Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Website DPRD Tasikmalaya: Hak Publik yang Terabaikan

Website DPRD Tasikmalaya: Hak Publik yang Terabaikan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kinerja digital DPRD Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Website resmi lembaga legislatif kota tersebut dinilai belum mampu menjalankan fungsi utama sebagai sarana keterbukaan informasi publik. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat hak masyarakat untuk mengakses informasi kerja-kerja DPRD secara mudah dan akurat.

Sorotan tersebut muncul setelah dilakukan perbandingan sederhana terhadap sejumlah website DPRD di wilayah Priangan Timur. Hasilnya menunjukkan bahwa website DPRD Kota Tasikmalaya masih tertinggal dibandingkan dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya dan DPRD Kabupaten Ciamis, terutama dari sisi kualitas konten dan kemudahan akses informasi.

Penilaian ini tidak semata-mata menyoroti tampilan visual, melainkan menyangkut substansi informasi yang disajikan kepada publik. Website DPRD sebagai kanal resmi seharusnya menjadi rujukan utama masyarakat untuk mengetahui aktivitas legislasi, pengawasan, dan penganggaran.

Konten Ada, Namun Minim Substansi

Secara kuantitas, website DPRD Kota Tasikmalaya tergolong cukup aktif memuat berita. Namun, sebagian besar konten dinilai bersifat seremonial dan belum menggambarkan kinerja substantif lembaga legislatif. Informasi penting seperti hasil rapat, agenda legislasi, atau sikap DPRD terhadap isu strategis daerah masih minim.

Baca juga: Wakil Bupati Hadiri Pelantikan Rektor IAIT

Beberapa menu juga ditemukan tidak terkelola dengan baik. Tautan yang tidak berfungsi, halaman kosong, serta informasi pimpinan yang belum diperbarui menunjukkan lemahnya pengelolaan konten digital. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa website belum dijadikan instrumen utama komunikasi publik.

Sebaliknya, website DPRD Kabupaten Ciamis dinilai lebih konsisten dalam menyajikan informasi. Struktur navigasi lebih rapi, konten diperbarui secara berkala, dan informasi kelembagaan lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Masalah Tata Kelola Informasi Publik

Dalam konteks pemerintahan modern, website bukan sekadar etalase digital. Ia merupakan bagian dari tata kelola informasi publik yang diatur dalam prinsip transparansi dan akuntabilitas. Kinerja digital yang lemah mencerminkan belum optimalnya perhatian terhadap keterbukaan informasi.

Ketertinggalan ini menjadi ironi di tengah tingginya penetrasi internet dan penggunaan gawai di masyarakat. Publik kini menuntut akses informasi yang cepat, ringkas, dan dapat diverifikasi. Website DPRD yang tidak informatif berpotensi memperlebar jarak antara lembaga legislatif dan warga.

Kondisi tersebut juga berisiko memunculkan persepsi negatif terhadap kinerja DPRD, meskipun aktivitas kelembagaan tetap berjalan secara offline.

Rekomendasi Perbaikan Kinerja Digital

Sejumlah langkah perbaikan dinilai mendesak untuk dilakukan DPRD Kota Tasikmalaya. Pertama, pembaruan konten harus diarahkan pada informasi substantif, bukan sekadar dokumentasi kegiatan. Publik membutuhkan data tentang fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran.

Baca juga: Jalan Berlubang Jadi Kolam, Warga Tebar Lele sebagai Simbol Aspirasi

Kedua, struktur website perlu ditata ulang agar ramah pengguna. Navigasi harus jelas, tautan aktif, dan informasi kelembagaan diperbarui secara berkala, termasuk profil pimpinan dan alat kelengkapan dewan.

Ketiga, DPRD perlu membentuk atau memperkuat tim pengelola informasi digital yang profesional. Pengelolaan website tidak dapat diperlakukan sebagai tugas sampingan, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik.

Keempat, integrasi dengan kanal media sosial resmi perlu dioptimalkan agar informasi yang disampaikan konsisten dan menjangkau lebih banyak warga.

Tantangan dan Tanggung Jawab Lembaga Publik

Kinerja digital lembaga publik menjadi indikator penting dalam menilai kualitas demokrasi lokal. Website DPRD bukan hanya milik institusi, tetapi menjadi hak publik sebagai sarana kontrol sosial.

Peningkatan kinerja digital DPRD Kota Tasikmalaya bukan sekadar soal teknologi, melainkan soal komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas. Tanpa pembenahan serius, ketertinggalan ini akan terus menghambat partisipasi publik dalam proses demokrasi daerah.

Perbaikan website DPRD menjadi langkah awal untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan fungsi legislasi berjalan lebih terbuka dan dapat diawasi oleh publik. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panggilan Haji

    Makna QS Al-Hajj 27, Rahasia Kerinduan Jutaan Orang Menuju Makkah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Panggilan haji dalam Islam bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Lebih dari itu, haji adalah perjalanan hati, perjalanan spiritual, dan bentuk kepasrahan manusia kepada Allah SWT. Karena itulah, jutaan umat Muslim terus datang memenuhi seruan Nabi Ibrahim AS dari berbagai penjuru dunia hingga hari ini. Allah SWT berfirman: “Dan serulah manusia untuk […]

  • Sukwan Kebersihan Tasik

    Suasana Apel Mendadak Tegang, Sukwan Kebersihan Tasik Tuntut Janji Lama

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 116 sukwan kebersihan Tasik berkumpul di Bale Wiwitan, Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kota Tasikmalaya, Senin (19/5/2026). Namun apel pagi dan pelepasan kegiatan pungut sampah yang biasanya berlangsung rutin berubah menjadi momen penagihan janji kepada mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hanapi. Ratusan petugas kebersihan itu datang memakai seragam kerja lengkap. Sebagian […]

  • Ilustrasi pesawat siluman di langit sebagai metafora tipuan dunia yang tampak indah namun menyimpan bahaya tersembunyi.

    Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk pikuk ambisi modern, tipuan dunia semakin tampak normal. Tipuan dunia, godaan kehidupan fana, dan ilusi kenikmatan materi hadir seolah sahabat setia manusia. Padahal sejak dahulu para ulama telah mengingatkan bahwa dunia bukan tempat tinggal, melainkan ruang ujian. Anehnya, manusia justru memperlakukan dunia seperti rumah permanen lengkap dengan renovasi mimpi […]

  • kelompok rentan

    Ahli Luruskan Isu Super Flu, Kelompok Rentan Perlu Waspada

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena yang disebut publik sebagai super flu kembali memicu kekhawatiran masyarakat. Istilah ini ramai dibicarakan di media sosial dan sejumlah pemberitaan internasional seiring lonjakan kasus influenza di berbagai negara. Para ahli menegaskan, super flu bukan istilah medis resmi. Namun, ancaman kesehatan tetap nyata, terutama bagi kelompok rentan. Pakar mikrobiologi dan epidemiologi menjelaskan […]

  • Ayam Madu Pedas

    Tren Swicy Mendunia, Ayam Madu Pedas Bikin Nagih

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ayam madu pedas, spicy honey chicken, atau sayap ayam honey spicy tengah menjadi salah satu tren kuliner paling menarik pada 2026. Perpaduan rasa manis dan pedas yang dikenal sebagai sweet and spicy atau “swicy” semakin digemari generasi muda karena menghadirkan sensasi rasa yang kaya dalam satu gigitan. Tidak hanya ramai di […]

  • penjarahan DPR

    Kriminolog UI: Penjarahan Rumah Anggota DPR Dipicu Rasa Ketidakadilan Kolektif

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Kriminolog UI sebut penjarahan rumah anggota DPR dipicu rasa ketidakadilan kolektif dan dipicu ajakan di media sosial. albadarpost.com, LENSA – Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menilai aksi penjarahan terhadap rumah sejumlah anggota DPR dan menteri pada gelombang demonstrasi 25–31 Agustus lalu bukanlah tindakan spontan. Menurutnya, peristiwa itu merupakan akumulasi dari rasa ketidakadilan yang dirasakan […]

expand_less