Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Terungkap! Puluhan Dapur SPPG di Tasikmalaya Diduga Ilegal

Terungkap! Puluhan Dapur SPPG di Tasikmalaya Diduga Ilegal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 226
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHKasus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasikmalaya tak lagi sekadar data di atas kertas. Saat Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya turun langsung ke dapur layanan gizi di Singkup, Purbaratu, fakta di lapangan berbicara lebih keras. Aktivitas memasak tetap berjalan, sementara izin belum terlihat. Dapur yang memasok makanan untuk balita, ibu hamil, dan lansia itu sudah beroperasi berbulan-bulan tanpa legalitas.

Di sekitar lokasi, aktivitas terlihat normal. Namun di balik itu, temuan di lapangan mengungkap celah serius yang selama ini tersembunyi.

Data Dibuka, Sidak Langsung Digelar

Informasi awal datang dari LSM Sajalur dalam forum resmi di DPRD. Angkanya mencolok: dari 112 dapur SPPG di Kota Tasikmalaya, hanya tiga yang memiliki izin.

Data itu langsung ditindaklanjuti. Komisi III bergerak cepat.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapa’at, memimpin sidak ke salah satu titik yang dilaporkan, yakni SPPG Singkup.

“Informasi itu yang kami dalami. Hari ini kami lihat langsung,” ujarnya di lokasi.

Begitu tim masuk ke area dapur, pemeriksaan langsung menyasar titik-titik krusial. Tidak butuh waktu lama untuk menemukan masalah utama.

Temuan di Lapangan: Dapur Jalan, Izin Nihil

Hasil peninjauan menunjukkan tim tidak menemukan dokumen perizinan yang lengkap. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terlihat belum tertata. Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) juga belum ada.

Sementara itu, aktivitas produksi makanan tetap berjalan.

“Sudah lima bulan beroperasi, tapi izinnya belum ada,” kata Anang.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: bagaimana fasilitas layanan publik bisa berjalan tanpa pengawasan ketat sejak awal?

SPPG Tasikmalaya

Sidak DPRD Kota Tasikmalaya di dapur SPPG Singkup.

Risiko Nyata: Limbah dan Keamanan Bangunan

Di area sekitar dapur, tim menemukan aliran limbah cair yang belum dikelola secara optimal. Dalam kondisi tertentu, limbah seperti ini berpotensi mencemari lingkungan.

Ini bukan persoalan kecil.

Tanpa IPAL yang layak, risiko pencemaran meningkat. Tanpa PBG, pihak terkait tidak dapat memastikan keamanan bangunan.

Padahal, dapur SPPG memproduksi makanan dalam jumlah besar untuk kelompok rentan. Balita, ibu hamil, dan lansia menjadi penerima langsung.

Risikonya nyata. Dan itu dekat.

Pengelola Akui Kekurangan, Proses Masih Berjalan

Kepala dapur SPPG Singkup, Bayu, tidak membantah temuan tersebut. Ia mengakui bahwa perizinan belum lengkap.

“Kami sedang proses. Beberapa dokumen masih berjalan,” ujarnya.

Namun pernyataan itu belum cukup meredakan kekhawatiran. DPRD menuntut langkah konkret dan cepat dalam proses tersebut.

Karena itu, toleransi waktu menjadi batas yang ditegaskan.

Ultimatum DPRD: Enam Bulan atau Ditutup

Komisi III memberikan peringatan tegas. Komisi III DPRD menetapkan batas waktu maksimal enam bulan bagi setiap dapur SPPG untuk melengkapi izin sejak mulai beroperasi.

Jika tidak ada progres, DPRD akan merekomendasikan penutupan sementara.

“Aturannya jelas. Ini bukan sekadar administrasi, ini soal keselamatan,” tegas Anang.

Melalui pernyataan itu, DPRD memastikan mereka akan memperketat pengawasan.

Angka Kepatuhan Rendah, Sidak Akan Diperluas

Data dari LSM Sajalur menunjukkan tingkat kepatuhan hanya sekitar 2,9 persen. Artinya, mayoritas dapur SPPG di Kota Tasikmalaya berpotensi mengalami masalah serupa.

Komisi III memastikan sidak tidak berhenti di satu lokasi.

Komisi III telah menyiapkan langkah lanjutan dan akan memeriksa dapur-dapur lain secara bertahap.

“Ini baru awal. Kami akan petakan semua,” kata Anang.

DPRD juga meminta dinas terkait untuk lebih aktif turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu laporan.

Kasus SPPG Tasikmalaya membuka sisi lain dari layanan publik yang selama ini luput dari perhatian. Program yang bertujuan membantu kelompok rentan justru menghadapi risiko jika pengawasan tidak berjalan.

Kini, perhatian mulai tertuju ke dapur-dapur tersebut.

Pertanyaannya tinggal satu: apakah perbaikan akan berjalan cepat, atau masalah ini kembali mengendap? (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • resep ayam goreng telur

    Resep Ayam Goreng Telur Renyah, Ini Trik agar Tidak Mudah Lepas

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, LIFESTYLE — Resep ayam goreng telur menjadi salah satu pilihan menarik untuk menu makan keluarga pada Sabtu malam. Perpaduan ayam berbumbu gurih dan lapisan telur yang renyah membuat hidangan ini terasa berbeda dari ayam goreng biasa. Namun, ada satu masalah yang sering muncul: lapisan telur mudah terlepas ketika ayam digoreng. Kuncinya bukan membuat lapisan telur […]

  • Muscab HIPMI

    Wakil Bupati Dorong Penguatan Ekonomi Lewat Muscab HIPMI Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Muscab HIPMI Tasikmalaya dorong kolaborasi pengusaha muda dan pemerintah untuk memperkuat ekonomi daerah. albadarpost.com, PELITA – Kabupaten Tasikmalaya menggelar Musyawarah Cabang VI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Muscab HIPMI) sebagai ajang konsolidasi organisasi dan regenerasi kepengurusan. Acara yang berlangsung di Hotel Horison Tasikmalaya, Kamis, 4 Desember 2025, ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran pengusaha muda […]

  • Sekolah Pelangi Garut

    Bukan Wisuda, Cara Sekolah Pelangi Garut Ini Curi Perhatian

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sekolah Pelangi Garut memilih cara yang berbeda untuk menutup tahun ajaran 2026. Alih-alih menggelar wisuda formal, sekolah ini menghadirkan panggung ekspresi yang memberi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan yang mereka bangun selama belajar. Melalui kegiatan Year End Performance di Pendopo Garut, pelepasan siswa berubah menjadi momen hangat yang […]

  • Produksi Pisang Pangandaran

    Produksi Pisang Pangandaran Tembus 11.443 Ton, Ini Data BPS 2025

    • calendar_month 22 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Produksi pisang Pangandaran mencapai 114.434 kuintal atau sekitar 11.443,4 ton pada 2025. Angka tersebut muncul dalam data BPS Kabupaten Pangandaran dan menjadi salah satu temuan paling mencolok dari statistik produksi buah-buahan dan sayuran tahunan di daerah tersebut. Berdasarkan data BPS Kabupaten Pangandaran yang tersedia per 25 Mei 2026, volume produksi pisang […]

  • Suasana rumah Muslim yang tenang pada malam hari dengan bacaan doa perlindungan rumah dan nuansa Islami hangat.

    Rumah Terasa Berat dan Tidak Nyaman? Coba Amalkan Doa Ini

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 232
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari doa perlindungan rumah ketika suasana rumah mulai terasa berbeda. Ada yang menyebutnya doa penangkal gangguan, ada juga yang mengenalnya sebagai dzikir penjaga rumah. Biasanya pencarian itu muncul saat rumah terasa tidak nyaman, hati gampang gelisah, atau suasana keluarga mendadak sering memanas tanpa alasan yang jelas. Sebagian orang baru ingat […]

  • Kantor Bank Jambi saat insiden peretasan siber yang menyebabkan saldo nasabah hilang

    Bank Jambi Kehilangan Saldo Nasabah, OJK Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Insiden peretasan siber mengguncang perbankan daerah setelah bank Jambi kehilangan saldo nasabah dalam dugaan pembobolan sistem digital. Kasus rekening nasabah Bank Jambi bobol dan saldo hilang itu memicu kekhawatiran publik, terutama karena kerugian terjadi secara nyata pada sejumlah rekening. Selain itu, dugaan serangan siber terhadap bank daerah tersebut langsung menjadi sorotan […]

expand_less