Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kesbangpol Jabar Perketat Pencegahan Radikalisme Digital di Lingkungan Remaja

Kesbangpol Jabar Perketat Pencegahan Radikalisme Digital di Lingkungan Remaja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kesbangpol Jabar memperketat pencegahan radikalisme digital yang menyasar anak muda melalui game dan algoritma media sosial.


albadarpost.com, PELITA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat memperketat langkah pencegahan radikalisme digital yang kini menyasar anak muda melalui pola penyusupan baru, termasuk konten video gim dan algoritma media sosial. Perubahan strategi ini penting karena kanal rekrutmen ekstrem bukan lagi tatap muka, melainkan masuk lewat ruang digital yang tidak diawasi orang dewasa.

Kepala Kesbangpol Jabar, Wahyu Mijaya, menyampaikan bahwa ancaman ekstremisme berkembang lebih halus dibanding lima atau sepuluh tahun lalu. Menurutnya, platform video gim mulai dimanfaatkan untuk membentuk persepsi kekerasan sebelum disusupi ideologi teror. “Terorisme sekarang sudah masuk melalui berbagai game yang dimainkan anak-anak. Setelah diarahkan pada kekerasan, kemudian masuk pada pemahaman terorisme,” ujarnya dalam keterangan di Kuningan, Jawa Barat.

Pada beberapa model gim, Wahyu mengatakan terdapat simulasi yang menyerupai pembuatan bahan peledak. Praktik itu menjadi saluran baru bagi narasi ekstrem, yang sulit dipantau karena tidak muncul dalam ruang publik seperti forum terbuka atau kelompok pengajian.


Pola Penyusupan dan Kerentanan Anak Muda

Kesbangpol Jabar menilai radikalisme digital memanfaatkan fase psikologis anak muda yang masih mencari identitas. Minimnya kemampuan menyaring informasi membuat mereka mudah menerima narasi manipulatif yang dikemas sebagai hiburan. Disebutkan, algoritma media sosial memperkuat proses itu karena terus mendorong konten bernuansa negatif atau kekerasan kepada pengguna yang sudah berinteraksi dengan tema serupa.

“Kalau algoritma terus memasukkan isu negatif kepada anak-anak, itu akan menjadi pemahaman mereka. Di era post-truth, kebenaran sering dianggap berdasarkan seberapa masif isu itu beredar, bukan faktanya,” kata Wahyu. Menurutnya, pola ini membentuk persepsi yang keliru karena anak muda tidak lagi mencari keabsahan sumber informasi, melainkan mengikuti tren yang tampak dominan.

Pada level teknis, radikalisme lama membutuhkan rekrutmen tatap muka. Pendekatan baru sepenuhnya digital dan jauh lebih sulit diidentifikasi. Kontak pertama sering dimulai melalui komentar anonim atau fitur obrolan di game daring. Dari sana, penyusupan berlanjut ke komunitas tertutup, di mana wacana ekstrem dikembangkan secara bertahap.


Program Pencegahan Bersama Densus 88

Untuk menekan risiko eskalasi radikalisme digital, Kesbangpol Jabar tengah menyusun program pencegahan bersama Densus 88 Antiteror. Program ditargetkan menjangkau siswa tingkat sekolah yang dianggap paling rentan terhadap narasi ekstrem di internet. Pendekatan ini menyasar dua lapis: edukasi dasar terhadap siswa, dan peringatan dini terhadap materi digital yang berisiko.

Baca juga: Pemerintah Hapus Bukti Tanah Adat Mulai 2026, Warga Wajib Sertifikasi

Wahyu mengatakan upaya edukasi tidak cukup hanya untuk anak muda. Kesbangpol menilai para ibu memiliki peran pengawasan signifikan. “Jika ibu terpapar, dampaknya bisa langsung menjangkau anak-anak. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujarnya. Dalam banyak kasus, orang tua tidak menyadari bahwa konten berbahaya masuk melalui perangkat rumah tangga: ponsel, PC, atau konsol game.

Selain pelatihan literasi digital, Kesbangpol Jabar menekankan peran pendidikan karakter sebagai fondasi utama pencegahan. Wawasan kebangsaan ditekankan sebagai pijakan nilai, bukan sekadar materi hafalan. “Kalau jati diri mereka kuat, sebesar apa pun pengaruh luar, mereka tetap punya pijakan yang benar,” kata Wahyu.

Pendekatan ini menempatkan fase psikologis remaja sebagai variabel utama. Penguatan identitas kultural dan moral dianggap lebih efektif dibanding sekadar pembatasan akses teknologi. Kebijakan represif, seperti pemblokiran gim, berisiko kontra produktif karena akan memindahkan aktivitas ekstrem ke ruang digital lain yang lebih tertutup.


Analisis Dampak dan Tantangan Implementasi

Kebijakan pencegahan radikalisme digital di Jawa Barat merefleksikan tantangan baru dalam pengelolaan ruang siber. Algoritma media sosial berperan sebagai percepatan distribusi wacana ekstrem. Jika model konsumsi konten tidak dikontrol, remaja terbiasa menyerap pola pikir berbasis kekerasan tanpa memahami konsekuensinya.

Keterlibatan Densus 88 menunjukkan pemerintah mulai menggeser langkah dari sekadar edukasi ke pencegahan berbasis intelijen. Namun, persoalan utama tetap pada titik pengawasan. Rekrutmen digital berlangsung cepat, terfragmentasi, dan sering kali melewati platform yang tidak dipahami orang tua atau guru.

Pemerintah daerah tidak menjelaskan secara detail mekanisme pemantauan konten, termasuk indikator bahaya atau standar pelaporan. Tanpa pedoman teknis yang jelas, sekolah berpotensi mengalami kesulitan dalam membedakan ruang ekspresi kreatif dan tanda awal penyusupan ekstremisme. Tantangan ini akan menentukan efektivitas program ke depan.

Kesbangpol Jabar memperketat pencegahan radikalisme digital. Anak muda menjadi target utama perlindungan melalui edukasi sekolah dan penguatan karakter. (Red/Asep Chandra)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ilustrasi membaca Al-Qur’an tentang rezeki

    Tafsir Ayat Rezeki yang Menenangkan Hati, Tapi Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tafsir ayat rezeki dalam Al-Qur’an sering memberi ketenangan bagi siapa saja yang merasa khawatir tentang masa depan. Banyak ayat tentang rezeki sebenarnya mengandung pesan mendalam yang jarang dibahas secara luas. Padahal, melalui ayat Al-Qur’an tentang rezeki, Allah memberikan jaminan bahwa setiap makhluk telah memiliki bagian rezekinya. Ketika seseorang memahami makna ayat-ayat tersebut, […]

  • Lonjakan wisatawan

    Pengelola TWA Papandayan Perketat Pengamanan

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Lonjakan wisatawan Nataru di TWA Gunung Papandayan mendorong pengelola memperketat pengamanan kawasan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Lonjakan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendorong pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memperketat pengamanan kawasan. Ribuan pengunjung tercatat memadati destinasi unggulan pegunungan tersebut sejak beberapa hari menjelang pergantian tahun, memicu […]

  • Kecelakaan Bus

    Mahasiswa Garut Tewas dalam Kecelakaan Bus di Banjar

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu kembali menyita perhatian publik. Insiden maut yang melibatkan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan sepeda motor Honda Vario ini terjadi di Jalan Siliwangi, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa tragis tersebut merenggut nyawa seorang mahasiswa muda asal Kabupaten Garut. Dalam hitungan […]

  • menunda amal baik

    Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menunda amal baik bukan sekadar persoalan waktu, tetapi menyangkut kualitas iman dan arah hidup seorang Muslim. Ulama tasawuf Syekh ‘Athaillah As-Sakandari menegaskan, kebiasaan menunda kebaikan dengan alasan menunggu momen yang lebih tepat merupakan tanda kebodohan yang nyata. Peringatan ini relevan di tengah masyarakat modern yang kerap menunda ibadah, sedekah, dan tanggung jawab […]

  • Ilustrasi reflektif umat Islam dalam memahami makna Kuntum Khaira Ummah sebagai umat terbaik dalam Al-Qur’an.

    Kuntum Khaira Ummah: Umat Terbaik atau Sekadar Klaim?

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kuntum Khaira Ummah kembali jadi pengingat. Istilah yang berarti umat terbaik dalam Islam ini sering dikutip dalam ceramah, status media sosial, hingga forum diskusi. Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan yang jarang dibahas secara jujur: apakah kuntum khaira ummah masih kita jalankan, atau hanya kita banggakan? Surah Ali ‘Imran ayat 110 memberi […]

  • Kepala BNPB

    Kepala BNPB Kendalikan Penanganan Bencana Sumatera di Tengah Sorotan Publik

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Profil Kepala BNPB Suharyanto: rekam jejak militer, penanganan bencana Sumatera, dan kebijakan publik. albadarpost.com, PELITA – Rumah-rumah hanyut, jalan tertutup lumpur, dan ribuan warga mengungsi. Di tengah situasi itu, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto terus muncul di lokasi bencana Sumatera. Pergerakannya menarik perhatian karena publik ingin mengetahui siapa pejabat yang mengambil keputusan operasi penanganan […]

expand_less