Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkab Tasikmalaya Percepat Pemulangan Korban TPPO

Pemkab Tasikmalaya Percepat Pemulangan Korban TPPO

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkab Tasikmalaya ajukan pemulangan tujuh warga diduga korban TPPO di Kamboja dan perkuat pencegahan.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan tujuh warganya diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Pemerintah daerah langsung mengajukan permohonan pemulangan dan berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan perlindungan warga berjalan sesuai prosedur.

Langkah cepat ini penting karena menyangkut keselamatan warga dan menjadi cermin lemahnya literasi ketenagakerjaan migran di tingkat akar rumput. Data resmi kasus ini diperoleh dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Tasikmalaya.


Pendataan Awal Korban TPPO

Berdasarkan pendataan sementara DPMPTSPTK, tujuh warga Kabupaten Tasikmalaya yang diduga menjadi korban TPPO berasal dari tiga kecamatan. Empat orang tercatat berasal dari Kecamatan Karangnunggal, dua orang dari Kecamatan Bojongasih, dan satu orang dari Kecamatan Salawu.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, membenarkan adanya laporan resmi terkait keberadaan warga tersebut di Kamboja. Pemerintah daerah, kata Cecep, menerima informasi dari dinas teknis dan segera menindaklanjutinya.

“Kami menerima informasi dari dinas ada tujuh orang warga Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini berada di Kamboja,” ujar Cecep kepada wartawan, Kamis (25/12/2025).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa data yang digunakan pemerintah daerah bukan bersifat spekulatif, melainkan berbasis laporan administrasi dan koordinasi antarinstansi.


Koordinasi Pemulangan dan Perlindungan

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah melayangkan surat resmi permohonan pemulangan kepada Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Barat. Surat ini menjadi pintu awal proses pemulangan yang melibatkan pemerintah pusat dan perwakilan Indonesia di luar negeri.

Baca juga: Menu Keluarga: Nasi Goreng Spesial Praktis

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyatakan pemerintah daerah tidak menunggu lama untuk bergerak. Selain BP3MI, koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri, BP2MI, serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat.

“Begitu kami mendapatkan informasi adanya warga Kabupaten Tasikmalaya yang diduga menjadi korban TPPO di Kamboja, pemerintah daerah langsung bergerak cepat. Kami mengirimkan surat permohonan kepada BP3MI untuk diteruskan ke KBRI Republik Indonesia di Kamboja,” kata Asep Sopari.

Koordinasi lintas lembaga ini bertujuan memastikan proses pemulangan berjalan aman, legal, dan sesuai prosedur internasional perlindungan pekerja migran.


Peringatan bagi Calon Pekerja Migran

Kasus dugaan korban TPPO ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat Tasikmalaya, khususnya calon pekerja migran. Asep Sopari menegaskan, tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi memiliki risiko tinggi.

Menurutnya, peluang kerja di luar negeri memang terbuka luas, namun harus ditempuh melalui mekanisme yang sah, mulai dari pelatihan, kontrak kerja, hingga perlindungan hukum.

Pemerintah daerah mencatat, sebagian besar kasus TPPO berawal dari minimnya pemahaman prosedur ketenagakerjaan serta godaan iming-iming gaji tinggi tanpa kejelasan dokumen.


Upaya Pencegahan Berbasis Edukasi

Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Tasikmalaya terus menggencarkan sosialisasi ketenagakerjaan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sarasehan ketenagakerjaan yang digelar di Taman Pico.

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani calon tenaga kerja migran yang memiliki keterampilan agar dapat disalurkan ke luar negeri secara legal, aman, dan terdata. Pemerintah daerah menilai pendekatan edukatif menjadi kunci menekan angka korban TPPO di masa depan.

Imbauan juga terus disampaikan agar warga lebih selektif terhadap tawaran kerja ke luar negeri dan memastikan keberangkatan dilakukan melalui lembaga resmi yang terdaftar.


Konteks dan Dampak

Kasus tujuh korban TPPO asal Tasikmalaya ini menambah daftar panjang persoalan pekerja migran nonprosedural. Pemerintah daerah menilai perlindungan warga tidak cukup berhenti pada pemulangan, tetapi harus diikuti penguatan sistem informasi, edukasi publik, dan pengawasan ketat jalur penempatan tenaga kerja.

Tanpa literasi ketenagakerjaan yang memadai, warga rentan terjebak jaringan perdagangan orang yang terus beradaptasi memanfaatkan celah ekonomi dan informasi.

Kasus TPPO ini menegaskan pentingnya jalur resmi kerja luar negeri demi melindungi warga dari perdagangan orang. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • larangan jilbab Austria

    Larangan Jilbab Austria Berlaku 2026, Kritik HAM Menguat

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Austria melarang jilbab siswi di bawah 14 tahun. Kebijakan diuji HAM dan berpotensi digugat ke Mahkamah Konstitusi. Larangan Jilbab Disahkan, Ribuan Siswi Terdampak albadarpost.com, BERITA DUNIA – Parlemen Austria menyetujui kebijakan larangan penggunaan jilbab bagi siswi perempuan di bawah usia 14 tahun. Keputusan ini diambil Dewan Nasional Austria pada Kamis (11/12/2025) dan akan berlaku mulai […]

  • Ilustrasi pasangan suami istri berdiskusi dengan tenang di kamar, menggambarkan komunikasi saat istri menolak hubungan karena lelah.

    Saat Istri Lelah, Bolehkah Menolak Suami? Ini Jawaban Fikihnya

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang istri menolak hubungan karena lelah sering muncul dalam konsultasi rumah tangga. Sebagian orang menyebutnya sebagai penolakan kewajiban, sementara yang lain melihatnya sebagai hak menjaga kondisi fisik. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum istri menolak hubungan suami istri dalam Islam ketika kondisi tubuh benar-benar letih? Agar tidak terjebak pada potongan dalil, mari kita […]

  • pengorbanan khadijah

    Semua Orang Bicara Nabi, Tapi Sedikit yang Tahu Cinta Khadijah

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI. Nama Khadijah binti Khuwaylid sering diceritakan, tetapi pengorbanan Khadijah yang sebenarnya justru jarang disentuh. Banyak orang mengenal kehebatan Nabi Muhammad, namun tidak semua menyadari bahwa di belakang beliau, ada seorang wanita yang memilih bertahan ketika dunia memilih pergi. Saat orang-orang mencaci, Khadijah tetap percaya. Ketika banyak yang meragukan, ia justru menguatkan. Oleh karena […]

  • OTT Bupati Tulungagung

    OTT Bupati Tulungagung: Setoran 50% & Surat Kosong Terbongkar!

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Tulungagung mendadak panas. Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan cuma menyeret nama besar, tapi juga membuka sesuatu yang lebih dalam—dan lebih mengkhawatirkan. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, kini resmi jadi tersangka. Tapi persoalannya bukan sekadar soal uang. Yang terungkap justru pola. Dan pola ini… tidak sederhana. Surat Kosong: Tekanan Halus yang […]

  • Guru membantu murid sulit diatur melalui pendekatan empati dan komunikasi positif di ruang kelas modern.

    Rahasia Kelas Tenang Tanpa Bentakan, Ini Seni Guru Modern

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang guru pernah berdiri diam di depan kelas yang gaduh, bukan karena menyerah, tetapi karena memilih memahami. Di momen itulah ia sadar: murid sulit diatur bukan musuh pembelajaran, melainkan pesan yang belum dipahami. Fenomena murid sulit diatur, siswa sulit fokus, hingga perilaku kelas yang menantang kini semakin sering terjadi. Namun menariknya, banyak […]

  • OJK program 3 juta rumah

    Kabar Baik untuk Pejuang Rumah: Aturan SLIK Diubah, KPR Kini Lebih Mudah

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Punya rumah sering terasa seperti mimpi yang sulit dijangkau. Banyak orang sudah menabung bertahun-tahun, tetapi gagal di tahap pengajuan KPR. Penyebabnya sering sama: riwayat kredit di SLIK. Namun kini, angin segar datang. OJK dukung akselerasi program 3 juta rumah dengan mulai menunjukkan perubahan nyata setelah aturan SLIK diperbarui. Sistem yang dulu […]

expand_less