Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kekerasan Jalanan Tasikmalaya Jadi Alarm, Patroli Diperkuat

Kekerasan Jalanan Tasikmalaya Jadi Alarm, Patroli Diperkuat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kekerasan jalanan Tasikmalaya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tasikmalaya setelah seorang warga menjadi korban aksi kekerasan di jalan raya. Wali Kota Tasikmalaya bersama unsur DPRD dan Forkopimda kini mendorong penguatan patroli, pemetaan titik rawan, penambahan penerangan jalan, hingga pengaktifan kembali siskamling sebagai bagian dari pencegahan.

Langkah tersebut muncul ketika Wali Kota Tasikmalaya melakukan takziah ke rumah keluarga korban di wilayah Kecamatan Bungursari, Kamis (3/9/2026). Selain menyampaikan belasungkawa, pemerintah daerah menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat keamanan Kota Tasikmalaya.

Pemberitaan pada hari yang sama menyebut Wali Kota Viman Alfarizi Ramadan datang bersama unsur DPRD, Forkopimda, serta perangkat terkait. Pemerintah kemudian menyepakati peningkatan patroli gabungan di sejumlah titik yang dinilai rawan.

Persoalannya kini bukan sekadar bagaimana merespons satu kejadian. Pemerintah menghadapi pertanyaan yang lebih besar: seberapa efektif sistem pencegahan kekerasan jalanan dapat bekerja sebelum muncul korban berikutnya?

Kekerasan Jalanan Tasikmalaya Jadi Alarm Keamanan Publik

Kunjungan Wali Kota ke keluarga korban memiliki makna lebih dari sekadar agenda takziah.

Di tengah duka keluarga, pemerintah menyampaikan komitmen untuk memperkuat keamanan dan ketertiban. Karena itu, peristiwa tersebut diarahkan menjadi momentum evaluasi bersama.

Bagi masyarakat, keamanan jalan raya merupakan kebutuhan dasar. Warga membutuhkan rasa aman ketika berangkat bekerja, pulang pada malam hari, mengantar keluarga, maupun melintas dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Karena itu, aksi kekerasan jalanan tidak seharusnya hanya dilihat sebagai persoalan setelah kejadian berlangsung. Pemerintah perlu membaca pola kerawanan, menentukan lokasi prioritas, kemudian memastikan langkah pencegahan berjalan secara konsisten.

Dalam konteks itu, penguatan patroli menjadi salah satu respons paling langsung.

Namun, patroli saja tidak cukup jika tidak disertai pemetaan dan evaluasi. Pemerintah perlu mengetahui di mana titik rawan berada, kapan potensi kerawanan meningkat, serta intervensi apa yang paling tepat dilakukan.

Patroli Gabungan Tasikmalaya Diperkuat

Pemkot Tasikmalaya berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya Kota dan Kodim untuk meningkatkan patroli di titik-titik yang dinilai rawan kekerasan jalanan.

Patroli tersebut melibatkan Tim Maung Galunggung, Kodim, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Kolaborasi lintas institusi ini menunjukkan bahwa keamanan jalan raya tidak hanya menjadi urusan aparat kepolisian.

Setiap unsur memiliki peran berbeda. Aparat keamanan berfokus pada pengawasan dan penindakan sesuai kewenangan. Sementara itu, pemerintah daerah dapat mendukung melalui pengaturan lingkungan, penerangan jalan, serta koordinasi dengan wilayah administratif di bawahnya.

Dengan pola tersebut, patroli gabungan Tasikmalaya diharapkan tidak sekadar menghadirkan kendaraan petugas di jalan. Lebih penting lagi, patroli harus mampu memberikan efek pencegahan dan menghasilkan informasi mengenai pola kerawanan.

Pemberitaan lokal pada 3 September juga menyebut pemerintah tengah memetakan titik-titik rawan kekerasan di jalan raya sebagai dasar untuk menentukan intervensi lanjutan.

Titik Rawan Dipetakan, Penerangan Jalan Jadi Perhatian

Selain patroli, penerangan jalan menjadi bagian dari rencana pencegahan.

Pemerintah menyebut penambahan penerangan jalan umum sebagai salah satu intervensi lanjutan di lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian. Langkah tersebut penting karena kondisi lingkungan jalan turut memengaruhi rasa aman masyarakat.

Akan tetapi, kebijakan penerangan sebaiknya berjalan berdasarkan pemetaan yang jelas.

Artinya, pemerintah perlu menentukan lokasi prioritas berdasarkan data kejadian, laporan masyarakat, kondisi ruas jalan, aktivitas warga, serta hasil pemantauan aparat. Dengan demikian, anggaran dan intervensi dapat diarahkan pada lokasi yang memang membutuhkan.

Selain itu, Wali Kota mengajak masyarakat kembali menggalakkan Sistem Keamanan Lingkungan atau siskamling.

Ajakan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan kekerasan jalanan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah dan aparat. Masyarakat juga memiliki posisi penting dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Jika patroli aparat bertemu dengan kewaspadaan warga, sistem keamanan dapat bekerja lebih berlapis.

Catatan Kritis AlbadarPost: Jangan Berhenti pada Patroli

Penguatan patroli merupakan respons penting. Namun, pemerintah perlu memastikan langkah tersebut tidak berhenti sebagai reaksi sesaat setelah sebuah peristiwa menjadi perhatian publik.

Pertanyaan berikutnya justru lebih penting.

Apakah titik rawan yang dipetakan akan memiliki tindak lanjut yang jelas? Apakah penerangan benar-benar ditambah di lokasi prioritas? Apakah jadwal patroli disusun berdasarkan pola kerawanan? Dan apakah hasilnya akan dievaluasi secara berkala?

Pertanyaan tersebut bukan untuk mempertanyakan komitmen pemerintah, melainkan memastikan kebijakan keamanan memiliki ukuran keberhasilan.

Sebab, jumlah patroli yang meningkat belum otomatis berarti tingkat keamanan meningkat.

Pemerintah perlu membangun mekanisme evaluasi yang dapat melihat perubahan setelah intervensi dilakukan. Jika sebuah titik dianggap rawan, misalnya, maka harus ada indikator untuk menilai apakah kondisi di lokasi tersebut membaik setelah patroli dan penerangan diperkuat.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu mendapatkan ruang untuk melaporkan kondisi yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan.

Dengan demikian, pencegahan kekerasan jalanan dapat bergerak dari pola reaktif menuju pola preventif berbasis data.

Kota yang aman bukan kota yang tidak pernah mengalami gangguan. Kota yang aman adalah kota yang mampu belajar dari setiap kejadian, memperbaiki sistem, dan bergerak lebih cepat sebelum masalah yang sama kembali memakan korban.

Kekerasan jalanan tidak boleh menjadi berita yang ramai hari ini lalu dilupakan ketika perhatian publik bergeser. Jalan raya adalah ruang publik milik semua warga. Karena itu, keberhasilan pemerintah bukan diukur dari seberapa banyak patroli terlihat setelah korban jatuh, tetapi dari seberapa kuat sistem bekerja agar korban berikutnya tidak pernah terjadi. (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kereta Petani dan Pedagang

    Pemerintah Terapkan Tarif Rp3.000 Kereta Petani dan Pedagang

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi dengan tarif Rp3.000 melalui subsidi PSO untuk pelaku distribusi lokal. Layanan Transportasi Terjangkau, Pemerintah Tekan Biaya Distribusi Lokal albadarpost.com, LENSA – Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi mulai 1 Desember 2025 dengan tarif Rp3.000. Kereta Petani dan Pedagang ini dirancang sebagai armada distribusi barang dan mobilitas pelaku usaha kecil […]

  • keamanan Priangan Timur

    Priangan Timur Dalam Sepekan

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Rangkaian peristiwa keamanan dan kecelakaan di Priangan Timur menyoroti risiko publik selama libur panjang. albadarpost.com, FOKUS – Wilayah Priangan Timur diguncang rangkaian peristiwa serius sepanjang sepekan terakhir. Dari penggeledahan Densus 88 di Garut, penangkapan komplotan ganjal ATM lintas provinsi, kecelakaan lalu lintas di Salawu, hingga tragedi wisata di Pangandaran. Peristiwa-peristiwa ini menegaskan satu hal penting: […]

  • Pelantikan Pejabat Tasikmalaya

    19 Pejabat Tasikmalaya Dilantik, Kini Publik Menunggu Buktinya

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Pejabat Tasikmalaya bukan sekadar agenda seremonial pergantian jabatan. Mutasi dan promosi terhadap 19 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjadi ujian awal apakah birokrasi benar-benar bergerak menuju pelayanan publik yang lebih cepat, profesional, dan berbasis sistem merit sebagaimana ditegaskan pemerintah. Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, […]

  • Ribuan jamaah menghadiri Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja'i di Komplek Pesantren Kudang Kota Tasikmalaya.

    Bukan Sekadar Haul, Mama Kudang Satukan Ribuan Jamaah di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Lautan jamaah memadati kawasan Masjid Komplek Pesantren Kudang, Jalan Gudang Pesantren, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, arus kedatangan jamaah terus mengalir menuju lokasi Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Mama Kudang. Dari area parkir hingga halaman pesantren, suasana terlihat penuh […]

  • penipuan perekrutan kerja

    Rute Gelap Perekrutan: Jejak 13 Pekerja Jabar dari Janji Sawit hingga Terlantar di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 264
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di sebuah ruang kecil di Polda Kalimantan Barat, tiga belas wajah itu duduk menunggu kabar pemulangan. Mereka berasal dari Garut dan Tasikmalaya, dua kabupaten yang melahirkan banyak perantau muda. Perjalanan mereka menuju Kalimantan berawal dari janji yang tampak sederhana: pekerjaan sebagai buruh sawit dengan upah yang cukup untuk menutup kebutuhan keluarga. Janji […]

  • Macam-Macam Gempa Bumi dan Cara Siaga Menghadapinya

    Macam-Macam Gempa Bumi dan Cara Siaga Menghadapinya

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • account_circle redaktur
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Macam-Macam Gempa Bumi dan Cara Siaga Menghadapinya. albadarpost.com, PERSPEKTIF — Indonesia berada pada salah satu kawasan paling aktif secara geologis di dunia. Kondisi ini membuat negara kepulauan tersebut kerap merasakan guncangan dalam berbagai skala. Karena itulah, memahami macam-macam gempa bumi menjadi penting, bukan hanya bagi lembaga penanggulangan bencana, tetapi juga bagi masyarakat yang hidup di […]

expand_less