Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Gulai Daun Singkong Santan Kental, Gurihnya Bikin Gagal Diet

Rahasia Gulai Daun Singkong Santan Kental, Gurihnya Bikin Gagal Diet

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 100
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Gulai daun singkong masih jadi salah satu menu rumahan yang sulit tergeser sampai sekarang. Rasanya sederhana, tetapi justru itu yang bikin banyak orang kangen. Apalagi kalau kuah santannya kental, pedasnya pas, lalu dimakan saat nasi masih panas mengepul.

Belakangan, resep gulai daun singkong santan kental juga makin sering muncul di pencarian internet. Banyak orang mulai kembali memasak menu kampung karena rasanya terasa lebih “nyambung” untuk makan sehari-hari.

Dan memang aneh. Kadang makanan yang paling bikin tenang justru bukan yang mahal.

Melainkan yang kuahnya dituang langsung dari panci aluminium di dapur rumah.

Pilih Daun Singkong yang Masih Muda

Hal pertama yang perlu diperhatikan tentu daun singkongnya. Gunakan daun yang masih muda supaya hasil gulainya lembut dan tidak berserat kasar saat dimakan.

Biasanya ibu-ibu di kampung langsung tahu mana daun yang cocok hanya dari warnanya. Tidak terlalu tua. Pucuknya masih lentur.

Setelah dicuci bersih, rebus daun singkong sampai empuk. Banyak orang menambahkan sedikit garam agar warna hijaunya tetap cantik.

Lalu tiriskan.

Kadang ada yang tidak sabar langsung memeras daun singkong saat masih panas. Ujung-ujungnya jari merah sendiri sambil bilang, “Nah kan…”

Untuk bumbu halus, siapkan:

  • 8 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 5 cabai merah keriting
  • 10 cabai rawit merah
  • 3 butir kemiri
  • 1 ruas kunyit
  • 1 ruas jahe

Bahan pelengkap:

  • 1 ikat daun singkong rebus
  • 700 ml santan kental
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya

Tumis Bumbu Sampai Dapur Mulai Harum

Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bumbu halus hingga benar-benar matang. Setelah itu, masukkan serai, daun salam, dan daun jeruk.

Pada tahap ini aroma biasanya mulai memenuhi dapur. Kadang bahkan sampai terdengar suara dari ruang depan:

“Masak gulai ya?”

Padahal orangnya belum lihat panci sama sekali.

Setelah bumbu matang, tuang santan perlahan sambil terus diaduk supaya tidak pecah. Gunakan api sedang agar kuah tetap lembut dan warnanya keluar cantik.

Lalu masukkan daun singkong rebus.

Aduk pelan.

Pelan saja. Tidak usah buru-buru.

Karena justru di situ biasanya santan mulai mengental dan aroma gurai rempahnya keluar pelan-pelan.

Rahasia Gulai Daun Singkong yang Gurih dan Bikin Nambah

Ada beberapa hal kecil yang sering membuat gulai daun singkong terasa jauh lebih enak.

Pertama, gunakan santan segar kalau memungkinkan. Rasanya lebih gurih dan kuahnya terasa “berisi”. Kedua, jangan berhenti mengaduk saat santan mulai panas.

Selain itu, biarkan gulai mendidih perlahan beberapa menit supaya bumbu meresap sempurna ke daun singkong.

Sebagian orang menambahkan ikan teri, ebi, atau potongan ikan asap agar rasa gurihnya makin kuat. Namun tanpa tambahan apa pun sebenarnya gulai ini sudah cukup bikin orang susah berhenti makan.

Kadang kuah gulai malah lebih cepat habis dibanding daun singkongnya. Tinggal santan kuning tipis di dasar piring, lalu disendoki lagi pakai nasi panas.

Dan itu biasanya tambah nikmat justru saat lauk lain sudah hampir habis.

Ada juga yang sengaja makan pakai tangan karena katanya rasa santannya lebih terasa. Entah memang begitu atau cuma perasaan lapar sore hari.

Menu Kampung yang Tetap Dicari Sampai Sekarang

Di tengah banyaknya makanan modern bermunculan, gulai daun singkong tetap punya tempat sendiri di hati banyak orang. Bahannya murah, cara membuatnya mudah, tetapi rasanya bisa membuat meja makan mendadak ramai.

Apalagi saat hujan turun sore-sore.

Listrik kadang redup sedikit.

Lalu dari dapur terdengar suara sendok mengaduk santan di panci.

Hal-hal kecil seperti itu anehnya gampang diingat.

Mungkin karena makanan rumahan memang tidak cuma soal rasa. Ada suasana yang ikut dimakan bersama.

Gulai daun singkong santan kental bukan sekadar masakan sederhana. Kadang, dari kuah kuning hangat itulah rasa pulang terasa paling nyata. (ARR)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentrok WNA Ketapang

    Negara Diuji dalam Penanganan Bentrok WNA Ketapang

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Penanganan Bentrok WNA Ketapang menguji ketegasan negara dan tata kelola tambang. albadarpost.com, EDITORIAL – Bentrok WNA Ketapang yang melibatkan warga negara asing, prajurit TNI, dan warga sipil di area tambang emas Ketapang bukan sekadar insiden keamanan. Peristiwa ini membuka pertanyaan lebih besar tentang ketegasan negara dalam menegakkan hukum, mengawasi WNA, dan menertibkan konflik […]

  • Khutbah Arafah

    Puasa Arafah Bisa Hapus Dosa 2 Tahun, Ini Niat dan Dalilnya

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pencarian tentang niat puasa Arafah, puasa Zulhijah, dan puasa Tarwiyah mulai ramai menjelang datangnya Iduladha. Banyak umat Islam ingin mengetahui bacaan niat yang benar lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, hingga dalil keutamaannya. Puasa sunnah di awal Zulhijah memang memiliki keistimewaan tersendiri. Selain menjadi amalan yang dianjurkan Rasulullah ﷺ, ibadah ini juga […]

  • apbd-tasikmalaya-2026

    APBD Tasikmalaya 2026 Ditutup Defisit, Program Publik Jadi Penentu

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: APBD Tasikmalaya 2026 menguji keberanian pemda menjaga layanan dasar di tengah defisit. albadarpost.com, EDITORIAL – Pengesahan APBD Tasikmalaya 2026 bukan sekadar ritual tahunan. Di balik angka-angka yang disetujui DPRD, ada arah kebijakan yang menentukan siapa yang dilindungi dan siapa yang dibiarkan menghadapi risiko sosial. APBD senilai Rp1,523 triliun disahkan dalam rapat paripurna, menempatkan […]

  • Jalur Gentong

    Polres Tasikmalaya Kota Perketat Jalur Gentong Saat Nataru

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya Kota memperkuat pengamanan Jalur Gentong untuk mencegah macet dan kecelakaan Nataru. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota memperketat pengamanan Jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Langkah ini diambil karena Jalur Gentong merupakan jalur nasional penghubung Tasikmalaya–Garut yang rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama saat lonjakan […]

  • Teror air keras Tasikmalaya

    Aksi Brutal di Manonjaya: 6 Korban Melepuh Disiram Air Keras

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Teror air keras Tasikmalaya mengguncang warga setelah seorang sopir ekspedisi melakukan aksi brutal dengan menyiramkan cairan berbahaya kepada pegawai konveksi. Insiden penyerangan air keras di Tasikmalaya ini menyebabkan sembilan orang menjadi korban, enam di antaranya mengalami luka bakar serius. Peristiwa terjadi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, sekitar pukul 19.00 […]

  • jaminan rezeki

    Kewajiban Ibadah di Tengah Jaminan Rezeki dari Allah

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Ulama mengingatkan kewajiban ibadah di tengah jaminan rezeki Allah agar masyarakat lebih tenang dan berimbang. albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam kecemasan berlebihan soal urusan dunia. Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan produktivitas, mereka menegaskan bahwa jaminan rezeki telah ditetapkan Allah Swt, sementara kewajiban utama manusia adalah menunaikan amanah ibadah […]

expand_less