Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kapolri Pilih ‘Jadi Petani’, Apa Maknanya bagi Reformasi Polri

Kapolri Pilih ‘Jadi Petani’, Apa Maknanya bagi Reformasi Polri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI menyita perhatian publik. Di hadapan wakil rakyat, Kapolri menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian, termasuk gagasan pembentukan Menteri Kepolisian. Ia menyatakan lebih baik dicopot dari jabatannya dan menjadi petani daripada menerima skema tersebut.

Sikap itu disampaikan secara terbuka di forum resmi DPR. Kapolri tidak menyampaikannya sebagai retorika emosional, melainkan sebagai penegasan sikap institusional. Pernyataan tersebut menempatkan posisi Polri, Presiden, dan negara dalam satu garis konstitusional yang menurutnya tidak bisa ditawar.

Penegasan Posisi Polri dalam Sistem Ketatanegaraan

Kapolri menegaskan bahwa Polri merupakan alat negara yang berada langsung di bawah Presiden. Menurutnya, penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan institusi penegak hukum sekaligus mereduksi kewenangan Presiden sebagai pemegang komando tertinggi.

Baca juga: IndiHome dan Paradoks Laba vs Layanan

Ia menyampaikan bahwa perubahan struktur kelembagaan Polri bukan sekadar soal administrasi, tetapi menyangkut prinsip dasar tata kelola negara. Dalam pandangannya, Polri harus tetap berada di bawah Presiden agar mampu menjalankan fungsi penegakan hukum secara independen dan profesional.

Pernyataan ini muncul di tengah diskursus panjang mengenai reformasi Polri. Sebagian pihak mendorong perubahan struktur sebagai bagian dari kontrol sipil, sementara pihak lain menilai langkah tersebut berisiko menimbulkan tarik-menarik kepentingan politik.

Metafora “Petani” dan Pesan Kepemimpinan

Pilihan kata “petani” menjadi penanda penting dalam pernyataan Kapolri. Metafora ini tidak sekadar ungkapan personal, tetapi mencerminkan sikap kepemimpinan yang menempatkan prinsip di atas jabatan. Petani bekerja dalam kesunyian, mengandalkan proses, dan tidak bergantung pada simbol kekuasaan.

Dalam konteks ini, Kapolri seolah ingin menyampaikan bahwa jabatan menteri bukan tujuan utama. Ia menempatkan integritas institusi sebagai nilai yang lebih tinggi dibanding posisi struktural apa pun. Pernyataan tersebut juga memberi pesan bahwa loyalitas kepemimpinan Polri harus diarahkan pada konstitusi, bukan pada konfigurasi politik.

Bagi publik, pernyataan ini menjadi cerminan bagaimana seorang pemimpin institusi membaca batas antara pengabdian dan kekuasaan. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa reformasi Polri tidak bisa dilepaskan dari karakter pemimpinnya.

Reformasi Polri dan Batas Intervensi Politik

Reformasi Polri kerap dipahami sebagai upaya memperbaiki kinerja, transparansi, dan akuntabilitas kepolisian. Namun Kapolri memberi penekanan bahwa reformasi tidak identik dengan memindahkan garis komando. Menurutnya, pengawasan dan perbaikan sistem bisa dilakukan tanpa mengubah posisi Polri dalam struktur ketatanegaraan.

Kapolri menilai bahwa menempatkan Polri di bawah kementerian berpotensi membuka ruang intervensi politik yang lebih besar. Kondisi tersebut justru berisiko menghambat tujuan reformasi itu sendiri. Dalam pandangannya, Polri membutuhkan penguatan profesionalisme, bukan subordinasi struktural.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa reformasi Polri harus dibaca sebagai agenda jangka panjang. Reformasi tidak bisa didorong melalui solusi instan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam sistem pemerintahan.

Baca juga: Ketidakadilan Akses KUR Terkuak di Priangan Timur

Implikasi Politik dan Arah ke Depan

Sikap tegas Kapolri membuka ruang diskusi baru di parlemen dan ruang publik. Pernyataan tersebut memaksa semua pihak untuk membedakan antara kritik terhadap kinerja Polri dan perubahan sistemik yang berdampak luas terhadap negara.

Bagi DPR, pernyataan ini menjadi catatan penting dalam membahas masa depan Polri. Setiap gagasan perubahan kelembagaan perlu dikaji tidak hanya dari sisi pengawasan, tetapi juga dari perspektif konstitusi dan stabilitas institusi.

Di sisi lain, bagi masyarakat, pernyataan Kapolri menjadi indikator kepemimpinan di tubuh Polri. Reformasi Polri tidak hanya berbicara soal regulasi dan struktur organisasi, tetapi juga tentang keberanian menjaga prinsip ketika berhadapan dengan kekuasaan.

Dalam konteks itulah, pilihan “jadi petani” menjadi simbol sikap. Ia menegaskan bahwa reformasi Polri membutuhkan keteguhan, bukan sekadar kompromi. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akademi Crypto

    Timothy Ronald Terseret Dugaan Penipuan Akademi Crypto

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, FOKUS — Nama Timothy Ronald, influencer fintech yang populer di kalangan generasi muda, kini menjadi sorotan publik. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan investasi kripto yang diduga melibatkan platform edukasi Akademi Crypto. Laporan tersebut menyebutkan kerugian korban mencapai miliaran rupiah. Kasus ini memantik perhatian karena Timothy dikenal luas sebagai figur edukasi […]

  • tawon endas Bekasi

    Dua Bocah Diserang Tawon Endas di Bekasi, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Tragedi tawon endas Bekasi: dua bocah diserang kawanan Vespa Affinis, satu tewas, satu dirawat intensif. Tragedi Tawon Endas Bekasi: Satu Bocah Tewas, Satu Kritis albadarpost.com, LENSA – Kejadian memilukan menimpa dua bocah kakak beradik di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Keduanya diserang puluhan tawon endas Bekasi atau Vespa Affinis saat pulang bersama […]

  • Remaja 14 tahun asal Tasikmalaya mengikuti Hackclub Campfire di Perpustakaan Jakarta Cikini bersama puluhan peserta ngoding.

    Keren! Siswa SMP Tasikmalaya Tampil di Hackclub Campfire Jakarta

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hackclub Campfire menjadi sorotan setelah remaja 14 tahun asal Tasikmalaya tampil percaya diri dalam ajang ngoding nasional tersebut. Kompetisi teknologi bertajuk Hackclub Campfire atau lomba game development ini digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini dan diikuti sekitar 90 peserta, mayoritas dari Jabodetabek. Event ini membuka ruang kolaborasi lintas daerah sekaligus memperkuat ekosistem […]

  • Fenomena salat Tarawih cepat di masjid saat Ramadan dengan jamaah berdiri rapat mengikuti imam.

    Fenomena Tarawih Kilat, Mengapa Semakin Banyak Terjadi?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam Ramadan biasanya dipenuhi lantunan ayat suci yang tenang dan menyejukkan. Namun belakangan, salat Tarawih cepat justru menjadi fenomena yang banyak dibicarakan. Video tarawih kilat menyebar luas di media sosial, memperlihatkan imam memimpin puluhan rakaat dalam waktu yang jauh lebih singkat dari kebiasaan. Sebagian jamaah terlihat lega karena bisa segera pulang, sementara […]

  • santri madrasah puasa Ramadan

    Meski Berpuasa, Santri Madrasah Tasikmalaya Ini Tetap Semangat Belajar

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Siang itu udara terasa hangat di Sukahurip, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Di sebuah ruang kelas sederhana, beberapa anak duduk mengelilingi meja kayu yang mulai tampak usang. Kepala mereka menunduk serius, tangan kecil bergerak menulis di buku tulis yang terbuka di depan. Tak banyak suara terdengar. Hanya goresan pensil, lembaran buku yang dibalik, […]

  • Strategi Perang Nabi

    Strategi Perang Nabi: Konsolidasi Kekuasaan di Tengah Krisis Abad ke-7

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Membaca Strategi Perang Nabi tanpa konteks geopolitik sama seperti membaca peta tanpa legenda. Perang-perang yang dipimpin Muhammad di Madinah tidak terjadi dalam ruang kosong. Ia berlangsung ketika kawasan Arab berada di persimpangan dua imperium besar yang sedang melemah: Bizantium dan Persia. Sejarawan Amerika, Fred M. Donner, dalam kajiannya tentang komunitas awal Islam, […]

expand_less