Percikan Knalpot Diduga Picu Kebakaran Pabrik Cocofiber Pangandaran
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Personil Polres Pangandaran sedang memadamkan api di pabrik cocofiber Sidamulih, Pangandaran, Kamis (3/9/26).(Dok. Polres Pangandaran).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran pabrik cocofiber Pangandaran terjadi di Dusun Ciokong, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Kebakaran pabrik serabut kelapa itu diduga bermula dari percikan api yang muncul dari knalpot mesin penggilingan.
Percikan tersebut kemudian mengenai sisa sabut kelapa di sekitar mesin. Karena material cocofiber mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menjalar ke tumpukan serabut kelapa yang berada di area pabrik.
Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, bahan sabut kelapa dan sejumlah mesin pabrik terbakar sehingga kerugian materiel sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta.
Percikan dari Knalpot Mengenai Sabut Kelapa
Berdasarkan keterangan Polres Pangandaran, awal kebakaran diketahui ketika seorang saksi melihat percikan api yang diduga berasal dari knalpot mesin penggilingan serabut kelapa.
Saat itu, sisa sabut kelapa berada di sekitar mesin. Percikan kemudian mengenai material tersebut dan memunculkan api.
Dalam waktu relatif cepat, kobaran api menjalar menuju tumpukan cocofiber. Material serabut kelapa yang mudah terbakar membuat api semakin sulit dikendalikan.
Situasi kemudian berkembang ketika angin bertiup cukup kencang. Akibatnya, kobaran api semakin membesar dan menjalar ke bagian lain di area pabrik.
Lokasi kejadian berada di Dusun Ciokong RT 001 RW 001, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih. Pabrik tersebut berada tepat di depan Hotel Aston sehingga lokasinya mudah dikenali masyarakat sekitar.
Karyawan Berusaha Memadamkan Api
Ketika mengetahui kebakaran, para karyawan langsung berusaha melakukan pemadaman. Mereka menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi untuk menahan kobaran api.
Namun, upaya awal tersebut menghadapi tantangan. Selain material cocofiber yang mudah terbakar, angin yang cukup kencang membuat api terus berkembang.
Setelah menerima laporan, personel Polres Pangandaran dan Polsek Sidamulih kemudian bergerak menuju lokasi. Penanganan juga melibatkan unsur TNI, Pemadam Kebakaran Kabupaten Pangandaran, PLN, serta masyarakat sekitar.
Tim gabungan bahu-membahu melakukan pemadaman sekaligus mengamankan area sekitar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar lebih luas dan menjaga keselamatan masyarakat maupun petugas.
Plt. Kabag Ops Polres Pangandaran AKP Nandang Rokhmana mengatakan penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.
Menurutnya, kondisi di lokasi cukup menantang karena material yang terbakar berupa serabut kelapa. Selain itu, tiupan angin turut membuat api lebih cepat membesar.
Kerugian Kebakaran Diperkirakan Rp400 Juta
Kebakaran pabrik cocofiber Pangandaran menyebabkan bahan sabut kelapa dan mesin pabrik terbakar.
Polres Pangandaran memperkirakan kerugian materiel sementara mencapai kurang lebih Rp400 juta. Meski kerusakan cukup besar, kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.
Petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Setelah itu, kondisi sekitar dipastikan aman.
Sementara itu, kepolisian juga melakukan pendataan terhadap para saksi dan dokumentasi di lokasi kejadian. Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan lebih lanjut atas kebakaran yang terjadi.
Mengapa Api Cepat Membesar?
Kronologi kebakaran ini memperlihatkan rangkaian yang berlangsung cepat. Awalnya, percikan dari area knalpot mesin diduga mengenai sisa sabut kelapa.
Kemudian, api menjalar ke tumpukan cocofiber. Karena serabut kelapa merupakan material yang mudah terbakar, kobaran api berkembang dengan cepat.
Di sisi lain, angin yang cukup kencang turut memperburuk keadaan. Api akhirnya meluas ke bagian lain di area pabrik sebelum tim gabungan melakukan pemadaman.
Rangkaian tersebut juga menjelaskan mengapa penanganan kebakaran di lokasi membutuhkan koordinasi banyak pihak. Petugas pemadam tidak hanya berhadapan dengan titik api, tetapi juga harus mencegah material mudah terbakar memicu perluasan kobaran.
Polisi Imbau Waspadai Sumber Api
Setelah kejadian, Polres Pangandaran mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar lebih memperhatikan kondisi mesin, instalasi listrik, serta lingkungan sekitar tempat usaha.
Imbauan tersebut menjadi penting terutama bagi lokasi yang menyimpan material mudah terbakar. Pemeriksaan terhadap sumber panas dan kondisi peralatan dapat menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran.
Dalam kasus di Sidamulih ini, penyebab awal masih menggunakan keterangan diduga, sesuai informasi kepolisian mengenai percikan dari knalpot mesin penggilingan.
Tidak adanya korban jiwa menjadi kabar baik di tengah kerusakan material yang cukup besar. Namun, kerugian sekitar Rp400 juta menunjukkan dampak ekonomi yang tidak kecil bagi aktivitas usaha.
Kebakaran itu bermula dari percikan yang tampak kecil. Namun, ketika bertemu sabut kelapa dan diterpa angin, api berubah menjadi kerugian sekitar Rp400 juta—sebuah pengingat bahwa di pabrik dengan material mudah terbakar, percikan sekecil apa pun bisa menjadi awal bencana besar. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar