Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » DPRD Jabar Jaga Skor CDPOB Jawa Barat untuk Pemekaran Bertahap

DPRD Jabar Jaga Skor CDPOB Jawa Barat untuk Pemekaran Bertahap

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • visibility 253
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DPRD Jabar terus mengevaluasi CDPOB Jawa Barat sambil menunggu pencabutan moratorium pemekaran daerah.


Penilaian CDPOB Jawa Barat Tetap Berjalan

albadarpost.com, LENSA – DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan proses evaluasi terhadap CDPOB (Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru) Jawa Barat tetap dilakukan rutin. Penilaian ini penting untuk menjaga seluruh indikator teknis sepuluh calon daerah tetap sesuai ketentuan, sembari menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai pencabutan moratorium pemekaran.

Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati, menyampaikan bahwa berkas sepuluh CDPOB sudah melalui sidang paripurna dan kini berada di Kementerian Dalam Negeri. Pemeriksaan berkala diperlukan agar skor wilayah kandidat tidak turun selama masa tunggu.

“Sepuluh CDPOB sudah kita bawa ke sidang paripurna dan seluruh datanya kini berada di Kemendagri. Tinggal menunggu moratorium dicabut. Evaluasi tahunan diperlukan agar skor indikator teknis tetap terjaga,” ujar Rahmat di Bandung.

Penjelasan tersebut disampaikan setelah ia mengikuti Focus Group Discussion mengenai laporan kapasitas daerah, yang menghadirkan perwakilan DPD RI, biro pemerintahan daerah, peneliti Pusat Riset Injabar Unpad, dan Forkonas PP DOB. Forum ini menjadi ruang klarifikasi sekaligus pembaruan data teknis sebelum pemekaran diputuskan pemerintah pusat.

Rahmat menyebut mutu penilaian perlu dijaga karena pemerintah tidak akan membuka peluang pemekaran untuk seluruh wilayah secara serentak. Urutan prioritas akan sangat ditentukan oleh skor masing-masing calon daerah.


Daftar CDPOB dan Penilaian Teknis

Sepuluh wilayah yang masuk CDPOB Jawa Barat adalah Indramayu Barat, Bogor Timur, Bogor Barat, Sukabumi Utara, Garut Selatan, Cianjur Selatan, Tasikmalaya Selatan, Garut Utara, Subang Utara, dan Cirebon Timur. Pemeriksaan meliputi infrastruktur, pelayanan dasar, kesiapan ekonomi, sampai penetapan ibu kota administrasi baru.

Rahmat menilai proses pemekaran tidak sebatas pemisahan wilayah kabupaten. Pemerintah dapat menetapkan daerah otonomi baru pada level kota, kecamatan, hingga desa, terutama jika penataan wilayah diperlukan untuk memperkuat pelayanan publik. “Sambil menunggu, kita harus menjaga skor. Karena bisa saja tidak semuanya sekaligus jadi DOB. Jika bertahap, CDPOB mana yang didahulukan,” katanya.

Baca juga: OJK Jabar Ingatkan Modus Penipuan AI yang Makin Canggih

Selain sepuluh wilayah tersebut, FGD juga membahas lima kandidat pemekaran yang masih diproses di daerah induknya: Kota Cikampek, Bekasi Utara, Bandung Timur, Tasikmalaya Utara, dan Kota Cipanas. Dua wilayah lain—Kota Lembang dan Kota Sukapura di Tasikmalaya—baru memasuki tahap awal usulan.

Menurut Rahmat, sebagian besar pengajuan masih didominasi usulan pemekaran kabupaten. Kemendagri mengharapkan proporsi lebih seimbang dengan pembentukan kota baru, sesuatu yang belum banyak muncul dalam daftar usulan Jabar. “Dari 15 sampai 17 usulan, yang kota hanya Cikampek dan Cipanas. Padahal harusnya seimbang,” ujarnya.


Analisis: Penataan Wilayah dan Dampaknya pada Pelayanan Publik

Diskusi pemekaran wilayah tidak sekadar soal jumlah daerah baru. Penataan administratif bersifat strategis karena mempengaruhi kecepatan pelayanan publik, pembiayaan pembangunan, dan kapasitas pemerintahan lokal. Jarak pusat pemerintahan dengan penduduk menjadi salah satu indikator yang terus dipantau.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui arahannya, mendorong langkah lain selama moratorium belum dicabut: penataan desa, kelurahan, dan kecamatan. Banyak kecamatan di Jabar yang membawahi lebih dari sepuluh desa atau kelurahan. Kondisi ini membuat pelayanan administratif melambat dan beban kerja pemerintahan meningkat.

Rahmat menilai penataan ulang wilayah menjadi kebutuhan mendesak. Jawa Barat memiliki sekitar 5.316 desa dan lebih dari 300 kelurahan. Jumlah tersebut relatif kecil dibanding provinsi lain sehingga berdampak pada total dana desa yang diterima. “Karena jumlah desa kita lebih sedikit, berkonsekuensi akumulasi dana desa juga lebih kecil,” kata Rahmat.

Dalam konteks tersebut, pemekaran bukan hanya soal struktur baru, tetapi soal pemerataan layanan dasar, efektivitas tata kelola, dan akses anggaran untuk pembangunan.


Dampak Jangka Panjang Bagi Jabar

Evaluasi rutin terhadap CDPOB Jawa Barat menjaga agar proses pemekaran tidak kehilangan arah. Pemerintah daerah membutuhkan kesiapan data yang kuat untuk menyakinkan pemerintah pusat saat moratorium dibuka kembali. Jika indikator teknis terjaga, peluang pemekaran lebih terbuka dan dampaknya dapat dirasakan langsung warga: jarak layanan lebih dekat, distribusi anggaran lebih merata, dan ruang pembangunan daerah lebih besar.

DPRD Jabar menjaga skor teknis CDPOB Jawa Barat sambil menunggu keputusan moratorium pemekaran agar pelayanan publik di daerah lebih merata. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkedel kentang lembut dan gurih dengan warna keemasan, tampilan rapi dan tidak hancur saat disajikan

    Anti Gagal! Rahasia Membuat Perkedel yang Tidak Pernah Hancur

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertama, banyak orang langsung menggoreng tanpa memahami tekstur adonan. Akibatnya, perkedel mudah pecah saat terkena minyak panas. Selain itu, kentang yang terlalu basah sering membuat adonan sulit dibentuk. Selanjutnya, penggunaan telur yang tidak tepat juga sering memicu kegagalan. Terlalu banyak telur membuat adonan lembek, sedangkan terlalu sedikit membuatnya rapuh. Oleh karena itu, […]

  • Hajar Aswad

    Hajar Aswad Bukan Batu Biasa, Ini Makna Spiritualnya

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost. HIKMAH – Bagi sebagian orang, Hajar Aswad mungkin terlihat seperti batu hitam yang menempel di sudut Ka’bah. Namun bagi jutaan umat Islam, batu itu menyimpan makna spiritual yang jauh lebih dalam daripada sekadar benda biasa. Hajar Aswad atau “batu hitam” menjadi salah satu bagian paling terkenal di Masjidil Haram. Banyak jamaah haji dan umrah […]

  • Penutupan Galian Pasir

    Ketegasan Bupati Hadapi Tambang yang Abaikan Tata Ruang

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Penutupan galian pasir Garut menegaskan sikap bupati terhadap tambang yang melanggar tata ruang dan ancam warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penutupan sementara aktivitas galian pasir di Kabupaten Garut menjadi sinyal tegas pemerintah daerah dalam menegakkan tata ruang dan keselamatan publik. Bupati Garut Syakur Amin, didampingi Wakil Bupati Putri Karlina, turun langsung meninjau lokasi pertambangan pasir […]

  • puasa pekerja migran Singapura

    Maghrib Masih Kerja: Kisah Astuti Puasa di Singapura

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Ketika azan maghrib berkumandang di banyak tempat, sebagian orang sudah duduk bersama keluarga di meja makan. Namun bagi sebagian pekerja migran Indonesia di Singapura, momen berbuka puasa sering datang di tengah pekerjaan yang belum selesai. Itulah yang dialami Astuti, pekerja migran asal Cilacap, Jawa Tengah. Selama lebih dari dua puluh tahun bekerja […]

  • Sekolah negeri ditinggalkan

    Anggaran Sekolah Negeri Kalah Fleksibel, Swasta Makin Dilirik

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sekolah negeri ditinggalkan. Perbedaan anggaran dengan swasta memengaruhi kualitas, fasilitas, dan pilihan orang tua. albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena sekolah negeri ditinggalkan orang tua tidak lepas dari persoalan anggaran pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, data pendidikan nasional menunjukkan penurunan jumlah siswa di sekolah negeri, sementara sekolah swasta mencatat peningkatan pendaftaran. Perbedaan struktur dan fleksibilitas anggaran menjadi […]

  • UMKM bertahan saat ekonomi sulit

    6 Cara UMKM Bertahan Saat Ekonomi Lesu

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perlambatan ekonomi global mulai berdampak pada sektor usaha kecil di berbagai daerah. Namun menariknya, data menunjukkan tidak semua bisnis mengalami penurunan drastis. Justru sebagian pelaku UMKM bertahan saat ekonomi sulit karena menerapkan strategi berbasis data, efisiensi usaha, dan perubahan perilaku konsumen. Sejumlah laporan ekonomi nasional memperlihatkan bahwa usaha mikro dan kecil […]

expand_less