Usai Dugaan Keracunan MBG, Garut Langsung Audit Dapur
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin di Puskesmas Cibatu, Kamis (23/7/2026). (Foto: Pemkab Garut).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keracunan MBG Garut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Garut. Usai muncul dugaan keracunan dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah daerah tidak hanya memastikan para korban memperoleh penanganan medis, tetapi juga langsung menghentikan sementara operasional dapur penyedia makanan untuk mendukung proses evaluasi menyeluruh. Langkah cepat ini dilakukan agar pelayanan kepada korban berjalan optimal sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Di saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Garut berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meninjau standar keamanan pangan, mulai dari Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga kelengkapan perizinan operasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di daerah.
Bupati Garut Datangi Korban di Puskesmas Cibatu
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung kondisi para pasien yang menjalani perawatan di Puskesmas Cibatu, Kamis (23/7/2026).
Dalam kunjungan itu, ia berdialog dengan tenaga kesehatan serta memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan medis sesuai kebutuhan. Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga seluruh perangkat daerah bergerak cepat sejak informasi dugaan keracunan diterima.
“Ini adalah musibah yang terjadi, kemudian kami menyikapi dengan cara memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat supaya mereka segera pulih kembali,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Ia berharap seluruh pasien dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa setelah menyelesaikan proses perawatan.
Audit Dapur MBG dan Standar Higiene Jadi Fokus Evaluasi
Selain menangani korban, Pemerintah Kabupaten Garut mengambil langkah lanjutan dengan menghentikan sementara operasional dapur penyedia MBG yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Keputusan itu bertujuan memberikan ruang bagi proses pemeriksaan tanpa mengganggu tahapan evaluasi yang dilakukan bersama Badan Gizi Nasional.
Bupati Garut mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi langsung dengan Koordinator Wilayah BGN. Pertemuan tersebut membahas penguatan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis, termasuk pemeriksaan ulang terhadap SLHS, prosedur pengolahan makanan, serta kelengkapan izin operasional.
“Harapannya segera sembuh kembali. Tadi pagi kami juga melakukan evaluasi bersama BGN terkait SLHS, perizinan, dan hal lainnya. Kami meminta seluruh pihak memberikan perhatian lebih agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.
Langkah evaluasi ini diharapkan menjadi dasar penyempurnaan sistem keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Garut.
Mengapa Evaluasi Ini Penting?
Program Makanan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui penyediaan makanan yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan.
Karena itu, setiap tahapan pelaksanaannya harus memenuhi prosedur yang ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian kepada penerima manfaat.
Melalui evaluasi yang sedang berlangsung, pemerintah ingin memastikan seluruh standar tersebut diterapkan secara konsisten sehingga kepercayaan masyarakat terhadap program tetap terjaga.
Di sisi lain, hasil pemeriksaan juga akan menjadi bahan perbaikan apabila ditemukan aspek yang perlu disempurnakan.
Bantuan Disalurkan kepada Korban
Selain memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten Garut menyalurkan bantuan kerohiman awal kepada para korban.
Bantuan tersebut diberikan bekerja sama dengan Bank BJB dan BAZNAS dengan nilai Rp250.000 untuk setiap korban.
Pemerintah juga menyiapkan paket sembako yang akan disalurkan kepada pasien beserta keluarganya setelah mereka diperbolehkan pulang dari fasilitas kesehatan.
Menurut Bupati Garut, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak musibah.
Penanganan Korban dan Evaluasi Berjalan Bersamaan
Peristiwa dugaan keracunan MBG Garut menunjukkan bahwa penanganan korban dan evaluasi sistem harus berjalan secara bersamaan.
Di satu sisi, pemerintah memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan kesehatan hingga pulih. Di sisi lain, proses pemeriksaan terhadap dapur penyedia MBG dan penerapan standar higiene terus dilakukan agar penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Garut berharap hasil evaluasi bersama Badan Gizi Nasional dapat menjadi dasar perbaikan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis sehingga kualitas layanan semakin baik dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Penanganan cepat memang penting, tetapi mencegah kejadian serupa jauh lebih bernilai. Karena itu, hasil evaluasi terhadap dapur MBG dan standar keamanan pangan akan menjadi kunci untuk memastikan setiap program gizi benar-benar memberi manfaat tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar