Huller Tugu Koperasi Tasikmalaya Menyimpan Luka Tragedi 2023
- account_circle redaktur
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Usai kejadian maut huller Tugu Koperasi Ditutup, Jumat (17/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HUMANIORA – Huller Tugu Koperasi masih menjadi perbincangan warga meski sudah dua tahun berhenti beroperasi. Bangunan bekas penggilingan padi itu hingga kini tetap kosong setelah tragedi kecelakaan kerja pada 2023 yang merenggut nyawa seorang pekerja. Selain dikenal sebagai bangunan tua bersejarah, lokasi tersebut juga menyimpan banyak kenangan bagi masyarakat yang pernah beraktivitas di sekitarnya.
Memasuki pertengahan 2026, tidak ada lagi suara mesin yang dahulu menjadi penanda aktivitas penggilingan padi di kawasan tersebut. Pintu bangunan tertutup rapat, sementara sejumlah bagian mulai tampak lapuk dimakan usia.
Tragedi 2023 Mengakhiri Aktivitas Huller
Seorang warga sekitar, Aan Suherman (65), mengatakan bangunan itu langsung ditutup setelah kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pengontrak bernama Wawan Saefulloh pada 2023.
“Langsung ditutup setelah kejadian dan sampai sekarang tidak ada yang berani mengontrak lagi,” ujar Aan kepada wartawan.
Menurut penuturannya, Wawan meninggal dunia di lokasi setelah mengalami kecelakaan saat bekerja menggunakan mesin penggilingan padi.
“Korban saat itu ketarik panbel, lalu tubuhnya tersangkut di puli mesin,” katanya.
Keterangan tersebut merupakan penjelasan dari narasumber berdasarkan pengalamannya di sekitar lokasi. Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh dokumen resmi yang menjelaskan secara rinci kronologi kecelakaan tersebut.
Aan juga mengenang bahwa musibah itu menjadi pukulan berat bagi keluarga korban. Ia menyebut, dalam waktu yang hampir bersamaan, istri almarhum juga meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Bandung. Informasi tersebut disampaikan berdasarkan pengetahuan narasumber.
Mesin Tua Disebut Masih Peninggalan Masa Kolonial
Selain menyimpan kisah duka, bangunan Huller Tugu Koperasi juga memiliki nilai sejarah.
Menurut Aan, salah satu mesin pemanas padi yang masih berada di dalam bangunan merupakan peninggalan masa kolonial Belanda. Ia menyebut bentuk mesin tersebut dahulu menyerupai pesawat dan hingga kini masih dipertahankan.
“Katanya mau dijadikan cagar budaya karena keasliannya,” ujar Aan.
Namun demikian, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari instansi terkait mengenai status mesin tersebut ataupun rencana penetapannya sebagai cagar budaya.
Aan menambahkan, setelah pengelolaan huller diserahkan kepada pihak ketiga, sebagian besar mesin mengalami perubahan. Meski begitu, mesin pemanas lama tetap berada di lokasi dan tidak dipindahkan.
Bangunan Kosong Melahirkan Beragam Cerita Warga
Sejak aktivitas penggilingan berhenti, bangunan tua itu perlahan menjadi sepi. Kondisi tersebut kemudian memunculkan berbagai cerita yang berkembang di tengah masyarakat.
Aan mengaku sering menerima cerita dari warga yang mengaitkan lokasi tersebut dengan pengalaman yang mereka anggap tidak biasa. Ia juga mengaku kerap dimintai bantuan ketika ada warga yang merasa mengalami gangguan di sekitar bangunan.
“Saya penunggu di sini. Saya tidak akan ganggu kalau tidak diganggu,” ucapnya.
Selain itu, Aan menyampaikan keyakinan pribadinya mengenai keberadaan hal-hal yang menurutnya sulit dijelaskan secara logika.
Perlu diketahui, pernyataan tersebut merupakan pengalaman dan pandangan pribadi narasumber. Hingga kini tidak terdapat bukti yang dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.
Menunggu Kepastian Pemanfaatan Bangunan
Dua tahun berlalu, bangunan Huller Tugu Koperasi belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali difungsikan.
Bagi warga sekitar, bangunan itu bukan sekadar tempat penggilingan padi. Lokasi tersebut pernah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menyimpan sejarah perkembangan pertanian di kawasan itu.
Kini, yang tersisa hanyalah bangunan tua, mesin-mesin yang mulai menua, serta kenangan atas tragedi yang mengubah aktivitas di tempat tersebut.
Hingga artikel ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai rencana pemanfaatan kembali bangunan Huller Tugu Koperasi.
Keselamatan Kerja Menjadi Pelajaran Penting
Peristiwa yang terjadi pada 2023 menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama dalam setiap aktivitas industri, termasuk pada usaha penggilingan padi.
Penerapan standar keselamatan, pemeriksaan mesin secara berkala, serta penggunaan alat pelindung diri merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Di sisi lain, bangunan Huller Tugu Koperasi kini menjadi saksi bisu perjalanan sebuah fasilitas yang pernah berperan dalam aktivitas ekonomi masyarakat, namun berhenti beroperasi setelah sebuah tragedi.
Bangunan boleh menjadi sunyi, tetapi setiap jejak tragedi menyimpan pelajaran yang tidak boleh dilupakan. Di balik tembok tua Huller Tugu Koperasi, keselamatan kerja tetap menjadi warisan paling berharga bagi generasi berikutnya. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar