Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Puncak Haji Dimulai, Suasana Perjalanan Jamaah ke Arafah Bikin Haru

Puncak Haji Dimulai, Suasana Perjalanan Jamaah ke Arafah Bikin Haru

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Senin, 25 Mei 2026, haji memasuki fase paling menentukan. Jutaan jamaah dari berbagai negara mulai bergerak menuju Arafah untuk menjalani wukuf, rukun utama dalam ibadah haji yang sering disebut sebagai inti dari seluruh perjalanan spiritual umat Islam.

Sejak pagi, bus-bus mulai meninggalkan hotel di Makkah secara bertahap. Jalan menuju Arafah terlihat padat, tetapi tetap bergerak pelan. Dari balik kaca kendaraan, gurun tampak memantulkan cahaya putih yang menyilaukan mata.

Sebagian jamaah menggenggam tas kecil berisi air minum, obat pribadi, dan buku doa yang sudut halamannya mulai melengkung karena terlalu sering dibuka. Ada juga yang menyelipkan handuk kecil basah di leher untuk menahan panas gurun yang mulai terasa menyengat bahkan sebelum siang benar-benar datang.

Di dalam bus, suara pendingin udara terdengar terus-menerus. Kadang bercampur dengan batuk kecil jamaah lansia, bunyi plastik roti yang dibuka pelan, lalu talbiyah yang lirih:

“Labbaikallahumma labbaik…”

Dan entah kenapa, perjalanan menuju Arafah hampir selalu terasa berbeda.

Wukuf di Arafah Menjadi Inti dari Seluruh Haji

Dalam Islam, wukuf di Arafah memiliki kedudukan sangat tinggi. Rasulullah SAW bersabda:

“Haji adalah Arafah.”
(HR Tirmidzi)

Karena itu jutaan manusia bergerak menuju tempat yang sama pada waktu yang hampir bersamaan. Mereka datang dari berbagai negara dengan bahasa, warna kulit, dan latar kehidupan yang berbeda. Namun ketika mengenakan pakaian ihram, semuanya tampak sederhana.

Putih. Longgar. Hampir tanpa pembeda.

Di titik itu, manusia seperti kehilangan identitas dunianya sendiri.

Tidak ada jabatan.

Tidak ada gelar.

Hanya seorang hamba yang sedang membawa doa-doanya.

Perjalanan ke Arafah Tidak Hanya Soal Perpindahan Tempat

Bagi banyak jamaah, perjalanan menuju Arafah bukan sekadar perpindahan dari Makkah menuju Padang Arafah. Ada perjalanan lain yang ikut bergerak diam-diam di dalam hati mereka.

Sebagian jamaah terlihat sibuk membaca doa dari layar ponsel. Sebagian lainnya memilih memejamkan mata cukup lama sambil menggenggam tasbih kecil di tangan kanan mereka.

Di salah satu sudut terminal pemberangkatan, seorang jamaah lansia tampak berkali-kali mengecek kantong kecil tempat menyimpan batu kerikil untuk lempar jumrah nanti. Tidak jauh dari situ, seorang petugas membantu jamaah lain yang sandalnya mulai rusak karena terlalu sering dipakai berjalan sejak awal haji.

Suasananya ramai. Tapi sunyi dengan cara yang aneh.

Kadang hanya terdengar suara sandal bergesekan di aspal panas. Kadang suara botol air zamzam kosong yang jatuh pelan di lorong bus ketika kendaraan berhenti mendadak.

Lalu hening lagi.

Mungkin karena setiap orang sedang sibuk dengan dirinya sendiri.

Arafah Selalu Membawa Rasa Haru yang Sulit Dijelaskan

Padang Arafah bukan tempat biasa dalam sejarah Islam. Di tempat itulah jutaan manusia berdiri membawa doa, penyesalan, harapan, dan permintaan ampun kepada Allah SWT.

Karena itu banyak jamaah menganggap wukuf sebagai momen paling emosional selama hidup mereka.

Apalagi ketika matahari mulai terasa sangat terik dan lautan manusia terlihat sejauh mata memandang.

Tidak sedikit jamaah yang menangis saat tiba di Arafah. Ada yang menangis karena merasa doanya akhirnya sampai di tempat yang selama ini hanya mereka lihat di televisi. Ada juga yang justru diam cukup lama karena tidak tahu harus meminta apa lebih dulu.

Barangkali memang begitu manusia saat merasa sangat kecil di hadapan Tuhan.

Allah SWT berfirman:

“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah.”
(QS Al-Baqarah: 199)

Ayat itu menjadi pengingat bahwa Arafah bukan sekadar titik geografis. Arafah adalah tempat manusia belajar menurunkan egonya sendiri.

Jutaan Orang Bergerak, Tetapi Semua Menuju Hal yang Sama

Puncak haji selalu menghadirkan pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain di dunia. Jutaan orang bergerak hampir bersamaan menuju satu tempat dengan tujuan yang sama: mencari ridha Allah SWT.

Tidak ada konser. Tidak ada pesta.

Tetapi jutaan manusia rela menempuh panas, lelah, dan antre panjang demi bisa berdiri beberapa jam di Padang Arafah.

Di beberapa bus, suara talbiyah kadang mulai melemah menjelang siang karena jamaah kelelahan. Namun beberapa menit kemudian suara itu muncul lagi dari kursi belakang, lalu perlahan diikuti jamaah lain.

Sederhana sekali.

Tapi justru itu yang terasa menyentuh.

Dan mungkin memang di situlah inti haji yang sebenarnya. Manusia datang membawa hidup yang berantakan, dosa yang tidak pernah benar-benar selesai, lalu berharap Allah masih membuka pintu maaf-Nya.

Wukuf Bukan Sekadar Ritual Tahunan

Banyak orang melihat haji sebagai perjalanan fisik menuju Tanah Suci. Padahal di balik itu, ada perjalanan hati yang jauh lebih panjang.

Arafah mengajarkan bahwa pada akhirnya manusia akan berdiri sendiri di hadapan Allah SWT. Tanpa jabatan. Tanpa harta. Dan tanpa keramaian dunia yang selama ini dibanggakan.

Yang tersisa hanya doa.

Dan harapan kecil agar Tuhan masih berkenan menerima seorang hamba yang sepanjang hidupnya sering lalai.

Sebab di Padang Arafah, manusia akhirnya sadar bahwa perjalanan paling jauh ternyata bukan dari rumah menuju Makkah. Melainkan dari hati yang penuh dosa menuju Allah yang tak pernah berhenti membuka ampunan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • suap jabatan Ponorogo

    KPK Telusuri Mekanisme Suap Sekda Ponorogo

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KPK mendalami dugaan suap jabatan Ponorogo yang melibatkan Sekda, bupati, dan pejabat RSUD. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Dugaan praktik suap jabatan Ponorogo kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat tersangka dalam kasus yang menyeret pejabat kunci di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Penyelidikan yang kini memasuki tahap pendalaman diarahkan untuk memeriksa pola relasi […]

  • cuaca ekstrem Indonesia

    Cuaca Ekstrem Indonesia Awal Tahun 2025: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BMKG memprediksi hujan lebat dan angin kencang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada 3–4 Januari 2025. Potensi Cuaca Ekstrem Masih Bayangi Awal Tahun albadarpost.com, LENSA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya cuaca ekstrem Indonesia yang berpotensi terjadi pada 3–4 Januari 2025. Hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan akan mengguyur sebagian besar wilayah Tanah […]

  • Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026: Daftar 48 Tim dan Pembagian Grup Resmi, Ada Grup Neraka!

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi sorotan dunia setelah daftar 48 tim dan pembagian grup resmi dirilis. Turnamen akbar ini menghadirkan format baru yang memperluas jumlah peserta, sehingga persaingan Piala Dunia 2026 dipastikan semakin ketat dan penuh kejutan. Selain itu, ajang sepak bola terbesar di dunia ini akan digelar di tiga negara […]

  • Daging Kurban

    Terungkap! Alasan Daging Kurban Terasa Berbeda dari Hari Biasa

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu hal yang sering dirasakan banyak orang setiap Idul Adha: daging kurban terasa berbeda. Padahal bumbunya kadang sederhana. Bahkan cara memasaknya juga tidak selalu istimewa. Ada yang hanya dibakar seadanya di halaman rumah. Ada juga yang dimasak cepat karena dapur sedang penuh. Namun tetap saja rasanya seperti punya suasana sendiri. Dalam […]

  • Ilustrasi suasana Ramadan dengan umat Muslim beribadah dan merenungi makna puasa menurut Al-Qur’an dan hadis.

    Makna Ramadan dan Tiga Tingkatan Puasa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadan berasal dari kata ar-romadh yang berarti membakar. Artinya, bulan suci ini diharapkan mampu membakar dosa dan menyucikan jiwa. Pemahaman tentang hakikat puasa Ramadan atau makna puasa dalam Islam menjadi penting agar ibadah tidak berhenti pada rutinitas tahunan semata. Allah SWT berfirman dalam […]

  • Ilustrasi nasi putih yang cepat basi akibat kesalahan memasak dan penyimpanan yang sering tidak disadari

    Nasi Cepat Basi? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa heran karena nasi cepat basi, padahal baru dimasak beberapa jam lalu? Banyak orang mengira penyebabnya adalah kualitas beras. Padahal, nasi mudah basi, nasi cepat bau, dan teksturnya berubah sering kali terjadi akibat kesalahan memasak nasi yang tampak sepele dan jarang disadari sejak awal. Menariknya, kebiasaan yang terlihat “biasa saja” justru […]

expand_less