Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » PHK Guru Mulai Terjadi, Anggaran Dialihkan ke MBG. Siapa Bertanggung Jawab?

PHK Guru Mulai Terjadi, Anggaran Dialihkan ke MBG. Siapa Bertanggung Jawab?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena PHK guru kini tidak lagi sebatas kekhawatiran. Dampak pemangkasan dana transfer daerah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terasa di lapangan. Guru honorer dirumahkan, jam mengajar dipangkas, dan penghasilan menurun. Situasi ini mempertegas bahwa pemutusan kerja guru bukan sekadar isu, melainkan realitas yang sedang berjalan.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengungkap sinyal bahaya tersebut. Mereka menerima laporan dari berbagai daerah yang menunjukkan tekanan langsung terhadap tenaga pengajar, terutama mereka yang tidak memiliki status pegawai tetap.

“Ini Bukan Efisiensi, Ini Alarm Bahaya Pendidikan”

Koordinator P2G dalam keterangannya menegaskan bahwa kebijakan ini tidak bisa dianggap sebagai langkah efisiensi biasa.

“Ini bukan sekadar penghematan anggaran. Ini alarm bahaya bagi pendidikan. Guru kehilangan penghasilan, bahkan pekerjaan,” tegas perwakilan P2G.

Pernyataan ini mencerminkan keresahan yang mulai meluas. Sebab, ketika anggaran pendidikan tergerus, yang pertama terdampak bukan sistem, melainkan manusia di dalamnya—guru.

Sekolah Mulai Mengurangi Guru, Beban Mengajar Meningkat

Di sejumlah daerah, sekolah terpaksa menyesuaikan kondisi keuangan. Karena itu, pengurangan tenaga pengajar menjadi pilihan yang sulit dihindari. Guru honorer menjadi pihak paling rentan karena status mereka bergantung pada kemampuan anggaran sekolah.

Selain itu, guru yang masih bertahan harus menanggung beban lebih besar. Jumlah siswa tetap, tetapi jumlah pengajar berkurang. Akibatnya, kualitas pembelajaran terancam menurun.

Situasi ini tidak hanya berdampak pada guru, tetapi juga langsung menyentuh siswa. Proses belajar menjadi kurang optimal, sementara perhatian guru harus terbagi lebih luas.

Program MBG Disorot, Prioritas Anggaran Dipertanyakan

Program MBG memang bertujuan meningkatkan gizi anak. Namun, realokasi anggaran yang mengorbankan sektor pendidikan memicu kritik tajam.

P2G menilai pemerintah perlu menata ulang prioritas. Mereka tidak menolak program MBG, tetapi menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mengorbankan keberlangsungan pendidikan.

Lebih jauh, mereka juga menyoroti tidak adanya skema perlindungan bagi guru terdampak. Padahal, kebijakan publik seharusnya hadir dengan mitigasi risiko yang jelas.

Ketimpangan Pendidikan Mengintai

Jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya tidak berhenti pada PHK semata. Ketimpangan pendidikan antarwilayah berpotensi melebar. Daerah dengan anggaran terbatas akan semakin tertinggal.

Selain itu, keberlanjutan tenaga pengajar juga menjadi pertaruhan. Ketika profesi guru semakin tidak stabil, minat generasi muda untuk masuk ke dunia pendidikan bisa menurun.

Hal ini membuka risiko jangka panjang yang lebih serius: krisis kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah Didorong Bertindak Cepat

Seiring meningkatnya sorotan publik, tekanan terhadap pemerintah semakin kuat. Evaluasi kebijakan menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Pakar pendidikan menilai solusi harus mencakup perlindungan guru honorer dan penguatan kembali anggaran pendidikan. Tanpa langkah konkret, dampak kebijakan ini akan meluas dan sulit dikendalikan.

Di sisi lain, transparansi anggaran juga menjadi tuntutan utama. Publik berhak mengetahui bagaimana prioritas ditetapkan dan siapa yang terdampak.

Kebijakan bisa berubah dalam rapat anggaran, tetapi bagi guru, dampaknya terasa di kehidupan nyata—dan ketika guru mulai tersingkir, pendidikan sedang menuju titik paling rapuhnya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak angkat Polres

    Polres Pangandaran Angkat Anak Yatim Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran mengambil langkah konkret dengan mengangkat seorang anak yatim berprestasi sebagai anak angkat institusi. Keputusan ini tidak hanya menjawab persoalan sosial, tetapi juga memberi jaminan pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Anak tersebut adalah Siti Aulia Marlina (16), siswi SMK Pasundan Cijulang yang kini resmi menjadi anak […]

  • Ilustrasi pasangan suami istri muslim saling memaafkan dengan suasana hangat dan penuh ketenangan

    Minta Maaf Duluan dalam Rumah Tangga, Lemah atau Mulia?

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Minta maaf suami istri sering disalahartikan sebagai tanda kalah atau lemah. Padahal, dalam Islam, minta maaf dalam rumah tangga justru menunjukkan kematangan iman, kelapangan hati, dan kemampuan meredam emosi. Sikap ini bukan soal siapa benar atau salah, tetapi tentang menjaga keharmonisan dan menghargai pasangan. Di tengah banyaknya konflik rumah tangga, kebiasaan menunda […]

  • Orang terkaya di Indonesia

    Deretan Orang Terkaya di Indonesia Akhir Oktober 2025 Versi Bloomberg: Prajogo Pangestu Masih di Puncak

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Sembilan orang terkaya di Indonesia versi Bloomberg akhir Oktober 2025, dua di antaranya tembus 100 besar dunia. Prajogo Pangestu Pimpin Daftar Orang Terkaya di Indonesia albadarpost.com, PERSPEKTIF – Bloomberg Billionaires Index akhir Oktober 2025 kembali merilis daftar orang terkaya di dunia, dan sembilan nama asal Indonesia masuk dalam deretan 500 besar. Dua di antaranya bahkan […]

  • tokoh antikorupsi

    Tokoh Antikorupsi Dunia dan Indonesia Warnai Peringatan Hakordia 2025

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Deretan tokoh antikorupsi dunia kembali disorot jelang Hakordia 2025 sebagai inspirasi integritas publik. albadarpost.com, PELITA – Menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025, deretan tokoh antikorupsi dari berbagai negara kembali mendapat sorotan. Kiprah mereka penting karena memberi bukti bahwa perubahan menuju pemerintahan bersih selalu dimulai dari keberanian individu. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap lembaga negara, […]

  • madrasah Islam

    Tahukah Anda? Universitas Modern Ternyata Terinspirasi dari Madrasah Islam

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira sistem universitas modern sepenuhnya lahir dari dunia Barat. Namun fakta sejarah menunjukkan bahwa madrasah Islam memiliki peran besar dalam perkembangan sistem pendidikan global. Dalam sejarah madrasah Islam, lembaga pendidikan seperti Madrasah Nizamiyah telah menerapkan metode belajar terstruktur jauh sebelum konsep universitas modern berkembang di Eropa. Madrasah tidak hanya mengajarkan […]

  • korupsi pengadaan TIK

    Perspektif: Putusan MA Korupsi Pengadaan TIK dan Dampaknya bagi Sekolah

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Putusan MA soal korupsi pengadaan TIK menegaskan risiko sistemik pengelolaan anggaran pendidikan dasar. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung dalam perkara korupsi pengadaan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) di sekolah dasar Kabupaten Gresik bukan sekadar koreksi vonis pidana. Putusan ini penting karena menyentuh langsung tata kelola anggaran pendidikan dasar—sektor yang menyentuh hak dasar warga dan […]

expand_less