Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Tasikmalaya Kedua, Peta Kemiskinan Jabar 2025 Berubah

Tasikmalaya Kedua, Peta Kemiskinan Jabar 2025 Berubah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 160
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Kemiskinan Jawa Barat kembali menjadi perhatian setelah data yang dipublikasikan Jabar Stats berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indramayu menempati posisi tertinggi dalam persentase penduduk miskin pada 2025 sebesar 11,02 persen. Angka tersebut hanya terpaut tipis dari Kota Tasikmalaya sebesar 10,84 persen dan Kuningan sebesar 10,74 persen. Fakta ini memperlihatkan bahwa penduduk miskin Jawa Barat masih terkonsentrasi di sejumlah daerah tertentu, sementara pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan besar.

Data tersebut juga memperlihatkan pola menarik. Wilayah Ciayumajakuning mendominasi daftar 10 besar persentase kemiskinan di Jawa Barat, menandakan persoalan kesejahteraan masih tersebar di berbagai kawasan.

Ciayumajakuning Mendominasi, Apa Pesannya?

Berdasarkan data BPS yang dirilis melalui Jabar Stats, lima besar daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Jawa Barat pada 2025 terdiri atas:

  • Indramayu: 11,02 persen
  • Kota Tasikmalaya: 10,84 persen
  • Kuningan: 10,74 persen
  • Majalengka: 10,31 persen
  • Cirebon: 10,23 persen

Selanjutnya, posisi keenam hingga kesepuluh ditempati Kabupaten Tasikmalaya, Bandung Barat, Cianjur, Garut, dan Subang.

Dominasi Ciayumajakuning menunjukkan pusat pertanian dan perdagangan ini masih menghadapi tantangan kesejahteraan, sementara Priangan Timur juga belum lepas dari persoalan kemiskinan.

Persentase Bukan Jumlah Penduduk Miskin

Satu hal yang sering luput dipahami masyarakat ialah bahwa angka dalam data ini merupakan persentase, bukan jumlah penduduk miskin secara absolut.

Artinya, daerah dengan persentase lebih tinggi belum tentu memiliki jumlah penduduk miskin paling banyak. Sebaliknya, daerah dengan populasi jauh lebih besar dapat memiliki jumlah penduduk miskin yang lebih tinggi meskipun persentasenya lebih rendah.

Karena itu, data kemiskinan perlu dibaca secara utuh dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, kondisi ekonomi, dan akses layanan dasar. Pendekatan tersebut akan menghasilkan gambaran yang lebih akurat dibandingkan hanya melihat persentase semata.

Kemiskinan Tidak Bisa Dilihat dari Satu Angka

Kemiskinan merupakan persoalan multidimensi. Selain berkaitan dengan pendapatan, kondisi ini juga dipengaruhi oleh akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, serta kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak.

Wilayah dengan basis ekonomi pertanian dan perikanan, misalnya, lebih rentan terhadap fluktuasi harga komoditas, perubahan cuaca, maupun menurunnya produktivitas. Karena itu, upaya penanggulangan kemiskinan memerlukan strategi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah selama ini telah menjalankan berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Namun, efektivitas kebijakan tersebut tetap membutuhkan evaluasi berkala agar bantuan benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Kemiskinan Jawa Barat

Presentase penduduk miskin Jawa Barat, (Foto: Jabarstats).

Data Menjadi Dasar, Kebijakan Menjadi Jawaban

Penanggulangan kemiskinan mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 dan RPJMN 2025–2029, dengan fokus pada perlindungan sosial, peningkatan kualitas SDM, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan ekonomi.

Dalam konteks Jawa Barat, data BPS berperan sebagai dasar penting bagi pemerintah untuk menentukan prioritas program, mengalokasikan anggaran secara lebih tepat sasaran, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah berjalan.

Lebih dari Sekadar Peringkat

Daftar persentase penduduk miskin bukanlah kompetisi antardaerah, melainkan alat ukur untuk melihat tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan. Angka-angka tersebut mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum selalu berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan.

Karena itu, membaca data kemiskinan seharusnya tidak berhenti pada siapa yang berada di posisi teratas. Yang terpenting, data harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Di balik setiap persentase terdapat keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Statistik memang menunjukkan arah, tetapi kebijakan yang tepat dan pelaksanaannya di lapanganlah yang akan menentukan apakah angka kemiskinan benar-benar turun atau hanya berpindah dalam daftar. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kaligrafi Lakum Dinukum Waliyadin dengan latar cahaya senja yang melambangkan toleransi dan keteguhan iman.

    Lakum Dinukum Waliyadin: Toleransi Tanpa Kompromi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Di tengah riuh perdebatan tentang toleransi, kita sering mengutip Lakum Dinukum Waliyadin —atau dalam ejaan Arabnya, لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ— tanpa benar-benar menundukkan ego di hadapannya. Frasa Lakum Dinukum Waliyadin dari QS. Al-Kafirun ayat 6 itu terdengar lembut, namun sesungguhnya tegas. Ia bukan slogan basa-basi, bukan pula jembatan untuk mencampuradukkan akidah. Ia adalah garis batas […]

  • Bank Galunggung Tasikmalaya

    Bank Galunggung Tumbuh di Atas Rp418 Miliar, Bupati Tasikmalaya Beri Apresiasi

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kalau bicara Bank Galunggung Tasikmalaya, suasananya memang sedang tidak biasa. Di usia yang ke-15 tahun, bank milik daerah ini muncul dengan catatan kinerja yang cukup solid dan langsung mendapat perhatian dari Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin. Momen HUT kali ini tidak hanya jadi acara seremonial. Di baliknya, ada angka-angka yang cukup […]

  • ilustrasi sistem pendidikan islam klasik dengan murid belajar bersama ulama di masjid secara tradisional

    Tanpa Teknologi, Begini Cara Belajar Ulama Zaman Dulu

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bayangkan sebuah ruang sederhana tanpa kursi modern, tanpa proyektor, bahkan tanpa buku cetak seperti sekarang. Seorang murid duduk di lantai, mendengarkan gurunya dengan penuh fokus. Tidak ada gangguan. Tidak ada distraksi. Namun, dari sistem sederhana inilah lahir para ulama besar dunia. Inilah pendidikan islam klasik, sebuah sistem pendidikan tradisional Islam yang […]

  • manasik haji Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Soroti Pelayanan Haji Humanis, 655 Jamaah Ikut Manasik

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Manasik haji Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah ratusan calon jamaah mengikuti kegiatan terintegrasi yang digelar secara resmi di Gedung Islamic Center. Program ini tidak hanya menghadirkan simulasi ibadah, tetapi juga memperkuat bimbingan haji Tasikmalaya dan kualitas layanan jamaah secara menyeluruh. Melalui pendekatan terstruktur, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap peserta memahami […]

  • PPG Guru Tertentu 2026

    Sudah Cek SIMPKB? 60.896 Guru Masuk PPG Guru Tertentu 2026 Tahap 2

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Ribuan guru di berbagai daerah mulai memeriksa akun SIMPKB mereka setelah pemerintah mengumumkan pelaksanaan PPG Guru Tertentu 2026 Tahap 2. Program yang menjadi salah satu jalur penting menuju sertifikasi pendidik ini telah memanggil sebanyak 60.896 guru untuk mengikuti tahapan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Bagi guru yang merasa telah memenuhi persyaratan, sekarang adalah […]

  • Mobil layanan BPJS Keliling Tasikmalaya melayani masyarakat untuk pendaftaran dan perubahan data JKN di kantor kecamatan

    Catat Jadwalnya! BPJS Keliling Tasikmalaya Buka Layanan Langsung di Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program BPJS Keliling Tasikmalaya kembali hadir selama Mei 2026 untuk mendekatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat. Melalui layanan jemput bola ini, warga kini tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor cabang hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya menyiapkan layanan langsung di sejumlah kantor kecamatan […]

expand_less