Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Jawa Barat Tanpa Pesta Kembang Api

Jawa Barat Tanpa Pesta Kembang Api

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 228
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Arahkan Tahun Baru Tanpa Euforia

albadarpost.com, FOKUS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melarang masyarakat maupun pihak swasta menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun. Kebijakan ini akan ditegaskan melalui surat edaran (SE) Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang segera diterbitkan. Langkah tersebut diambil untuk menjaga ketertiban publik dan mengarahkan perayaan tahun baru ke aktivitas yang dinilai lebih bermanfaat bagi warga.

Larangan pesta kembang api malam tahun baru ini juga sejalan dengan sikap Pemprov Jawa Barat yang tidak menyelenggarakan perayaan resmi pergantian tahun. Pemerintah memilih pendekatan pengendalian dan pengawasan ketimbang perayaan terbuka yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan keselamatan.

“Kalau kita kan memang tidak punya perayaan. Di Jawa Barat relatif juga tidak terlalu euforia saat tahun baru,” kata Dedi Mulyadi usai menghadiri groundbreaking Pabrik NPK Nitrat Pupuk Kujang di Kawasan Industri Pupuk Kujang Cikampek, Karawang, Selasa, 23 Desember 2025.

Kebijakan ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan pelaku usaha hiburan yang selama ini identik dengan pesta kembang api sebagai penanda pergantian tahun. Pemerintah daerah menilai pembatasan tersebut perlu untuk memastikan malam tahun baru berjalan tertib dan tidak memicu risiko sosial maupun lingkungan.


Surat Edaran Disiapkan

Dedi Mulyadi memastikan larangan pesta kembang api malam tahun baru akan dituangkan secara resmi melalui surat edaran. Aturan tersebut akan berlaku bagi masyarakat umum maupun pihak swasta yang selama ini kerap menggelar perayaan dengan skala besar.

Menurut Dedi, surat edaran diperlukan agar kebijakan memiliki dasar administratif yang jelas dan dapat dijadikan acuan oleh pemerintah daerah kabupaten dan kota dalam melakukan pengawasan. Dengan adanya aturan tertulis, aparat di lapangan memiliki pegangan untuk melakukan pengendalian kegiatan masyarakat saat malam pergantian tahun.

Baca juga: Gubernur Jabar Tetapkan UMP dan UMK 2026

Pemprov Jawa Barat, kata Dedi, tidak akan menggelar acara khusus. Peran pemerintah lebih diarahkan pada monitoring kondisi masyarakat agar pergantian tahun berjalan aman dan efektif. Pengawasan dilakukan untuk mencegah kerumunan berlebihan dan potensi gangguan ketertiban umum.

“Kita hanya memonitor di masyarakat agar tahun barunya berjalan efektif,” ujarnya.


Arahkan Aktivitas Positif Warga

Sebagai pengganti perayaan kembang api, Gubernur Jawa Barat mengimbau masyarakat mengisi malam tahun baru dengan kegiatan yang lebih sederhana dan bernilai sosial. Aktivitas seperti berkumpul bersama keluarga, makan bersama, hingga doa bersama dinilai lebih sesuai dengan kondisi sosial masyarakat Jawa Barat.

Imbauan ini juga ditujukan untuk meredam budaya perayaan berlebihan yang sering kali berdampak pada kebisingan, sampah, dan risiko keselamatan. Pemerintah berharap warga dapat menjadikan pergantian tahun sebagai momen refleksi, bukan sekadar hiburan sesaat.

Untuk lingkungan internal pemerintahan, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jawa Barat dijadwalkan melaksanakan doa bersama di Gedung Sate. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pemerintah memilih pendekatan spiritual dan ketenangan dalam menyambut tahun baru.

Baca juga: Amanakan Nataru, Polda Jabar Siagakan 25.000 Personel

“Teman-teman ASN di Gedung Sate nanti berdoa bersama,” kata Dedi.


Konteks dan Dampak Kebijakan

Larangan pesta kembang api malam tahun baru mencerminkan pendekatan kebijakan Pemprov Jawa Barat yang menitikberatkan pada pengendalian sosial dan ketertiban publik. Kebijakan ini juga berpotensi mengurangi risiko kecelakaan, gangguan keamanan, serta dampak lingkungan yang kerap muncul akibat penggunaan kembang api secara masif.

Di sisi lain, kebijakan ini menuntut koordinasi pemerintah daerah dan aparat keamanan agar pengawasan berjalan proporsional dan tidak menimbulkan gesekan dengan masyarakat. Efektivitas larangan akan sangat bergantung pada komunikasi kebijakan yang jelas dan konsisten hingga tingkat daerah.

Larangan pesta kembang api di Jabar menandai arah kebijakan tahun baru yang lebih tertib, tenang, dan berorientasi pada kepentingan publik. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Narkoba Bandung

    105 Kasus Narkoba Bandung Terbongkar, Sejuta Pil Ilegal Disita

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lebih dari satu juta butir obat keras ilegal nyaris beredar di wilayah Kabupaten Bandung. Namun, operasi intensif yang digelar Satres Narkoba Polresta Bandung sepanjang Mei hingga Juni 2026 berhasil menggagalkan distribusi tersebut. Dalam periode dua bulan itu, polisi mengungkap 105 kasus narkoba Bandung, menangkap 116 tersangka, serta menyita berbagai jenis narkotika […]

  • aktivitas pedagang umkm kuliner makanan kaki lima yang ramai pembeli di indonesia

    7 UMKM Kuliner yang Selalu Laris, Modal Kecil Untung Stabil

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bisnis UMKM kuliner laris selalu menarik perhatian masyarakat. Selain mudah dimulai, usaha makanan juga memiliki pasar yang sangat luas. Oleh karena itu, banyak orang mulai mencari usaha kuliner yang selalu laku, terutama yang mampu bertahan di tengah persaingan bisnis. Di Indonesia, makanan bukan hanya kebutuhan pokok. Sebaliknya, kuliner juga menjadi bagian penting […]

  • Ilustrasi vape dengan indikasi kandungan narkoba yang berbahaya bagi kesehatan dan masyarakat

    Bahaya Vape Terungkap: Bukan Sekadar Rokok Elektrik!

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA NASIONAL – Fenomena vape narkoba kini mulai mengkhawatirkan. Tidak hanya sekadar rokok elektrik, vape atau rokok elektronik diduga menjadi media baru penyalahgunaan zat terlarang. Isu ini langsung menarik perhatian publik karena berkaitan dengan meningkatnya penggunaan vape di kalangan anak muda. Selain itu, dugaan adanya zat psikoaktif dalam liquid vape memperkuat kekhawatiran bahwa tren […]

  • Ledakan Dadaha

    Fakta Baru Ledakan Dadaha, Polisi Ungkap Awal Perselisihan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Ledakan Dadaha di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, memasuki babak baru. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kepolisian mengungkap bahwa rangkaian peristiwa yang berujung pada ledakan diduga berawal dari perselisihan antarpedagang. Temuan awal tersebut sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang sempat beredar di ruang publik, meski proses penyidikan hingga kini masih terus berjalan. […]

  • Ilustrasi suasana Idul Adha di masjid kampung dengan jamaah dan panitia kurban menjelang penyembelihan hewan.

    Bukan Hanya Kurban, Ini 9 Fakta Idul Adha yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 288
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suara takbir biasanya mulai menggema sejak malam Idul Adha. Di beberapa kampung, bunyi beduk masih terdengar pelan bercampur dengan suara pisau panitia yang mulai diasah di halaman masjid. Sebagian warga sibuk menyiapkan plastik kresek merah untuk membungkus daging kurban. Sementara anak-anak kecil mulai berlarian membawa bambu penyangga tempat penyembelihan. Namun di balik […]

  • Mazhab Empat

    Apa Itu Madzahibul Arba’ah? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pagi itu, suara sandal masih terdengar bersahutan seusai salat Magrib di sebuah masjid kampung. Beberapa jamaah belum beranjak pulang. Ada yang masih duduk bersila sambil menyeruput kopi hangat, ada pula yang berbincang ringan dengan ustaz yang biasa mengisi pengajian. Di tengah suasana yang akrab itu, seorang bapak tiba-tiba bertanya. “Kalau Islam itu […]

expand_less