Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Saat Sedekah Jadi Konten: Kita Membantu atau Sekadar Terlihat Peduli?

Saat Sedekah Jadi Konten: Kita Membantu atau Sekadar Terlihat Peduli?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari ini, istilah manusia bermanfaat terdengar di mana-mana. Frasa khoirunnas anfauhum linnas dikutip, dibagikan, bahkan dijadikan caption. Namun, di saat yang sama, muncul pertanyaan yang lebih jujur: apakah kita benar-benar memberi manfaat bagi sesama, atau hanya sibuk terlihat peduli?

Coba perhatikan sekeliling. Ada orang yang membantu sambil menyalakan kamera. Ada yang berbagi sambil memastikan sudut pengambilan gambar terlihat dramatis. Bahkan, ada yang menolong sambil menunggu komentar “MasyaAllah” berdatangan.

Kita tidak sedang kekurangan orang baik. Kita sedang kelebihan orang yang ingin terlihat baik.

Hadis yang Kini Terasa Menampar

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruquthni)

Hadis ini sederhana, tetapi justru karena itu sering disalahartikan. Banyak yang mengira “bermanfaat” berarti melakukan sesuatu yang besar, spektakuler, dan—kalau bisa—viral.

Padahal tidak begitu.

Manfaat dalam Islam tidak menuntut sorotan. Ia menuntut ketulusan. Bahkan, sering kali, manfaat terbaik justru tidak pernah diketahui orang lain.

Allah juga berfirman:

“Jika kamu berbuat baik, maka sesungguhnya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.”
(QS. Al-Isra: 7)

Ayat ini menggeser fokus kita: kebaikan bukan tentang bagaimana orang lain melihat kita, tetapi bagaimana Allah menilai kita.

Realita yang Sedikit Menyakitkan: Kebaikan yang Berisik

Sekarang kita masuk ke bagian yang agak tidak nyaman.

Di media sosial, kebaikan berubah menjadi tontonan. Sedekah direkam. Bantuan didokumentasikan. Bahkan, air mata penerima bantuan pun kadang ikut menjadi bagian dari konten.

Memang tidak semua salah. Namun, ketika dokumentasi menjadi lebih penting daripada manfaat itu sendiri, ada sesuatu yang mulai bergeser.

Kita mulai membantu bukan karena peduli, tetapi karena ingin diakui.

Dan di titik itu, makna manusia bermanfaat mulai kabur.

Manfaat yang Sunyi Justru Lebih Jujur

Bandingkan dengan sosok yang tidak pernah tampil.

Seorang ibu yang diam-diam menahan lelah demi anaknya. Seorang guru honorer yang tetap mengajar meski gajinya tidak seberapa. Tetangga yang membantu tanpa pernah bercerita ke siapa pun.

Mereka tidak viral. Tidak trending. Bahkan tidak dianggap “luar biasa”.

Namun, justru di situlah letak kejujurannya.

Allah menggambarkan orang seperti ini:

“Mereka memberi makanan yang disukainya kepada orang miskin… seraya berkata: ‘Kami memberi ini hanya karena mengharap wajah Allah.’”
(QS. Al-Insan: 8-9)

Tidak ada kamera. Tidak ada panggung. Dan tidak ada pencitraan.

Hanya niat.

Kenapa Kita Mudah Tergelincir?

Jujur saja, kita hidup di zaman yang aneh.

Segala sesuatu diukur dari apa yang terlihat. Bahkan kebaikan pun ikut dinilai dari seberapa banyak orang yang menyaksikan.

Selain itu, algoritma media sosial tidak peduli pada ketulusan. Ia hanya peduli pada interaksi. Akibatnya, kebaikan yang “sunyi” kalah dengan kebaikan yang “viral”.

Lalu tanpa sadar, kita ikut arus.

Awalnya hanya berbagi. Lama-lama ingin dipuji. Akhirnya, kita kehilangan arah.

Kembali ke Makna yang Sebenarnya

Jika kita benar-benar ingin menjadi manusia bermanfaat, maka ukurannya harus diubah.

Bukan:

  • Berapa banyak yang melihat
  • Berapa banyak yang memuji

Tetapi:

  • Siapa yang terbantu
  • Apa dampaknya
  • Dan untuk siapa kita melakukannya

Mulailah dari hal kecil yang tidak menarik perhatian:
menolong tanpa diumumkan, memberi tanpa direkam, dan peduli tanpa perlu validasi.

Karena di situlah letak nilai yang sebenarnya.

Jadi, kalau kebaikan masih butuh penonton, mungkin itu bukan kebaikan—itu pertunjukan!

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karya Jurnalistik

    Putusan MA: Karya Jurnalistik Bukan Objek Gugatan Perdata

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menolak gugatan perdata terhadap sebuah pemberitaan kembali menegaskan satu prinsip penting dalam negara hukum: sengketa atas karya jurnalistik tidak diselesaikan di ruang perdata umum, melainkan melalui mekanisme yang diatur Undang-Undang Pers. Putusan ini relevan dibaca ulang hari ini, ketika kritik publik kerap berhadapan dengan upaya hukum yang berpotensi […]

  • program makan bergizi

    Menu Jumbo di Program Makan Bergizi Pagundan Tarik Perhatian Warga

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Menu jumbo di program makan bergizi Pagundan menarik perhatian warga dan dinilai meningkatkan kualitas pemenuhan gizi. albadarpost.com, HUMANIORA – Program makan bergizi di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, menyedot perhatian publik setelah paket edisi Jumat berkah menyajikan menu yang jauh lebih besar dari biasanya. Warga menyebut ukuran ayam bakakak pada program makan bergizi kali […]

  • penyerahan 6 triliun

    Penyerahan Rp6,6 Triliun dan Masa Depan Penindakan Korupsi SDA

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai penyerahan Rp6,6 triliun harus diikuti penegakan hukum konsisten dan pemulihan ekologi nyata. Uang Negara Kembali, Kepercayaan Publik Dipertaruhkan albadarpost.com, EDITORIAL – Kejaksaan Agung menyerahkan Rp6,6 triliun kepada pemerintah. Angka ini bukan kecil. Ia mencerminkan hasil penagihan denda kehutanan dan penyelamatan keuangan negara dari perkara korupsi. Peristiwa ini disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto, […]

  • MK UU Pers 145/PUU-XXIII/2025

    Putusan MK Tegaskan Garis Merah Sengketa Jurnalistik

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan batas tegas antara sengketa jurnalistik dan tindak pidana. Dalam Putusan Nomor 145/PUU-XXIII/2025, MK menyatakan bahwa karya jurnalistik tidak dapat langsung diproses secara pidana atau perdata tanpa melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Putusan tersebut memperjelas posisi Dewan Pers sebagai pintu awal […]

  • literasi digital

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Literasi Informasi untuk Bendung Hoaks

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    KIM Tasikmalaya memperkuat literasi digital untuk menekan laju hoaks yang menyebar lebih cepat dari informasi benar. albadarpost.com, LENSA – Arus informasi yang bergerak tanpa jeda kembali menjadi sorotan pada Bimbingan Teknis Pengelolaan Informasi bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Kecamatan Cisayong, Kamis, 20 November 2025. Agenda ini digelar untuk memperkuat literasi digital warga, terutama di […]

  • Kebakaran Cikatomas

    Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hebohkan Warga Cikatomas

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Cikatomas menggegerkan warga Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026) dini hari. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu menyebabkan bangunan yang digunakan sebagai toko parfum dan Bank Mitra mengalami kerusakan berat. Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di Kampung Pakemitan 1 RT 001 RW 001. Saat sebagian besar […]

expand_less