Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pengeroyokan Dobo Banjar Picu Reaksi Warga, Polisi Redam Situasi

Pengeroyokan Dobo Banjar Picu Reaksi Warga, Polisi Redam Situasi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pengeroyokan Dobo yang terjadi di DRT Karaoke, Jalan Pengairan Dobo, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, tidak hanya berujung pada proses hukum. Insiden yang berlangsung pada Jumat malam (17/7/2026) itu juga sempat memicu reaksi sebagian warga yang mendatangi Mapolres Banjar. Namun, situasi berhasil dikendalikan setelah kepolisian memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banjar memastikan penyidikan terus berjalan. Polisi juga telah mengamankan seorang terduga pelaku, sementara proses pengembangan masih dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Pramono Adi, menyampaikan perkembangan itu kepada awak media pada Sabtu (18/7/2026).

“Terkait dengan kejadian pengeroyokan yang di Dobo, di tempat hiburan, saat ini proses penyidikan sedang berjalan dan sudah ada pelaku yang sudah kita amankan,” ujarnya.

Kronologi Singkat Berujung Penyidikan

Peristiwa pengeroyokan terjadi di DRT Karaoke yang berada di kawasan Jalan Pengairan Dobo, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar.

Hingga kini, kepolisian belum memaparkan secara rinci kronologi maupun penyebab terjadinya pengeroyokan karena penyidikan masih berlangsung. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi serta alat bukti untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.

Karena itu, Polres Banjar belum menyampaikan jumlah pasti pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

“Saat ini masih belum bisa dipastikan (jumlahnya). Yang jelas proses penyidikan dan pengembangan sedang berjalan,” kata Iptu Pramono.

Mengapa Warga Sempat Mendatangi Mapolres?

Setelah insiden terjadi, sejumlah warga mendatangi Mapolres Banjar karena terpengaruh informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Namun, kepolisian tidak menjelaskan secara rinci informasi apa yang memicu munculnya provokasi tersebut.

Sebaliknya, aparat memilih memberikan penjelasan langsung mengenai perkembangan penyidikan sehingga situasi dapat kembali kondusif.

“Betul, itu ada sebagian masyarakat yang terprovokasi atas kejadian tersebut. Namun demikian, sudah kami berikan penjelasan dan mereka mengerti. Warga akhirnya menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada proses hukum,” jelasnya.

Langkah komunikasi tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polisi Minta Masyarakat Tidak Mudah Terpengaruh Isu

Selain menangani proses hukum, Polres Banjar mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Menurut Iptu Pramono, penyidik bekerja berdasarkan alat bukti, hasil pemeriksaan saksi, dan ketentuan hukum yang berlaku. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan memberikan ruang kepada penyidik untuk menuntaskan perkara secara profesional.

Ia juga mengimbau warga agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya karena berpotensi memperkeruh situasi.

Penyidikan Masih Terus Dikembangkan

Hingga Sabtu (18/7/2026), Satreskrim Polres Banjar masih mendalami kasus tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi dan pengumpulan alat bukti terus dilakukan untuk mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan dugaan pengeroyokan di DRT Karaoke.

Polres Banjar menegaskan bahwa setiap perkembangan penyidikan akan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kepolisian juga meminta masyarakat mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum hingga proses penyidikan selesai.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian,” ujar Iptu Pramono.

Ketika emosi mudah tersulut oleh informasi yang belum utuh, ketenangan menjadi kunci. Penegakan hukum akan berjalan lebih adil jika fakta berbicara lebih dulu daripada prasangka. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tailan

    Thailand Kini Ditulis Tailan, Ini Penjelasan Resminya

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Publik kembali dikejutkan dengan perubahan penulisan nama negara. Thailand kini resmi ditulis Tailan dalam standar bahasa Indonesia. Perubahan ini bukan kesalahan ejaan, apalagi typo. Pemerintah Indonesia secara sadar mengajukannya melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya nasional menata kembali penulisan nama negara asing agar sesuai dengan kaidah linguistik […]

  • mengabaikan adzan

    Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup. Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, […]

  • santet dalam Islam

    Hukum Santet dalam Islam dan Risikonya bagi Tauhid

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 246
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kepercayaan terhadap santet masih hidup di sebagian masyarakat. Namun, para ulama menegaskan bahwa santet dalam Islam hukumnya haram dan termasuk perbuatan syirik. Keyakinan ini bukan sekadar persoalan mistik, tetapi menyentuh inti keimanan umat. Islam mengakui adanya sihir sebagai ujian, tetapi melarang umat menggantungkan nasib kepada kekuatan selain Allah Swt.. Dampaknya tidak hanya […]

  • Pesantren Ramah Anak

    Pesantren Ramah Anak: Banjar Perjelas Batas Disiplin dan Kekerasan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pesantren Ramah Anak kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjar dalam upaya memperkuat perlindungan santri. Bersamaan dengan itu, pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan pesantren menjadi isu penting, terutama ketika pola pembinaan tradisional berhadapan dengan tuntutan perlindungan anak yang semakin kuat. Pemkot Banjar menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2026 […]

  • Cessie dan Novasi

    Cessie vs Novasi: Apa yang Terjadi Saat Kreditur Berganti?

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Cessie dan novasi sama-sama berkaitan dengan hubungan utang-piutang. Keduanya bahkan dapat melibatkan perubahan pihak kreditur. Namun, cessie dan novasi bukan hal yang sama. Perbedaan paling penting terletak pada nasib perikatan lama. Dalam cessie, hak tagih atau piutang dapat dialihkan kepada kreditur baru, sementara perikatan utangnya tidak otomatis hapus. Sebaliknya, novasi merupakan pembaruan […]

  • Tugu Koperasi Tasikmalaya

    Tugu Koperasi Tasikmalaya Simpan Sejarah dan Cerita Mistis

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional. Monumen bersejarah yang menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947 itu tidak hanya menyimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan, tetapi juga menyisakan berbagai cerita mistis yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat. Berada di Jalan Mohammad Hatta, […]

expand_less