Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Astaghfirullah! Saat Rakyat Diminta Hemat, Anggaran DPRD Tasikmalaya Tembus Rp7,1 Miliar

Astaghfirullah! Saat Rakyat Diminta Hemat, Anggaran DPRD Tasikmalaya Tembus Rp7,1 Miliar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anggaran DPRD Kabupaten Tasikmalaya kembali jadi sorotan setelah alokasi perjalanan dinas menembus Rp7,1 miliar dalam RUP Swakelola 2026. Di saat pemerintah pusat mendorong efisiensi, angka tersebut justru memicu pertanyaan publik. Banyak yang mulai mempertanyakan arah kebijakan dan keberpihakan penggunaan anggaran.

Di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan kontras yang sulit diabaikan. Ketika masyarakat diminta berhemat, aktivitas perjalanan dinas di lingkungan legislatif tetap berjalan padat.

Agenda Padat, Anggaran Dinas Mengalir Deras

Data menunjukkan hampir seluruh agenda DPRD Tasikmalaya menggunakan skema perjalanan dinas. Penyusunan peraturan daerah saja menyedot sekitar Rp1,6 miliar. Selain itu, pembahasan kode etik memerlukan dana lebih dari Rp100 juta.

Kemudian, rapat anggaran sering dikemas dalam bentuk pertemuan luar kota. Bahkan kegiatan serap aspirasi yang sebenarnya sudah masuk komponen tunjangan tetap tetap menghabiskan ratusan juta rupiah tambahan.

Jika dicermati, pola ini memperlihatkan satu hal: perjalanan dinas masih menjadi tulang punggung aktivitas dewan.

Kritik Muncul, Publik Mulai Bereaksi

Presiden KMRT, Ahmad Rifa, menyampaikan kritik keras. Ia menilai kebijakan tersebut tidak selaras dengan instruksi efisiensi.

“Wakil rakyat seperti tidak mendengar seruan efisiensi dari pusat maupun daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator PSU, Septian Hadinata, menilai kondisi ini memperlihatkan jarak antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, anggaran sebesar itu seharusnya bisa diarahkan ke program yang lebih langsung dirasakan publik.

Di tengah kritik tersebut, suara masyarakat mulai menguat. Banyak yang mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran, terutama ketika kebutuhan dasar masih menjadi persoalan di berbagai sektor.

Akademisi Sindir: Era Digital, Tapi Masih Bergantung Perjalanan

Wakil Rektor III UNIK Cipasung, Asep M. Tamam, menyoroti pola kerja yang dinilai belum adaptif.

Ia menyebut studi banding dan koordinasi kini bisa dilakukan secara digital. Namun, praktik di lapangan masih mengandalkan pertemuan tatap muka dengan biaya besar.

Menurutnya, perubahan pola kerja bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Jika tidak, efisiensi hanya akan berhenti sebagai slogan.

Kontras Nyata: Pejabat Lain Mulai Berhemat

Di sisi lain, langkah berbeda justru terlihat di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Sejumlah pejabat memilih menggunakan kendaraan pribadi, bahkan sepeda motor, untuk berangkat ke kantor.

Mobil dinas lebih sering diparkir sebagai bentuk penghematan bahan bakar. Langkah ini menunjukkan bahwa efisiensi bisa dilakukan jika ada komitmen.

Perbandingan ini semakin memperjelas jurang pendekatan antara lembaga yang seharusnya sama-sama menjalankan prinsip pengelolaan anggaran yang bijak.

Efisiensi Bukan Sekadar Imbauan, Tapi Ujian Integritas

Isu anggaran DPRD Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya berbicara soal angka. Lebih dari itu, isu ini menyentuh kepercayaan publik terhadap wakil rakyat.

Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat berharap kebijakan anggaran berpihak pada kebutuhan nyata. Ketika hal itu tidak terlihat, kepercayaan perlahan terkikis.

Kini, publik tidak hanya menunggu klarifikasi. Mereka menunggu perubahan.

Antara Angka dan Amanah

Kasus ini menempatkan DPRD Kabupaten Tasikmalaya dalam sorotan. Di satu sisi, aturan efisiensi sudah jelas. Di sisi lain, praktik penggunaan anggaran masih menuai tanda tanya.

Pada akhirnya, persoalan ini bukan sekadar Rp7,1 miliar. Ini tentang bagaimana wakil rakyat menunjukkan keberpihakan.

Publik kini melihat, menilai, dan mengingat. Pertanyaannya sederhana: apakah efisiensi akan benar-benar dijalankan, atau tetap berhenti sebagai wacana? (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • edukasi HIV/AIDS

    Pemda Majalengka Perluas Edukasi HIV/AIDS Lewat Platform Digital

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Edukasi HIV/AIDS Majalengka diperkuat lewat platform digital baru untuk menekan kasus dan perluas akses informasi publik. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Majalengka memperluas edukasi HIV/AIDS dengan meluncurkan situs Pojok Lajur Pesat. Langkah ini dinilai penting karena angka kasus baru HIV/AIDS di Majalengka masih berada pada tingkat tertinggi di kawasan Cirebon Raya. Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa […]

  • RS TNT Tasikmalaya

    Tanpa Banyak Sorotan, RS TNT Tasikmalaya Siap Naik Kelas

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – RS Tani dan Nelayan (TNT) Kabupaten Tasikmalaya kini tengah bersiap naik level menjadi rumah sakit tipe D. Perubahan ini tidak banyak disorot, namun dampaknya besar bagi layanan kesehatan Tasikmalaya dan akses masyarakat terhadap fasilitas medis yang lebih baik. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas jangkauan pelayanan […]

  • manfaat upacara bendera

    Upacara Bendera: Sekolah Karakter yang Kian Ditinggalkan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Upacara Senin: Sekolah Nilai yang Tak Tertulis albadarpost.com, CAKRAWALA – Setiap Senin pagi, lapangan sekolah sejatinya bukan sekadar ruang terbuka. Ia adalah kelas tanpa dinding, tempat nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan kepemimpinan ditanamkan secara langsung. Upacara bendera, yang kerap dianggap rutinitas membosankan, sesungguhnya adalah laboratorium pendidikan karakter paling konkret yang pernah dimiliki sekolah Indonesia. Namun ironi […]

  • Pembinaan Guru Madrasah

    KKDT Sukaratu Gelar Pembinaan Guru Madrasah Diniyah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Pembinaan guru Madrasah Diniyah menjadi perhatian Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT)  Sukaratu. Sebanyak 100 guru dari 16 Madrasah Diniyah mengikuti pembinaan di Aula GDI Sukaratu, Desa Sinagar, Ahad, 24 Mei 2026, untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam dan koordinasi antar lembaga diniyah. Sejak pagi, suasana aula sudah terlihat ramai. Beberapa guru datang sambil […]

  • izin perumahan Jabar

    Pemprov Jabar Setop Izin Perumahan untuk Lindungi Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Gubernur Jabar hentikan izin perumahan di seluruh daerah demi mitigasi bencana dan penataan ulang tata ruang. albadarpost.com, FOKUS – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara penerbitan izin pembangunan perumahan di seluruh wilayah provinsi. Kebijakan ini memperluas aturan sebelumnya yang hanya berlaku di kawasan Bandung Raya. Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi yang kini […]

  • penipuan rumah syariah

    Oknum Camat Diduga Menipu Pembeli Rumah Syariah dan Merugikan Warga Karawang

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Warga Karawang menuntut camat yang diduga melakukan penipuan rumah syariah dengan kerugian Rp1,23 miliar. albadarpost.com, LENSA – Puluhan warga Karawang melaporkan dugaan penipuan rumah syariah yang melibatkan seorang camat berinisial CT. Mereka menuntut kejelasan setelah enam tahun menunggu pembangunan rumah yang tak pernah dimulai. Kasus ini menjadi penting karena melibatkan pejabat publik yang memiliki kewenangan […]

expand_less