Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Puncak Haji Dimulai, Suasana Perjalanan Jamaah ke Arafah Bikin Haru

Puncak Haji Dimulai, Suasana Perjalanan Jamaah ke Arafah Bikin Haru

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Senin, 25 Mei 2026, haji memasuki fase paling menentukan. Jutaan jamaah dari berbagai negara mulai bergerak menuju Arafah untuk menjalani wukuf, rukun utama dalam ibadah haji yang sering disebut sebagai inti dari seluruh perjalanan spiritual umat Islam.

Sejak pagi, bus-bus mulai meninggalkan hotel di Makkah secara bertahap. Jalan menuju Arafah terlihat padat, tetapi tetap bergerak pelan. Dari balik kaca kendaraan, gurun tampak memantulkan cahaya putih yang menyilaukan mata.

Sebagian jamaah menggenggam tas kecil berisi air minum, obat pribadi, dan buku doa yang sudut halamannya mulai melengkung karena terlalu sering dibuka. Ada juga yang menyelipkan handuk kecil basah di leher untuk menahan panas gurun yang mulai terasa menyengat bahkan sebelum siang benar-benar datang.

Di dalam bus, suara pendingin udara terdengar terus-menerus. Kadang bercampur dengan batuk kecil jamaah lansia, bunyi plastik roti yang dibuka pelan, lalu talbiyah yang lirih:

“Labbaikallahumma labbaik…”

Dan entah kenapa, perjalanan menuju Arafah hampir selalu terasa berbeda.

Wukuf di Arafah Menjadi Inti dari Seluruh Haji

Dalam Islam, wukuf di Arafah memiliki kedudukan sangat tinggi. Rasulullah SAW bersabda:

“Haji adalah Arafah.”
(HR Tirmidzi)

Karena itu jutaan manusia bergerak menuju tempat yang sama pada waktu yang hampir bersamaan. Mereka datang dari berbagai negara dengan bahasa, warna kulit, dan latar kehidupan yang berbeda. Namun ketika mengenakan pakaian ihram, semuanya tampak sederhana.

Putih. Longgar. Hampir tanpa pembeda.

Di titik itu, manusia seperti kehilangan identitas dunianya sendiri.

Tidak ada jabatan.

Tidak ada gelar.

Hanya seorang hamba yang sedang membawa doa-doanya.

Perjalanan ke Arafah Tidak Hanya Soal Perpindahan Tempat

Bagi banyak jamaah, perjalanan menuju Arafah bukan sekadar perpindahan dari Makkah menuju Padang Arafah. Ada perjalanan lain yang ikut bergerak diam-diam di dalam hati mereka.

Sebagian jamaah terlihat sibuk membaca doa dari layar ponsel. Sebagian lainnya memilih memejamkan mata cukup lama sambil menggenggam tasbih kecil di tangan kanan mereka.

Di salah satu sudut terminal pemberangkatan, seorang jamaah lansia tampak berkali-kali mengecek kantong kecil tempat menyimpan batu kerikil untuk lempar jumrah nanti. Tidak jauh dari situ, seorang petugas membantu jamaah lain yang sandalnya mulai rusak karena terlalu sering dipakai berjalan sejak awal haji.

Suasananya ramai. Tapi sunyi dengan cara yang aneh.

Kadang hanya terdengar suara sandal bergesekan di aspal panas. Kadang suara botol air zamzam kosong yang jatuh pelan di lorong bus ketika kendaraan berhenti mendadak.

Lalu hening lagi.

Mungkin karena setiap orang sedang sibuk dengan dirinya sendiri.

Arafah Selalu Membawa Rasa Haru yang Sulit Dijelaskan

Padang Arafah bukan tempat biasa dalam sejarah Islam. Di tempat itulah jutaan manusia berdiri membawa doa, penyesalan, harapan, dan permintaan ampun kepada Allah SWT.

Karena itu banyak jamaah menganggap wukuf sebagai momen paling emosional selama hidup mereka.

Apalagi ketika matahari mulai terasa sangat terik dan lautan manusia terlihat sejauh mata memandang.

Tidak sedikit jamaah yang menangis saat tiba di Arafah. Ada yang menangis karena merasa doanya akhirnya sampai di tempat yang selama ini hanya mereka lihat di televisi. Ada juga yang justru diam cukup lama karena tidak tahu harus meminta apa lebih dulu.

Barangkali memang begitu manusia saat merasa sangat kecil di hadapan Tuhan.

Allah SWT berfirman:

“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah.”
(QS Al-Baqarah: 199)

Ayat itu menjadi pengingat bahwa Arafah bukan sekadar titik geografis. Arafah adalah tempat manusia belajar menurunkan egonya sendiri.

Jutaan Orang Bergerak, Tetapi Semua Menuju Hal yang Sama

Puncak haji selalu menghadirkan pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain di dunia. Jutaan orang bergerak hampir bersamaan menuju satu tempat dengan tujuan yang sama: mencari ridha Allah SWT.

Tidak ada konser. Tidak ada pesta.

Tetapi jutaan manusia rela menempuh panas, lelah, dan antre panjang demi bisa berdiri beberapa jam di Padang Arafah.

Di beberapa bus, suara talbiyah kadang mulai melemah menjelang siang karena jamaah kelelahan. Namun beberapa menit kemudian suara itu muncul lagi dari kursi belakang, lalu perlahan diikuti jamaah lain.

Sederhana sekali.

Tapi justru itu yang terasa menyentuh.

Dan mungkin memang di situlah inti haji yang sebenarnya. Manusia datang membawa hidup yang berantakan, dosa yang tidak pernah benar-benar selesai, lalu berharap Allah masih membuka pintu maaf-Nya.

Wukuf Bukan Sekadar Ritual Tahunan

Banyak orang melihat haji sebagai perjalanan fisik menuju Tanah Suci. Padahal di balik itu, ada perjalanan hati yang jauh lebih panjang.

Arafah mengajarkan bahwa pada akhirnya manusia akan berdiri sendiri di hadapan Allah SWT. Tanpa jabatan. Tanpa harta. Dan tanpa keramaian dunia yang selama ini dibanggakan.

Yang tersisa hanya doa.

Dan harapan kecil agar Tuhan masih berkenan menerima seorang hamba yang sepanjang hidupnya sering lalai.

Sebab di Padang Arafah, manusia akhirnya sadar bahwa perjalanan paling jauh ternyata bukan dari rumah menuju Makkah. Melainkan dari hati yang penuh dosa menuju Allah yang tak pernah berhenti membuka ampunan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi TNI Polri

    Hari Bhayangkara, Soliditas TNI-Polri Menguat di Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sinergi TNI Polri kembali mendapat perhatian pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kota Tasikmalaya. Momentum yang berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026, tidak hanya menghadirkan rangkaian peringatan tahunan, tetapi juga memperlihatkan komitmen nyata dua institusi negara dalam menjaga keamanan daerah. Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., datang […]

  • dana haji

    Dana Haji Bukan Sekadar Angka, Ini Soal Kepercayaan Jamaah

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bagi calon jamaah, dana haji bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Dana jamaah berkaitan dengan transparansi pengelolaan, nilai manfaat, investasi, dan kualitas layanan yang pada akhirnya menentukan seberapa besar kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola haji. Pertanyaannya kemudian bukan hanya berapa besar dana yang dikelola. Lebih jauh, publik ingin tahu bagaimana dana […]

  • Gambaran seorang muslim merenung dengan tenang di alam terbuka melambangkan ridha dalam tauhid dan keikhlasan menerima takdir Allah

    Hidup Tak Sesuai Rencana? Ini Rahasia Ridha dalam Tauhid

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup tidak berjalan sesuai rencana? Harapan sudah disusun rapi, tetapi kenyataan justru berbalik arah. Di titik inilah ridha dalam tauhid menjadi kunci. Konsep ini bukan sekadar menerima takdir, melainkan sikap hati yang yakin bahwa setiap ketentuan Allah selalu membawa kebaikan. Dalam Islam, ridha juga sering dipahami sebagai ikhlas menerima takdir […]

  • Kisah Salman Al-Farisi

    Dari Bangsawan ke Budak: Perjalanan Gila Salman Al-Farisi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ia tidak sedang mencari kekayaan. Ia juga tidak mengejar kekuasaan. Kisah Salman Al-Farisi mencari kebenaran justru dimulai dari kegelisahan yang jarang dimiliki banyak orang: keberanian mempertanyakan keyakinan sendiri. Dari Persia hingga Madinah, kisah Salman Al-Farisi menjadi simbol perjalanan iman, pencarian kebenaran sejati, dan pengorbanan tanpa batas. Apa yang membuat kisah ini mengguncang? […]

  • diskon tiket kereta

    KAI Diskon Tiket Kereta 30 Persen, Perjalanan Nataru Lebih Terjangkau

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 244
    • 0Komentar

    KAI berikan diskon tiket kereta hingga 30 persen selama libur Nataru 2025/2026, berlaku untuk rute jarak jauh. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan potongan diskon tiket kereta hingga 30 persen untuk kereta ekonomi komersial jarak jauh. Kebijakan ini berlaku pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program ini menyasar penumpang […]

  • Pengamanan Persib

    Euforia Persib Diprediksi Meledak, Polres Tasikmalaya Terapkan Pagar Betis

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia Persib Bandung kembali memanas. Menjelang laga panas melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pengamanan Persib di wilayah Tasikmalaya langsung diperketat. Polisi memprediksi ribuan suporter akan turun ke jalan, terutama setelah pertandingan usai saat suasana kemenangan mulai pecah di berbagai titik nobar. Karena itu, Polres Tasikmalaya tidak […]

expand_less