Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dua Bocah Diserang Tawon Endas di Bekasi, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

Dua Bocah Diserang Tawon Endas di Bekasi, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tragedi tawon endas Bekasi: dua bocah diserang kawanan Vespa Affinis, satu tewas, satu dirawat intensif.

Tragedi Tawon Endas Bekasi: Satu Bocah Tewas, Satu Kritis

albadarpost.com, LENSA – Kejadian memilukan menimpa dua bocah kakak beradik di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Keduanya diserang puluhan tawon endas Bekasi atau Vespa Affinis saat pulang bersama ibunya dari warung, Rabu (29/10/2025) siang. Akibat serangan mematikan itu, sang adik, Surya Kencana (6), meninggal dunia, sementara kakaknya, Sahrul (7), masih berjuang hidup di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Anna Medika, Kota Bekasi.

Insiden ini sontak mengguncang warga setempat. Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian. Paman korban, Sudaryo (54), menceritakan bahwa serangan datang tiba-tiba ketika ketiganya melintas di dekat sarang tawon yang berada di pinggir kali kampung.

“Tiba-tiba mereka diserang tawon dari arah pinggir kali. Jumlahnya banyak sekali, puluhan. Anak-anak itu langsung jatuh dan tidak sadarkan diri. Warga langsung menolong dan membawa ke rumah,” ujar Sudaryo dengan suara bergetar di rumah duka, Jumat (31/10/2025).

Kedua bocah sempat dibawa ke klinik bidan terdekat, namun kondisi mereka terus memburuk. “Badannya hitam memar dan perutnya kembung. Akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit Anna Medika. Tapi sekitar pukul 19.30 WIB, Surya meninggal dunia,” imbuhnya.


Vespa Affinis, Serangga Agresif Penyebab Kematian

Dari hasil pemeriksaan, Surya diketahui mengalami lebih dari 30 luka sengatan di kepala dan tubuh. Sementara sang kakak, Sahrul, menderita luka di kepala, kaki, dan badan. Jenazah Surya dimakamkan di pemakaman umum tak jauh dari rumahnya dengan isak tangis keluarga dan tetangga yang memenuhi area pemakaman.

Sarang tawon Vespa Affinis atau dikenal masyarakat sebagai tawon endas Bekasi itu ditemukan berada di atas pohon setinggi sekitar 2,5 meter di tepi jalan kampung, hanya beberapa langkah dari rumah warga. “Letaknya tidak jauh dari rumah warga, di dekat kali. Anak-anak itu tidak mengganggu, cuma lewat saja,” ujar Sudaryo.

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi menerima laporan peristiwa tersebut sehari setelah kejadian, tepatnya pada Kamis (30/10/2025). Keesokan harinya, Jumat pagi, tim langsung melakukan evakuasi sarang tawon yang telah menelan korban jiwa itu.

“Kami bakar sarangnya. Jenisnya Vespa Affinis atau tawon endas, yang memang dikenal sangat agresif dan sudah beberapa kali menyebabkan korban jiwa,” kata Adhi Nugroho, anggota Tim Rescue Disdamkarmat Kabupaten Bekasi.

Ia menjelaskan, tawon endas termasuk jenis serangga sosial dengan perilaku defensif tinggi. Koloni besar dengan ribuan individu dapat menyerang secara bersamaan jika merasa terancam, bahkan oleh getaran atau suara keras di sekitar sarangnya. “Kalau sudah merasa terganggu, serangan mereka cepat dan mematikan,” ungkap Adhi.

Menurutnya, jenis Vespa Affinis banyak ditemukan di wilayah tropis termasuk Jawa Barat. Serangga ini biasanya membangun sarang di pepohonan rendah atau bangunan kosong di sekitar permukiman, yang kerap tak disadari warga hingga terjadi insiden fatal.


Peringatan Bahaya dan Upaya Pencegahan

Kejadian tragis tawon endas Bekasi ini menambah daftar serangan serupa yang pernah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, kasus sengatan Vespa Affinis meningkat, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki banyak pepohonan dan saluran air.

Pihak Disdamkarmat mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan sarang tawon di lingkungan sekitar. Jika menemukan sarang berukuran besar, warga diminta tidak mencoba menyingkirkannya sendiri tanpa alat pelindung dan pengetahuan memadai. “Segera laporkan kepada petugas pemadam kebakaran agar bisa ditangani dengan aman,” ujar Adhi.

Ahli entomologi dari Universitas Padjadjaran, Dr. Siti Rahmawati, menjelaskan bahwa racun tawon endas mengandung campuran neurotoksin dan histamin yang dapat menyebabkan reaksi alergi parah hingga gagal napas, terutama pada anak-anak. “Sengatan berulang bisa menyebabkan syok anafilaksis. Karena itu, korban sengatan tawon harus segera mendapatkan pertolongan medis, bukan hanya diobati secara tradisional,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan edukasi tentang bahaya Vespa Affinis dan membentuk tim reaksi cepat di tiap kecamatan. Langkah ini penting agar evakuasi sarang dapat dilakukan sebelum menimbulkan korban jiwa berikutnya.

Baca juga: Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang Diduga Akibat Korsleting Listrik, Ratusan Santri Dievakuasi

Tragedi tawon endas Bekasi menjadi pengingat bahwa hidup berdampingan dengan alam menuntut kewaspadaan dan pengetahuan. Di tengah meningkatnya urbanisasi dan penurunan habitat alami, konflik antara manusia dan satwa liar—termasuk serangga seperti tawon—akan semakin sering terjadi.

Tragedi tawon endas Bekasi menewaskan satu bocah dan melukai saudaranya. Warga diminta waspada terhadap sarang tawon di sekitar permukiman. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dompet dan kalkulator simbol manajemen uang pribadi

    8 Kesalahan Menabung yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa sudah melakukan kesalahan menabung tanpa benar-benar menyadarinya. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan menabung atau kesalahan finansial dalam menabung sering muncul bukan dari hal besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang tanpa kontrol. Menariknya, sebagian orang justru merasa sudah “aman” secara finansial, padahal kondisi tabungan mereka sebenarnya tidak pernah […]

  • HANI Tasikmalaya 2026

    HANI Tasikmalaya 2026, Perang Narkoba Dimulai dari Rumah

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HANI Tasikmalaya 2026 menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ribuan warga memadati Alun-Alun Dadaha, Minggu (5/7/2026), untuk menyuarakan komitmen bersama dalam perang melawan narkoba. Melalui kampanye Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah awal membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat menuju Indonesia Emas 2045. […]

  • Rapat koordinasi pencegahan stunting Jawa Barat di Gedung Sate Bandung bersama Wakil Bupati Tasikmalaya

    Tekan Stunting, Asep Sopari: Perubahan Dimulai dari Rumah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Stunting Jawa Barat kembali menjadi sorotan serius. Kasus stunting, gizi buruk anak, serta kekurangan nutrisi masih menjadi tantangan nyata yang harus segera ditangani. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan keluarga sebagai garda terdepan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi Pencegahan, Percepatan, dan Penurunan Stunting […]

  • bawaslu-tasikmalaya

    Bawaslu Tasikmalaya Terkendala Bukti dan Saksi

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bawaslu Tasikmalaya mengungkap kendala utama dalam menangani pelanggaran pemilu Tasikmalaya, yakni minimnya bukti dan saksi yang bersedia memberikan keterangan. Kondisi tersebut membuat sejumlah laporan maupun temuan dugaan pelanggaran tidak dapat diproses hingga tahap penindakan meskipun indikasi awal telah ditemukan. Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Tasikmalaya, Enceng […]

  • hak melapor korupsi

    Melapor Korupsi, Kerap Terasa Berisiko?

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Mekanisme pelaporan korupsi dijamin undang-undang. Namun, sejauh mana negara memberi rasa aman bagi warga yang melapor? Perspektif Albadarpost mengulasnya. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di banyak obrolan warung kopi, korupsi sering dibicarakan sebagai sesuatu yang “semua orang tahu” tetapi jarang disentuh. Bukan karena warga tak peduli, melainkan karena ada jarak antara pengetahuan dan keberanian. Di titik inilah […]

  • Makan Bergizi Gratis Tarogong

    MBG Diawasi Ketat, Tim Gabungan Turun ke SPPG Tarogong Kaler

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Makan Bergizi Gratis terus berjalan di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Namun keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan. Pemerintah juga memastikan kualitas layanan, keamanan pangan, dan standar kebersihan benar-benar terjaga melalui monitoring Program Makan Bergizi Gratis yang dilakukan langsung di sejumlah […]

expand_less