Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kebingungan Arah Usaha Bayangi Koperasi Merah Putih

Kebingungan Arah Usaha Bayangi Koperasi Merah Putih

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Survei ungkap kebingungan arah usaha Koperasi Merah Putih akibat lemahnya tata kelola dan kesiapan pengurus.

albadarpost.com, BERITA NASIONALKebingungan arah usaha masih membayangi perjalanan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program nasional yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa ini menghadapi persoalan mendasar pada level kelembagaan. Sejumlah pengurus koperasi belum mampu menerjemahkan rencana usaha ke dalam aktivitas operasional yang konkret dan berkelanjutan.

Temuan itu mengemuka dalam survei yang dilakukan lembaga independen terhadap pengurus Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pengurus sudah memiliki dokumen rencana usaha, namun berhenti pada tataran administratif. Implementasi di lapangan berjalan lambat dan tidak terarah.

Rencana Usaha Tak Berujung Operasi Nyata

Hasil survei mencatat banyak koperasi kesulitan menentukan jenis usaha prioritas. Pengurus kerap menyusun rencana berdasarkan arahan program, bukan kebutuhan pasar desa. Akibatnya, koperasi tidak memiliki peta jalan bisnis yang jelas sejak awal.

Kondisi itu diperparah dengan minimnya pengalaman manajerial pengurus. Sebagian besar pengelola belum memiliki latar belakang kewirausahaan atau pengelolaan koperasi modern. Mereka bergerak dengan pendekatan coba-coba tanpa analisis risiko yang memadai.

Baca juga: PLN Gulirkan Program Tahun Baru Energi Baru untuk Pelanggan

Di sejumlah wilayah, koperasi sudah berdiri secara legal, memiliki AD/ART, serta struktur organisasi lengkap. Namun, dokumen tersebut belum berfungsi sebagai pedoman kerja harian. AD/ART lebih sering disimpan sebagai syarat administratif, bukan alat kendali tata kelola.

Ketiadaan mitra usaha juga menjadi hambatan serius. Banyak koperasi belum terhubung dengan rantai pasok, offtaker, atau jaringan pemasaran. Produk desa akhirnya sulit menembus pasar, meski potensi lokal cukup besar.

Kapasitas Pengurus Jadi Titik Lemah

Survei tersebut menegaskan bahwa keterbatasan kapasitas kelembagaan menjadi persoalan utama. Pelatihan manajemen, keuangan, dan pemasaran belum menjangkau seluruh pengurus koperasi. Di beberapa daerah, pelatihan hanya bersifat sosialisasi singkat tanpa pendampingan lanjutan.

Akibatnya, pengurus kesulitan menyusun laporan keuangan, menghitung kelayakan usaha, hingga mengelola arus kas. Situasi ini membuat koperasi berjalan stagnan dan rawan kehilangan kepercayaan anggota.

Masalah lain muncul pada aspek koordinasi. Peran pengawas, pengurus, dan anggota belum berjalan seimbang. Keputusan usaha sering terpusat pada segelintir orang, tanpa mekanisme kontrol yang kuat. Tata kelola seperti ini membuka celah konflik internal dan salah urus.

Meski demikian, survei juga mencatat adanya semangat tinggi dari pengurus untuk mengembangkan koperasi. Banyak pengelola berharap adanya pendampingan intensif dan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kondisi desa.

Evaluasi Program Jadi Kunci Perbaikan

Pengamat koperasi menilai kondisi ini sebagai alarm penting bagi pemerintah. Program Koperasi Merah Putih dinilai memiliki desain besar, namun belum sepenuhnya diiringi kesiapan sumber daya manusia di tingkat desa dan kelurahan.

Baca juga: Di Balik Keputusan Dedi Mulyadi Tak Menikah Lagi

Evaluasi kelembagaan perlu dilakukan secara menyeluruh. Pendekatan top-down dinilai kurang efektif jika tidak dibarengi penguatan kapasitas lokal. Koperasi membutuhkan panduan operasional yang praktis, bukan sekadar target pembentukan unit usaha.

Selain itu, pemerintah didorong memperkuat ekosistem koperasi melalui kemitraan pasar, akses pembiayaan yang realistis, serta pendampingan jangka panjang. Tanpa itu, koperasi berisiko hanya menjadi papan nama tanpa aktivitas ekonomi nyata.

Kebingungan arah usaha yang terjadi saat ini mencerminkan jarak antara kebijakan dan realitas lapangan. Jika tidak segera diatasi, tujuan besar menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa akan sulit tercapai.

Namun, dengan perbaikan tata kelola dan peningkatan kapasitas pengurus, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masih memiliki peluang besar untuk bangkit. Program ini tinggal menunggu satu hal penting: kesiapan internal yang benar-benar matang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • resep nasi tutug oncom

    Menu Kampung Rasa Sultan: Nasi Tutug Oncom Tasik Viral Lagi

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep nasi tutug oncom khas Tasikmalaya semakin populer karena rasanya yang gurih dan autentik. Menu tradisional Sunda ini dikenal sebagai olahan nasi campur oncom, yang sederhana namun kaya cita rasa. Selain itu, banyak orang menyebutnya sebagai hidangan rumahan yang justru membuat ketagihan sejak suapan pertama. Kenapa Nasi Tutug Oncom Selalu Bikin Rindu? […]

  • pembunuhan taksi online

    Polisi Telusuri Dugaan Pembunuhan Pengemudi Taksi Online di Tol Jagorawi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Polisi selidiki kasus pembunuhan pengemudi taksi online yang ditemukan tewas di Tol Jagorawi. albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana duka masih menyelimuti rumah Iffah Muhtianah di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sejak Senin malam, 10 November 2025, kabar kematian suaminya, Ujang Adiwijaya (57), pengemudi taksi online, membuat keluarga terpukul. Ujang ditemukan tewas di pinggir Tol Jagorawi, dengan luka […]

  • Salat Idul Adha Sah

    Viral! Salat Idul Adha Terpisah Jalan, Sahkah?

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Sebuah video yang diunggah akun TikTok Aquariusgirl pada 27 Mei 2026 memantik perdebatan di media sosial. Video tersebut memperlihatkan pelaksanaan Salat Idul Adha di kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya yang dipadati ribuan jamaah hingga meluber ke luar area utama masjid. Hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton puluhan ribu kali, memperoleh […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin melantik pengurus DPC IPeKB Kabupaten Tasikmalaya periode 2025-2029 di Pendopo Baru.

    Bupati Cecep Tegaskan Peran Strategis Penyuluh KB untuk Selamatkan Generasi Muda

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat pagi, tampak lebih sibuk dibanding hari biasa. Sejumlah tamu undangan mulai berdatangan sejak pagi dengan mengenakan pakaian formal. Di beberapa kursi bagian depan, para pengurus yang akan dilantik terlihat sesekali berbincang sambil merapikan berkas pelantikan. Di lokasi itu, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, melantik dan […]

  • rokok ilegal

    Rantai Distribusi Rokok Ilegal dari Sisi Pelaku dan Konsumen

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Rantai rokok ilegal tumbuh dari tekanan ekonomi, kebutuhan harian, dan celah distribusi tanpa regulasi. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di kios kecilnya yang bersebelahan dengan bengkel motor, Jaya menata bungkus-bungkus rokok tanpa pita cukai seperti menata permen. Ia tidak pernah menyebut produk itu “ilegal.” Sebutan yang dipilihnya jauh lebih sederhana: “rokok murah.” Di warungnya, orang datang karena […]

  • Grafik Indeks Daya Saing Daerah 2025 yang dirilis BRIN untuk mengukur produktivitas dan inovasi 38 provinsi serta 508 kabupaten/kota.

    BRIN Ukur Daya Saing 508 Daerah, Siapa Terdepan?

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kembali menjadi sorotan setelah BRIN merilis edisi 2025. IDSD atau indeks daya saing wilayah itu berfungsi mengukur produktivitas, kemandirian, serta kemajuan daerah secara komprehensif. Melalui instrumen tersebut, pemerintah dapat menilai performa pembangunan sekaligus merumuskan kebijakan berbasis data. BRIN menyusun IDSD dengan mengacu pada empat aspek utama […]

expand_less