Tak Perlu ke Bandung, UMKM Garut Kini Lebih Mudah Ekspor
- account_circle redaktur
- calendar_month 16 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Zoom meeting Peresmian IPSKA oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang bertempat di Kantor Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Kamis (25/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – IPSKA Garut resmi beroperasi dan membawa kabar baik bagi pelaku usaha di Kabupaten Garut. Kini, Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) hadir sebagai layanan penerbitan dokumen ekspor yang memudahkan eksportir dan UMKM mengurus Surat Keterangan Asal (SKA) tanpa harus pergi ke Tasikmalaya atau Bandung.
Bagi sebagian pelaku usaha, perubahan ini bukan sekadar soal lokasi pelayanan. Selama bertahun-tahun, mereka harus meluangkan waktu berjam-jam untuk mengurus dokumen ekspor di luar daerah. Kini, proses tersebut dapat diselesaikan lebih dekat dari tempat usaha mereka.
Peresmian IPSKA dilakukan secara virtual oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, Kamis (25/6/2026), bersama tujuh kabupaten dan kota lainnya. Dari Kabupaten Banyumas, Menteri Perdagangan menyampaikan optimisme bahwa Garut memiliki peluang besar memperluas pasar ekspor, terutama ke Uni Eropa.
Menurut Budi Santoso, komoditas unggulan Garut seperti alas kaki dan pakaian jadi berpotensi menikmati tarif preferensi hingga nol persen setelah kerja sama perdagangan dengan Uni Eropa dimanfaatkan secara optimal.
“Harapan kami produk-produk dari Garut semakin mudah masuk ke Uni Eropa. Dengan IPSKA, pelaku usaha dapat memanfaatkan tarif 0 persen sehingga ekspor dari Garut semakin meningkat,” ujar Budi Santoso.
Birokrasi Dipangkas, Pelayanan Semakin Dekat
Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Garut, Dedy Mulyadi, menilai kehadiran IPSKA menjadi langkah nyata untuk menyederhanakan proses pelayanan kepada pelaku usaha.
Ia menjelaskan, Garut memiliki beragam komoditas yang telah memasuki pasar internasional, mulai dari alas kaki, produk kulit, akar wangi, kopi, hingga hasil pertanian lainnya. Karena itu, kemudahan mengurus dokumen ekspor menjadi kebutuhan yang semakin penting.
“IPSKA ini adalah langkah untuk memudahkan para pengusaha di Kabupaten Garut dalam mengurus dokumen ekspor,” katanya.
Menurut Dedy, pelayanan yang sebelumnya mengharuskan pelaku usaha bepergian ke luar daerah kini dapat diperoleh langsung di Kabupaten Garut. Selain menghemat waktu, kondisi tersebut juga diharapkan mengurangi biaya operasional bagi eksportir.
Gratis dan Siap Melayani Eksportir
Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menyebut peresmian IPSKA sebagai momentum penting bagi dunia usaha di Garut.
Ia mengatakan pemerintah pusat telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Garut untuk menerbitkan Surat Keterangan Asal secara mandiri.
Ridwan menambahkan, manfaat IPSKA tidak berhenti pada kemudahan akses. Seluruh layanan diberikan tanpa biaya, sementara keberadaannya diharapkan memperkuat daya saing komoditas unggulan Garut di pasar global.
“Kami berharap IPSKA ini mampu memotivasi masyarakat, termasuk UMKM. Sebagaimana disampaikan Pak Menteri, UMKM pun bisa ekspor, bahkan desa juga bisa ekspor,” ujarnya.
Saatnya UMKM Naik Kelas
Ridwan mengajak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memperluas pasar ke luar negeri.
Pelayanan IPSKA tersedia di Kantor Disperindag ESDM Kabupaten Garut setiap Senin hingga Jumat pukul 07.30–16.00 WIB.
Pelaku usaha cukup menyiapkan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), packing list, struktur biaya ekspor, dan bukti registrasi Bea Cukai.
Dengan pelayanan yang semakin mudah, tantangan berikutnya bukan lagi mengurus administrasi, melainkan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar internasional.
Keberadaan IPSKA membuka kesempatan yang lebih luas bagi UMKM Garut untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan nilai tambah produk, dan menjangkau konsumen di berbagai negara.
Momentum Baru Ekonomi Garut
Hadirnya IPSKA menunjukkan bahwa penguatan ekonomi daerah tidak selalu dimulai dari proyek besar. Penyederhanaan birokrasi dan pelayanan publik yang lebih dekat juga dapat menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekspor.
Ketika akses semakin mudah, biaya semakin efisien, dan peluang pasar semakin terbuka, pelaku usaha memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang.
Kini, perhatian tertuju pada seberapa banyak UMKM yang mampu memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai pintu masuk menuju perdagangan global.
Perjalanan menuju pasar dunia tidak selalu dimulai dari pelabuhan atau bandara. Di Garut, langkah itu kini dimulai dari satu kantor pelayanan yang membuat ekspor terasa lebih dekat bagi setiap pelaku usaha. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar