Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tak Lagi Cuma Sate, Daging Kurban Kini Diolah Jadi Burger hingga Korean BBQ

Tak Lagi Cuma Sate, Daging Kurban Kini Diolah Jadi Burger hingga Korean BBQ

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Idul Adha identik dengan sate, gulai, dan tongseng. Namun dalam beberapa tahun terakhir, olahan daging kurban mulai berubah mengikuti gaya hidup generasi muda. Kini, olahan daging kurban modern seperti burger sapi kurban, shawarma, rice bowl sambal matah, hingga Korean BBQ mulai ramai muncul di rumah-rumah, konten TikTok, sampai acara bakar-bakaran keluarga.

Fenomena ini bukan sekadar tren kuliner biasa. Banyak keluarga mulai mencari cara baru agar daging kurban terasa lebih praktis, kekinian, dan cocok untuk semua usia. Bahkan sebagian anak muda kini lebih antusias membuat kebab homemade dibanding menyiapkan tusukan sate tradisional.

Dan suasana dapur saat Idul Adha pun terasa berbeda.

Bunyi blender bumbu bercampur suara notifikasi resep TikTok. Ada yang sibuk memotong daging tipis-tipis ala yakiniku. Ada juga yang diam-diam sudah menyiapkan saus burger sejak malam takbiran.

Di beberapa rumah, kardus bekas pembagian daging kurban bahkan belum sempat dipindahkan ketika aroma bawang putih, lada hitam, dan mentega sudah mulai memenuhi dapur kecil mereka.

Dan daging segar memang susah ditolak.

Daging Kurban Kini Masuk Era Kuliner Modern

Perubahan pola konsumsi masyarakat ikut mendorong munculnya berbagai kreasi olahan daging kurban. Jika dulu sebagian besar daging langsung dimasak gulai atau sate, sekarang banyak keluarga mencoba menu yang lebih fleksibel dan mudah dibagikan.

Burger Daging Kurban

Burger menjadi salah satu menu paling populer. Daging sapi kurban digiling lalu dibentuk patty tebal dengan tambahan lada hitam dan bawang putih.

Hasilnya terasa lebih juicy karena banyak keluarga memakai daging segar yang baru dipotong beberapa jam sebelumnya.

Beberapa anak muda bahkan mulai membuat “smash burger kurban” dengan roti brioche dan saus racikan sendiri. Di media sosial, menu seperti ini sering mendapat respons tinggi karena tampilannya menarik dan mudah viral.

Ada juga yang salah memilih bagian daging untuk steak dan burger karena terlalu semangat mengikuti tutorial chef luar negeri di YouTube. Tetapi justru bagian itu yang kemudian jadi bahan cerita lucu saat makan bersama keluarga.

Kadang eksperimennya malah lebih ramai daripada makannya.

Steak Sapi Kurban

Sebagian keluarga kini memilih memasak steak sederhana di rumah. Daging sapi kurban dipotong tebal lalu dimasak medium dengan butter dan rosemary.

Menariknya, banyak orang baru sadar bahwa kualitas daging kurban segar ternyata cukup cocok untuk steak rumahan.

Kadang yang bikin ramai justru bukan makanannya. Tetapi proses masaknya. Asap tipis dari teflon panas, suara daging menyentuh mentega cair, lalu anggota keluarga mulai berdiri mengelilingi dapur sambil mencicipi satu potong kecil lebih dulu.

Sebagian orang bahkan akan membandingkan hasil steak kurban mereka di grup keluarga WhatsApp. Ada yang memotret tingkat kematangan daging dari jarak sangat dekat, lalu mengirimnya sambil menulis, “Medium rare gagal total.”

Korean BBQ dan Shawarma Mulai Jadi Favorit Anak Muda

Pengaruh budaya kuliner Korea dan Timur Tengah juga mulai terlihat saat Idul Adha.

Korean barbecue Kurban

Menu Korean BBQ menjadi pilihan karena mudah dibuat bersama-sama. Daging diiris tipis lalu dipanggang di atas grill portable sambil disantap dengan selada dan sambal.

Model makan seperti ini dianggap lebih santai dan terasa hangat untuk keluarga besar.

Di beberapa rumah, anak-anak bahkan lebih sibuk merekam proses memanggang daging untuk Instagram Story dibanding benar-benar makan di meja utama.

Dan itu memang terjadi sekarang.

Ada juga yang mendadak membeli grill portable sehari sebelum Idul Adha hanya karena tidak ingin kalah estetik dari unggahan teman-temannya di media sosial.

Shawarma ala Timur Tengah

Shawarma juga mulai populer karena cocok memakai irisan daging sapi maupun kambing kurban. Bumbu rempah khas Timur Tengah membuat aroma daging terasa lebih kuat namun tetap segar.

Biasanya shawarma disajikan bersama tortilla, mayones bawang, dan kentang goreng.

Sementara itu, Kebab homemade menjadi pilihan praktis untuk stok makanan beberapa hari setelah Idul Adha.

Rice Bowl Sambal Matah hingga Smoked Beef Makin Banyak Dicoba

Selain menu internasional, banyak keluarga mulai menggabungkan cita rasa lokal dengan konsep modern.

Rice bowl Sambal Matah

Rice bowl sambal matah mulai populer karena sederhana namun terasa segar. Daging sapi kurban dipotong kecil lalu dimasak lada hitam atau teriyaki sebelum disajikan dengan sambal matah khas Bali.

Menu ini cukup disukai karena tidak terlalu berat seperti gulai santan.

Smoked beef dari Daging Kurban

Sebagian pecinta kuliner mulai mencoba membuat smoked beef sendiri di rumah memakai alat sederhana. Daging diasapi perlahan selama beberapa jam agar aroma kayunya lebih terasa.

Menariknya, ada yang rela begadang semalaman hanya untuk menjaga bara asap tetap stabil. Kadang sambil ngopi. Kadang sambil membuka YouTube tutorial yang dipercepat 2x.

Dan malam Idul Adha memang sering jadi panjang.

Idul Adha Kini Bukan Hanya Tentang Tradisi, Tetapi Juga Kreativitas

Perubahan tren olahan daging kurban menunjukkan bahwa tradisi terus bergerak mengikuti zaman. Generasi muda tetap menjaga semangat berbagi dan kebersamaan, tetapi mereka menghadirkannya dengan cara yang lebih kreatif dan dekat dengan keseharian saat ini.

Sate dan gulai mungkin tetap menjadi legenda meja makan Idul Adha. Namun burger kurban, Korean BBQ, hingga shawarma tampaknya mulai mengambil tempat di hati generasi baru.

Dan mungkin beberapa tahun lagi, aroma bakaran Idul Adha bukan cuma identik dengan arang sate.

Tetapi juga dengan suara grill listrik, kamera ponsel yang merekam asap tipis, dan anak muda yang berkata:

“Sebentar, jangan dimakan dulu. Foto dulu buat upload.”

Tradisi tidak hilang saat berubah bentuk. Kadang ia justru hidup lebih lama ketika berhasil masuk ke meja makan generasi berikutnya. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Distribusi makan bergizi gratis di sekolah dengan menu sehat untuk mendukung gizi anak Indonesia

    Fakta Mengejutkan! Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Sejak 2006

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL -Makan bergizi gratis selalu jadi perbincangan luas. Namun, fakta terbaru menunjukkan program makan bergizi gratis bukan kebijakan yang lahir tiba-tiba. Program gizi gratis ini sudah dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto sejak 2006. Artinya, gagasan tersebut sudah berumur hampir dua dekade sebelum benar-benar dijalankan secara nasional. Menurut Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan […]

  • strategi UMKM

    Jarang Diketahui! Ini Cara UMKM Kalahkan Produk Raksasa

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Strategi UMKM menjadi kunci utama bagi pelaku usaha kecil untuk bersaing di pasar yang didominasi brand besar. Banyak yang mengira usaha kecil sulit menang, padahal dengan strategi UMKM cerdas, taktik bisnis kecil, dan cara bersaing UMKM yang tepat, peluang justru terbuka lebar. Oleh karena itu, memahami strategi UMKM yang jarang diketahui […]

  • Operasi Zebra

    Polda Jabar Gelar Operasi Zebra, Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Fokus Pengawasan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Operasi Zebra digelar di Jawa Barat selama 14 hari untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. albadarpost.com, PELITA – Polda Jawa Barat menyiapkan Operasi Zebra selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025. Langkah ini ditempuh untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Operasi Zebra […]

  • Apoteker Garut

    Sumpah Apoteker Uniga Berlangsung Haru, Dinkes Garut Akui Masih Kekurangan SDM

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FMIPA Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). Kehadiran para apoteker Garut ini langsung mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut yang saat ini […]

  • Ilustrasi gedung pemerintahan daerah dengan bayangan borgol dan dokumen anggaran, menggambarkan dugaan penyalahgunaan anggaran.

    Dugaan Penyalahgunaan Anggaran: Saatnya Aparat Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu dugaan penyalahgunaan anggaran di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Sejumlah temuan yang beredar di ruang publik memunculkan pertanyaan serius tentang komitmen penegakan hukum di daerah. Ketika indikasi penyimpangan muncul berulang, publik tentu berharap aparat bergerak cepat dan transparan. Namun demikian, yang terjadi justru memunculkan kesan pembiaran. Karena itu, kepercayaan masyarakat […]

  • kenaikan elektoral Dedi

    Efisiensi Anggaran Jawa Barat: Birokrat “Berpuasa”, Rakyat Tetap “Berpesta”

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat lakukan efisiensi besar-besaran demi menjaga ketahanan fiskal tanpa ganggu program publik. Pemprov Jawa Barat Pangkas Anggaran, Prioritaskan Pembangunan Publik albadarposrt.com, PERSPEKTIF – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah bersiap menghadapi masa ketat anggaran setelah dana transfer dari pemerintah pusat dipangkas sekitar Rp2,45 triliun. Langkah penghematan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran […]

expand_less