Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Saat Sedekah Jadi Konten: Kita Membantu atau Sekadar Terlihat Peduli?

Saat Sedekah Jadi Konten: Kita Membantu atau Sekadar Terlihat Peduli?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 172
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Hari ini, istilah manusia bermanfaat terdengar di mana-mana. Frasa khoirunnas anfauhum linnas dikutip, dibagikan, bahkan dijadikan caption. Namun, di saat yang sama, muncul pertanyaan yang lebih jujur: apakah kita benar-benar memberi manfaat bagi sesama, atau hanya sibuk terlihat peduli?

Coba perhatikan sekeliling. Ada orang yang membantu sambil menyalakan kamera. Ada yang berbagi sambil memastikan sudut pengambilan gambar terlihat dramatis. Bahkan, ada yang menolong sambil menunggu komentar “MasyaAllah” berdatangan.

Kita tidak sedang kekurangan orang baik. Kita sedang kelebihan orang yang ingin terlihat baik.

Hadis yang Kini Terasa Menampar

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruquthni)

Hadis ini sederhana, tetapi justru karena itu sering disalahartikan. Banyak yang mengira “bermanfaat” berarti melakukan sesuatu yang besar, spektakuler, dan—kalau bisa—viral.

Padahal tidak begitu.

Manfaat dalam Islam tidak menuntut sorotan. Ia menuntut ketulusan. Bahkan, sering kali, manfaat terbaik justru tidak pernah diketahui orang lain.

Allah juga berfirman:

“Jika kamu berbuat baik, maka sesungguhnya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri.”
(QS. Al-Isra: 7)

Ayat ini menggeser fokus kita: kebaikan bukan tentang bagaimana orang lain melihat kita, tetapi bagaimana Allah menilai kita.

Realita yang Sedikit Menyakitkan: Kebaikan yang Berisik

Sekarang kita masuk ke bagian yang agak tidak nyaman.

Di media sosial, kebaikan berubah menjadi tontonan. Sedekah direkam. Bantuan didokumentasikan. Bahkan, air mata penerima bantuan pun kadang ikut menjadi bagian dari konten.

Memang tidak semua salah. Namun, ketika dokumentasi menjadi lebih penting daripada manfaat itu sendiri, ada sesuatu yang mulai bergeser.

Kita mulai membantu bukan karena peduli, tetapi karena ingin diakui.

Dan di titik itu, makna manusia bermanfaat mulai kabur.

Manfaat yang Sunyi Justru Lebih Jujur

Bandingkan dengan sosok yang tidak pernah tampil.

Seorang ibu yang diam-diam menahan lelah demi anaknya. Seorang guru honorer yang tetap mengajar meski gajinya tidak seberapa. Tetangga yang membantu tanpa pernah bercerita ke siapa pun.

Mereka tidak viral. Tidak trending. Bahkan tidak dianggap “luar biasa”.

Namun, justru di situlah letak kejujurannya.

Allah menggambarkan orang seperti ini:

“Mereka memberi makanan yang disukainya kepada orang miskin… seraya berkata: ‘Kami memberi ini hanya karena mengharap wajah Allah.’”
(QS. Al-Insan: 8-9)

Tidak ada kamera. Tidak ada panggung. Dan tidak ada pencitraan.

Hanya niat.

Kenapa Kita Mudah Tergelincir?

Jujur saja, kita hidup di zaman yang aneh.

Segala sesuatu diukur dari apa yang terlihat. Bahkan kebaikan pun ikut dinilai dari seberapa banyak orang yang menyaksikan.

Selain itu, algoritma media sosial tidak peduli pada ketulusan. Ia hanya peduli pada interaksi. Akibatnya, kebaikan yang “sunyi” kalah dengan kebaikan yang “viral”.

Lalu tanpa sadar, kita ikut arus.

Awalnya hanya berbagi. Lama-lama ingin dipuji. Akhirnya, kita kehilangan arah.

Kembali ke Makna yang Sebenarnya

Jika kita benar-benar ingin menjadi manusia bermanfaat, maka ukurannya harus diubah.

Bukan:

  • Berapa banyak yang melihat
  • Berapa banyak yang memuji

Tetapi:

  • Siapa yang terbantu
  • Apa dampaknya
  • Dan untuk siapa kita melakukannya

Mulailah dari hal kecil yang tidak menarik perhatian:
menolong tanpa diumumkan, memberi tanpa direkam, dan peduli tanpa perlu validasi.

Karena di situlah letak nilai yang sebenarnya.

Jadi, kalau kebaikan masih butuh penonton, mungkin itu bukan kebaikan—itu pertunjukan!

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembobolan Minimarket Tasco

    Satpam Duel dengan Pembobol Minimarket Tasco Tasikmalaya, Pelaku Kabur

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aksi pembobolan Minimarket Tasco di Jalan AH Nasution, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, menggegerkan warga pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku diduga menjebol rolling door menggunakan linggis sebelum masuk ke dalam toko. Selain membawa uang tunai dan berbagai jenis rokok, mereka juga sempat berduel dengan petugas keamanan sebelum akhirnya melarikan […]

  • Kantor Desa Awiluar

    Bupati Herdiat Resmikan Kantor Desa Awiluar

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com | BERITA DAERAH — Sebuah kantor desa yang megah tentu menjadi kebanggaan masyarakat. Namun, bagi warga, kemegahan bangunan baru akan benar-benar bermakna ketika pelayanan yang mereka terima juga berubah menjadi lebih cepat, lebih ramah, dan lebih profesional. Pesan itulah yang menjadi sorotan saat Kantor Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung di Kabupaten Ciamis diresmikan. Dalam peresmian […]

  • Deklarasi SWAKKA di Tasikmalaya memperkuat kolaborasi media lokal Priangan Timur bersama stakeholder daerah

    Kolaborasi Media Online Lokal, Kunci Dampak Sosial yang Lebih Nyata

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perubahan lanskap digital mendorong media untuk beradaptasi dengan cepat. Namun, di tengah derasnya arus informasi, media lokal justru menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Persaingan ketat, distribusi konten yang timpang, serta dominasi platform besar membuat ruang gerak media daerah semakin sempit. Karena itu, kolaborasi media online lokal menjadi strategi yang relevan sekaligus […]

  • migrasi malaria

    BBKK Soetta Perketat Pengawasan Cegah Migrasi Malaria Saat Nataru

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    BBKK Soekarno-Hatta memperketat pengawasan untuk mencegah migrasi malaria selama arus libur Nataru. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan pengawasan kesehatan untuk mencegah migrasi malaria selama periode perjalanan Natal dan Tahun Baru. Lonjakan mobilitas penumpang dipandang sebagai faktor risiko yang dapat membawa penyakit dari daerah endemik ke pusat aktivitas masyarakat. […]

  • pengawasan anggaran publik

    Vandalisme Direspons Cepat, Uang Negara Dibiarkan Gelap

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    DPRD Kabupaten Tasikmalaya cepat melapor vandalisme, tapi diam saat anggaran publik dipertanyakan. Pengawasan dan keterbukaan informasi kini diuji. albadarpost.com, EDITORIAL – DPRD Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat saat tembok gedungnya dicoret. Laporan polisi dilayangkan. Pernyataan resmi disampaikan. Prosedur hukum ditempuh tanpa ragu. Namun kecepatan itu berhenti di sana. Ketika warga melaporkan indikasi penyalahgunaan anggaran dan meminta […]

  • Proses ukur ulang lahan proyek For You Padel di Tasikmalaya oleh BPN menggunakan GPS geodetik dan patok batas tanah

    Panas! Lahan For You Padel Diukur Ulang, DPRD Tasikmalaya Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Proses ukur ulang lahan proyek For You Padel di Kota Tasikmalaya memicu perhatian publik. Pengukuran ulang tanah ini tidak hanya soal batas fisik, tetapi juga menyangkut kepastian hukum dan kepercayaan warga. Di tengah polemik yang berkembang, langkah ini menjadi titik krusial untuk menentukan arah proyek ke depan. Komisi III DPRD bersama […]

expand_less