Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Naik Kelas Jadi Tipe B, RSUD KHZ Mustofa Tetap Utamakan Warga Tasikmalaya

Naik Kelas Jadi Tipe B, RSUD KHZ Mustofa Tetap Utamakan Warga Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Rencana peningkatan status RSUD KHZ Mustofa dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Namun di balik target besar tersebut, Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin mengingatkan satu hal penting: jangan sampai warga Tasikmalaya sendiri kesulitan mendapatkan layanan karena kapasitas rumah sakit tidak mampu mengimbangi peningkatan jumlah pasien.

Pernyataan itu disampaikan usai pelantikan Dewan Pengawas baru RSUD KHZ Mustofa. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola rumah sakit sekaligus mempersiapkan langkah menuju rumah sakit rujukan yang lebih besar.

Menurut Cecep, peningkatan status rumah sakit bukan sekadar perubahan administratif. Lebih dari itu, perubahan tersebut harus mampu menghadirkan pelayanan yang semakin baik, profesional, dan tetap berpihak kepada masyarakat.

Infrastruktur Dinilai Siap, Tantangan Justru Ada pada Kapasitas Pelayanan

Bupati mengungkapkan dirinya telah beberapa kali berdiskusi dengan jajaran direksi RSUD KHZ Mustofa mengenai kesiapan peningkatan status rumah sakit.

Dari sisi infrastruktur, rumah sakit dinilai sudah memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk naik menjadi rumah sakit tipe B.

Namun demikian, Cecep menilai ada tantangan yang harus dipikirkan sejak sekarang.

Saat ini RSUD KHZ Mustofa memiliki sekitar 448 ruang rawat inap. Jika status rumah sakit meningkat menjadi tipe B, maka fungsi rujukan akan semakin luas dan berpotensi menarik pasien dari berbagai daerah di luar Kabupaten Tasikmalaya.

“Jangan sampai setelah menjadi tipe B, pasien kita sendiri tidak terlayani dan tidak mendapatkan ruang rawat inap. Fungsi rumah sakit bisa tidak sesuai tujuan,” kata Cecep.

Aktivitas Rumah Sakit Menunjukkan Tingginya Kebutuhan Layanan

Di lingkungan rumah sakit, aktivitas pelayanan berlangsung hampir sepanjang hari.

Pada jam-jam pelayanan tertentu, kursi ruang tunggu pasien dan keluarga terlihat hampir terisi penuh. Sejumlah pengunjung tampak membawa map berisi hasil pemeriksaan, surat rujukan, atau dokumen administrasi sambil menunggu giliran dipanggil petugas.

Di area parkir, kendaraan roda dua dan roda empat terus keluar masuk sejak pagi. Aktivitas itu menjadi gambaran nyata tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Karena itulah, peningkatan status rumah sakit harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pelayanan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pelayanan Humanis Menjadi Perhatian Khusus

Selain kapasitas pelayanan, Bupati juga memberi perhatian serius terhadap aspek pelayanan yang bersentuhan langsung dengan pasien.

Menurutnya, rumah sakit pemerintah masih sering dibandingkan dengan rumah sakit swasta dari sisi keramahan pelayanan.

Karena itu, seluruh pegawai dan tenaga kesehatan diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih humanis.

“Jangan sampai ada kesan rumah sakit swasta lebih ramah dari rumah sakit negeri. Semua pegawai harus meningkatkan pelayanan yang lebih humanis,” ujarnya.

Bagi Cecep, rumah sakit modern tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas dan peralatan medis. Rumah sakit juga harus mampu menghadirkan rasa nyaman, kepastian layanan, dan komunikasi yang baik kepada pasien maupun keluarga mereka.

Harapan Kecil yang Terdengar dari Ruang Tunggu

Di sela aktivitas pelayanan, sejumlah pengunjung terlihat saling bertukar informasi mengenai jadwal dokter, ruang pemeriksaan, hingga prosedur administrasi yang harus dilalui.

Beberapa keluarga pasien juga mengaku berharap peningkatan status rumah sakit dapat mempercepat akses layanan kesehatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Harapan seperti itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang menghadapi masalah kesehatan, kemudahan mendapatkan pelayanan sering kali menjadi hal yang sangat berarti.

Tidak Semua Warga Memahami Arti Rumah Sakit Tipe B

Jujur saja, tidak semua masyarakat memahami perbedaan rumah sakit tipe C dan tipe B.

Sebagian warga mungkin tidak terlalu memikirkan klasifikasi rumah sakit.

Bagi mereka, yang terpenting adalah pelayanan tetap tersedia ketika dibutuhkan, dokter mudah ditemui, obat tersedia, dan ruang rawat inap tidak penuh saat keluarga mereka memerlukan perawatan.

Karena itu, peningkatan status rumah sakit pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dewan Pengawas Baru Diharapkan Perkuat Tata Kelola

Untuk mendukung proses tersebut, Pemkab Tasikmalaya juga menaruh harapan besar kepada Dewan Pengawas yang baru dilantik.

Mereka diharapkan mampu memberikan arahan, evaluasi, serta pengawasan terhadap pelayanan, pengelolaan keuangan, dan pengembangan kelembagaan rumah sakit secara profesional dan objektif.

Bupati juga meminta terbangunnya komunikasi yang baik antara dewan pengawas dan manajemen rumah sakit agar tercipta sinergi dalam meningkatkan mutu pelayanan.

Rumah Sakit dan Harapan Banyak Keluarga

Bagi sebagian besar masyarakat, rumah sakit bukan tempat yang mereka kunjungi setiap hari.

Namun ketika anggota keluarga sakit, keberadaan layanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, dan ramah menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, masyarakat tidak hanya berharap rumah sakit memiliki gedung yang lebih besar atau status yang lebih tinggi. Mereka juga berharap hadirnya pelayanan yang lebih manusiawi, lebih cepat, dan lebih dekat dengan kebutuhan pasien.

Karena itulah, peningkatan status RSUD KHZ Mustofa menjadi rumah sakit tipe B bukan sekadar soal naik kelas. Ini tentang bagaimana rumah sakit mampu menjawab harapan masyarakat yang terus berkembang.

Naik kelas menjadi rumah sakit tipe B memang penting. Namun ukuran keberhasilan yang sesungguhnya bukan hanya status yang tertulis di dokumen. Keberhasilan itu hadir ketika seorang pasien tetap mendapat tempat tidur saat membutuhkan perawatan, ketika keluarga memperoleh pelayanan yang ramah, dan ketika harapan masyarakat tidak pernah ditolak di pintu rumah sakit yang mereka andalkan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • digital publik

    Website DPRD Tasikmalaya: Hak Publik yang Terabaikan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kinerja digital DPRD Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Website resmi lembaga legislatif kota tersebut dinilai belum mampu menjalankan fungsi utama sebagai sarana keterbukaan informasi publik. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat hak masyarakat untuk mengakses informasi kerja-kerja DPRD secara mudah dan akurat. Sorotan tersebut muncul setelah dilakukan perbandingan sederhana terhadap sejumlah website […]

  • Bank Indonesia Tasikmalaya memaparkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan transaksi QRIS di Priangan Timur tahun 2026.

    Transaksi QRIS di Priangan Timur Naik Tajam, BI Ungkap Tren Baru Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya mengungkap pertumbuhan penggunaan QRIS Priangan Timur terus mengalami peningkatan signifikan sepanjang setahun terakhir. Di saat yang sama, kondisi ekonomi wilayah Priangan Timur pada triwulan I 2026 juga tercatat tetap tumbuh positif dengan tingkat inflasi yang masih terkendali. Fakta tersebut dipaparkan Bank Indonesia dalam kegiatan Diseminasi Perkembangan […]

  • paten pesantren

    Tradisi Keilmuan Pesantren Akan Dipatenkan, Ini Langkah Baru Kemenag

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah mulai memberi perhatian serius terhadap perlindungan karya intelektual pesantren. Lewat program paten pesantren, Kementerian Agama ingin memastikan tradisi keilmuan ulama Nusantara tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Langkah itu muncul setelah banyak karya berbasis pesantren dinilai belum memiliki perlindungan hukum yang kuat. Padahal, pesantren selama ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan […]

  • Pendamping PAMSIMAS 2026

    Lowongan PAMSIMAS 2026 Dibuka, Cari Pendamping untuk Seluruh Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di sejumlah desa di Indonesia, pagi hari sering dimulai dengan suara ember yang saling beradu di dekat sumber air. Di sudut lain, jeriken berwarna biru dan kuning berjajar di pinggir jalan setapak menunggu giliran diisi. Ketika musim kemarau datang lebih panjang dari biasanya, sebagian warga bahkan harus berjalan lebih jauh hanya […]

  • Pancasila Citanduy

    Usai Upacara Pancasila, Wabup Tasikmalaya Pilih Turun ke Sungai Citanduy

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Banyak peringatan Hari Lahir Pancasila berakhir setelah upacara selesai. Namun di Kabupaten Tasikmalaya, peringatan tahun ini berlanjut ke tempat yang tidak biasa: tepian Sungai Citanduy. Usai mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Wakil Bupati Tasikmalaya bersama jajaran pejabat daerah langsung menuju Sungai Citanduy untuk melakukan penebaran benih ikan, Senin (1/6/2026). Kegiatan […]

  • SOP barang hilang

    KAI Evaluasi SOP Barang Hilang Usai Kasus Tumbler Penumpang

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 226
    • 0Komentar

    KAI menelusuri dugaan pelanggaran SOP barang hilang setelah kasus tumbler penumpang viral di media sosial. albadarpost.com, LENSA – Seorang penumpang KRL kehilangan tumbler yang tertinggal di Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung, dan kejadian ini berbuntut evaluasi prosedur operasional standar (SOP barang hilang) oleh PT KAI. Peristiwa tersebut memicu diskusi publik mengenai akuntabilitas layanan transportasi massal […]

expand_less