat.

“Begitu kami mendapatkan informasi adanya warga Kabupaten Tasikmalaya yang diduga menjadi korban TPPO di Kamboja, pemerintah daerah langsung bergerak cepat. Kami mengirimkan surat permohonan kepada BP3MI untuk diteruskan ke KBRI Republik Indonesia di Kamboja,” kata Asep Sopari.

Koordinasi lintas lembaga ini bertujuan memastikan proses pemulangan berjalan aman, legal, dan sesuai prosedur internasional perlindungan pekerja migran.


Peringatan bagi Calon Pekerja Migran

Kasus dugaan korban TPPO ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat Tasikmalaya, khususnya calon pekerja migran. Asep Sopari menegaskan, tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi memiliki risiko tinggi.

Menurutnya, peluang kerja di luar negeri memang terbuka luas, namun harus ditempuh melalui mekanisme yang sah, mulai dari pelatihan, kontrak kerja, hingga perlindungan hukum.

Pemerintah daerah mencatat, sebagian besar kasus TPPO berawal dari minimnya pemahaman prosedur ketenagakerjaan serta godaan iming-iming gaji tinggi tanpa kejelasan dokumen.


Upaya Pencegahan Berbasis Edukasi

Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Tasikmalaya terus menggencarkan sosialisasi ketenagakerjaan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sarasehan ketenagakerjaan yang digelar di Taman Pico.

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani calon tenaga kerja migran yang memiliki keterampilan agar dapat disalurkan ke luar negeri secara legal, aman, dan terdata. Pemerintah daerah menilai pendekatan edukatif menjadi kunci menekan angka korban TPPO di masa depan.

Imbauan juga terus disampaikan agar warga lebih selektif terhadap tawaran kerja ke luar negeri dan memastikan keberangkatan dilakukan melalui lembaga resmi yang terdaftar.


Konteks dan Dampak

Kasus tujuh korban TPPO asal Tasikmalaya ini menambah daftar panjang persoalan pekerja migran nonprosedural. Pemerintah daerah menilai perlindungan warga tidak cukup berhenti pada pemulangan, tetapi harus diikuti penguatan sistem informasi, edukasi publik, dan pengawasan ketat jalur penempatan tenaga kerja.

Tanpa literasi ketenagakerjaan yang memadai, warga rentan terjebak jaringan perdagangan orang yang terus beradaptasi memanfaatkan celah ekonomi dan informasi.

Kasus TPPO ini menegaskan pentingnya jalur resmi kerja luar negeri demi melindungi warga dari perdagangan orang. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aston Villa vs Indonesia All Stars

    5 Fakta Aston Villa vs Indonesia All Stars, Siap Mengguncang GBK

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL  – Aston Villa vs Indonesia All Stars menjadi salah satu laga sepak bola internasional yang paling dinanti pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Pertandingan Aston Villa melawan Indonesia All Stars bukan sekadar uji coba pramusim. Duel ini menghadirkan kesempatan langka bagi suporter Indonesia untuk menyaksikan secara langsung aksi klub Liga Inggris yang tengah […]

  • uang palsu Cipedes

    Uang Palsu Cipedes: Jejak Percetakan yang Dibongkar Polisi

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kasus uang palsu Cipedes menjadi perhatian setelah polisi mengungkap salah satu lokasi produksi uang palsu di Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Jaringan tersebut memproduksi uang palsu pecahan Rp100.000 dan terhubung dengan jaringan lintas daerah. Dalam pengungkapan kasus itu, polisi menangkap 11 tersangka serta menyita 15.610 lembar uang palsu. Perkara tersebut […]

  • membaca bismillah

    Bismillah dalam Aktivitas Harian

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membaca basmalah—Bismillahirrahmanirrahim—kerap terdengar ringan di lisan kita. Namun di balik kalimat singkat itu, tersimpan prinsip besar dalam menata hidup. Anjuran membaca bismillah sebelum memulai aktivitas kembali mengemuka sebagai pengingat bahwa setiap gerak manusia memiliki dimensi ibadah dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Dalam kehidupan yang kian cepat dan padat, banyak aktivitas […]

  • potongan marketplace 50 persen

    Marketplace Bisa Dipangkas 50 Persen, UMKM Siapkan 5 Hal

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Kabar tentang potongan marketplace 50 persen menjadi perhatian pelaku usaha mikro dan kecil yang mengandalkan lokapasar untuk menjangkau konsumen. Pemerintah melalui Kementerian UMKM tengah menyiapkan kebijakan potongan biaya layanan marketplace minimal 50 persen bagi UMK yang memenuhi ketentuan. Kebijakan tersebut berpotensi meringankan beban seller, terutama pelaku usaha yang selama ini harus […]

  • Premanisme Banjar

    Premanisme Banjar Jadi Sorotan, Penataan Parkir Ikut Diperkuat

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Premanisme Banjar menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjar yang kini memperkuat pendekatan pencegahan, edukasi, koordinasi lintas unsur, sekaligus penataan sektor perparkiran. Langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan suasana kota yang kondusif. Upaya itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemberantasan Premanisme Kota Banjar di Ruang Rapat Gunung Sangkur, Kantor Sekretariat Daerah […]

  • Ilustrasi perempuan Muslim bangun tidur sambil tersenyum di kamar tenang, mencerminkan adab bangun tidur sesuai sunnah Rasulullah SAW

    Adab Bangun Tidur Ala Rasulullah SAW

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 319
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bangun tidur dalam ajaran Islam tidak dipandang sebagai aktivitas rutin semata. Rasulullah SAW menempatkannya sebagai fase awal pembentukan kesadaran, disiplin, dan kesiapan spiritual umat. Praktik ini dinilai berdampak langsung pada kualitas ibadah, produktivitas, dan ketenangan hidup sehari-hari. Dalam berbagai riwayat sahih, Rasulullah SAW mencontohkan adab bangun tidur secara sistematis. Mulai dari posisi […]

expand_less