Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Upacara Bendera: Sekolah Karakter yang Kian Ditinggalkan

Upacara Bendera: Sekolah Karakter yang Kian Ditinggalkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Upacara Senin: Sekolah Nilai yang Tak Tertulis

albadarpost.com, CAKRAWALA – Setiap Senin pagi, lapangan sekolah sejatinya bukan sekadar ruang terbuka. Ia adalah kelas tanpa dinding, tempat nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan kepemimpinan ditanamkan secara langsung. Upacara bendera, yang kerap dianggap rutinitas membosankan, sesungguhnya adalah laboratorium pendidikan karakter paling konkret yang pernah dimiliki sekolah Indonesia.

Namun ironi terjadi. Di banyak daerah, upacara bendera kini dijalankan sekadarnya, bahkan ditinggalkan. Alasan klasik selalu sama: mengganggu jam pelajaran, siswa kepanasan, hingga dianggap tidak relevan dengan kebutuhan zaman. Padahal, justru di tengah krisis karakter dan lunturnya rasa kebangsaan, upacara bendera semakin menemukan relevansinya.

Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Kepemimpinan

Dalam satu rangkaian upacara, anak-anak belajar banyak hal yang tak tertulis di buku paket. Disiplin waktu, kepatuhan terhadap aturan, keberanian memimpin, hingga tanggung jawab kolektif. Petugas upacara dilatih mengelola emosi, memimpin barisan, dan berbicara di depan umum—keterampilan kepemimpinan dasar yang tak semua mata pelajaran mampu berikan.

Baca juga: DPD Padepokan Silat Maung Hideung Tasikmalaya Resmi Dilantik

Penelitian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam berbagai evaluasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) menunjukkan bahwa kegiatan berbasis pembiasaan, seperti upacara bendera, efektif menanamkan nilai integritas, nasionalisme, dan gotong royong. Ini sejalan dengan desain pendidikan karakter yang menekankan learning by doing, bukan sekadar hafalan konsep.

Lebih jauh, gotong royong tercermin dari kerja tim antarsiswa, guru, dan petugas sekolah. Upacara bukan milik satu individu, melainkan hasil kerja kolektif—nilai yang kini semakin langka di tengah budaya individualistik.

Nasionalisme dan Hubbul Wathan dalam Perspektif NU

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, cinta tanah air bukan slogan kosong. Ungkapan “Hubbul wathan minal iman”—cinta tanah air adalah bagian dari iman—meski bukan hadis sahih secara tekstual, telah diterima sebagai maqalah ulama yang maknanya sejalan dengan ajaran Islam.

KH Hasyim Asy’ari dalam Qanun Asasi menegaskan kewajiban membela tanah air dari segala bentuk penjajahan sebagai bagian dari kewajiban agama. Prinsip ini pula yang melandasi Resolusi Jihad 1945. Upacara bendera, dalam konteks ini, menjadi medium simbolik untuk menanamkan kesadaran bahwa mencintai Indonesia adalah bagian dari tanggung jawab keimanan dan kebangsaan.

Al-Qur’an sendiri menegaskan pentingnya keterikatan pada tempat dan komunitas. Dalam QS. Al-Balad ayat 1-2, Allah bersumpah atas sebuah negeri (Makkah), menunjukkan bahwa tanah air memiliki nilai spiritual. Nabi Muhammad SAW pun mengekspresikan kecintaannya pada Makkah saat hijrah, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis riwayat Tirmidzi.

Ketika Sekolah Mulai Ogah-ogahan

Sayangnya, semangat ini kian memudar. Sebagian sekolah mengurangi durasi upacara, menggantinya dengan apel singkat, atau bahkan meniadakannya tanpa alasan pedagogis yang kuat. Kekhawatiran akan “tersitanya jam pelajaran” justru menunjukkan cara pandang sempit terhadap pendidikan.

Pendidikan bukan semata transfer materi kognitif. Ketika sekolah hanya mengejar target kurikulum tanpa ruang pembentukan karakter, maka yang lahir adalah generasi cerdas secara akademik, tetapi rapuh secara moral dan sosial.

Baca juga: Ketika Alam Menyampaikan Teguran Tuhan

Di tengah meningkatnya kasus intoleransi, perundungan, dan krisis kepemimpinan muda, menyingkirkan upacara bendera sama dengan menanggalkan salah satu benteng terakhir pendidikan nilai di sekolah.

Merawat Tradisi, Menjaga Masa Depan

Upacara bendera bukan ritus usang. Ia adalah warisan pedagogis yang terbukti relevan lintas zaman. Yang dibutuhkan bukan penghapusan, melainkan pembaruan pendekatan: amanat pembina yang reflektif, pelibatan siswa secara aktif, serta penguatan makna di balik setiap simbol.

Jika sekolah adalah tempat menyiapkan masa depan bangsa, maka lapangan upacara adalah fondasi sunyi yang tak boleh diabaikan. Sebab di sanalah anak-anak belajar berdiri tegak, menunduk hormat pada bendera, dan perlahan memahami arti menjadi warga bangsa—dan, dalam pandangan NU, juga menjadi manusia beriman. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran kapal menuju Singapura pada kapal pesiar World Legacy di perairan Singapura yang menewaskan kru WNI.

    WNI Tewas dalam Kebakaran Kapal Pesiar Menuju Singapura

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Insiden kebakaran kapal menuju Singapura kembali mengguncang kawasan maritim regional. Peristiwa tragis ini menewaskan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak kapal dalam pelayaran internasional tersebut. Kebakaran kapal pesiar yang berlayar ke Singapura itu bukan hanya menghadirkan duka, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius tentang standar keselamatan laut. Karena itu, […]

  • lelang kapal Iran

    Iran Bereaksi, Indonesia Lelang Kapal Tanker dan 1,2 Juta Barel Minyak

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Lelang kapal Iran mendadak menjadi sorotan setelah Indonesia memutuskan melepas kapal tanker Iran MT Arman 114 bersama muatan minyak mentahnya. Kapal raksasa itu dilelang dengan nilai limit sekitar Rp1,17 triliun, menjadikannya salah satu aset maritim paling mahal yang pernah dilepas negara. Kasus kapal Iran disita Indonesia ini tidak hanya menyangkut persoalan […]

  • Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap

    Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap (Fadwa Tuqan)

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Fadwa Tuqan, penyair perempuan Palestina yang dari keheningan bangkit dengan puisi, harapan, dan identitas. albadarpost.com, PELITA. Di tengah berita konflik dan penderitaan yang sering terdengar dari Palestina, muncul kisah seorang perempuan penyair yang suaranya lembut namun tidak pernah padam. Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap […]

  • Bahaya Judi Online

    Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Kejaksaan RI soroti bahaya judi online pada anak dan petani, edukasi publik digencarkan. albadarpost.com, LENSA – Bahaya Judi Online kembali menjadi sorotan serius setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dampak praktik perjudian digital ini telah menjangkau lapisan masyarakat paling rentan, termasuk anak-anak sekolah dasar hingga petani di pedesaan. Fakta tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]

  • doa hari jumat

    Jangan Terlewat! Ini Doa Mustajab di Malam dan Hari Jumat

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa hari Jumat menjadi salah satu amalan penting yang dianjurkan dalam Islam, terutama pada malam dan hari Jumat. Banyak umat Muslim mencari doa malam Jumat, doa mustajab hari Jumat, serta amalan yang dapat mendatangkan keberkahan. Menariknya, hari Jumat bukan sekadar hari biasa, melainkan waktu istimewa yang penuh peluang dikabulkannya doa. Oleh karena […]

  • Amal kecil pahala besar

    Jangan Diremehkan! 7 Amal Kecil yang Dicintai Allah

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira bahwa pahala besar hanya datang dari ibadah besar seperti haji, sedekah dalam jumlah besar, atau ibadah berat lainnya. Padahal, amal kecil pahala besar justru sering disebut dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW. Islam mengajarkan bahwa amal kecil yang bernilai besar dapat berasal dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan niat […]

expand_less