HUT Persit ke-80 Berbeda: Tanam Pohon, Tanam Masa Depan
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persit tanam pohon menjadi sorotan dalam peringatan HUT ke-80 tahun ini. Gerakan ini menghadirkan makna baru, jauh dari seremoni kaku. Aksi nyata seperti penanaman pohon, penghijauan, dan kepedulian lingkungan justru menjadi inti perayaan. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Persit tanam pohon bukan sekadar simbolik, tetapi strategi berkelanjutan untuk masa depan.
Jumat (17/4/2026), jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Koorcab Korem 062/PD III Siliwangi turun langsung ke lapangan. Mereka tidak datang untuk seremoni, melainkan membawa semangat perubahan. Dipimpin Ketua Persit KCK Ny. Rima Imvan Ibrahim, kegiatan ini menjadi bukti bahwa aksi sederhana mampu memberi dampak panjang.
Gerakan Nyata: Dari Tanah Basah Tumbuh Harapan
Alih-alih hanya merayakan, Persit memilih menanam berbagai jenis pohon produktif. Mangga kiojay, matoa, jambu kristal, jambu citra merah, hingga jambu madu delima ditanam secara bertahap. Pilihan ini bukan kebetulan.
Setiap pohon memiliki manfaat ganda. Di satu sisi, tanaman tersebut membantu menjaga keseimbangan lingkungan. Di sisi lain, hasil buahnya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan ekonomi rumah tangga. Dengan demikian, gerakan ini langsung menyentuh dua aspek penting sekaligus: ekologi dan ketahanan pangan.
Selain itu, suasana kebersamaan terlihat begitu kuat. Para anggota Persit bekerja bersama, saling membantu, dan berbagi peran. Tangan yang biasanya sibuk dengan aktivitas organisasi kini menyatu dengan tanah. Momentum ini memperkuat nilai gotong royong yang menjadi identitas bangsa.
Perempuan Persit: Dari Pendamping Jadi Penggerak
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran penting perempuan dalam perubahan sosial. Persit tidak lagi hanya dipandang sebagai pendamping. Sebaliknya, mereka tampil sebagai penggerak utama yang membawa dampak nyata.
Ketua Persit KCK Cabang XXIII menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk cinta terhadap lingkungan. Ia juga menyampaikan bahwa menanam pohon hari ini sama dengan menyiapkan masa depan generasi berikutnya.
Dengan langkah ini, Persit menunjukkan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari program besar. Justru, aksi kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menciptakan efek jangka panjang.
HUT ke-80: Momentum Menanam Masa Depan
Perayaan HUT ke-80 Persit menjadi refleksi penting. Usia organisasi yang semakin matang justru diiringi dengan semangat baru yang lebih relevan. Tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga aksi nyata yang berdampak langsung.
Penanaman pohon ini menjadi simbol komitmen jangka panjang. Setiap bibit yang ditanam membawa harapan baru. Seiring waktu, pohon-pohon tersebut akan tumbuh, memberikan manfaat, dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
Lebih dari itu, gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi. Menjaga lingkungan tidak harus menunggu kebijakan besar. Sebaliknya, setiap individu bisa memulai dari langkah sederhana seperti menanam pohon di sekitar rumah.
Dari Satu Pohon, Tumbuh Perubahan Besar
Pada akhirnya, aksi Persit tanam pohon bukan sekadar kegiatan perayaan. Gerakan ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Selain itu, langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas hidup di masa depan.
Dengan pendekatan yang sederhana namun berdampak, Persit berhasil menghadirkan makna baru dalam perayaan ulang tahun organisasi. Mereka tidak hanya merayakan usia, tetapi juga menanam harapan.
Karena itu, satu pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar tanaman. Pohon tersebut adalah simbol kehidupan, keberlanjutan, dan masa depan yang lebih baik. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar