Muharram Jadi Awal Gerakan Garut Berhaji
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Acara Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah tingkat Kabupaten Garut di Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, Senin (15/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Masjid Agung Garut tampak berbeda pada Senin (15/6/2026). Ribuan jemaah yang hadir dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak hanya mendengarkan pesan tentang makna hijrah, tetapi juga mendapatkan kabar penting mengenai Garut Berhaji, sebuah program yang mendorong masyarakat merencanakan ibadah haji lebih awal.
Program Garut Berhaji atau gerakan perencanaan haji sejak dini menjadi salah satu pesan utama yang mengemuka dalam peringatan Tahun Baru Islam tingkat Kabupaten Garut. Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Garut, Kementerian Agama, dan Bank Syariah Indonesia (BSI), masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih mudah untuk mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci.
Di tengah semangat Muharram yang identik dengan perubahan menuju kondisi yang lebih baik, Pemkab Garut memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak masyarakat merencanakan masa depan spiritual mereka secara lebih matang.
Bupati Garut: Hijrah Harus Membawa Perubahan
Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak masyarakat memahami hijrah secara lebih luas.
Menurutnya, hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat sebagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Lebih dari itu, hijrah merupakan proses perubahan menuju kondisi yang lebih baik.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak takut menghadapi tantangan baru selama tujuannya membawa manfaat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semangat tersebut juga ditujukan kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut agar terus berinovasi dan berani mengambil langkah-langkah positif demi kemajuan daerah.
Pesan tersebut mendapat perhatian khusus dari para jemaah yang memadati area masjid sejak pagi hari.
Garut Berhaji, Ikhtiar Menjawab Panjangnya Antrean
Selain peringatan Muharram, perhatian masyarakat juga tertuju pada sosialisasi program Garut Berhaji.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, menjelaskan bahwa sistem kuota haji saat ini mengacu pada kuota provinsi berdasarkan nomor porsi. Akibatnya, waktu tunggu keberangkatan menjadi cukup panjang.
Menurutnya, pada tahun 2026 jemaah asal Garut yang masuk kuota provinsi baru mencapai nomor porsi tahun 2015. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perencanaan haji sejak dini.
Karena itu, masyarakat didorong untuk segera mendaftar apabila memiliki kemampuan dan kesempatan.
Dengan semakin cepat mendaftar, peluang mendapatkan nomor porsi yang lebih awal juga semakin besar.
Kolaborasi Pemkab, Kemenag, dan BSI
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Melalui skema yang disiapkan, masyarakat cukup melakukan setoran awal sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah itu, data calon jemaah akan diproses dan divalidasi oleh Kementerian Agama.
Area Manager BSI Area Bandung Kota, Trisna Natalianzah, menegaskan bahwa BSI ingin hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra sosial dan spiritual masyarakat.
Menurutnya, kerja sama ini menjadi bentuk nyata komitmen BSI dalam meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus membantu masyarakat merancang perjalanan ibadah haji secara lebih terencana.
Karena itu, program Garut Berhaji tidak hanya berbicara tentang tabungan atau administrasi. Program ini juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang untuk tujuan ibadah.
Muharram dan Semangat Menyiapkan Masa Depan
Pemilihan momen Muharram untuk memperkenalkan Garut Berhaji bukan tanpa alasan.
Muharram selalu identik dengan semangat memulai lembaran baru. Program ini mengajak masyarakat merencanakan ibadah haji sejak dini.
Sejumlah jemaah terlihat membahas peluang dan persiapan ibadah haji.
Suasana tersebut menunjukkan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Sebaliknya, momentum ini mampu menghadirkan gagasan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Lebih dari Sekadar Perayaan Tahun Baru Islam
Peringatan 1 Muharram di Garut tahun ini menghadirkan pesan yang lebih luas daripada sekadar pergantian kalender Hijriah.
Semangat hijrah tidak berhenti pada refleksi, tetapi diwujudkan melalui perubahan nyata bagi diri sendiri dan masyarakat.
Garut Berhaji diharapkan menjadi jalan yang memudahkan masyarakat menuju Baitullah.
Muharram mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil. Bagi sebagian warga Garut, langkah kecil itu mungkin dimulai hari ini: mendaftar haji untuk perjalanan yang selama ini hanya hidup dalam doa. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar