Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Makna Surah Al-Fil: Peringatan Abadi bagi Kekuasaan

Makna Surah Al-Fil: Peringatan Abadi bagi Kekuasaan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Surah Al-Fil tidak hadir sebagai cerita sejarah semata. Sebaliknya, Al-Qur’an menghadirkannya sebagai cermin kekuasaan yang relevan di setiap zaman. Karena itu, kisah pasukan bergajah Abrahah tetap hidup ketika kita berbicara tentang pemerintahan, legitimasi, dan arah sebuah negara hari ini.

Allah berfirman:

“Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?”
(QS. Al-Fil: 1)

Ayat ini mengajak manusia berpikir lebih dalam. Melalui pertanyaan tersebut, Allah menantang setiap pemegang kekuasaan untuk bercermin: apa yang terjadi ketika kekuatan dijalankan dengan kesombongan dan perusakan?

Kekuasaan Tanpa Moral Pasti Runtuh

Abrahah datang dengan pasukan besar, teknologi perang, dan kepercayaan diri tinggi. Namun, Al-Qur’an menegaskan satu hal penting: kekuatan fisik tanpa legitimasi moral tidak pernah bertahan lama.

Dalam konteks pemerintahan modern, pesan ini terasa sangat nyata. Suatu negara boleh memiliki anggaran besar, aparat kuat, dan dukungan politik luas. Akan tetapi, ketika keadilan diabaikan, amanah dilanggar, dan rakyat kecil disingkirkan, fondasi kekuasaan mulai rapuh.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kehancuran Abrahah terjadi bukan karena kelemahan militer, melainkan karena kesombongan dan penentangan terhadap simbol tauhid. Dengan kata lain, kekuasaan yang melawan nilai kebenaran artinya sedang menggali kehancurannya sendiri.

Negara dan Simbol Suci Adalah Amanah

Ka’bah bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol iman, persatuan, dan nilai suci umat. Abrahah berusaha menghancurkannya demi ambisi politik dan ekonomi.

Hari ini, pola yang sama sering muncul dengan wajah berbeda. Ketika agama, hukum, konstitusi, atau simbol rakyat dipakai sebagai alat legitimasi kekuasaan, bukan dijaga kehormatannya, maka logika Abrahah sedang diulang.

Imam Al-Qurthubi menegaskan bahwa Allah membela Ka’bah karena kesucian amanah, bukan karena kekuatan Quraisy. Oleh sebab itu, negara yang menjaga amanah publik akan memperoleh perlindungan, bahkan saat rakyatnya berada dalam kondisi lemah.

Pertolongan Allah Datang dari Arah Tak Terduga

Allah tidak menurunkan pasukan besar untuk menghancurkan Abrahah. Sebaliknya, burung-burung kecil dengan batu kecil justru menjadi alat kehancuran.

Pelajaran ini sangat tajam. Kejatuhan kekuasaan sering kali tidak datang dari lawan yang besar. Sebaliknya, ia muncul dari hal-hal yang dianggap remeh: krisis kepercayaan, suara rakyat kecil, kebocoran moral, atau kebijakan keliru yang terus diabaikan.

Dalam sejarah modern, banyak rezim runtuh karena:

  • ketidakadilan yang menumpuk,
  • korupsi yang dinormalisasi,
  • penderitaan rakyat yang tidak didengar.

QS. Al-Fil mengingatkan satu hal penting: jangan pernah meremehkan “batu kecil” dalam sistem kekuasaan.

Perlindungan Allah Tidak Bergantung pada Elite

Menariknya, Quraisy tidak mengangkat senjata. Mereka mundur, lalu Allah sendiri yang bertindak.

Pesan ini sangat jelas. Keselamatan sebuah bangsa tidak selalu ditentukan oleh elite penguasa. Sebaliknya, ia bergantung pada nilai kebenaran yang masih hidup di tengah masyarakat.

Dalam pemerintahan apa pun, legitimasi sejati lahir dari keadilan yang dirasakan rakyat. Ketika rakyat dilindungi, Allah melindungi negeri itu. Namun, ketika rakyat dizalimi, kekuasaan hanya menunggu waktu untuk runtuh.

Kekuasaan Adalah Ujian, Bukan Jaminan

Surah Al-Fil ditutup dengan gambaran yang sangat keras:

“Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”
(QS. Al-Fil: 5)

Metafora ini menegaskan bahwa pasukan besar pun bisa berubah menjadi sampah sejarah. Oleh karena itu, jabatan tidak menjamin kemuliaan, kekuatan tidak menjamin keselamatan, dan kekuasaan tidak menjamin keberlanjutan.

Surah Al-Fil bukan kisah burung dan batu semata. Ia adalah peringatan abadi bagi setiap pemegang kekuasaan: jangan arogan, jangan zalim, dan jangan merasa aman dari hukum Allah.

Di masa lalu, sekarang, maupun yang akan datang, pesannya tetap sama:
kekuasaan yang menindas akan runtuh, sementara kebenaran akan selalu menemukan jalannya.

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi bapak dan anak dalam ujian cinta, pengorbanan, dan ketakwaan kepada Allah.

    Mengapa Nabi Ibrahim Justru Diuji Saat Sangat Mencintai Anaknya?

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Cinta seorang ayah biasanya tumbuh perlahan. Namun dalam kisah ujian Nabi Ibrahim, rasa itu hadir setelah penantian yang sangat panjang. Karena itulah banyak ulama menilai, ujian pengorbanan Nabi Ismail bukan sekadar perintah biasa, melainkan ujian keimanan paling dalam. Dalam kajian Islam, kisah ini menunjukkan bagaimana Allah menguji manusia melalui sesuatu yang paling […]

  • Pekerja migran Indonesia duduk sendiri di kamar luar negeri sambil melakukan panggilan video dengan keluarga di rumah.

    Semua Melihat Gajinya, Sedikit Orang Melihat Perjuangannya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Setiap bulan, uang dikirim tepat waktu. Keluarga tersenyum bangga. Tetangga menganggap hidupnya sukses. Namun di kamar kecil ribuan kilometer dari rumah, seorang pekerja migran justru menahan rindu yang tidak pernah terlihat. Cerita tentang buruh migran, tenaga kerja Indonesia di luar negeri, dan kehidupan pekerja migran sering berhenti pada angka gaji. Padahal, realita […]

  • oseng mercon daging sapi

    Resep Oseng Mercon Viral: Pedas Gila Tapi Bikin Ketagihan

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aroma pedas langsung menyeruak begitu oseng mercon daging sapi mulai dimasak. Hidangan khas dengan level kepedasan ekstrem ini kini kembali viral karena sensasi rasa yang kuat, sederhana, tetapi membuat ketagihan. Banyak pencinta kuliner mencari resep oseng mercon, oseng sapi pedas, hingga tumis daging cabai rawit yang mampu menghadirkan pengalaman makan berbeda di […]

  • Ilustrasi perjalanan jiwa manusia dalam psikologi nafsu Islam dari ammarah menuju mutmainnah dengan nuansa reflektif

    Psikologi Nafsu dalam Islam: Peta Batin Manusia yang Tak Pernah Netral

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di era mendatang, manusia akan semakin lihai membaca data, emosi, dan pola pikir. Namun pada saat yang sama, manusia justru kian gagap mengenali batinnya sendiri. Teknologi berkembang cepat, tetapi kegelisahan jiwa mengendap tanpa suara. Di titik inilah Islam hadir dengan tawaran yang jujur sekaligus tajam: psikologi nafsu. Al-Qur’an tidak memulai pembicaraan tentang […]

  • Anggaran KPU Tasikmalaya

    KPU Kota Tasikmalaya Jelaskan Anggaran Santunan Rp341 Juta, Dua Pertanyaan Belum Terjawab

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anggaran santunan kecelakaan kerja di KPU Kota Tasikmalaya menjadi perhatian setelah ditemukan perbedaan cukup besar antara pagu anggaran dan realisasi pada Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) yang ditelusuri AlbadarPost, terdapat paket kegiatan Santunan Kecelakaan Kerja dengan pagu sebesar Rp341 juta. Paket tersebut tercatat sebagai swakelola […]

  • Infografis Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjelaskan enam layanan dasar wajib bagi masyarakat sesuai Permendagri Nomor 59 Tahun 2021.

    Banyak Warga Belum Tahu, Ini 6 Hak Dasar yang Wajib Dipenuhi Pemda

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Banyak warga hafal nama kepala daerahnya. Banyak pula yang tahu program-program pembangunan yang sedang berjalan. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa ada standar pelayanan yang wajib diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat. Standar itu bernama Standar Pelayanan Minimal (SPM). Melalui Permendagri Nomor 59 Tahun 2021, pemerintah mewajibkan setiap daerah memenuhi enam layanan dasar […]

expand_less