Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Naik Kelas Jadi Tipe B, RSUD KHZ Mustofa Tetap Utamakan Warga Tasikmalaya

Naik Kelas Jadi Tipe B, RSUD KHZ Mustofa Tetap Utamakan Warga Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 223
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Rencana peningkatan status RSUD KHZ Mustofa dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Namun di balik target besar tersebut, Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin mengingatkan satu hal penting: jangan sampai warga Tasikmalaya sendiri kesulitan mendapatkan layanan karena kapasitas rumah sakit tidak mampu mengimbangi peningkatan jumlah pasien.

Pernyataan itu disampaikan usai pelantikan Dewan Pengawas baru RSUD KHZ Mustofa. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola rumah sakit sekaligus mempersiapkan langkah menuju rumah sakit rujukan yang lebih besar.

Menurut Cecep, peningkatan status rumah sakit bukan sekadar perubahan administratif. Lebih dari itu, perubahan tersebut harus mampu menghadirkan pelayanan yang semakin baik, profesional, dan tetap berpihak kepada masyarakat.

Infrastruktur Dinilai Siap, Tantangan Justru Ada pada Kapasitas Pelayanan

Bupati mengungkapkan dirinya telah beberapa kali berdiskusi dengan jajaran direksi RSUD KHZ Mustofa mengenai kesiapan peningkatan status rumah sakit.

Dari sisi infrastruktur, rumah sakit dinilai sudah memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk naik menjadi rumah sakit tipe B.

Namun demikian, Cecep menilai ada tantangan yang harus dipikirkan sejak sekarang.

Saat ini RSUD KHZ Mustofa memiliki sekitar 448 ruang rawat inap. Jika status rumah sakit meningkat menjadi tipe B, maka fungsi rujukan akan semakin luas dan berpotensi menarik pasien dari berbagai daerah di luar Kabupaten Tasikmalaya.

“Jangan sampai setelah menjadi tipe B, pasien kita sendiri tidak terlayani dan tidak mendapatkan ruang rawat inap. Fungsi rumah sakit bisa tidak sesuai tujuan,” kata Cecep.

Aktivitas Rumah Sakit Menunjukkan Tingginya Kebutuhan Layanan

Di lingkungan rumah sakit, aktivitas pelayanan berlangsung hampir sepanjang hari.

Pada jam-jam pelayanan tertentu, kursi ruang tunggu pasien dan keluarga terlihat hampir terisi penuh. Sejumlah pengunjung tampak membawa map berisi hasil pemeriksaan, surat rujukan, atau dokumen administrasi sambil menunggu giliran dipanggil petugas.

Di area parkir, kendaraan roda dua dan roda empat terus keluar masuk sejak pagi. Aktivitas itu menjadi gambaran nyata tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Karena itulah, peningkatan status rumah sakit harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pelayanan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pelayanan Humanis Menjadi Perhatian Khusus

Selain kapasitas pelayanan, Bupati juga memberi perhatian serius terhadap aspek pelayanan yang bersentuhan langsung dengan pasien.

Menurutnya, rumah sakit pemerintah masih sering dibandingkan dengan rumah sakit swasta dari sisi keramahan pelayanan.

Karena itu, seluruh pegawai dan tenaga kesehatan diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih humanis.

“Jangan sampai ada kesan rumah sakit swasta lebih ramah dari rumah sakit negeri. Semua pegawai harus meningkatkan pelayanan yang lebih humanis,” ujarnya.

Bagi Cecep, rumah sakit modern tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas dan peralatan medis. Rumah sakit juga harus mampu menghadirkan rasa nyaman, kepastian layanan, dan komunikasi yang baik kepada pasien maupun keluarga mereka.

Harapan Kecil yang Terdengar dari Ruang Tunggu

Di sela aktivitas pelayanan, sejumlah pengunjung terlihat saling bertukar informasi mengenai jadwal dokter, ruang pemeriksaan, hingga prosedur administrasi yang harus dilalui.

Beberapa keluarga pasien juga mengaku berharap peningkatan status rumah sakit dapat mempercepat akses layanan kesehatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Harapan seperti itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi keluarga yang sedang menghadapi masalah kesehatan, kemudahan mendapatkan pelayanan sering kali menjadi hal yang sangat berarti.

Tidak Semua Warga Memahami Arti Rumah Sakit Tipe B

Jujur saja, tidak semua masyarakat memahami perbedaan rumah sakit tipe C dan tipe B.

Sebagian warga mungkin tidak terlalu memikirkan klasifikasi rumah sakit.

Bagi mereka, yang terpenting adalah pelayanan tetap tersedia ketika dibutuhkan, dokter mudah ditemui, obat tersedia, dan ruang rawat inap tidak penuh saat keluarga mereka memerlukan perawatan.

Karena itu, peningkatan status rumah sakit pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dewan Pengawas Baru Diharapkan Perkuat Tata Kelola

Untuk mendukung proses tersebut, Pemkab Tasikmalaya juga menaruh harapan besar kepada Dewan Pengawas yang baru dilantik.

Mereka diharapkan mampu memberikan arahan, evaluasi, serta pengawasan terhadap pelayanan, pengelolaan keuangan, dan pengembangan kelembagaan rumah sakit secara profesional dan objektif.

Bupati juga meminta terbangunnya komunikasi yang baik antara dewan pengawas dan manajemen rumah sakit agar tercipta sinergi dalam meningkatkan mutu pelayanan.

Rumah Sakit dan Harapan Banyak Keluarga

Bagi sebagian besar masyarakat, rumah sakit bukan tempat yang mereka kunjungi setiap hari.

Namun ketika anggota keluarga sakit, keberadaan layanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, dan ramah menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, masyarakat tidak hanya berharap rumah sakit memiliki gedung yang lebih besar atau status yang lebih tinggi. Mereka juga berharap hadirnya pelayanan yang lebih manusiawi, lebih cepat, dan lebih dekat dengan kebutuhan pasien.

Karena itulah, peningkatan status RSUD KHZ Mustofa menjadi rumah sakit tipe B bukan sekadar soal naik kelas. Ini tentang bagaimana rumah sakit mampu menjawab harapan masyarakat yang terus berkembang.

Naik kelas menjadi rumah sakit tipe B memang penting. Namun ukuran keberhasilan yang sesungguhnya bukan hanya status yang tertulis di dokumen. Keberhasilan itu hadir ketika seorang pasien tetap mendapat tempat tidur saat membutuhkan perawatan, ketika keluarga memperoleh pelayanan yang ramah, dan ketika harapan masyarakat tidak pernah ditolak di pintu rumah sakit yang mereka andalkan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2681 Bendera Merah Putih

    Gunung Galunggung Akan Diselimuti 2681 Bendera Merah Putih

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — 2681 Bendera Merah Putih akan membentang di jalur pendakian Gunung Galunggung pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di balik rencana besar tersebut, puluhan unsur dari TNI, Polri, pemerintah daerah, komunitas pecinta alam, hingga berbagai pemangku kepentingan kini bergerak bersama mematangkan setiap detail pelaksanaan agar berlangsung aman, tertib, dan sukses. Jika […]

  • Nabi Ayub AS

    Refleksi Harian dari Kisah Nabi Ayub AS

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Kisah Nabi Ayub AS mengajarkan keteguhan iman saat kehilangan harta, keluarga, dan kesehatan. albadarpost.com, OPINI – Hidup modern bergerak cepat, tetapi rapuh. Krisis kesehatan, tekanan ekonomi, dan permasalahan sosial bisa datang tanpa aba-aba. Dalam situasi seperti ini, kisah Nabi Ayub AS tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Ia hadir sebagai cermin harian tentang bagaimana manusia […]

  • Beasiswa Kedokteran Jepang

    Kemenkes Buka Beasiswa Kedokteran ke Jepang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Beasiswa Kedokteran Jepang kembali membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan dokter di luar negeri. Melalui kerja sama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan International University of Health and Welfare (IUHW), Jepang, program ini menawarkan kuliah kedokteran gratis di Jepang dengan dukungan pembiayaan pendidikan, pelatihan bahasa, akomodasi, hingga uang saku sesuai ketentuan […]

  • TNI di Pesantren

    TNI Panjat Kubah Masjid, Santri Terharu

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – TNI di pesantren menjadi pemandangan yang menarik perhatian warga Kota Tasikmalaya menjelang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Namun kali ini, prajurit Yonif TP 939 Macan Putih tidak datang membawa perlengkapan tempur. Sebaliknya, mereka hadir dengan kuas, cat, sapu, dan semangat gotong royong untuk mempercantik lingkungan Pondok Pesantren Sulalatul Huda di Kecamatan Cihideung. […]

  • Operasi Knalpot Brong

    Operasi Knalpot Brong Cisompet, 8 Motor Langsung Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Operasi knalpot brong kembali digelar untuk menjaga ketenangan masyarakat. Dalam penertiban yang berlangsung di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, polisi menemukan delapan sepeda motor yang memakai knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau yang lebih dikenal sebagai knalpot brong. Langkah ini menjadi respons atas keluhan warga yang selama ini merasa terganggu oleh kebisingan […]

  • Perkedel kentang lembut dan gurih dengan warna keemasan, tampilan rapi dan tidak hancur saat disajikan

    Anti Gagal! Rahasia Membuat Perkedel yang Tidak Pernah Hancur

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 251
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertama, banyak orang langsung menggoreng tanpa memahami tekstur adonan. Akibatnya, perkedel mudah pecah saat terkena minyak panas. Selain itu, kentang yang terlalu basah sering membuat adonan sulit dibentuk. Selanjutnya, penggunaan telur yang tidak tepat juga sering memicu kegagalan. Terlalu banyak telur membuat adonan lembek, sedangkan terlalu sedikit membuatnya rapuh. Oleh karena itu, […]

expand_less