Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dua Bocah Diserang Tawon Endas di Bekasi, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

Dua Bocah Diserang Tawon Endas di Bekasi, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tragedi tawon endas Bekasi: dua bocah diserang kawanan Vespa Affinis, satu tewas, satu dirawat intensif.

Tragedi Tawon Endas Bekasi: Satu Bocah Tewas, Satu Kritis

albadarpost.com, LENSA – Kejadian memilukan menimpa dua bocah kakak beradik di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Keduanya diserang puluhan tawon endas Bekasi atau Vespa Affinis saat pulang bersama ibunya dari warung, Rabu (29/10/2025) siang. Akibat serangan mematikan itu, sang adik, Surya Kencana (6), meninggal dunia, sementara kakaknya, Sahrul (7), masih berjuang hidup di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Anna Medika, Kota Bekasi.

Insiden ini sontak mengguncang warga setempat. Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian. Paman korban, Sudaryo (54), menceritakan bahwa serangan datang tiba-tiba ketika ketiganya melintas di dekat sarang tawon yang berada di pinggir kali kampung.

“Tiba-tiba mereka diserang tawon dari arah pinggir kali. Jumlahnya banyak sekali, puluhan. Anak-anak itu langsung jatuh dan tidak sadarkan diri. Warga langsung menolong dan membawa ke rumah,” ujar Sudaryo dengan suara bergetar di rumah duka, Jumat (31/10/2025).

Kedua bocah sempat dibawa ke klinik bidan terdekat, namun kondisi mereka terus memburuk. “Badannya hitam memar dan perutnya kembung. Akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit Anna Medika. Tapi sekitar pukul 19.30 WIB, Surya meninggal dunia,” imbuhnya.


Vespa Affinis, Serangga Agresif Penyebab Kematian

Dari hasil pemeriksaan, Surya diketahui mengalami lebih dari 30 luka sengatan di kepala dan tubuh. Sementara sang kakak, Sahrul, menderita luka di kepala, kaki, dan badan. Jenazah Surya dimakamkan di pemakaman umum tak jauh dari rumahnya dengan isak tangis keluarga dan tetangga yang memenuhi area pemakaman.

Sarang tawon Vespa Affinis atau dikenal masyarakat sebagai tawon endas Bekasi itu ditemukan berada di atas pohon setinggi sekitar 2,5 meter di tepi jalan kampung, hanya beberapa langkah dari rumah warga. “Letaknya tidak jauh dari rumah warga, di dekat kali. Anak-anak itu tidak mengganggu, cuma lewat saja,” ujar Sudaryo.

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi menerima laporan peristiwa tersebut sehari setelah kejadian, tepatnya pada Kamis (30/10/2025). Keesokan harinya, Jumat pagi, tim langsung melakukan evakuasi sarang tawon yang telah menelan korban jiwa itu.

“Kami bakar sarangnya. Jenisnya Vespa Affinis atau tawon endas, yang memang dikenal sangat agresif dan sudah beberapa kali menyebabkan korban jiwa,” kata Adhi Nugroho, anggota Tim Rescue Disdamkarmat Kabupaten Bekasi.

Ia menjelaskan, tawon endas termasuk jenis serangga sosial dengan perilaku defensif tinggi. Koloni besar dengan ribuan individu dapat menyerang secara bersamaan jika merasa terancam, bahkan oleh getaran atau suara keras di sekitar sarangnya. “Kalau sudah merasa terganggu, serangan mereka cepat dan mematikan,” ungkap Adhi.

Menurutnya, jenis Vespa Affinis banyak ditemukan di wilayah tropis termasuk Jawa Barat. Serangga ini biasanya membangun sarang di pepohonan rendah atau bangunan kosong di sekitar permukiman, yang kerap tak disadari warga hingga terjadi insiden fatal.


Peringatan Bahaya dan Upaya Pencegahan

Kejadian tragis tawon endas Bekasi ini menambah daftar serangan serupa yang pernah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, kasus sengatan Vespa Affinis meningkat, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki banyak pepohonan dan saluran air.

Pihak Disdamkarmat mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan sarang tawon di lingkungan sekitar. Jika menemukan sarang berukuran besar, warga diminta tidak mencoba menyingkirkannya sendiri tanpa alat pelindung dan pengetahuan memadai. “Segera laporkan kepada petugas pemadam kebakaran agar bisa ditangani dengan aman,” ujar Adhi.

Ahli entomologi dari Universitas Padjadjaran, Dr. Siti Rahmawati, menjelaskan bahwa racun tawon endas mengandung campuran neurotoksin dan histamin yang dapat menyebabkan reaksi alergi parah hingga gagal napas, terutama pada anak-anak. “Sengatan berulang bisa menyebabkan syok anafilaksis. Karena itu, korban sengatan tawon harus segera mendapatkan pertolongan medis, bukan hanya diobati secara tradisional,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan edukasi tentang bahaya Vespa Affinis dan membentuk tim reaksi cepat di tiap kecamatan. Langkah ini penting agar evakuasi sarang dapat dilakukan sebelum menimbulkan korban jiwa berikutnya.

Baca juga: Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang Diduga Akibat Korsleting Listrik, Ratusan Santri Dievakuasi

Tragedi tawon endas Bekasi menjadi pengingat bahwa hidup berdampingan dengan alam menuntut kewaspadaan dan pengetahuan. Di tengah meningkatnya urbanisasi dan penurunan habitat alami, konflik antara manusia dan satwa liar—termasuk serangga seperti tawon—akan semakin sering terjadi.

Tragedi tawon endas Bekasi menewaskan satu bocah dan melukai saudaranya. Warga diminta waspada terhadap sarang tawon di sekitar permukiman. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • parkir non tunai Tasikmalaya

    Mendadak Berubah! Parkir di HZ Mustofa Kini Tanpa Cash, Ini Cara Bayarnya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perubahan besar langsung terasa lewat parkir non tunai Tasikmalaya, sistem parkir digital Tasik yang kini mulai diuji coba di Jalan HZ Mustofa. Tanpa uang cash, tanpa ribet, cukup scan QRIS—cara bayar parkir QRIS ini langsung jadi perbincangan warga karena dinilai lebih praktis dan modern. Tidak seperti biasanya, pengalaman parkir kini terasa […]

  • jembatan rusak

    Jembatan Rusak Tak Diperbaiki, Warga Cianjur Masih Menyeberang Sungai Deras

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jembatan rusak di Cianjur tak kunjung dibangun, warga terpaksa menyeberangi Sungai Cibuni dengan rakit setiap hari. albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga di perbatasan Kecamatan Cijati dan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kembali mempertaruhkan nyawa setiap hari. Akses vital antar-desa terputus karena jembatan rusak yang hancur sejak empat tahun lalu, memaksa mereka menyeberangi Sungai Cibuni menggunakan rakit kayu. […]

  • Ilustrasi muslim berwudhu dan larangan ibadah tertentu ketika wudhu batal menurut ajaran Islam

    Batal Wudhu? Ini Larangan yang Wajib Diketahui Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Wudhu memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini berfungsi sebagai syarat sah bagi sejumlah amalan tertentu. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami konsekuensi ketika wudhu batal. Pemahaman yang benar akan membantu menjaga kesucian ibadah dan menghindari amalan yang tidak sah. Dalam fiqih Islam, para ulama menjelaskan bahwa batalnya wudhu membawa […]

  • cemilan pereda pegal dan pusing

    Capek dan Pusing Setelah Kerja? Coba 8 Cemilan Ini, Efektif Pulihkan Energi!

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Cemilan pereda pegal dan pusing bantu tubuh pulih cepat setelah kerja dan jaga energi tetap stabil. Cemilan Pereda Pegal dan Pusing, Solusi Cepat Pulihkan Tubuh Setelah Seharian Bekerja albadarpost.com, PELITA – Setelah melewati jam kerja yang panjang, tubuh sering kali memberi sinyal kelelahan melalui rasa pegal, pusing, atau kepala terasa berat. Kondisi ini bukan sekadar […]

  • Tamu Allah

    Terungkap! Mengapa Jamaah Haji Disebut Tamu Allah?

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Istilah tamu Allah sudah sangat akrab di telinga umat Islam, terutama saat musim haji tiba. Sebutan itu diberikan kepada jamaah haji yang datang ke Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Dalam ajaran Islam, istilah tamu Allah bukan sekadar ungkapan simbolis, tetapi memiliki makna spiritual yang sangat dalam. Karena itu, banyak orang […]

  • kasus penganiayaan Bandung

    Ibu Tiri Diduga Aniaya Balita, Polrestabes Bandung Lakukan BAP

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menangkap ibu tiri yang diduga menganiaya balita hingga tewas di Cipadung. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang balita berusia empat tahun bernama Raditya Allbyan Fauzan meninggal dunia di RSUD Ujungberung, Kota Bandung, dengan tubuh penuh luka lebam dan luka bakar. Polrestabes Bandung menyelidiki peristiwa itu sebagai kasus penganiayaan Bandung yang diduga dilakukan ibu tirinya di […]

expand_less