Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 7 Kebakaran Lahan Terjadi di Garut, Api Ancam Rumah

7 Kebakaran Lahan Terjadi di Garut, Api Ancam Rumah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHKebakaran Garut kembali menjadi perhatian setelah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut menangani tujuh kebakaran lahan dalam sehari, Kamis, 3 September 2026. Kebakaran lahan Garut itu tersebar di tujuh kecamatan, mulai dari Cisompet hingga Selaawi. Sebagian kejadian berawal dari sisa pembakaran sampah yang kemudian merambat ke vegetasi kering.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam seluruh kejadian tersebut. Meski begitu, api sempat mendekati rumah warga dan bangunan sekolah. Di lokasi lain, asap tebal bahkan mengganggu pengguna jalan.

Rangkaian kejadian ini menjadi perhatian karena muncul ketika kondisi lahan relatif kering dan angin dapat mempercepat penyebaran api.

Api Sempat Mengarah ke Rumah dan Sekolah

Salah satu kejadian berlangsung di kawasan DAS Sungai Cikaso, Kampung Bantar Warung, Kecamatan Cisompet, sekitar pukul 08.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Disdamkarmat menyebut api bermula dari pembakaran sampah. Petugas kemudian melakukan penanganan agar api tidak merambat lebih jauh.

Hasilnya, petugas berhasil melokalisir kebakaran sehingga rumah warga dengan nilai sekitar Rp150 juta serta enam jiwa di sekitarnya dapat diselamatkan.

Situasi berbeda muncul di Kecamatan Tarogong Kaler pada siang hari. Sekitar pukul 14.35 WIB, kebakaran melanda kebun bambu di Kampung Lebak Gede, Desa Mekarwangi.

Api sempat mengancam permukiman dan bangunan sekolah dasar (SD). Petugas kemudian melakukan pemadaman hingga kondisi kembali terkendali.

Dua kejadian tersebut memperlihatkan risiko kebakaran lahan ketika material kering berada dekat dengan area yang dihuni masyarakat.

Karena itu, kebakaran di lahan terbuka tidak selalu berhenti di area vegetasi. Jika api bergerak mengikuti arah angin, permukiman atau fasilitas umum di sekitarnya bisa ikut terancam.

Pameungpeuk Butuh Penanganan Sekitar Lima Jam

Kebakaran di Kecamatan Pameungpeuk juga menjadi salah satu kejadian yang membutuhkan perhatian khusus.

Api muncul sekitar pukul 09.26 WIB di kebun warga dan lahan gambut Blok Baru Jati. Angin kencang serta kondisi medan yang terjal membuat proses penanganan berlangsung lebih lama.

Petugas membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk menangani kebakaran tersebut.

Penanganannya pun melibatkan berbagai unsur. Selain Disdamkarmat, Satpol PP, Tagana, TNI/Polri, dan warga ikut membantu proses pemadaman.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena kebakaran lahan memiliki karakter berbeda dengan kebakaran bangunan. Petugas harus memperhitungkan medan, arah angin, kondisi tanaman, serta kemungkinan api kembali menyala.

Dengan kondisi seperti itu, titik api yang terlihat kecil tetap membutuhkan respons cepat.

Tujuh Kecamatan Masuk Laporan Kebakaran

Selain Cisompet, Pameungpeuk, dan Tarogong Kaler, laporan kebakaran Garut pada Kamis juga datang dari empat kecamatan lain.

Di Kecamatan Banjarwangi, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di lahan pinggir jalan Kampung Terus Gunung, Desa Banjarwangi. Pos Sektor Singajaya menangani kejadian tersebut karena asap tebal mengganggu pengguna jalan.

Sekitar pukul 13.00 WIB, kebakaran berikutnya terjadi di lahan ilalang Kampung Ciawi Kepuh, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk. Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 250 meter persegi.

Lima menit kemudian, laporan kebakaran datang dari Kecamatan Banyuresmi. Api membakar kebun bambu di Kampung Serut, Desa Pamekarsari, dan petugas Mako Patriot melakukan penanganan.

Sementara itu, Kecamatan Selaawi menjadi lokasi laporan terakhir. Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.33 WIB di kebun Kampung Nagrog, Desa Selaawi.

Dengan demikian, tujuh kecamatan yang masuk dalam rangkaian laporan tersebut adalah Cisompet, Pameungpeuk, Banjarwangi, Cibiuk, Banyuresmi, Tarogong Kaler, dan Selaawi.

Angka Kebakaran Lahan Garut Sudah Tinggi

Tujuh kejadian pada 3 September juga perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas.

Sebelumnya, data Disdamkarmat Kabupaten Garut hingga 13 Agustus 2026 mencatat 155 kejadian kebakaran lahan. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 21 kejadian sepanjang 2025. Data pemerintah daerah mencatat kenaikan sekitar 638,1 persen jika dibandingkan dengan total kebakaran lahan sepanjang tahun sebelumnya.

Namun, angka tersebut merupakan data kumulatif hingga 13 Agustus dan tidak boleh disamakan dengan tujuh kejadian yang ditangani pada 3 September.

Data tersebut tetap menunjukkan bahwa kebakaran lahan menjadi salah satu risiko yang perlu mendapat perhatian serius di Garut pada 2026.

Terlebih, vegetasi kering dan aktivitas yang menggunakan api di area terbuka dapat meningkatkan risiko ketika kondisi cuaca mendukung penyebaran api.

Pembakaran Sampah Jangan Ditinggalkan

Rangkaian kebakaran lahan Garut pada Kamis juga membawa pesan sederhana bagi masyarakat.

Api yang digunakan untuk membakar sampah atau rumput tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

Sisa bara dapat kembali menyala. Ketika berada di dekat ilalang, kebun bambu, semak, atau material kering lainnya, api dapat merambat lebih cepat, terutama saat angin bertiup.

Karena itu, Disdamkarmat mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun rumput secara sembarangan ketika cuaca kering dan berangin.

Jika pembakaran tetap dilakukan sesuai kondisi dan ketentuan setempat, masyarakat harus memastikan seluruh bara benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Warga juga perlu segera melapor apabila menemukan titik api yang mulai sulit dikendalikan. Penanganan sejak awal dapat membantu mencegah api mendekati permukiman atau fasilitas umum.

Tujuh kejadian pada satu hari memang tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, beberapa lokasi menunjukkan bahwa jarak antara api di lahan terbuka dan keselamatan warga bisa menjadi sangat dekat.

Tujuh kebakaran dalam sehari tanpa korban bukan alasan untuk lengah. Justru di situlah peringatannya: ketika lahan mengering dan angin menguat, satu bara yang ditinggalkan bisa berubah menjadi api yang mengejar rumah dan sekolah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elon Musk memprediksi AI dan robot akan menggantikan jutaan pekerjaan manusia dan mengubah relevansi pendidikan tinggi

    Elon Musk: Kuliah Akan Kuno di Era AI dan Robot

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Elon Musk kembali memicu perdebatan global setelah memproyeksikan bahwa pendidikan tinggi berpotensi menjadi “kuno” di era kecerdasan buatan dan robotika. Pendiri Tesla dan SpaceX itu menilai perkembangan teknologi akan mengubah masa depan pekerjaan AI dan robot secara drastis, bahkan menggantikan jutaan pekerja manusia di berbagai sektor. Pernyataan tersebut bukan sekadar spekulasi. […]

  • Mufassirah Indonesia

    Mengapa Indonesia Masih Kekurangan Mufassirah? Ini Harapan Menag

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Harapan Menteri Agama agar lahir lebih banyak mufassirah dari perguruan tinggi Islam tidak sekadar menjadi pesan saat meresmikan STAI Aisyah Bogor. Pernyataan tersebut juga kembali membuka ruang diskusi mengenai kebutuhan Indonesia terhadap ulama perempuan yang memiliki kompetensi dalam bidang tafsir Al-Qur’an. Saat meresmikan kampus tersebut, Menteri Agama berharap lembaga pendidikan tinggi […]

  • Inflasi Tasikmalaya

    Tasikmalaya Gandeng Blitar, Harga Telur Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Inflasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik. Di tengah naik turunnya harga pangan nasional, pengendalian inflasi, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan kelancaran pasokan pangan menjadi faktor penting yang menentukan daya beli masyarakat. Karena itu, Kota Tasikmalaya memilih memperkuat kerja sama dengan Kabupaten Blitar, salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia. Langkah […]

  • PDAM Banjar

    PDAM Banjar Diprotes, Petani Soroti Pengukuran Lahan

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PDAM Banjar menuai protes dari para petani penggarap di kawasan Mandalare, Kota Banjar, setelah proses pengukuran lahan untuk rencana pembangunan fasilitas penampungan air dilakukan tanpa koordinasi langsung dengan warga. Polemik protes petani Banjar itu tidak berangkat dari penolakan terhadap proyek pelayanan publik, melainkan dari cara pelaksanaannya yang dinilai mengabaikan komunikasi, etika […]

  • modal usaha UMKM

    Modal Usaha UMKM Tanpa Bank, Ternyata Ini Caranya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 236
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak pelaku usaha kecil mengira modal usaha UMKM hanya bisa didapat dari pinjaman bank atau koperasi. Padahal, ada banyak cara mencari modal usaha, tambahan dana bisnis, dan sumber pendanaan UMKM yang justru lebih ringan, cepat, dan minim risiko. Sayangnya, cara-cara ini jarang dibahas media sehingga banyak pelaku usaha terjebak pada utang berbunga […]

  • ta‘qilun dan tafakkarun

    Afala Ta‘qilun dan Afala Tatafakkarun, Apa Bedanya?

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Al-Qur’an tidak hanya mengajak manusia untuk berpikir, tetapi juga menggunakan beberapa istilah yang menggambarkan aktivitas akal dan pikiran. Dua istilah yang menarik perhatian adalah ta‘qilun dan tafakkarun. Sekilas keduanya memiliki arti yang hampir sama. Namun, ketika melihat akar kata dan konteks ayatnya, beda ta‘qilun dan tafakkarun menjadi lebih menarik untuk dipahami. Lantas, […]

expand_less