Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Setahun Viman–Diky, Mosi Tidak Percaya Menggema

Setahun Viman–Diky, Mosi Tidak Percaya Menggema

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH Eskalasi kritik publik terhadap pemerintahan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Chandra mulai menguat menjelang satu tahun masa kepemimpinan mereka. Dinamika tersebut terlihat jelas dari rangkaian aksi mahasiswa, pemasangan spanduk kritik di ruang publik, hingga munculnya seruan Mosi Tidak Percaya Viman Tasikmalaya yang kini menjadi sorotan masyarakat.

Dalam beberapa pekan terakhir, wajah Kota Tasikmalaya dipenuhi narasi evaluasi terhadap kinerja pemerintahan. Kritik tidak lagi hanya bergulir di ruang diskusi, tetapi juga tampil terbuka melalui aksi lapangan dan simbol-simbol perlawanan sosial.

Fenomena ini menunjukkan meningkatnya partisipasi publik dalam mengawasi jalannya pemerintahan daerah. Selain itu, momentum menjelang satu tahun kepemimpinan Viman–Diky turut mendorong masyarakat untuk melakukan refleksi bersama atas janji politik dan realisasi kebijakan.

Aksi Mahasiswa dan Spanduk Kritik Warnai Ruang Publik

Sebelum munculnya mosi tidak percaya, kritik publik lebih dulu hadir melalui aksi mahasiswa dan pemasangan spanduk di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar Balai Kota Tasikmalaya. Spanduk-spanduk tersebut memuat pesan evaluatif yang menyoroti kebijakan pemerintah daerah serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Baca juga: Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Wajib Layani Pasien BPJS PBI-JK

Mahasiswa menilai ruang aspirasi formal belum sepenuhnya menjawab kegelisahan publik. Oleh karena itu, mereka memilih turun ke jalan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kekuasaan. Aksi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa sebagian masyarakat menilai arah kebijakan pemerintah perlu dikaji ulang.

Di sisi lain, spanduk kritik menjadi simbol komunikasi langsung antara warga dan pemimpin daerah. Pesan yang tertulis di ruang publik menghadirkan tekanan moral agar pemerintah lebih responsif terhadap persoalan riil di lapangan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa kritik tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, kritik hadir sebagai rangkaian gerakan yang saling terhubung dan terus berkembang.

Sapma PP Dorong Mosi Tidak Percaya terhadap Kepemimpinan Viman

Eskalasi kritik kemudian memasuki fase baru ketika Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Tasikmalaya menyuarakan Mosi Tidak Percaya Viman Tasikmalaya. Organisasi kepemudaan ini secara terbuka menyatakan sikap politiknya terhadap kepemimpinan Viman–Diky.

Sapma PP menilai sejumlah kebijakan belum menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Mereka juga menyoroti lambannya penyelesaian berbagai persoalan publik yang selama ini menjadi keluhan warga.

Melalui rencana aksi dan konsolidasi internal, Sapma PP berupaya membawa kritik ke level yang lebih terstruktur. Tagar mosi tidak percaya dipilih sebagai simbol perlawanan sekaligus alat mobilisasi opini publik.

Langkah ini menandai pergeseran kritik dari bentuk simbolik ke arah tekanan politik yang lebih nyata. Selain itu, keterlibatan organisasi pemuda memperluas spektrum kritik yang sebelumnya didominasi oleh mahasiswa.

Refleksi Satu Tahun Pemerintahan

Menjelang satu tahun masa jabatan, pemerintahan Viman–Diky berada pada titik krusial. Publik mulai menilai sejauh mana janji kampanye terwujud dalam kebijakan konkret. Di saat yang sama, ekspektasi masyarakat terhadap perubahan semakin tinggi.

Baca juga: Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

Eskalasi kritik publik dapat menjadi alarm sekaligus peluang. Di satu sisi, kritik mencerminkan kekecewaan sebagian warga. Namun di sisi lain, kritik juga membuka ruang dialog dan perbaikan kebijakan jika direspons secara terbuka.

Pengamat menilai pemerintah daerah perlu membaca dinamika ini secara bijak. Pendekatan komunikatif dan transparan dinilai mampu meredam ketegangan sekaligus membangun kembali kepercayaan publik.

Ke depan, arah hubungan antara pemerintah dan masyarakat akan sangat ditentukan oleh cara pemerintah merespons kritik. Apakah kritik dianggap sebagai ancaman, atau justru sebagai energi korektif untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Dengan menguatnya mosi tidak percaya dan berbagai bentuk kritik publik, Tasikmalaya memasuki fase penting demokrasi lokal. Momentum ini berpotensi menjadi penentu arah pemerintahan Viman–Diky pada tahun-tahun berikutnya. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang berdiri di panggung mengejar popularitas sementara bayangan dirinya tertunduk dalam kerendahan hati

    Saat Ibadah Jadi Ajang Pamer

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman ketika tepuk tangan terasa lebih nikmat daripada doa, Bahaya Cinta Popularitas menjadi penyakit rohani yang kerap tidak disadari. Cinta ketenaran, hasrat tampil terkenal, dan obsesi menjadi sorotan publik sering menyusup ke dalam amal baik. Padahal, Syekh Athoillah dalam Hikam telah mengingatkan, “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab sesuatu yang tumbuh […]

  • Reward Sukwan Tasik

    Reward Sukwan Kebersihan Tasik Masih Digodok, Hanapi: Kita Tidak Tutup Mata

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Plh Sekda Kota Tasikmalaya Hanapi akhirnya angkat bicara terkait tuntutan reward sukwan Tasik yang disampaikan 116 petugas kebersihan berstatus sukwan di Bale Wiwitan, Selasa (19/5/2026). Ia mengakui pernah menyampaikan janji pemberian reward saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya. Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi. Menurut […]

  • tinju amatir Tasikmalaya

    Fenomena Baru di Tasikmalaya: Tinju Jadi Pilihan Anak Muda Jalanan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bukan sekadar pertandingan biasa. Tinju amatir Tasikmalaya kali ini terasa berbeda. Di tengah isu kenakalan remaja, ratusan anak muda justru memilih naik ring, bukan turun ke jalan. Sabtu (25/4/2026), GOR Sukapura Dadaha dipenuhi teriakan penonton. Suasana panas, penuh emosi, tapi tetap terkendali. Di sinilah Boxing Van Java digelar, menghadirkan energi yang biasanya […]

  • Australia SAS Timur Tengah

    Australia Bungkam Soal Pasukan SAS di Timur Tengah, Ada Apa?

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA DUNIA – Isu Australia kirim pasukan khusus Special Air Service (SAS) ke Timur Tengah mendadak menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa sekitar 90 personel pasukan elite SAS diduga telah dikirim ke kawasan Teluk. Dugaan pengiriman pasukan Australia ke Timur Tengah itu langsung memicu spekulasi karena terjadi di tengah perang antara Amerika Serikat, Israel, […]

  • Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025, Momentum Santri untuk Negeri

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025: dari Ithlaq Tebuireng hingga Expo dan Award, bukti nyata pesantren berkontribusi pada bangsa dan lingkungan. albadarpost.com, LENSA. Kementerian Agama mengumumkan Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025 sebagai rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung mulai 22 September hingga puncaknya pada 25 Oktober. Agenda ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata kontribusi […]

  • kajian Isra Mikraj

    Majelis Taklim Hegarmanah: Spirit Keumatan lewat Kajian Isra Mikraj

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, KOLABORASI – Di tengah situasi umat yang dihadapkan pada tantangan sosial dan kemanusiaan, Majelis Taklim Hegarmanah menyelenggarakan kajian Isra Mi’raj sebagai ikhtiar memperkuat kesadaran keumatan. Kegiatan ini tidak hanya mengajak jamaah memahami makna spiritual perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menautkannya dengan tanggung jawab sosial antar sesama Muslim. Kajian akan berlangsung pada Jumat, 16 […]

expand_less