Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pesta Patok Tasik 2026, Saat Domba Jadi Simbol Prestise

Pesta Patok Tasik 2026, Saat Domba Jadi Simbol Prestise

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendadak berubah wajah. Bukan barisan ASN atau peserta upacara yang memenuhi area itu, melainkan ratusan domba dan kambing dengan penampilan terbaiknya. Bulu mereka tersisir rapi, tanduk mengilap, dan langkahnya mantap memasuki arena Pesta Patok Tasik 2026.

Pesta Patok Tasik, atau kontes domba dan kambing terbesar di Kabupaten Tasikmalaya tahun ini, digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394 dan Hari Bhayangkara ke-80. Namun, di balik suasana meriah dan kompetitif, tersimpan satu tujuan besar: mengangkat harga, prestise, dan kesejahteraan peternak lokal.

Panitia mencatat sebanyak 473 ekor domba dan kambing mendaftar secara daring. Sementara itu, ratusan peternak lainnya tetap datang langsung untuk mendaftarkan ternaknya di lokasi. Pada hari pelaksanaan, sebanyak 336 ekor domba dan kambing dari berbagai kecamatan resmi turun ke arena kontes.

Mereka datang bukan sekadar untuk berpartisipasi. Mereka datang membawa harapan, kebanggaan, dan nilai ekonomi yang tidak sedikit.

Ketika Domba Bukan Lagi Sekadar Ternak

Ketua HPDKI Kabupaten Tasikmalaya, Asep Yudha Adikara, menjelaskan bahwa Pesta Patok bukan sekadar ajang kontes kecantikan ternak.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara HPDKI, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, dan Polres Tasikmalaya untuk menjaga budaya peternakan, meningkatkan populasi ternak, sekaligus memperkuat ekonomi peternak.

Ia menjelaskan bahwa peternak Tasikmalaya saat ini berkembang dalam dua jalur utama, yakni peternakan konsumsi dan peternakan berbasis seni budaya melalui kontes serta ketangkasan domba.

“Dua jalur berbeda ini memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan peternak dan membawa mereka naik kelas,” ujar Asep Yudha.

Menurutnya, efek ekonomi dari sebuah kemenangan dalam kontes sangat nyata. Seekor domba yang berhasil meraih gelar juara dapat mengalami kenaikan nilai jual secara signifikan.

Harga Domba Juara Bisa Melonjak Drastis

Fenomena tersebut dirasakan langsung oleh Abah Yana, peternak asal Cipatujah yang rutin mengikuti berbagai kontes.

Menurutnya, prestasi yang diraih seekor domba bukan hanya meningkatkan harga jual, tetapi juga menghadirkan nilai prestise bagi pemiliknya.

“Kalau juara, harganya bisa naik menjadi puluhan hingga ratusan juta rupiah per ekor. Orang membeli bukan hanya dombanya, tetapi juga prestise dan rekam jejak prestasinya,” kata Abah Yana.

Ia menambahkan bahwa kontes seperti Pesta Patok juga menjadi ruang belajar bagi para peternak untuk meningkatkan kualitas perawatan, genetika, dan manajemen peternakan.

Tujuh Kategori Bergengsi Diperebutkan

Dalam Pesta Patok tahun ini, panitia menyiapkan tujuh kategori utama yang diperebutkan para peserta.

Kategori tersebut meliputi Raja Kasep untuk domba jantan terbaik, Ratu Bibit untuk indukan unggulan, Kambing Ekstrim, Raja Pedaging Campuran Ekstrim, hingga Raja Petet.

Penilaian dilakukan langsung oleh dewan juri dari HPDKI Jawa Barat dan akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad).

Sementara itu, Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Asep Muslihat, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

“Kami hadir untuk mengayomi dan melindungi masyarakat, termasuk membantu meminimalisasi tindak pencurian ternak,” ujarnya.

Potensi Besar Peternakan Tasikmalaya

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengungkapkan bahwa Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi peternakan yang sangat besar.

Menurutnya, populasi domba di Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar 164 ribu ekor. Potensi tersebut didukung oleh sumber daya alam, sumber daya manusia, organisasi peternak, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

“Tasikmalaya memiliki seluruh unsur pendukung untuk menjadi daerah peternakan unggulan,” katanya.

Bagi Bupati, Pesta Patok tidak hanya memiliki nilai budaya dan ekonomi, tetapi juga nilai sosial dan keagamaan. Sebab, domba-domba unggulan tersebut juga menjadi bagian penting dalam kebutuhan kurban dan akikah masyarakat.

Di Tasikmalaya, domba tidak lagi dipandang hanya sebagai hewan ternak. Ia telah berkembang menjadi simbol prestise, kebanggaan budaya, dan sumber penghidupan yang bernilai tinggi. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laka Leuwikeris

    Detik-Detik Mobil Wisatawan Pangandaran Terbalik di Tanjakan Leuwikeris

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalur Leuwikeris kembali menjadi perhatian setelah terjadi Laka Leuwikeris yang melibatkan sebuah Toyota Avanza berisi wisatawan asal Pangandaran, Sabtu (6/6/2026). Kecelakaan tunggal itu terjadi di tanjakan curam jalur Karanglayung-Cineam. Namun yang membuat peristiwa ini menyita perhatian warga bukan hanya karena kendaraan terbalik. Pengemudi mengaku sempat mengalami kondisi yang tidak biasa sesaat […]

  • dana lender tertahan

    OJK Awasi Ketat Dana Lender Tertahan di PT Dana Syariah Indonesia

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    OJK perketat pengawasan PT Dana Syariah Indonesia terkait dana lender tertahan dan potensi pelanggaran hukum. OJK Perketat Pengawasan atas Kasus Dana Lender Tertahan di DSI albadarpost.com, PERSPEKTIF – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan terhadap penyelenggara pinjaman online (pinjol) PT Dana Syariah Indonesia (DSI) menyusul laporan adanya dana lender tertahan dan pembayaran imbal hasil yang […]

  • Madrasah Diniyah

    Di Tengah Gempuran Gadget, Madrasah Diniyah Ini Lepas Generasi Berakhlak

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah meningkatnya penggunaan gadget dan media sosial di kalangan anak-anak, Madrasah Diniyah Al-Muniroh Sukahurip memilih mengirim pesan yang berbeda. Bukan tentang nilai akademik atau prestasi lomba, melainkan tentang akhlak, adab, dan pentingnya menjaga jati diri sebagai muslim. Pesan itu mengemuka dalam Haflah Akhirissanah Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di Aula Madrasah […]

  • rokok ilegal

    Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Bea Cukai Jawa Barat menyita 88 juta batang rokok ilegal hingga November 2025, mayoritas dari jalur darat perlintasan. albadarpost.com, LENSA – Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Setiawan, menyatakan wilayahnya menjadi titik perlintasan paling strategis dalam distribusi rokok ilegal. Hingga November 2025, total 88 juta batang rokok tanpa cukai disita dan dimusnahkan […]

  • pergerakan masyarakat

    Menhub Prediksi Lonjakan Pergerakan Masyarakat saat Libur Natal–Tahun Baru

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Proyeksi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 naik menjadi 119,5 juta perjalanan. Pemerintah siapkan pengaturan transportasi. albadarpost.com, LENSA – Pergerakan masyarakat diperkirakan melonjak pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kementerian Perhubungan mencatat potensi perjalanan mencapai 119,5 juta orang—angka yang menegaskan skala mobilitas nasional dan dampaknya pada kesiapan infrastruktur transportasi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan […]

  • penipuan rumah syariah

    Oknum Camat Diduga Menipu Pembeli Rumah Syariah dan Merugikan Warga Karawang

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Warga Karawang menuntut camat yang diduga melakukan penipuan rumah syariah dengan kerugian Rp1,23 miliar. albadarpost.com, LENSA – Puluhan warga Karawang melaporkan dugaan penipuan rumah syariah yang melibatkan seorang camat berinisial CT. Mereka menuntut kejelasan setelah enam tahun menunggu pembangunan rumah yang tak pernah dimulai. Kasus ini menjadi penting karena melibatkan pejabat publik yang memiliki kewenangan […]

expand_less