Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tak Lagi Cuma Sate, Daging Kurban Kini Diolah Jadi Burger hingga Korean BBQ

Tak Lagi Cuma Sate, Daging Kurban Kini Diolah Jadi Burger hingga Korean BBQ

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Idul Adha identik dengan sate, gulai, dan tongseng. Namun dalam beberapa tahun terakhir, olahan daging kurban mulai berubah mengikuti gaya hidup generasi muda. Kini, olahan daging kurban modern seperti burger sapi kurban, shawarma, rice bowl sambal matah, hingga Korean BBQ mulai ramai muncul di rumah-rumah, konten TikTok, sampai acara bakar-bakaran keluarga.

Fenomena ini bukan sekadar tren kuliner biasa. Banyak keluarga mulai mencari cara baru agar daging kurban terasa lebih praktis, kekinian, dan cocok untuk semua usia. Bahkan sebagian anak muda kini lebih antusias membuat kebab homemade dibanding menyiapkan tusukan sate tradisional.

Dan suasana dapur saat Idul Adha pun terasa berbeda.

Bunyi blender bumbu bercampur suara notifikasi resep TikTok. Ada yang sibuk memotong daging tipis-tipis ala yakiniku. Ada juga yang diam-diam sudah menyiapkan saus burger sejak malam takbiran.

Di beberapa rumah, kardus bekas pembagian daging kurban bahkan belum sempat dipindahkan ketika aroma bawang putih, lada hitam, dan mentega sudah mulai memenuhi dapur kecil mereka.

Dan daging segar memang susah ditolak.

Daging Kurban Kini Masuk Era Kuliner Modern

Perubahan pola konsumsi masyarakat ikut mendorong munculnya berbagai kreasi olahan daging kurban. Jika dulu sebagian besar daging langsung dimasak gulai atau sate, sekarang banyak keluarga mencoba menu yang lebih fleksibel dan mudah dibagikan.

Burger Daging Kurban

Burger menjadi salah satu menu paling populer. Daging sapi kurban digiling lalu dibentuk patty tebal dengan tambahan lada hitam dan bawang putih.

Hasilnya terasa lebih juicy karena banyak keluarga memakai daging segar yang baru dipotong beberapa jam sebelumnya.

Beberapa anak muda bahkan mulai membuat “smash burger kurban” dengan roti brioche dan saus racikan sendiri. Di media sosial, menu seperti ini sering mendapat respons tinggi karena tampilannya menarik dan mudah viral.

Ada juga yang salah memilih bagian daging untuk steak dan burger karena terlalu semangat mengikuti tutorial chef luar negeri di YouTube. Tetapi justru bagian itu yang kemudian jadi bahan cerita lucu saat makan bersama keluarga.

Kadang eksperimennya malah lebih ramai daripada makannya.

Steak Sapi Kurban

Sebagian keluarga kini memilih memasak steak sederhana di rumah. Daging sapi kurban dipotong tebal lalu dimasak medium dengan butter dan rosemary.

Menariknya, banyak orang baru sadar bahwa kualitas daging kurban segar ternyata cukup cocok untuk steak rumahan.

Kadang yang bikin ramai justru bukan makanannya. Tetapi proses masaknya. Asap tipis dari teflon panas, suara daging menyentuh mentega cair, lalu anggota keluarga mulai berdiri mengelilingi dapur sambil mencicipi satu potong kecil lebih dulu.

Sebagian orang bahkan akan membandingkan hasil steak kurban mereka di grup keluarga WhatsApp. Ada yang memotret tingkat kematangan daging dari jarak sangat dekat, lalu mengirimnya sambil menulis, “Medium rare gagal total.”

Korean BBQ dan Shawarma Mulai Jadi Favorit Anak Muda

Pengaruh budaya kuliner Korea dan Timur Tengah juga mulai terlihat saat Idul Adha.

Korean barbecue Kurban

Menu Korean BBQ menjadi pilihan karena mudah dibuat bersama-sama. Daging diiris tipis lalu dipanggang di atas grill portable sambil disantap dengan selada dan sambal.

Model makan seperti ini dianggap lebih santai dan terasa hangat untuk keluarga besar.

Di beberapa rumah, anak-anak bahkan lebih sibuk merekam proses memanggang daging untuk Instagram Story dibanding benar-benar makan di meja utama.

Dan itu memang terjadi sekarang.

Ada juga yang mendadak membeli grill portable sehari sebelum Idul Adha hanya karena tidak ingin kalah estetik dari unggahan teman-temannya di media sosial.

Shawarma ala Timur Tengah

Shawarma juga mulai populer karena cocok memakai irisan daging sapi maupun kambing kurban. Bumbu rempah khas Timur Tengah membuat aroma daging terasa lebih kuat namun tetap segar.

Biasanya shawarma disajikan bersama tortilla, mayones bawang, dan kentang goreng.

Sementara itu, Kebab homemade menjadi pilihan praktis untuk stok makanan beberapa hari setelah Idul Adha.

Rice Bowl Sambal Matah hingga Smoked Beef Makin Banyak Dicoba

Selain menu internasional, banyak keluarga mulai menggabungkan cita rasa lokal dengan konsep modern.

Rice bowl Sambal Matah

Rice bowl sambal matah mulai populer karena sederhana namun terasa segar. Daging sapi kurban dipotong kecil lalu dimasak lada hitam atau teriyaki sebelum disajikan dengan sambal matah khas Bali.

Menu ini cukup disukai karena tidak terlalu berat seperti gulai santan.

Smoked beef dari Daging Kurban

Sebagian pecinta kuliner mulai mencoba membuat smoked beef sendiri di rumah memakai alat sederhana. Daging diasapi perlahan selama beberapa jam agar aroma kayunya lebih terasa.

Menariknya, ada yang rela begadang semalaman hanya untuk menjaga bara asap tetap stabil. Kadang sambil ngopi. Kadang sambil membuka YouTube tutorial yang dipercepat 2x.

Dan malam Idul Adha memang sering jadi panjang.

Idul Adha Kini Bukan Hanya Tentang Tradisi, Tetapi Juga Kreativitas

Perubahan tren olahan daging kurban menunjukkan bahwa tradisi terus bergerak mengikuti zaman. Generasi muda tetap menjaga semangat berbagi dan kebersamaan, tetapi mereka menghadirkannya dengan cara yang lebih kreatif dan dekat dengan keseharian saat ini.

Sate dan gulai mungkin tetap menjadi legenda meja makan Idul Adha. Namun burger kurban, Korean BBQ, hingga shawarma tampaknya mulai mengambil tempat di hati generasi baru.

Dan mungkin beberapa tahun lagi, aroma bakaran Idul Adha bukan cuma identik dengan arang sate.

Tetapi juga dengan suara grill listrik, kamera ponsel yang merekam asap tipis, dan anak muda yang berkata:

“Sebentar, jangan dimakan dulu. Foto dulu buat upload.”

Tradisi tidak hilang saat berubah bentuk. Kadang ia justru hidup lebih lama ketika berhasil masuk ke meja makan generasi berikutnya. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • brand UMKM

    Rahasia Brand UMKM Cepat Dikenal, Nomor 3 Paling Ampuh

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membangun brand UMKM yang kuat kini menjadi kunci utama untuk bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Brand UMKM, citra usaha kecil, hingga identitas bisnis lokal harus dikelola secara strategis agar mudah dikenali dan diingat konsumen. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami cara memperkuat branding UMKM secara konsisten, relevan, dan adaptif […]

  • Indonesia vs Timor Leste

    Indonesia vs Timor Leste 3-0, Garuda Tampil Superior

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Indonesia vs Timor Leste berakhir dengan kemenangan meyakinkan 3-0 untuk Timnas Indonesia pada pertandingan Kejuaraan ASEAN, Jumat (31/7/2026). Selain membawa pulang tiga poin, Timnas Indonesia juga menunjukkan dominasi yang terlihat jelas melalui berbagai statistik pertandingan, mulai dari penguasaan bola, jumlah tembakan, hingga expected goals (xG). Data statistik pertandingan yang ditampilkan Flashscore setelah […]

  • Akses KUR Bekasi

    Akses KUR Bekasi Dikeluhkan Rumit, Pemkab Janji Permudah Proses Kredit

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Akses KUR Bekasi dipercepat untuk menekan ketergantungan UMKM pada pinjaman ilegal dan rentenir. albadarpost.com, HUMANIORA – Pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi kembali menyoroti akses KUR Bekasi yang dinilai belum mudah dan cepat. Mereka menyampaikan keluhan soal syarat jaminan, proses verifikasi yang panjang, hingga ketidakpastian persetujuan. Kondisi ini membuat sebagian pengusaha kecil meminjam modal dari rentenir […]

  • gempa Nagekeo

    Gempa Nagekeo: 2.403 Rumah Rusak, Ribuan Warga Mengungsi

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Gempa Nagekeo di Nusa Tenggara Timur meninggalkan dampak besar bagi masyarakat di sejumlah wilayah. Data yang dirilis BNPB Indonesia pada 16 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB mencatat 2.403 rumah rusak, 54 orang meninggal dunia, 199 orang luka-luka, serta 9.963 warga mengungsi. Data tersebut menggambarkan bahwa gempa bumi Nagekeo bukan hanya persoalan […]

  • penemuan jasad bayi

    Penemuan Jasad Bayi Berujung Penjara

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Lampung Barat berujung tersangka dan ancaman hukuman berat atas kejahatan terhadap anak. albadarpost.com, HUMANIORA— Kasus penemuan jasad bayi di sebuah kebun kopi di Kabupaten Lampung Barat berakhir pada penetapan tersangka dan ancaman pidana berat. Kepolisian memastikan bahwa rasa malu akibat kehamilan di luar nikah tidak dapat menjadi alasan pembenar atas tindakan […]

  • Dedi Mulyadi Kampung Naga

    Tak Datang ke Kampung Naga, Pesan Dedi Mulyadi Justru Menggugah

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Dedi Mulyadi Kampung Naga menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat itu menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung ke kawasan adat tersebut. Dalam keterangannya, Dedi menilai akses menuju Kampung Naga terlalu sempit dan berisiko mengganggu mobilitas warga jika kunjungannya memicu kerumunan besar. Berbicara saat menyapa warga di Tasikmalaya, Senin (4/5/2026), Dedi […]

expand_less